NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepuluh

Cahaya fajar menyentuh permukaan embun yang menggantung di ujung-ujung daun Padi Surgawi, menciptakan spektrum warna yang belum pernah dilihat oleh mata fana. Di pinggiran Desa Jinan, pagi ini tidak dimulai dengan kicauan burung biasa, melainkan dengan denting merdu dari senar kecapi yang dipetik dengan sangat hati-hati. Su Ruo, Sang Perawan Suci dari Kuil Cahaya Abadi, duduk bersila di atas sebuah batu besar yang menghadap langsung ke arah lereng bukit. Wajahnya yang biasanya tenang dan tanpa ekspresi kini menunjukkan sedikit kerutan konsentrasi. Ia sedang memainkan lagu "Simfoni Akar Bumi", sebuah melodi suci yang biasanya hanya dimainkan saat penobatan kaisar, namun kini ia memainkannya untuk memastikan tunas-tunas padi tidak merasa stres oleh perubahan suhu pagi.

Di bawah bukit, Zhou Ji Ran sedang jongkok di tanah, tangannya yang kecokelatan tertutup oleh lumpur hitam yang sangat subur. Di depannya ada sebuah lubang kecil yang baru saja ia gali dengan jari telunjuknya. Ia menatap ke arah Su Ruo dan berteriak, "Ruo! Nada di oktaf ketiga tadi sedikit terlalu tajam! Kau membuat tunas di sudut timur ini sedikit gemetar. Turunkan sedikit temponya, biarkan nadanya mengalir seperti air sungai, bukan seperti air terjun!"

Su Ruo menghentikan petikannya sejenak, wajahnya memerah. "Tuan Zhou... ini adalah teknik kecapi tingkat tinggi yang membutuhkan fokus energi spiritual yang besar. Menyesuaikannya dengan keinginan tunas padi adalah hal yang sangat rumit!"

"Justru di situlah letak seninya. Jika kau tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tanah, maka musikmu hanyalah kebisingan yang indah. Lanjutkan!" perintah Zhou Ji Ran sambil meletakkan sebutir benih Jagung Perak ke dalam lubang.

Jagung Perak adalah jenis tanaman yang lebih temperamental daripada Padi Surgawi. Jika padi membutuhkan ketenangan, maka Jagung Perak membutuhkan kegembiraan dan ritme yang stabil. Bulirnya nanti tidak akan berwarna kuning, melainkan perak murni yang memancarkan energi dingin yang bisa menstabilkan meridian para kultivator yang mengalami penyimpangan energi. Bagi Zhou Ji Ran, ini adalah stok cadangan yang bagus jika suatu saat nanti asisten-asistennya yang sombong ini mulai mengalami gangguan mental karena terlalu banyak bekerja kasar.

Di sisi lain ladang, Pangeran Long Wei dan Jenderal Han sedang bekerja sama memindahkan tumpukan batu besar yang akan digunakan sebagai pembatas lahan Jagung Perak. Long Wei, yang sekarang sudah terbiasa dengan apron kain kasarnya, mengangkat sebuah batu seukuran kerbau dengan otot-otot lengan yang menonjol. Di belakangnya, Jenderal Han mengikuti dengan memikul dua keranjang besar berisi pasir sungai.

"Pangeran, saya merasa energi di tempat ini semakin aneh setiap harinya," bisik Jenderal Han sambil menyeka peluh di dahinya. "Lihatlah Padi Surgawi itu. Mereka tidak hanya tumbuh, mereka seolah-olah bernapas. Dan musik Su Ruo... entah kenapa, setiap kali saya mendengarnya, rasa lelah di otot saya menghilang seketika."

