NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Penduduk desa sangat miskin, tidak banyak orang yang bisa mengumpulkan tiga ribu rupiah.

Tony berkata sambil menggertakkan giginya,

"Coba aku cari Kak Surya buat pinjam uang. Sekarang kita sudah punya teknik rahasia tangkap ikan. Biarpun kita nggak kasih tahu mereka caranya, asalkan kita bisa menjanjikan sedikit keuntungan, dia mungkin bisa pinjamkan sekitar lima ribu rupiah!"

"Dengan begitu juga masih kurang sepuluh ribu rupiah!"

Danu menatap Kira dan berkata,

“Kak Kira, gadai saja gelang Kakak Ipar! Kita sudah punya teknik rahasia tangkap ikan. Kita bisa dapatkan kembali gelangnya dalam beberapa hari dengan membayar tambahan sedikit bunga."

"Nggak perlu, aku masih punya cara lain!"

Kira menggeleng, lalu lanjut berkata,

“Sekarang, kalian ke Pasar Selatan dan beli barang-barang yang ku suruh kalian beli pakai uang ini. Habis itu, pergi ke Toko Besi Keluarga Salim di Pasar Utara untuk cari aku,"

Dari awal, Kira memang tahu dia tidak bisa mendapatkan 40 ribu rupiah dari hasil menangkap ikan sehari. Setelah mendengar Kira ingin membeli barang, keempat orang itu langsung terkejut.

Tony berkata dengan bingung,

"Paman Basan, lihat! Uang membayar utang sudah nggak cukup, tapi Kira malah mau belanja lagi, Apalagi semua yang dia suruh beli itu makanan, pakaian dan barang sekunder lain yang nggak penting, Dla mulai boros lagi!"

Ucapan Tony membuat Doddy marah.

“Tony! Dasar nggak punya hati nurani! Kak Kira sudah membelikan mu pakaian dan sepatu, tapi kamu malah mengatai nya!"

Tony mengeluh,

"Alah, aku kan cuman khawatir dia nggak bisa bayar utang!"

Danu yang dewasa pun berkata,

"Ayah, kenapa Kak Kira membelikan kami dan Tony pakaian yang serupa?"

Basan menjawab,

"Ikuti saja apa kata Kira. Dia itu orang yang punya banyak ide. Dia menyuruh kita melakukan ini pasti ada artinya. Patuhi saja perintahnya!"

Kira tiba di Toko Besi Keluarga Salim di Pasar Utara. Ini adalah toko besi paman pemilik tubuh sebelum nya.

Saat berumur sekitar 10 tahun, pemilik tubuh sebelumnya tinggal di rumah paman nya ini untuk belajar. Istri paman nya sudah meninggal saat persalinan. Jadi, paman dan putrinya hanya bisa bergantung pada satu sama lain.

Mereka bersikap sangat baik terhadap pemilik tubuh sebelumnya. Namun, paman nya menentang pernikahan pemilik tubuh sebelumnya dengan Wulan tiga tahun yang lalu.

Bagaimanapun juga, ada rumor bahwa keluarga Sunardi akan di lenyapkan. Paman nya khawatir pemilik tubuh sebelumnya akan terlibat masalah.

Akan tetapi, pemilik tubuh sebelumnya malah tidak mendengar nasihat paman nya. Alhasil, hubungan mereka pun menjadi dingin.

Saat menikah, pemilik tubuh sebelumnya bahkan tidak mengundang paman nya, juga selama tiga tahun terakhir, dia juga tidak pernah mengunjungi paman nya.

Saat tiba di depan toko besi yang tidak asing itu, Kira pun berjalan masuk.

"Siapa?"

Terdengar suara seseorang dari dalam rumah. Kemudian, seorang gadis berjalan keluar. Saat melihat Kira, dia langsung tercengang.

Setelah beberapa saat, dia baru berkata dengan cemberut,

“Sudah punya istri langsung lupain paman nya. Dasar durhaka. Masih ingat datang kemari?"

Gadis itu berumur sekitar 16-17 tahun. Wajah nya kecil, rambutnya di ikat model kuncir kuda. Dia tidak terlalu tinggi, sedangkan wajah nya di hiasi beberapa bintik hitam. Matanya besar dan jernih, gigi nya juga rapi. Dia terlihat cantik dan manis.

