NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1.Dunia yang tidak bersahabat.

Avalon, kota impian bagi banyak orang. Sebuah metropolis megah yang melayang di antara awan, di mana sihir mengalir seperti darah dalam nadi setiap penduduknya. Bangunan-bangunan tinggi menjulang dengan arsitektur yang memadukan keindahan alam dan teknologi sihir. Cahaya-cahaya berkilauan memenuhi setiap sudut jalan, sungai-sungai mengalir dengan air yang berpendar, dan udara terasa penuh dengan energi magis yang padat.

Di sini, kekuatan adalah segalanya. Orang-orang berjalan dengan bangga, memamerkan elemen yang mereka kuasai—api yang menari di ujung jari, angin yang mengangkat ujung gaun, atau tanah yang bergetar mengikuti irama langkah mereka.

Namun, keindahan dan kemegahan itu seolah berhenti di gerbang sebuah villa tua yang terletak di ujung wilayah kekuasaan keluarga Star born.

Jauh dari pusat kota, di mana pepohonan mulai tumbuh lebat dan suasana menjadi sunyi, berdiri Villa Star born. Bangunan itu megah namun terlihat angker dan tak terawat. Dindingnya tertutup lumut, taman-tamannya tumbuh liar, dan pagar besi yang mengelilinginya tampak berkarat. Ini adalah tempat pembuangan. Tempat di mana keluarga bangsawan itu menyembunyikan "aib" mereka.

Di tepi sebuah danau kecil yang mengalir tenang di belakang villa, seorang gadis berdiri mematung.

Gaun sederhana, rambutnya tidak terikat rapi, dan wajahnya pucat pasi. Itu adalah Luna ria Star born.

Gadis itu tidak memancarkan aura sedikitpun. Di dunia yang penuh cahaya ini, ia seperti sebuah ruang hampa udara. Karena itulah, ia selalu menjadi sasaran.

Sore itu Luna ria memberanikan diri keluar dari Villa tanpa izin dari Ivy pelayan setianya, dia keluar untuk pertama kali setelah sekian tahun terkurung dalam villa tua tersebut.

Walaupun saat keluar dia tidak sendiri, pasti bersama Ivy yang selalu melindunginya.

Hari itu niat Luna ria untuk melihat lentera yang menghiasi langit di Avalon pada tahun baru,sialnya dirinya bertemu sekelompok pemuda desa yang nakal.

"Hei, lihat siapa ini! Gadis buangan!" seru seorang pemuda berjaket kulit, diikuti tawa jahat dua temannya. Mereka memblokir jalan keluar Luna ria, mendesaknya mundur hingga kakinya menyentuh pinggiran bibir danau.

“Si... Siapa kalian? Aku tidak kenal kalian. ”ucapnya yang tergagap.

Luna ria berusaha menjauhi mereka, tapi mereka selalu mengadang jalannya.

 "P-Permisi... aku mau pulang," suara Luna ria bergetar, matanya sudah mulai berkaca-kaca. Ia adalah tipe gadis yang mudah menangis dan sangat penakut. Hanya melihat tatapan tajam orang lain saja jantungnya sudah mau copot.

"Pulang? Rumahmu kan di sini, di tempat sampah ini!" ejek salah satu gadis di antara mereka. "Dasar cacat! Kamu tidak punya sihir, tidak berguna, kenapa kamu masih hidup sih?"

"J-Jangan ganggu aku..." isak Luna ria, kakinya mundur selangkah lagi. Kakinya sudah berada tepat di pinggir tepi danau yang tanahnya agak licin.

"Kami cuma mau main-main sedikit," kata pemuda yang tadi dengan senyum sadis. Ia mengangkat tangannya, dan energi tanah mulai berputar di telapak tangannya. "Coba rasakan ini!Kami hanya mau bermain denganmu gadis tak berguna!"

DOR!

Ia tidak menyerang tubuh Luna ria secara langsung, tapi melepaskan ledakan sihir tanah tepat di depan kaki gadis itu.

BRUK!

Tanah di bawah kaki Luna ria meledak kecil, batu-batu beterbangan.

