NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:242.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang

Alea membeku. Benar-benar membeku. Seluruh wajahnya kini penuh dengan mie. Kuah menetes pelan dari dagunya. Ada sehelai mie yang nyangkut di pipinya. Bahkan sedikit kuah masuk ke rambut depannya. Dia terdiam cukup lama. Tempat itu berubah hening sehening-heningnya. Alea yang berisik tadi berubah jadi sosok pendiam yang menatap Damon dengan wajah tak terbaca.

Damon juga terdiam. Ia sendiri tidak menyangka akan melakukan itu. Refleks. Itu murni refleks. Dan sekarang, situasinya jadi sangat tidak masuk akal. Alea masih tidak bergerak. Matanya berkedip pelan, lalu turun melihat mie yang menempel di tangannya.

"Om…" suaranya pelan. Damon menegakkan punggungnya sedikit. Wajahnya tetap datar, tapi dalam hati,

Gawat.

Alea mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya biasa saja, terlalu biasa.

"Om… tadi itu, di sengaja?"

Damon terdiam sebentar.

"Tidak. Itu refleks."

Alea mengangguk pelan.

"Oh…"

Ia berdiri perlahan dari lantai. Gerakannya tenang. Terlalu tenang untuk ukuran Alea yang biasanya sangat ribut. Damon memperhatikannya dengan waspada.

"Aku ke kamar mandi dulu ya, om… Kamar mandinya di mana kalau boleh tahu?" ucapnya lembut.

"Di sana, samping kiri."

Alea berjalan ke arah kamar mandi yang di tunjuk Damon. Bukan di dalam kamar. Langsung keliatan dari ruang tamu.

Langkahnya pelan, tenang. Dan itu … justru mencurigakan. Begitu pintu kamar mandi tertutup,

Clek.

Damon menghembuskan napas panjang.

"Sial." Ia menyandarkan kepala ke sofa.

"Kenapa aku melakukan itu,"

Beberapa detik berlalu. Ia sudah tidak menghitung berapa lama Alea berada di dalam sana. Lalu..

BRAAAK!!

Suara keras terdengar dari dalam kamar mandi. Damon langsung bangkit.

"Alea?"

Tidak ada jawaban. Ia melangkah cepat ke arah pintu kamar mandi.

"Alea, apa yang kau lakukan? Kau baik-baik saja kan?" Masih tidak ada jawaban. Damon pun membuka pintu dan ...

Byuuurrr!!

Satu ember air langsung disiramkan ke arahnya. Damon tidak sempat menghindar. Air dingin itu membasahi seluruh tubuhnya. Baju, rambut, wajah, semuanya. Suasana langsung berubah sepi. Sekarang gantian Damon yang membeku.

Alea berdiri di dalam kamar mandi, memegang ember kosong, dengan wajah menantang.

"Balas dendam," ucapnya singkat.

Air menetes dari rambut Damon. Jatuh perlahan ke lantai. Ia menatap Alea tanpa ekspresi.

"Kau ... menyiramku?" Alea mengangguk.

"Iya. Kita impas sekarang. Masih mendingan di siram air daripada di semburin mie."

Damon mengusap wajahnya pelan. Untuk pertama kalinya… kesabarannya benar-benar di uji sampai batas.

"Kau ..."

"Aku cuma adil, om," potong Alea cepat.

"Om nyemburin mie ke aku. Aku siram air ke om. Dunia ini harus seimbang. Balance, balance... Ngerti bahasa Inggris kan?"

Damon menatapnya lama.

Lama sekali. Lalu... Ia tertawa.

Pelan. Sangat pelan. Alea langsung mengerutkan kening.

"Kenapa ketawa? Serem tau. Om Damon lebih cocok datar-datar aja. Kalo ketawa apalagi ketawanya kayak gitu, aku jadi merinding."

Damon menggeleng pelan, lalu melangkah masuk ke kamar mandi, mendekati Alea. Alea refleks mundur satu langkah.

"Eh… om… kita udah damai ya. Udah impas. Gak perlu lanjut."

Damon terus mendekat.

"Siapa bilang?" Alea langsung waspada.

"Om… jangan aneh-aneh ya. Aku tamu loh di sini. Kita tetangga. Sesama tetangga gak boleh saling dendam."

Satu langkah lagi. Kini jarak mereka sangat dekat. Damon menatapnya dari atas, air masih menetes dari rambutnya, memberikan kesan… berbahaya.

"Alea."

"I-iya?"

"Berapa umurmu?"

"Kok nanya umur sih? Mau cariin aku jodoh? Gak usah, gak perlu."

"Aku tanya berapa umurmu."

"22 tahun!" Sahut Alea cepat. Nyeremin juga si laki-laki mateng itu.

"Sekarang, berapa umurku?"

"Mana aku tahu om. Enam puluh?"

Alea cuma bercanda. Dia tertawa setelah mengatakan itu, berbeda dengan Damon yang makin kesal dibuatnya.

"Becanda om, becanda. Sorry, sorry." katanya dengan senyum lebar dan nada yang terdengar meledek. Bukan terdengar, jelas meledek.

Tatapan Damon semakin tajam. Urat di pelipisnya bahkan sedikit terlihat menegang.

"Enam puluh?" ulangnya pelan, nadanya berbahaya.

Damon mendekat satu langkah lagi. Kini punggung Alea benar-benar menempel ke dinding kamar mandi. Tidak ada ruang untuk mundur. Alea mencoba menggeser tubuhnya ke samping, ingin kabur. Tapi Damon lebih cepat. Tangannya menahan dinding di samping kepala Alea, mengurungnya.

