NovelToon NovelToon
Penjahat Kelas Tertinggi

Penjahat Kelas Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.Goresan Kuas yang Menyingkap Tabir Darah

Ketika derap langkah kaki Patriark Shen Hong dan Tetua Xiao Tian bergema di pelataran utama Keluarga Xiao, atmosfer di sekitar paviliun mendadak berubah menjadi khidmat. Xiao Xuan telah berdiri di ambang pintu, dikelilingi oleh barisan pengawal inti klan yang mengenakan zirah perak rapat. Jubah hitamnya berdesir lembut ditiup angin sore, memancarkan wibawa yang melampaui usianya.

"Junior Xiao Xuan, memberi salam penuh hormat kepada Senior Shen Hong," Xiao Xuan melangkah maju, membungkuk sedikit dengan sudut kemiringan yang sempurna, tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi lawan untuk menuduhnya tidak tahu adat.

Di belakangnya, para ahli Keluarga Xiao serentak memberikan penghormatan formal yang serupa. Penyambutan yang begitu megah ini seketika memediasi sisa-sistem kegusaran di hati Shen Hong, membuatnya melangkah masuk ke dalam aula utama dengan dagu terangkat, menikmati statusnya sebagai tamu agung.

"Tuan Muda Xiao, dan para tetua sekalian, tidak perlu terlalu kaku dengan formalitas seperti ini," ujar Shen Hong setelah mengambil posisi di kursi kayu cendana yang paling utama, suaranya berat dan berwibawa. "Keluarga Xiao mengundangku ke mari, itu adalah bentuk kehormatan bagi klan kami. Dan kedatanganku ke sini, tentu saja menjadi bukti bahwa Keluarga Xiao memiliki tempat khusus di hati Keluarga Suci. Sekarang, setelah kita semua duduk, aku ingin tahu... kerja sama besar apa yang sebenarnya ingin Anda bicarakan? Bisakah Anda menjabarkannya?"

Xiao Xuan tidak langsung menjawab. Dia mengibaskan tangan kanannya dengan gerakan lambat yang elegan. "Harap jangan terburu-buru, Senior. Perjalanan melintasi kota tentu melelahkan. Pelayan, cepat sajikan teh spiritual terbaik untuk Senior Shen Hong."

Tatapan mata Xiao Xuan beralih, menatap hangat namun sarat subteks pada pria tua di hadapannya. "Mengenai kerja sama, kita bisa menyimpannya sejenak. Belakangan ini, beberapa rumor tak mendasar beredar luas di Kota Glory karena kelalaian saya, dan hal itu pasti telah mengusik ketenangan Senior serta kediaman Keluarga Suci. Saya merasa sangat tidak enak hati. Oleh karena itu, biarkan junior ini menggunakan teh hangat ini sebagai pengganti arak untuk memohon maaf secara tulus kepada Senior. Mari, kita angkat cawan bersama untuk menghormati Senior Shen Hong."

Tanpa menunggu balasan, Xiao Xuan mengangkat cawannya tinggi-tanggi dan meneguk cairan teh itu hingga tandas dalam sekali gerakan yang tegas.

Melihat kepatuhan dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh jenius nomor satu itu, Shen Hong tertawa kecil, sedikit rasa waspada yang tersisa di hatinya menguap. Dia mengangkat cawannya sendiri, menyesap teh spiritual itu dengan perlahan.

"Wahai pemuda Xiao, kau sungguh terlalu sungkan," ucap Shen Hong dengan nada kebapakan yang dibuat-buat. "Karena itu hanya gosip murahan di jalanan, bagaimana mungkin orang tua sepertiku akan menyimpannya di dalam hati? Lagipula, seorang pria muda tidak akan disebut pahlawan sejati tanpa adanya sedikit kisah romantis yang mengelilinginya. Sangat wajar bagi pemuda berbakat luar biasa sepertimu untuk dikagumi oleh beberapa gadis cantik sekaligus. Aku bukanlah orang tua kolot yang berpikiran sempit."

