NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbal

Sudah dua bulan lebih beberapa hari Yura dan kedua sahabat nya menikmati betapa seru nya dunia menjadi seorang mahasiswi dengan beragam wajah baru yang mereka temui.universitas ini adalah impian kebanyakan mahasiswa maupun orang tua.untuk bisa menjadi bagian dari universitas besar tersebut harus melalui seleksi dan jalan yang tidak mudah.

Beruntung Yura memiliki otak yang sedikit cerdas, hingga membuat ia bisa di terima di tempat tersebut.

Namun,baru saja kedua kaki nya menginjak kan lantai rumah,rasa senang dan bahagia itu lenyap seketika.kedua mata Yura di buat melotot tak percaya.di umur yang masih sangat muda ,masih banyak mimpi yang ingin dia raih,Yura malah di tarik ke dalam sebuah hubungan yang sama sekali tidak pernah ia pikir kan sebelum nya.

Dunia Yura seketika gelap, dinding masa depan yang selama ini ia bangun secara pelan-pelan kini perlahan runtuh menimpa akal sehat nya.

Tangis Yura pecah, ia menatap nanar kedua orang tua nya.seharus nya ini tidak terjadi kepada nya begitu lah batin Yura sambil menggelengkan kepalanya.

" Apa maksud semua ini Ma?" tanya Yura masih belum percaya.

" Tenang kan dulu diri Kamu, setelah ini kita bisa berbicara dengan baik-baik." pinta Rahmi kepada sang putri.

Bambang Wijaya langsung berdiri dari tempat duduk nya.tatapan mata nya memandang jauh menebus jendela besar yang berdiri kokoh di depan nya.sejujur nya ia juga tidak setuju dengan ide ini,tapi semua ini terpaksa ia lakukan demi menyelamatkan keluarganya beserta apa yang sudah mereka miliki selama ini.

Penjelasan demi penjelasan yang tidak masuk akal keluar dari mulut Bambang Wijaya,Bu Rahmi hanya mengangguk berharap Yura bisa mengerti sepenuhnya.

"Yura nggak mau Pa,Ma! Yura masih ingin kuliah,Yura masih ingin menikmati hidup Yura ."tolak Yura keras.

" Yura! Jangan menaikkan nada suara mu di depan Papa, dengerin dulu penjelasan Papa." jika keputusan sudah di ambil oleh sang kepala keluarga,maka anggota keluarga yang lain nya tidak ada yang bisa membantah keputusan itu, kecuali satu orang dan orang itu sejak tadi belum terlihat oleh Yura.

Gara-gara orang itu juga Yura harus berada di posisi ini,banyak tanya yang bersarang di benak nya,kenapa bisa dia yang menggantikan orang itu padahal selama ini yang ia lihat dan dengar dari mulut orang itu sendiri kalau dia begitu mencintai dan mendambakan calon suami hasil perjodohan keluarga.

Kenapa? Kata itu terus berputar di kepala Yura.

" Setelah menikah nanti,Kamu bisa melanjutkan mimpi mu,Kamu masih bisa kuliah seperti biasa nya,Kamu masih bisa jalan-jalan dengan teman-teman Kamu,tapi Kamu harus ingat status mu,selain kaya! Calon suami mu nanti adalah dosen mu sendiri.jadi Papa harap Kamu bisa melanjutkan perjodohan ini."lanjut Pak Bambang karena waktu semakin mepet.

Tch...Yura berdecak kesal.apa lagi ini,kok bisa calon suami dadakan nya adalah seorang dosen yang mengajar di kampus nya.siapa?

Yura sama sekali belum kenal dengan pria itu, meskipun selama ini sering ada pertemuan keluarga ,Yura sama sekali tidak pernah terlibat.dan sang Kakak lah yang selalu di jadikan primadona dalam pertemuan itu oleh kedua orang tua nya.

Kalau bisa Yura malah di kunci dalam kamar nya dengan alasan takut mengacaukan acara pertemuan.terlalu klasik bukan? Untuk sebuah sesuatu yang belum di pastikan terjadi.Yura bukan anak kecil lagi.tapi mereka melupakan itu semua.

" Kemana pergi nya Kak Sela kebanggaan Mama sama Papa? Kenapa dia malah menolak pernikahan ini padahal sebelum nya begitu menggebu-gebu."

