NovelToon NovelToon
TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arrofy

Kalian pasti pernah kan, seenggaknya sekali seumur hidup, rebahan di kamar sambil menatap langit-langit terus ngehayal: "Coba aja tidur doang bisa dapet duit, pasti gue udah jadi orang terkaya di dunia." Nah, hayalan konyol yang sering kita impikan pas lagi capek-capeknya hidup itu, mendadak jadi kenyataan buat Abdul. Pemuda miskin korban PHK ini doanya dikabulkan secara ajaib. Sekali merem, saldo banknya bertambah 10 juta. Makin nyenyak dia ngorok, makin triliunan uang yang masuk ke rekeningnya secara legal! Tapi ternyata, dapet duit cuma modal tidur itu gak sesantai kedengarannya. Karena gak pernah keluar rumah tapi mendadak kaya raya, Abdul langsung dicurigai satu kampung pelihara babi ngepet, digerebek warga pas lagi enak tidur, dikejar-kejar orang pajak, sampai didatangi mantan pacar yang dulu ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, Ups!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 PENGGANGGU

Namun, belum sempat Pak Basuki merespons ucapan Abdul, suasana tenang di lahan kosong itu mendadak pecah oleh suara raungan knalpot motor yang bising. Tiga buah motor matic berukuran besar tiba-tiba melesat masuk ke dalam area lahan, memotong jalur jalan dan berhenti tepat beberapa meter di depan Abdul dan Pak Basuki.

Lima orang pria bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam, beberapa di antaranya bertato di lengan dan berwajah garang, turun dari motor dengan langkah berlagak. Pria yang berdiri paling depan, berkulit legam dengan bekas luka di pelipisnya, melangkah maju sambil memainkan sebuah kunci pas di tangannya. Dia adalah Cak Borgo, kepala preman yang menguasai wilayah sekitar jalan utama tersebut.

"Heh, Basuki! Berani-beraninya kamu bawa orang luar masuk ke tanah ini tanpa permisi sama aku!" gertak Cak Borgo dengan suara berat dan parau.

Pak Basuki seketika menciut, wajahnya memucat dan ia melangkah mundur ke belakang punggung Abdul. "E-eh, Cak Borgo... maaf, ini saya cuma lagi nganter calon pembeli yang mau nyari lahan..."

Cak Borgo mendengus remeh, lalu mengalihkan pandangannya yang tajam ke arah Abdul dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia melihat Abdul yang hanya mengenakan kaus oblong polos dan sandal jepit.

"Calon pembeli? Bocah ingusan kayak gini mau beli tanah ratusan juta? Jangan bercanda kamu, Bas!" cetus Cak Borgo disusul gelak tawa dari empat anak buahnya di belakang.

Abdul tetap berdiri tegak, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. "Ada urusan apa ya, Bang? Tanah ini dijual sah oleh pemiliknya, dan Pak Basuki ini makelar resminya. Kenapa kami harus permisi sama Abang?"

Tawa Cak Borgo langsung terhenti. Ia melangkah satu tindakan lebih dekat, mencoba mengintimidasi Abdul dengan tinggi badannya.

"Denger ya, Bocah! Siapa pun yang mau ngebangun, nyentuh, atau beli tanah di wilayah jalan utama ini, harus tunduk sama aturan daerah sini. Anggap aja ini wilayah kekuasaan kami," kata Cak Borgo sambil mengetukkan kunci pas ke telapak tangannya sendiri. "Kalau kamu emang beneran punya uang buat beli tanah ini, kamu wajib bayar uang jaminan keamanan lingkungan sama kami sebesar lima puluh juta rupiah. Tunai!"

"Lima puluh juta?" Abdul menaikkan sebelah alisnya. "Itu uang buat apa? Aturan dari mana?"

"Aturan dari aku! Jangan banyak tanya!" bentak salah satu anak buah Cak Borgo yang bertubuh tambun. "Kalau gak mau bayar uang jaminan itu sekarang, jangan harap kamu bisa tenang hidup di Gang Seng ini. Kami tahu rumah lama kamu di dalam gang sana. Tinggal sebar bensin sedikit, rumah lapuk kamu itu bisa rata sama tanah dalam semalam!"

Mendengar ancaman bahwa rumah dan ibunya akan diganggu, sorot mata Abdul yang semula tenang berubah menjadi sedingin es. Tangannya mengepal kuat di dalam saku celana. Namun, Abdul yang sekarang bukan lagi Abdul yang lemah dan bisa ditindas. Kekuatan finansial dan ketenangan batinnya membuat otaknya bekerja lebih cerdas di bawah tekanan.

Abdul mengeluarkan ponsel androidnya dari saku, lalu menatap Cak Borgo dengan senyuman tipis yang membuat preman itu keheranan.

"Oh, jadi kalian mau memeras saya dan mengancam mau membakar rumah saya ya?" tanya Abdul dengan nada suara yang sengaja dikeraskan.