"KYAAAAA!!" Luna ria berteriak histeris, air matanya langsung jatuh. Ia terlalu ketakutan hingga kakinya lemas. Karena terkejut dan tanah yang menjadi tidak stabil akibat serangan itu, keseimbangannya hilang.

Tubuh mungilnya terguling, dan dengan satu tarikan gravitasi, ia jatuh terpelanting ke bawah.

BYUUUR!

Air danau yang cukup dalam itu menerima tubuhnya dengan suara keras. Itu adalah Danau Glory, warga disana menyebutnya danau pemakan nyawa manusia,siapapun yang terjatuh disana kemungkinan besar dia akan mengapung menjadi mayat.

"Gadis buangan jatuh?!"

"Jatuh! Dia jatuh ke Danau Glory!"

Panik melanda ketiga orang tadi. Awalnya mereka hanya ingin menakut-nakuti, tapi mereka tidak bermaksud membunuh. Danau itu berbahaya, dan jika gadis dari keluarga bangsawan ini mati di sini, keluarga Star born pasti tidak akan membiarkan mereka hidup.

"A-Apa yang kita lakukan?!"

"Lari! Kita lari saja! Bilang kita tidak tahu apa-apa!"

"Ya! Toh dia kan memang tidak berguna! Siapa yang akan peduli?!"

“Salahnya sendiri kelayapan malam-malam, ayo lekas pergi!. ”ucap teman pemuda itu.

Dengan rasa takut yang jauh lebih besar daripada saat mereka mengintimidasi tadi, ketiga orang itu berbalik dan lari tunggang langgang meninggalkan lokasi, meninggalkan Luna ria yang sedang berjuang mengapung di dalam air yang dingin dan gelap sendirian.

Di dalam air, Luna ria merasakan dingin yang luar biasa menyelimuti tubuhnya. Matanya terpejam erat, tangannya meraba-raba mencari pegangan, namun hanya menyentuh air yang licin.

"Tolong... tolong aku..." bisiknya lemah sebelum akhirnya kepalanya tenggelam lebih dalam, dan kegelapan mulai menyelimuti pandangannya.

Di tempat lain... Hongaria, Tahun 1990.

Malam itu hujan turun sangat deras, membasahi jalanan aspal dan menerkam kesunyian malam. Di tepi Danau Bala ton yang gelap, suasana terasa mencekam.

"Luna, kumohon... lepaskan Jakson. Dia milikku! Kita saling mencinta!" teriak Lula, wanita yang selama ini dikenal sebagai sahabat baik, namun kini wajahnya dipenuhi amarah dan kecemburuan.

Di hadapannya berdiri Luna, gadis dengan wajah tegas meski hatinya hancur. "Maafkan aku, Lula. Aku tidak bisa. Aku sudah berjanji pada Ayah sebelum dia meninggal. Aku harus menikah dengan Jakson demi menjaga warisan dan nama baik keluarga. Ini bukan soal cinta, ini soal janji."

"Janji? Hanya karena janji kau mau merusak hidupku dan hidup Jakson?!" mata Lula membelalak, tatapannya berubah dingin dan penuh kebencian. "Kau pikir Jakson bahagia denganmu? Dia hanya mengasihanimu! Dia mencintaiku!"

"Terserah kau pikir begitu. Tapi keputusanku tetap sama," jawab Luna mantap, berbalik ingin pergi. Ia tidak mau mendengar omong kosong lagi.

Namun, rasa frustrasi Lula meledak. Pikiran jahat mengambil alih akal sehatnya.Jika Luna tidak ada, maka Jakson akan sepenuhnya menjadi milikku.

Dengan kekuatan penuh, Lula mendorong bahu Luna dengan keras.

BRUK!

"AAAAAAHHHH!!"

Luna tidak sempat menahan keseimbangan. Tubuhnya terhempas mundur hingga jatuh ke dalam air danau yang dingin dan gelap.

"Hahaha... selamat tinggal, Luna. Sekarang tidak ada yang menghalangiku lagi," bisik Lula, lalu ia berlari pergi meninggalkan Luna yang berjuang melawan arus.