"Om,"

Damon tidak menjawab, hanya menatapnya dengan tatapan berbahaya.

"A-aku mau pamit pulang."

Damon menatapnya lurus, lalu tersenyum miring.

"Pamit pulang?"

Alea mengangguk kuat. Damon tersenyum, Alea ikut tersenyum.

"Tidak, sebelum kau merasakan ini." ia sudah meraih keran di dekat mereka.

Alea langsung membulatkan mata.

"Om! Aku alergi air dingin!" serunya cepat. Damon hanya tertawa. Keliatan sekali bohongnya. Tangannya lalu memutar keran. Dan air langsung mengalir deras. Alea refleks menjerit.

"OM! JANGAN!"

Byurr!!

Air dingin menyiram tepat ke arah wajah dan tubuhnya. Dalam hitungan detik, rambut Alea yang tadi rapi langsung basah kuyup. Bajunya menempel di tubuh. Wajahnya yang tadi penuh ekspresi kini berubah shock total.

"AAAAA! DINGIN BANGET DEMI MOMMY AND DADDY!" teriaknya, meloncat kecil di tempat.

Damon mundur satu langkah, melipat tangan di dada, menatap hasil karyanya dengan wajah datar… tapi jelas puas.

"Balance," ucapnya singkat.

Alea terdiam beberapa detik. Air masih menetes dari ujung rambutnya, jatuh ke lantai kamar mandi.

"OM DAMOOOON!!!"

Suara Alea menggema memenuhi ruangan itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung meraih gayung di dekatnya, mengisinya dengan air, lalu ...

Byur!

Damon kena lagi. Pria itu menghela napas panjang. Kali ini matanya benar-benar menutup sebentar, menahan sesuatu.

"Alea…" suaranya rendah. Tapi Alea belum selesai.

"Ini namanya perang!" teriaknya penuh semangat.

Gayung kedua melayang. Damon akhirnya membuka mata. Tatapannya berubah. Bukan lagi sekadar kesal, tapi seperti seseorang yang siap membalas habis-habisan.

"Kau yang mulai," katanya pelan.

"Aku yang mulai?! Om duluan yang nyembur mie!"

"Kau yang menyebutku om-om."

"Itu fakta!"

Hening beberapa detik, lalu Damon meraih shower.

Cklek.

Air langsung menyembur lebih deras dari sebelumnya.

"AAAA!"

Alea menjerit sambil mencoba kabur, tapi lantai licin membuatnya terpeleset sedikit. Tubuhnya oleng ke belakang. Refleks, Damon mencoba menariknya. Tapi bukannya menyelamatkan, keseimbangan mereka justru ikut hilang.

Bruk!

Keduanya jatuh bersamaan. Damon menahan tubuhnya dengan cepat agar tidak sepenuhnya menimpa Alea. Tangannya bertumpu di lantai, tepat di samping kepala gadis itu. Sementara satu tangannya masih menggenggam lengan Alea. Posisi mereka sangat dekat, bahkan terlalu dekat.

Alea membeku. Matanya membesar, napasnya tertahan. Wajah Damon tepat di atasnya, hanya berjarak beberapa senti. Air masih menetes dari rambut mereka, jatuh perlahan ke pipi Alea.

Tak ada satupun dari keduanya yang bicara. Untuk pertama kalinya, tidak ada suara berisik dari Alea. Damon juga terdiam. Tatapannya turun, menatap wajah gadis di bawahnya. Rambut Alea yang basah menempel di pipi, bulu matanya sedikit menggumpal karena air. Tanpa make-up, wajahnya tetap mencolok. Cantik alami.

Keduanya terdiam sampai Alea mendorong keras tubuh Damon dan berdiri dengan wajah kesalnya.

"Mulai sekarang, kita resmi musuhan! Om Damon, dan aku! Kalo ada apa-apa, jangan panggil tetangga. Aku pamit, hmph!"

Setelah mengatakan itu, gadis itu beranjak pergi. Keluar dari sana dengan basah kuyup.

1
Rita
😂😂😂😂maaf sdh trm nasib ae
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣mending kmu dpt Ellora drpd Damon dpt Alea pusying 😂
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣ketauan
Rita
dianggap barang🤣
Rita
jgn2 ada apa2 jg
Rita
😭😭😭😭😭hadeuh si labil,lagian Damon g napcu ma yg lain
Rita
habis dibikin melayang dijatuhin 🤣🤣🤣
Rita
telat😂
Rita
maklum jomblo yg akhirnya ketemu pawangnya
Rita
😂😂😂😂😂😁
Rita
hei awas kode buat Damon
Rita
dianggap es seger😂
Ilfa Yarni
hahahahah lucu banget aku kira dia bercinta dgn pak Antony ga tau cuma muntahin burungnya pak Antony toh
faridah ida
tenang Elora , palingan cuma di suruh bersihin kamar mandi ...😁🤭
faridah ida
awaas kamu Lea ,.. ngomong nya jangan kenceng2 .. pak Anthony denger bahaya ...😜😂😂😂
Cristella Tella
alea gk setia kwan.... main kbur ajj🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
jodohnya dosen killer ni
Maharani Rani
lanjutt🤣🤣🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
modus🫢
Aidil Kenzie Zie
penasaran kapan ciuman pertama mereka 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!