"Iya! Memangnya kenapa?! Mau sok jagoan kamu di sini?!" tantang Cak Borgo ketus.

Abdul membalikkan layar ponselnya memperlihatkan sebuah aplikasi perekam suara yang sejak tadi sudah aktif berjalan, merekam seluruh kalimat ancaman yang keluar dari mulut komplotan preman tersebut. Tidak hanya itu, Abdul juga menekan tombol kirim untuk membagikan file rekaman suara tersebut langsung ke nomor kontak seorang perwira polisi di polres kota—yang kebetulan merupakan salah satu kerabat pelanggan jahit eksklusifnya dulu.

"Rekaman ini sudah terkirim ke Polres, Bang. Di zaman sekarang, pasal pemerasan dengan ancaman kekerasan dan perusakan properti itu hukumannya berat banget, minimal sembilan tahun penjara," ucap Abdul tenang, melangkah maju tanpa ragu. "Silakan kalau mau bakar rumah saya, tapi saya pastiin sebelum korek api kalian menyala, kalian semua udah tidur di dalam sel tahanan."

Cak Borgo dan anak buahnya seketika tertegun. Mereka tidak menyangka bahwa pemuda yang mereka remehkan karena pakaian kumalnya ini ternyata memiliki keberanian mental yang begitu besar dan langsung bermain menggunakan jalur hukum secara rapi.

"Kurang ajar... kamu berani ngancem kita pakai polisi?!" geram salah satu anak buah Cak Borgo, hendak melayangkan pukulan ke arah Abdul.

"Tahan!" bentak Cak Borgo tiba-tiba, menahan dada anak buahnya. Ia melihat sorot mata Abdul yang begitu berani dan penuh keyakinan, sebuah tatapan dari seseorang yang benar-benar memiliki 'kuasa' dan perlindungan kuat di belakangnya. Sebagai preman yang sudah sering keluar masuk penjara, Cak Borgo tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur agar tidak terjebak masalah besar.

Cak Borgo menunjuk wajah Abdul dengan kunci pasnya, mencoba menyembunyikan rasa malunya di depan anak buahnya. "Oke... kali ini kamu selamat, Bocah. Urusan kita belum selesai!"

"Ayo cabut!" seru Cak Borgo kepada komplotannya.

Mereka berlima segera naik kembali ke atas motor masing-masing dan melesat pergi meninggalkan lahan kosong tersebut dengan terburu-buru, menyisakan debu jalanan yang beterbangan.

Pak Basuki yang sejak tadi menahan napas langsung ambruk terduduk di atas rumput dengan tubuh gemetar karena lega. "Ya Allah, Mas Abdul... sampeyan nekat banget. Tapi hebat, baru kali ini ada orang yang bisa bikin Cak Borgo mundur tanpa adu fisik."

Abdul mematikan rekaman di ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku dengan tenang. "Orang-orang kayak gitu gak usah dilayanin pakai otot, Pak. Malah repot. Lebih baik kita langsung ke kantor notaris sekarang, saya mau selesaikan pembayaran tanah ini secara tunai."

"B-baik, Mas Abdul! Mari, langsung saya antar sekarang juga," sahut Pak Basuki dengan sikap yang kini berubah menjadi sangat hormat dan patuh, sadar bahwa pemuda di depannya ini bukanlah orang sembarangan.

1
Ahmadi 241215
udah tau nama nya rizki.masih nanya dasar tolol,di cari di kampus nama rizki.kan udah tau wajahnya.klo bikin cerita pakai otak,kalo gak punya otak,ke rumah sakit jiwa aja anjing
irawan muhdi
lanjut Thor
Farhat Syahada
mantapp up truss
BaekTae Byun
buset gw kira ini tentang sistem santai atau sesuai dengan judul ternyata ngga
Arrofy: ini baru awal perjalanan, ikutin terus perjalanan Abdul, akan banyak kejutan di bab2 selanjutnya😍
total 1 replies
Gege
bilang begene biar argo rumah sakit jalan terus.. kalo cepet sembuh rumah sakit kehilangan ATM berjalannya...🤣
Arrofy: hehehe🤣🤣🤣
total 1 replies
Pur Yono
bagus Dull sudah punya uang tetapp baik hati sama teman yang kesulitan👍
Pur Yono
cerdas kamu thor lanjut kembangkan kreatifitasmu
Pur Yono
upterus👍
Pur Yono
author pintar menyesuaikan cerita dengan situasi dan kondisi jaman sekarang upterus💪
Pur Yono
alur ceritanya santai mudah diikuti lanjut👍
Junior Ian
insprative novel 👍👍
Arrofy: terimakasih ya😍
total 1 replies
irawan muhdi
lanjut Thor
Arrofy: di tunggu ya/Chuckle/
total 1 replies
Gege
naaaah novel tema system yang ringan, enak dibaca modelan begene yang bikin hiburan lengkap... Yoo gass thor 10k kata tiap update..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!