Di dalam air, paru-paru Luna terasa terbakar. Ia melihat cahaya remang-remang dari permukaan air yang semakin menjauh. Dunianya perlahan gelap. Namun, tiba-tiba sebuah cahaya putih yang sangat terang muncul di hadapannya, menarik jiwanya keluar dari tubuh fisiknya.

Luna merasa melayang, melewati lorong waktu yang tak berujung. Rasa dingin itu perlahan hilang, digantikan oleh perasaan hampa namun tenang.

Kembali ke Avalon.

Di dalam kamar yang pengap dan dingin di Villa Star born, tubuh Luna ria terbaring kaku di atas ranjang besar. Wajahnya pucat seperti kertas, bibirnya membiru, dan napasnya sudah tidak terdengar. Gadis malang itu telah tiada, tenggelam dalam kebencian dan intimidasi orang-orang yang tidak menyukainya.

Di sisi ranjang, Ivy memeluk kaki tuannya, menangis tersedu-sedu tanpa henti. Bahunya terguncang hebat, air matanya membanjiri lantai kayu.

"Nona... Nona Luna ria... kenapa harus Nona...?" isak tangisnya pecah. "Maafkan Ivy, Nona... Ivy tidak berguna... Ivy tidak bisa melindungi Nona dari mereka... Ivy bodoh... Ivy lemah..."

Suasana kamar begitu menyedihkan. Hanya suara tangisan Ivy yang memenuhi ruangan, beradu dengan suara angin yang menderu di luar jendela.

Tiba-tiba...

Cahaya kebiruan pekat masuk kedalam tubuh Luna ria, bersamaan dengan angin kencang.

HE..KK!!

Dada tubuh yang tak bernyawa itu tiba-tiba terangkat naik dengan kencang.

"UKKK!!"

Sebuah suara terengah-engah memecah keheningan. Mata yang tadi tertutup rapat, kini terbuka lebar. Namun, ada sesuatu yang berbeda di dalam bola mata itu. Tidak ada lagi ketakutan yang lemah, melainkan tatapan yang bingung namun tajam, penuh dengan kejutan dan adaptasi yang cepat.

Bukan hanya gambaran perasaan yang tergambar pada bola mata itu, tapi warna mata Luna ria juga berubah bukan kebiruan cerah tapi kebiruan pekat.

"Nona?!" Ivy terkejut melompat bangun, matanya terbelalak melihat tuannya yang tiba-tiba bangun dari kematian. "Nona Luna ria! Anda hidup! Anda hidup!"

Luna—atau yang kini berada di tubuh Luna ria—terbatuk-batuk hebat, mengeluarkan sisa air dari paru-parunya. Ia mengerjap-ngerjap, menatap langit-langit kamar yang aneh, lalu menatap sekelilingnya yang penuh dengan ornamen antik dan bercahaya.

Di mana ini? Bukan Danau Bala ton... Ini bukan rumah sakit...

Ia menunduk melihat tangannya sendiri. Tangan itu kecil, putih, dan rapuh. Bukan tangannya!

"Siapa nona?!" tanya Luna dengan suara parau namun tegas, berbeda dengan Luna ria yang biasanya gemetar. Ia mundur ke belakang kepala ranjang, menutupi tubuhnya dengan selimut, menatap Ivy dengan waspada. "Dimana aku?! Kenapa aku menggenakan gaun?!"

Ivy tertegun, air matanya masih menetes. "Nona... ini Ivy, Nona. Pelayan nona. Kita di Villa Star born, Nona...,apa nona lupa?"

Luna mengerutkan kening. Villa Star born? Avalon? Nama-nama itu asing di telinganya. Ia menyentuh dadanya sendiri, merasakan detak jantung yang berpacu cepat.

Ia sadar satu hal. Ia tidak mati. Tapi ia juga bukan dirinya yang dulu lagi.

Sunyi.

Luna mencoba mencerna situasi yang terjadi.

"Jadi... ini tubuh baruku ya..." gumam Luna pelan, matanya menyapu seluruh ruangan yang megah namun suram itu. "Baiklah...sepertinya Tuhan masih menyayangiku."gumamnya pelan.

Meskipun jiwanya adalah Luna dari tahun 90-an, kini ia adalah Luna ria Star born yang tinggal di villa milik keluarga Star born.

1
Frida
kerennnnnnn
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!