" Yura nggak mau jadi pengganti nya Kak Sela,Yura mau menikah dengan lelaki pilihan Yura sendiri." tubuh lelah itu terjatuh lunglai ke atas sofa besar.

Lalu apakah Kedua orang tua nya perduli? Jawaban nya tentu saja tidak,Bu Rahmi malah sedang sibuk berbalas pesan dengan seseorang, sementara Pak Bambang hanya berdiri di tempat nya sambil berpangku tangan.

" Kakak Kamu lagi sakit , sekarang lagi berobat ke luar negeri.Kamu harus mengganti kan Kakak Kamu dalam pernikahan ini, Keluarga Raharja ingin mempercepat pernikahan ini,Kamu kan tahu sendiri kalau nyonya Raharja sedang sakit keras, sebelum semua nya terlambat , Nyonya Raharja ingin melihat putra tunggal nya menikah.dan Kamu lah yang akan menjadi menantu keluarga Raharja."ujar Bambang panjang lebar.

Nafas Yura memburu kencang,mata nya tak berkedip melihat ketidakadilan yang lagi-lagi harus di terima nya di rumah ini.

" Bohong! Kak Sela tidak sakit,semalam saja Aku masih lihat dia pergi dugem sama teman-teman nya, pulang-pulang malah mabuk,mana ada orang sakit tapi hobi dugem sih Pa,jangan selalu membela kesalahan Kakak, sementara Aku yang selalu di jadikan kambing hitam nya.Aku capek Pa!Capek diginiin terus." ujar nya sambil mencoba bangkit menuju ke kamar nya sendiri.

Drama keluarga ini tak pernah usai ,menepi itu lebih baik.

Belum sempat Yura melangkah lebih jauh,suara menggelegar milik Bambang kembali terdengar memenuhi ruangan ini.Yura memejamkan mata mencoba mengembalikan sisa-sisa kewarasan nya.

" Kamu tidak bisa menolak,semua akses keluar akan Papa blokir mulai dari sekarang,jangan coba-coba melawan keputusan Papa.Secepat nya Kamu akan menikah dengan calon suami Kakak mu." tegas Bambang dengan wajah kesal.

Selama ini Yura selalu membantah ucapan nya,bandel bahkan pernah di hukum di sekolah karena tidak masuk kelas saat jam pelajaran berlangsung.sementara Sela selalu patuh kepada nya,tanpa dia ketahui di balik itu semua ada banyak drama yang di ciptakan oleh Sela.

" Terserah! Atur saja sesuka hati kalian,hidup Yura memang tidak pernah ada arti nya untuk kalian." ujar Yura lirih sambil menatap kecewa kedua orang tua nya.

Rasa nya ingin sekali Yura berlari mencari Kakak nya, seharusnya wanita yang dia panggil Kakak itu tidak pergi meninggalkan pernikahan yang sudah di depan mata dengan alasan sakit,alasan itu terlalu konyol untuk di dengar oleh dia yang sudah tahu bagaimana Sela selama ini.

Meskipun sering pulang dalam kondisi mabuk bahkan pernah tidak pulang beberapa hari sekali pun,Sela tak pernah kena amukan orang tua, justru kedua orang tua mereka selalu membela kesalahan Sela.dan ujung-ujungnya Yura lah yang di beri ceramah panjang kali lebar.

" Semoga setelah ini hidup Aku lebih baik, sekali pun nanti harus jadi janda muda,yang penting Aku bisa keluar dari rumah ini." gumam nya menyeka air mata yang terlalu berharga untuk menangisi kenyataan pahit ini.

" Bagus! Seminggu lagi kalian akan menikah,jangan coba-coba kabur bikin malu keluarga,ke lobang semut pun Kamu lari akan Papa cari."kata-kata yang keluar dari mulut Bambang semakin menusuk hati nurani Yura.

Sebenarnya siapa lelaki setengah baya ini yang selalu ia panggil Papa,kenapa sekalipun tak pernah mau mengerti keinginan nya.

" Kamu harus berguna untuk keluarga ini Yura! Lihat Kakak mu,berkat dia Papa bisa menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan besar.Kamu harus bisa membayar semua biaya yang selama ini sudah kami keluarkan untuk hidup mu." Rahmi menimpali ucapan suami nya dengan mata angkuh.