Long Wei mengangguk, meletakkan batu itu dengan hati-hati sesuai garis yang ditentukan Zhou Ji Ran. "Itu karena Tuan Zhou telah mengubah seluruh ekosistem di sini menjadi sebuah domain absolut. Di luar pagar itu, dunia mungkin masih penuh dengan kekacauan, tapi di dalam sini, hukum alam ditentukan oleh keinginan Tuan Zhou. Bahkan musik Su Ruo kini telah menyatu dengan aura tempat ini. Kita beruntung, Han. Di istana, kita belajar cara menghancurkan, tapi di sini... kita belajar cara membangun."

Tiba-tiba, suara kepakan sayap yang sangat besar terdengar. Xin Yan turun dari langit dengan rajawali emasnya, mendarat dengan anggun di dekat kandang kuda Napas Api. Ia membawa sebuah pesan yang ditulis di atas daun jati yang sudah dikeringkan.

"Tuan, ada pergerakan besar dari arah Barat," lapor Xin Yan sambil mendekati Zhou Ji Ran. "Sekte Matahari Terbit telah mengirimkan 'Armada Surya' mereka. Sepertinya mereka tidak senang dengan hilangnya kontak dari Su Ruo dan tertangkapnya para ahli Sekte Gerhana Darah. Mereka menganggap tempat ini sebagai sarang iblis yang menyesatkan para pahlawan."

Zhou Ji Ran menghela napas panjang, menepuk-nepuk tanah di atas benih Jagung Perak. "Sarang iblis? Padahal aku bahkan belum selesai menanam jagung. Kenapa mereka selalu datang di saat-saat paling tidak tepat? Apakah mereka tidak punya kalender pertanian?"

Gu Lao, yang sejak tadi duduk di teras sambil mengasah pisau dapur, terkekeh pelan. "Ji Ran, kau harus mengerti. Bagi mereka yang haus akan kekuasaan, keindahan dan kedamaian yang terlalu sempurna adalah sebuah ancaman. Mereka tidak bisa menerima bahwa ada kekuatan yang tidak bisa mereka kendalikan."

"Baiklah, jika mereka ingin datang, biarkan saja. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka merusak suasana musik Su Ruo," Zhou Ji Ran berdiri, membersihkan tangannya pada handuk di lehernya. "Ye Hua! Berhenti mencabut rumput sejenak. Ambil posisi di batas desa bagian barat. Jika ada kapal terbang yang berani melewati garis pohon willow, potong saja mesin energinya. Jangan lukai orang-orangnya, aku masih butuh banyak tenaga untuk tahap pemanenan bulan depan."

Ye Hua, yang wajahnya kini tampak lebih segar dan bersinar, segera berdiri tegak. "Siap, Tuan! Saya akan memastikan tidak ada satu pun baut kapal yang tetap utuh jika mereka melanggar batas."

Beberapa saat kemudian, langit di ufuk barat mulai membara dengan warna merah yang tidak alami. Sembilan kapal perang terbang yang sangat megah, masing-masing membawa ribuan cermin pemantul cahaya matahari, muncul dari balik awan. Kapal-kapal ini adalah simbol kekuatan Sekte Matahari Terbit, faksi yang memuja energi surya dan memiliki otoritas tinggi di Dunia Atas.

Di kapal utama, seorang pria paruh baya dengan jubah emas yang menyilaukan berdiri di anjungan. Namanya adalah Sun Bo, Master Sekte Matahari Terbit yang kekuatannya sudah mencapai tahap Soul Transformation tingkat puncak. Matanya yang tajam menatap ke arah Desa Jinan, namun ia segera mengernyitkan dahi karena pandangannya terhalang oleh kabut tebal yang diproduksi oleh naga-naga perak.

"Sarang iblis ini benar-benar sombong! Berani menutupi dirinya dari cahaya Matahari Abadi!" suara Sun Bo menggelegar, dibantu oleh energi spiritualnya. "Seluruh armada, aktifkan 'Lensa Penghancur'! Bakar kabut ini dan tunjukkan pada dunia wajah asli sang penyihir petani!"

