NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Malam yang Mengubah Segalanya

Lima belas tahun lalu.

Malam prom night SMA Bimatara menjadi malam paling mewah sepanjang sejarah sekolah itu.

Lampu kristal menggantung indah di ballroom hotel bintang lima, musik klasik bercampur suara tawa memenuhi ruangan. Semua murid datang dengan pakaian terbaik mereka.

Dan malam itu… Dariela Atlanna Zavira Raespati tampil sangat cantik.

Gaun biru gelap yang sederhana namun elegan membuat banyak mata tertuju padanya. Rambut panjangnya ditata setengah tergerai, sementara wajah dinginnya justru membuat Ela terlihat semakin sulit didekati.

Namun di balik penampilan tenangnya, Ela sebenarnya tidak nyaman berada di sana.

Ia bahkan hampir tidak datang kalau bukan karena Amora yang terus membujuknya.

“Kita cuma sekali prom night, Ela…”

Dan akhirnya gadis itu datang.

Dengan pasangan yang seharusnya mengantarnya pulang malam itu.

Izyan Fernandes.

Hubungan mereka tidak dekat. Izyan hanya menawarkan diri menjadi pasangan Ela karena tidak tahan melihat Kirana terus menyebarkan rumor buruk tentang dirinya.

Apalagi setelah beberapa hari sebelumnya Ela terang-terangan menolak Sebasta Galen Sadipta yang mengajaknya menjadi pasangan prom.

Penolakan itu membuat harga diri Sebasta terluka.

Dan semuanya semakin buruk saat Kirana datang menangis di depan good boys sambil mengaku dirundung Ela.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Namun malam itu tidak ada yang peduli pada sisi Ela.

Termasuk Sebasta.

Saat pesta mulai larut malam, Ela yang jarang menyentuh alkohol tanpa sadar meminum cocktail yang dicampur cukup banyak minuman keras.

Kepalanya mulai terasa berat.

Pandangan gadis itu perlahan kabur.

Dan di saat bersamaan, Izyan menerima telepon mendadak dari kakeknya di Italia.

Perusahaannya sedang bermasalah dan ia diminta segera datang ke rumah keluarga malam itu juga.

“Ela…” Izyan mencoba menahan pusing melihat gadis itu sudah mabuk berat.

“Aku antar pulang dulu.”

Namun panggilan telepon terus masuk tanpa henti.

Saat itulah Sebasta datang menghampiri.

“Biar gue aja yang anter.”

Izyan sempat ragu.

Namun karena Sebasta termasuk orang yang dikenalnya sejak kecil, laki-laki itu akhirnya mengangguk.

“Pastikan dia sampai rumah.”

Sebasta hanya mengangguk tenang.

Dan itu menjadi awal dari kehancuran hidup Dariela Atlanna Zavira Raespati.

Di dalam mobil, Ela hampir tidak sadar penuh.

Kepalanya terasa sangat berat.

“Saya mau pulang…” gumamnya lirih.

Namun Sebasta justru membawa mobil menuju apartemen pribadinya.

Amarah dan ego laki-laki itu masih membara karena penolakan Ela beberapa hari lalu.

Ditambah ucapan Kirana yang terus mengatakan kalau Ela hanya pura-pura dingin agar dikejar banyak laki-laki.

Saat itu Sebasta terlalu mabuk emosi untuk berpikir benar.

Dan malam mengerikan itu pun terjadi.

Keesokan paginya…

Ela terbangun dengan tubuh gemetar.

Seluruh tubuhnya terasa sakit.

Sementara Sebasta duduk diam di ujung ranjang dengan wajah pucat penuh penyesalan.

Laki-laki itu bahkan tidak berani menatap Ela.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang menghancurkan.

Sampai akhirnya Ela bangkit perlahan sambil memunguti pakaiannya sendiri.

Tangannya gemetar hebat.

Namun tidak ada air mata yang keluar.

Justru itu yang membuat Sebasta semakin takut.

“Ela…”

Suara laki-laki itu terdengar serak.

“Aku—”

“Lupakan.”

Satu kata itu keluar pelan dari bibir Ela.

Sebasta langsung membeku.

Ela memakai cardigan-nya perlahan tanpa menatap laki-laki itu sedikit pun.

“Anggap nggak pernah terjadi.”

Suara gadis itu datar. Terlalu datar untuk seseorang yang baru saja dihancurkan hidupnya.

Sebasta langsung berdiri panik.

“Ela gue bakal tanggung jawab—”

“Enggak perlu.”

Ela akhirnya menatap Sebasta untuk pertama kalinya pagi itu.

Dan tatapan kosong gadis itu membuat dada Sebasta terasa sesak.

Karena tidak ada kebencian di sana.

Tidak ada amarah.

Hanya kehancuran.

“Aku capek…” bisik Ela lirih.

Setelah itu gadis itu pergi meninggalkan apartemen tanpa menoleh lagi.

Dan sejak pagi itu…

Sebasta Galen Sadipta tidak pernah benar-benar bisa hidup tenang.

Karena setiap kali menutup mata, yang ia lihat selalu wajah kosong Dariela Atlanna Zavira Raespati saat berkata—

“Lupakan.”

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!