" Jadi selama ini kalian tidak rela mengeluarkan uang untuk hidup ku?" desah Yura dengan hati semakin hancur berantakan.

" Akan Yura lakukan semua yang kalian inginkan,bila perlu mati detik ini pun akan Yura lakukan,yang penting utang biaya hidup itu lunas dari kepala kalian."Yura berlari masuk ke kamar nya.

Pintu di banting cukup keras hingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat.tubuh rapuh Yura terduduk bersandar di balik pintu yang sudah terkunci rapat.

" Kenapa mereka Setega itu kepada ku?"

" Sela...Sela...Sela..."

"Rahasia apalagi yang sudah dia sembunyikan sampai harus menumbalkan Aku dalam perjodohan ini."

Sementara suasana di ruang keluarga masih terlihat memanas,Bambang tentu saja tidak terima dengan apa yang baru saja Yura lakukan kepada mereka.

" Anak itu..." geram Bambang dengan gigi beradu .

" Sudah Pa! Biarkan saja dulu,yang penting dia sudah mau mengikuti keinginan kita.sebaik nya Papa telpon dulu Pak Raharja,minta pertemuan keluarga di majukan.ingat ! Papa harus bisa memainkan sandiwara ini,jangan sampai Sela terlihat buruk di depan mereka." Rahmi mengelus lengan suami nya untuk tenang,jangan sampai Bambang melampiaskan emosi nya kepada Yura .bisa gagal rencana perjodohan ini jika sampai Yura babak belur di tangan suami nya.

" Hm,Kamu telpon anak mu itu,minta dia jangan keluar dulu dari apartemen nya.mata- mata Raharja sangat banyak di luar sana." ujar Bambang selalu memikirkan Sela.

" Iya Pa, sekarang kita makan malam dulu, nanti makan malam untuk Yura biar di antar Bibi ke kamar nya."Rahmi cuek tak berniat untuk menenangkan atau pun sekedar mengajak Yura berbicara dari hati ke hati.ibu macam apa ini.

Begitu duduk di meja makan,ada banyak makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.pasangan suami istri ini langsung mengisi perut mereka dengan begitu lahap seakan-akan perdebatan yang terjadi tadi sama sekali tidak ada pengaruh nya untuk hidup mereka.

"Bi! Antar makanan untuk Yura ke kamar nya." perintah Rahmi setelah menyelesaikan makan nya.

Salah satu asisten rumah tangga yang di panggil hanya mengangguk patuh,selama ini mereka sudah terbiasa melihat Yura di perlakukan seperti ini.tidak ada satupun di antara mereka yang berniat untuk menolong Yura karena tidak memiliki nyali sekuat baja melawan sang majikan.

Sementara di sebuah apartemen yang sangat privat,Sela dalang di balik penderitaan Yura sedang duduk termenung .Sela merasa sedih dan cukup kecewa karena gagal menikah dengan crush nya.padahal menikah dengan putra tunggal Raharja adalah impian nya juga semua wanita di luar sana.namun kini ia terpaksa harus merelakan Arjuna Raharja menikah dengan adik nya sendiri karena kesalahan fatal yang sudah dia buat.

" Tuhan kuat kan Aku menerima kenyataan ini." batin Sela dalam sunyi.

Jika di dalam rumah mewah mereka Sela di biasakan dengan kemewahan dan kenyamanan, sekarang dia terpaksa melakukan apapun sendiri demi menyembunyikan aib besarnya.

" Sudahlah Sela! Setelah anak ini lahir dan tubuh Kamu kembali langsing,Kamu bisa mengambil kembali Arjuna dari tangan adik mu,Yura tidak bisa mengalahkan Kamu.dia hanya mengganti kan Kamu untuk sementara."batin nya tersenyum menyeringai.

" Papa sama Mama pasti setuju dengan keinginan ku ini,Yura? Kamu harus siap menjadi janda muda."

Hahahha....

Tawa Sela pecah, membayangkan wajah sedih Yura saja sudah membuat hati nya bahagia,ia bahkan sampai melupakan tentang bapak dari anak yang sedang tumbuh di dalam perut nya.

Bersambung...

Semoga kalian suka dengan cerita baru author,jangan lupa like dan vote ya guys

sekali pun tidak suka, please gunakan kata-kata yang pantas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!