Sembilan kapal itu mulai berputar, mengarahkan cermin-cermin raksasa mereka untuk memusatkan cahaya matahari menjadi satu titik fokus yang sangat panas. Sebuah sinar putih raksasa meluncur dari langit, ditujukan langsung ke arah gubuk Zhou Ji Ran. Sinar itu begitu panas hingga udara di sekitarnya mulai terionisasi dan mengeluarkan aroma ozon yang tajam.

Di bawah, Lin Xiaoqi menjerit kecil, tangannya menutupi matanya karena silau. "Tuan! Itu terlalu panas! Sawi-sawinya akan terbakar!"

Zhou Ji Ran mendongak, matanya yang tenang sama sekali tidak terpengaruh oleh cahaya yang bisa membutakan mata dewa sekalipun. "Membakar sawiku? Itu adalah pernyataan perang yang sesungguhnya."

Zhou Ji Ran tidak menggunakan pedang. Ia mengambil sebuah ember siraman tanaman yang terbuat dari kaleng bekas, yang berisi air sisa rendaman kulit pisang dan cangkang telur—sebuah ramuan pupuk cair rahasia miliknya. Dengan gerakan santai, ia menyiramkan air tersebut ke udara ke arah sinar panas yang jatuh.

Air itu tidak menguap. Sebaliknya, saat meninggalkan ember, setiap tetesnya membesar dan membentuk lapisan kristal air transparan yang bergetar di atas desa. Sinar panas dari Lensa Penghancur menghantam lapisan kristal tersebut, namun alih-alih menghancurkannya, sinar itu justru dibiaskan ke berbagai arah.

"Terlalu banyak cahaya matahari yang terbuang sia-sia," gumam Zhou Ji Ran. Ia menggerakkan tangannya, memutar aliran air di udara.

Secara ajaib, sinar panas yang mematikan itu kini terbelah menjadi jutaan sinar kecil yang lembut dan hangat. Sinar-sinar itu diarahkan oleh Zhou Ji Ran menuju ladang Padi Surgawi dan Jagung Perak yang baru ditanam.

"Nah, ini baru namanya pemanfaatan sumber daya. Jagung Perak membutuhkan suhu yang tepat untuk berkecambah. Terima kasih atas bantuannya, Master Sekte Matahari," ucap Zhou Ji Ran dengan senyum tipis.

Di langit, Sun Bo terbelalak hingga matanya hampir keluar. Serangan terkuat dari Armadanya, yang mampu menghancurkan sebuah kota dalam hitungan detik, kini digunakan oleh seorang petani untuk... menghangatkan tanah?

"Kurang ajar! Dia menghina kekuatan matahari!" Sun Bo berteriak dengan kemarahan yang meluap. "Turunkan armada! Serang dengan kekuatan fisik! Tangkap pria itu dan selamatkan Su Ruo!"

Sembilan kapal itu turun dengan cepat, mendekati permukaan tanah. Namun, saat mereka melewati garis pohon willow yang ditentukan Zhou Ji Ran, Ye Hua bergerak. Ia tidak terbang, ia hanya berdiri di atas dahan pohon willow yang paling tinggi.

"Tuan bilang, potong mesin energinya," bisik Ye Hua.

Ia mencabut sehelai daun willow yang kecil. Dengan sentuhan energi pedang yang sangat halus, ia melempar daun itu ke arah kapal utama. Daun willow itu melesat seperti kilat biru, menembus lapisan zirah kapal yang tebal seolah-olah itu hanya mentega, dan menghantam inti energi matahari yang berada di pusat kapal.

*KLING!*

Suara kecil itu diikuti oleh padamnya seluruh cahaya di kapal utama. Tak lama kemudian, Ye Hua melakukan hal yang sama pada delapan kapal lainnya. Daun-daun willow beterbangan di udara, dan setiap kali satu daun menyentuh kapal, kapal tersebut seketika kehilangan daya terbangnya.