Setelah mendengar ucapan nya, Kira tidak marah. Dia malah berkata sambil tersenyum,

"Lestari, Paman di mana?"

Gadis itu adalah adik sepupu Kira, Lestari Salim. Dia sudah membantu ayah nya mengelola keuangan di rumah sejak kecil.

Jadi, dia sangat jago berhitung. Selain itu, dia juga bermulut tajam. Sejak kecil, pemilik tubuh sebelumnya sudah sering adu mulut dengan nya.

"Dia pergi memilih batu bara. Bentar lagi juga balik!"

Setelah mengamati Kira sejenak, Lestari berkata dengan muram,

"Dengar-dengar, habis nikah, kamu asyik foya-foya dan sudah habiskan semua kekayaan yang di wariskan Paman dan Bibi. Rumor itu benar, kan? Jangan bohong!"

Kira tersenyum ringan sambil mengangguk.

"Dasar kamu ini! Semuanya bilang kalau Kakak Ipar itu wanita tercantik se kabupaten, tapi kamu malah bertindak sembarangan di luar. Apa sebenarnya yang kamu pikirin? Sudah di pelet orang?"

Setelah memarahi Kira, Lestari pun mengganti topik pembicaraan,

“Aku sudah malas mengatai orang nggak berperasaan seperti mu. Sudah makan belum? Mau ku masakin sesuatu?"

"Nanti saja!"

Setelah mendengar ucapan Lestari, Kira langsung terkejut dan menggeleng dengan rasa bersalah.

Tiba-tiba, seorang pria kekar yang menjinjing dua keranjang batu bara berjalan masuk. Saat melihat Kira, pria itu langsung meletakkan keranjang berisi batu bara dan buru-buru menghampiri Kira dengan gembira,

"Kira, akhirnya kamu datang Juga!"

Orang itu adalah paman pemilik tubuh sebelumnya.

Namanya Suryadi salim. Dia sangat menyayangi pemilik tubuh sebelumnya seperti putra kandungnya sendiri. Namun, pemilik tubuh sebelumnya masih belum dewasa.

Setelah melihat pamannya, Kira membungkuk sambil berkata,

"Paman, maafkan aku. Dulu, aku nggak ngerti soal kekhawatiran mu. Aku sudah salah!"

"Cepat bangun!"

Suryadi buru-buru memapah Kira, lalu berkata dengan berlinang air mata,

“Paman juga salah. Sebagai orang dewasa, seharusnya aku tetap pergi mengunjungi mu meski kamu nggak datang jenguk aku. Tapi sekarang sudah nggak masalah. Lestari, cepat pergi beli seperempat kilo daging sapi untuk Kira. Dengar-dengar, ada yang jual ikan yang masih hidup juga di Pasar Timur, pergi beli seekor untuk kakak mu ini!"

"Harga daging sapi setengah kilo 500 rupiah, seperempat kilo sudah mau 250 rupiah. Harga seekor ikan segar setengah kilo 80 rupiah, yang sekilo seekor sudah mau 160 rupiah. Ditambah dengan bahan lainnya, cuman makanan untuk dia seorang sudah menghabiskan 500 rupiah! Ayah, dia sudah nggak datang jenguk kita selama tiga tahun, tapi kamu malah begitu senang begitu dia datang minta maaf!"

Begitu mendengar ucapan ayah nya, Lestari langsung cemberut.

Dia dengan cepat menghitungkan seluruh biaya yang diperlukan untuk menjamu Kira, tetapi tetap bangkit sambil menjinjing keranjang sayur.

Kira buru-buru melambaikan tangan nya dan berkata,

"Lestari, jangan beli sayur dulu. Aku butuh bantuan mu!"

Lestari langsung cemberut,

"Kamu butuh bantuan apa? Dengar-dengar kamu sudah pinjam uang sama orang. Apa kamu datang cari kami karena nggak bisa bayar utang?"

"Lestari!"

Setelah memelototi putrinya, Suryadi bertanya pada Kira,

"Kira, maafkan paman yang nggak mengawasi mu baik-baik selama beberapa tahun ini, kamu jadi terjerumus ke jalan yang salah. Jangan takut, habis bayar utang nya, jadi lah orang yang baik ke depan nya. Kamu utang berapa? Paman punya sedikit simpanan, Kamu boleh pakai dulu untuk bayar utang,"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!