"Junior ini sangat berterima kasih atas kemurahan hati dan kelapangan dada Senior," Xiao Xuan menjura, senyum tipis di wajahnya tampak begitu tulus, meski di dalam benaknya, tirai sandiwara baru saja dimulai.

"Senior, jika diperkenankan, junior ini memiliki beberapa pertanyaan kecil yang mengusik pikiran. Apakah Senior bersedia memberikan sedikit petunjuk?" tanya Xiao Xuan, mengubah nada suaranya menjadi lebih rendah, memancing perhatian batin.

Shen Hong menyandarkan punggungnya, mengelus janggut panjangnya dengan santai. "Anak Xiao, jangan sungkan. Tanyakan saja apa pun yang mengganjal di hatimu. Orang tua ini pasti akan menjabarkan semua yang dia ketahui demi membimbing generasi muda sepertimu."

"Jika demikian, junior ini tidak akan bersikap sungkan lagi." Xiao Xuan menepuk tangannya dua kali. "Pelayan, bawakan meja rendah, kertas perkamen, dan kuas tinta spiritual."

Hanya dalam beberapa hela napas, para pelayan meletakkan peralatan tersebut di depan Xiao Xuan. Di bawah tatapan bingung Shen Hong, Xiao Xuan meraih kuasnya. Jemarinya yang ramping bergerak dengan kecepatan yang luar biasa namun teratur, goresan demi goresan tinta hitam mengalir di atas kertas, menciptakan sketsa wajah yang begitu hidup seolah-olah karakter tersebut siap melangkah keluar dari lembaran perkamen.

Setelah selesai, Xiao Xuan meletakkan kuasnya, membiarkan pelayan mengambil lukisan yang masih basah itu dan menyerahkannya ke tangan Patriark Keluarga Suci.

"Obat jenis apa yang sedang coba kau jual di hadapanku, Anak Xiao?" Shen Hong menerima perkamen itu dengan alis berkerut, wajahnya dipenuhi rasa heran yang murni.

"Senior, silakan buka dan amati dengan saksama," ucap Xiao Xuan, nadanya yang semula hangat mendadak turun beberapa derajat, berubah menjadi sedingin es yang membeku di puncak gunung.

Shen Hong membuka gulungan itu. Begitu matanya menangkap guratan wajah di atas kertas, napasnya tercekat sejenak. Di atas perkamen itu, tergambar sesosok wanita dengan keanggunan yang luar biasa, memiliki kemiripan yang teramat pekat dengan Ye Ziyun. Wanita itu tidak lain adalah Xiao Yu—mantan istri dari Penguasa Kota Ye Zong, ibu kandung Ye Ziyun yang telah lama tiada.

Di masa lalu, ada lembaran sejarah yang teramat indah sekaligus berdarah antara Shen Hong, Xiao Yu, dan Ye Zong. Ketiganya tumbuh bersama, mempelajari sastra kuno, dan menempa ilmu bela diri di bawah guru yang sama, berbagi tawa dan impian masa muda. Xiao Yu, dengan bakatnya yang memikat dan kecantikan yang dinobatkan sebagai nomor satu di Kota Glory pada masanya, menjadi pujaan banyak orang. Shen Hong dan Ye Zong adalah dua pemuda paling menonjol yang bersaing secara agresif untuk memenangkan hatinya.

Namun, takdir berpihak pada Ye Zong, yang memiliki ayah seorang Ahli Roh Iblis legendaris—sebuah latar belakang mutlak yang tidak bisa ditandingi oleh Keluarga Suci saat itu. Di bawah restu keluarga besar Xiao Yu, Ye Zong akhirnya bersanding dengan sang dewi. Menyaksikan wanita yang dia puja dengan seluruh jiwanya jatuh ke pelukan rival terbesarnya, cinta di hati Shen Hong membusuk, bermutasi menjadi kebencian yang mendalam terhadap dunia. Persekutuan Kegelapan melihat celah kegelapan ini; mereka mendekati Shen Hong, menawarkan kekuatan dan konspirasi berdarah yang akhirnya merenggut nyawa Xiao Yu di tengah malam yang sunyi. Inilah rahasia paling hitam, fondasi dari segala pengkhianatan yang dikubur Shen Hong di dasar jiwanya.