Sembilan kapal perang raksasa itu mulai miring dan jatuh perlahan ke arah hutan bambu di sisi barat desa. Mereka mendarat dengan dentuman yang cukup keras, namun berkat kendali energi Zhou Ji Ran pada tanah di bawahnya, tidak ada kapal yang meledak. Mereka hanya terperosok ke dalam lumpur yang sangat dalam.

Sun Bo merangkak keluar dari puing-puing anjungannya, wajahnya yang tadi gagah kini tertutup oleh daun bambu dan lumpur. Di belakangnya, ribuan murid sekte keluar dengan bingung, senjata mereka masih terhunus namun energi spiritual mereka terasa macet.

Zhou Ji Ran berjalan mendekati lokasi jatuhnya kapal, diikuti oleh Lin Xiaoqi yang membawa keranjang berisi air minum. "Selamat datang di Desa Jinan. Saya harap perjalanan jatuh kalian tidak terlalu menggoncang perut."

Sun Bo menatap Zhou Ji Ran dengan kebencian yang mendalam. "Kau... penyihir jahat! Kau telah menyegel energi matahari kami! Apa yang kau lakukan pada Su Ruo?!"

Su Ruo berjalan mendekat, kecapinya masih dalam dekapan. Ia menatap Sun Bo dengan pandangan yang penuh kedamaian. "Master Sekte, saya tidak disihir. Saya sedang belajar. Di sini, saya menemukan bahwa harmoni yang sesungguhnya bukan berada di dalam kuil yang tinggi, tapi di dalam setiap napas kehidupan yang tumbuh di ladang ini. Tuan Zhou bukan iblis, beliau adalah... guru bagi kita semua."

Sun Bo tertegun sejenak, lalu tertawa histeris. "Guru?! Seorang petani adalah gurumu? Su Ruo, kau benar-benar sudah gila! Murid-murid Matahari Terbit, serang! Hancurkan tempat ini!"

Ribuan murid itu mulai bergerak maju, namun mereka segera menyadari sesuatu yang mengerikan. Semakin mereka mendekati Zhou Ji Ran, semakin berat tubuh mereka. Tekanan gravitasi di tempat itu meningkat secara eksponensial. Satu per satu dari mereka jatuh berlutut, lalu tersungkur dengan wajah menempel di tanah.

Zhou Ji Ran menggelengkan kepalanya. "Kalian semua memiliki terlalu banyak energi panas di dalam tubuh. Itu membuat emosi kalian tidak stabil. Kebetulan sekali, aku baru saja membuka lahan Jagung Perak seluas sepuluh hektar di lereng bukit itu. Lahan itu masih penuh dengan batu-batu tajam dan semak berduri."

Zhou Ji Ran memandang ke arah Sun Bo. "Master Sekte Sun, kau tampak seperti pria yang memiliki stamina yang sangat kuat. Aku akan memberimu kehormatan untuk memimpin murid-muridmu dalam proyek pembersihan lahan. Jika lahan itu bersih sebelum matahari terbenam besok, aku akan mempertimbangkan untuk mengembalikan energi kapal-kapalmu."

"Aku tidak akan pernah menjadi buruhmu!" teriak Sun Bo, mencoba memanggil energi apinya. Namun, yang keluar dari mulutnya hanyalah sedikit asap kecil yang beraroma pisang—hasil dari paparan pupuk cair Zhou Ji Ran tadi.

"Jangan keras kepala. Lihatlah Elder Mo di sana," Zhou Ji Ran menunjuk ke ladang melon. "Dia dulunya juga memiliki harga diri yang tinggi. Sekarang, dia adalah penyangga melon terbaik yang pernah kulihat. Kau ingin bergabung dengannya di ladang melon, atau kau ingin bergerak sedikit untuk membersihkan lahan jagung?"

Sun Bo melihat ke arah Elder Mo yang tampak sangat tenang di antara sulur-sulur hijau, lalu melihat ke arah murid utamanya yang kini sudah mulai mencoba mencabut semak dengan tangan kosong karena takut akan tekanan gravitasi yang semakin besar.

"Baik... aku akan mengerjakannya," bisik Sun Bo dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Zhou Ji Ran tersenyum lebar. "Bagus. Xiaoqi, berikan mereka masing-masing sepasang sarung tangan kain. Aku tidak ingin darah mereka mengotori tanah ladang jagungku. Dan Han, kau adalah mandor baru mereka. Pastikan tidak ada yang bermalas-malasan."

Jenderal Han melangkah maju dengan dada membusung. "Siap, Tuan! Saya akan memastikan Master Sekte Sun bekerja dengan standar militer!"

Sore hari di Desa Jinan berubah menjadi pemandangan yang sangat luar biasa. Ribuan murid Sekte Matahari Terbit, dipimpin oleh Master Sekte mereka sendiri, terlihat sibuk mencabuti semak dan memindahkan batu di lereng bukit. Mereka bergerak dalam ritme yang teratur di bawah pengawasan Jenderal Han dan Pangeran Long Wei. Sementara itu, Su Ruo kembali ke atas batu besarnya, memainkan melodi kecapi yang kini lebih tenang untuk menyeimbangkan energi panas yang ditinggalkan oleh para murid tersebut.

Zhou Ji Ran duduk kembali di terasnya, mengamati kemajuan ladang Jagung Peraknya. Benih-benih yang tadi ia tanam kini sudah mulai mengeluarkan tunas kecil berwarna perak kebiruan, berkilau indah di bawah cahaya matahari sore yang kini terasa jauh lebih bersahabat.

"Ji Ran, kau baru saja menawan salah satu sekte terbesar di benua ini," ucap Gu Lao sambil menyerahkan secangkir teh baru. "Kabar ini akan menyebar lebih cepat dari api surya. Sebentar lagi, bukan hanya sekte, tapi seluruh federasi kerajaan Dunia Atas akan turun tangan."

"Biarkan saja mereka datang, Gu Lao," jawab Zhou Ji Ran sambil menyesap tehnya. "Gudang emas kita sudah hampir penuh, tapi ladang jagung ini masih butuh banyak tenaga kerja untuk masa panen. Aku merasa beruntung karena banyak 'relawan' yang datang tepat waktu."

Gu Lao tertawa terpingkal-pingkal. "Relawan? Kau benar-benar punya selera humor yang gelap. Tapi aku harus mengakui, teknik menyiram tanaman dengan membiaskan serangan energi tadi... itu adalah tingkat manipulasi hukum dimensi yang bahkan aku pun sulit memahaminya."

Zhou Ji Ran hanya tersenyum tipis. "Itu hanya fisika sederhana, Gu Lao. Jika ada energi yang datang terlalu banyak, jangan ditahan, tapi salurkan ke tempat yang membutuhkannya. Dunia ini akan lebih damai jika semua orang belajar cara bertani."

Malam pun mulai menjelang. Lampu-lampu minyak mulai dinyalakan di sekitar gubuk. Di kejauhan, ribuan murid sekte yang kelelahan mulai mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir hutan bambu. Mereka diberikan jatah makan berupa bubur gandum biasa, namun entah kenapa, bagi mereka yang biasanya makan pil energi mewah, bubur buatan Lin Xiaoqi itu terasa seperti makanan dewa yang paling lezat.

Su Ruo berhenti memainkan kecapinya sejenak, menatap ke arah kerumunan murid-muridnya yang kini tampak lebih manusiawi daripada saat mereka berada di atas kapal perang. "Tuan Zhou, apakah mereka akan dilepaskan suatu saat nanti?"