Mata Shen Hong melebar, pupilnya bergetar hebat saat menatap lukisan itu. Baginya, konspirasi malam itu telah dikemas dengan sempurna; bahkan penyelidikan besar-besaran dari Keluarga Angin Salju selanjutnya hanya mampu menyentuh permukaan Persekutuan Kegelapan dan akhirnya menganggap kasus itu selesai karena kekurangan bukti. Dia tidak pernah membayangkan, dalam mimpi buruk sekalipun, bahwa selembar potret dari masa lalu ini akan mendarat di tangan pemuda dari Keluarga Xiao.

"Apakah Senior mengenali siapa wanita cantik di dalam lukisan ini?" tanya Xiao Xuan dengan nada yang teramat tenang, namun matanya mengunci setiap pergerakan otot wajah Shen Hong.

Merasakan bahaya yang mencekik, Shen Hong memaksa otot-otot wajahnya untuk rileks, mencoba tertawa kecil meski suaranya terdengar sedikit parau. "Dia... memang seorang wanita yang sangat menawan. Namun, Anak Xiao, orang tua ini sudah lanjut usia, ingatan masa mudaku sudah banyak yang memudar karena usia. Aku benar-benar tidak bisa mengingat siapa dirinya. Aku penasaran, apa sebenarnya maksudmu menunjukkan lukisan kuno ini kepada saya?"

Meskipun bicaranya mencoba terdengar tenang, secercah cahaya membunuh yang pekat berkilat di balik kelopak mata Shen Hong yang menyipit.

"Itu tidak memiliki arti khusus; junior ini hanya penasaran karena tidak sengaja menemukan catatan lama," jawab Xiao Xuan sambil bersandar pada kursinya, menatap Shen Hong dengan seringai sarkas yang dingin. "Jika Senior tidak ingin mengingat masa lalu yang menyakitkan, maka biarlah kita lewatkan. Namun, saya masih memiliki tiga potret lagi yang mungkin bisa membantu menyegarkan ingatan Senior yang memudar."

Xiao Xuan mengibaskan jarinya, dan pelayan meletakkan tiga gulungan perkamen baru di atas meja di hadapan Shen Hong.

"Silakan dilihat, Senior. Potret di gulungan ketiga ini adalah sosok Li Yunhua, yang didampingi oleh dua sosok bayangan dari Persekutuan Kegelapan... *Ghost Sha* dan *Long Sha*."

Mendengar nama-nama itu diucapkan dengan begitu santai dari bibir Xiao Xuan, jantung Shen Hong berdegup kencang bagai dihantam palu gada. Seluruh bulu kuduknya berdiri. Pada detik itu juga, di dalam benak sang Patriark Keluarga Suci, nama Xiao Xuan telah digeser masuk ke dalam daftar paling atas dari orang-orang yang harus dia lenapkan dari muka bumi ini. Rahasia terdalam yang menentukan hidup matinya klan mereka telah digenggam oleh pemuda di hadapannya; ini bukan lagi sekadar gertakan biasa, melainkan ancaman pemusnahan massal yang nyata.

[ Sistem Penjahat Takdir: Ding! 💀 Wah, wah... Tuan Rumah, lihatlah wajah kakek tua itu! Kulitnya mendadak pucat seperti mayat yang direndam air es, dan niat membunuhnya di dalam ruangan ini begitu pekat hingga teh spiritualnya hampir membeku! 🥶 Kakek Shen Hong saat ini sedang menyusun seribu cara di otaknya untuk mencincangmu jadi sup daging. Sungguh mendebarkan, jalankan terus rencana licikmu ini, pahlawan kegelapan! 😈🍿* ]

1
HiaTus
amazing
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!