Zhou Ji Ran menatap langit malam, di mana bintang-bintang mulai terlihat. "Mereka akan dilepaskan saat mereka sudah mengerti bahwa kekuatan yang mereka miliki bukan untuk menindas yang lemah, tapi untuk memberi manfaat bagi bumi. Sampai saat itu tiba, mereka adalah bagian dari Desa Jinan. Dan di sini, tidak ada status Master Sekte atau murid... yang ada hanyalah sesama pekerja tanah."

Tiba-tiba, dari arah kegelapan hutan yang paling dalam, sebuah suara desisan halus terdengar. Seekor ulat kecil berwarna hitam dengan pola garis-garis merah tua merayap di atas pagar kayu. Ulat ini bukan ulat biasa; ia memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat, seolah-olah ia adalah perwujudan dari seluruh kebencian yang pernah ada di multisemesta.

Mata Zhou Ji Ran seketika menyempit. Ia mengenali makhluk itu. Itu adalah 'Parasit Void', sisa-sisa dari sistem jahat yang ia hancurkan dulu. Parasit ini tidak bisa dibunuh dengan kekuatan fisik, ia hanya bisa dihilangkan dengan energi murni dari rasa syukur dan kedamaian.

"Xiaoqi! Ambilkan botol kaca berisi air mata embun pagi!" seru Zhou Ji Ran.

Lin Xiaoqi segera berlari membawa botol kecil yang diminta. Zhou Ji Ran mendekati ulat itu, lalu meneteskan satu tetes air embun tepat di atas kepalanya. Seketika, ulat hitam itu mengeluarkan suara jeritan yang hanya bisa didengar oleh jiwa, sebelum akhirnya mencair menjadi cahaya putih yang murni dan meresap ke dalam kayu pagar.

"Musuh yang sesungguhnya bukan mereka yang datang dengan kapal terbang," bisik Zhou Ji Ran pada dirinya sendiri. "Tapi mereka yang datang dengan diam-diam untuk memakan akar kedamaian ini."

Ia berdiri tegak, memandang ke arah hutan gelap yang mengelilingi desanya. Ia tahu bahwa Program Kegagalan dan Parasit Void tidak akan berhenti. Mereka akan terus mencoba mencari celah untuk masuk ke dalam domainnya. Namun, dengan ribuan "asisten" baru dan perlindungan dari Padi Surgawi yang semakin kuat, Zhou Ji Ran merasa lebih siap dari sebelumnya.

"Tuan, apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Su Ruo yang melihat ekspresi serius di wajah tuannya.

Zhou Ji Ran kembali tersenyum santai. "Semuanya baik-baik saja, Ruo. Hanya sedikit hama kecil. Tidurlah yang nyenyak. Besok pagi, kau harus mulai mengajari Master Sekte Sun cara mencangkul tanah tanpa merusak akar jagung. Aku dengar dia punya teknik tangan api, mungkin itu bisa membantu untuk membakar rumput liar yang membandel."

"Baik, Tuan," jawab Su Ruo sambil membungkuk.

Malam di Desa Jinan pun berlanjut dengan tenang. Suara naga-naga perak yang mendengkur, kincir air yang terus berputar, dan ribuan manusia yang sedang belajar arti dari sebuah kerendahan hati. Di atas teras, Zhou Ji Ran kembali menyeruput teh pahitnya, menatap matahari yang sudah lama hilang namun meninggalkan jejak harapan di hatinya. Kehidupan ini memang jauh lebih sulit daripada sekadar menjalankan misi sistem, tapi bagi sang mantan pemilik sistem, setiap detik di sini adalah nyata. Dan kenyataan, betapapun melelahkannya, selalu jauh lebih berharga daripada simulasi yang sempurna.

Perjalanan ini terus berlanjut, selangkah demi selangkah melalui lumpur dan debu, menuju masa depan yang ia bangun sendiri dengan tangannya. Dan selama ia masih bisa memastikan sawinya aman dari ulat, Zhou Ji Ran akan tetap menjadi petani paling bahagia di seluruh alam semesta.

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!