NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Hari ini tiba saatnya kami sekeluarga pergi ke Villa, tempat Kakak kami merayakan ulang tahun anaknya Rachel berusia empat tahun. Kak Meta namanya menikah dengan seorang musisi yang kehidupannya selalu dikelilingi oleh para pemain band maupun pecinta seni lainnya. Kak Verrel namanya.

Hari yang seharusnya bikin happy, semua terjadi begitu tidak terduga. Acaranya diVilla, disana sudah terdekor rapi dengan hiasan balon balon, dan hiasan lampu kelap kerlip.

Perlengkapan band sudah dipersiapkan dengan matang. Jamuan prasmanan sudah terhidang, berjejer diatas meja berukuran panjang. Rachel pun sudah tampil cantik dengan gaun khas putri kerajaan negri dongeng.

Saat kami sudah sampai, tak sabar kami langsung mengganti kostum seadanya untuk main di dekat area kolam, yah sekadar ngobrol ringan sambil kali kami bermain cipratan air di kolam itu.

Sedangkan kakakku Seza dia sudah tidak sabar dengan adikku yang lain, sudah pada nyebur duluan ke kolam. Diantara semuanya hanya aku saja yang paling tidak bisa berenang. Berkali kali Seza membujukku untuk mencoba, aku takut.

Sudah berapa kali aku mengalami tenggelam, pernah juga hampir hanyut disungai dan pernah juga tenggelam di pantai. Bersyukur akunmasih hidup sampai saat ini.

"Ayo Zi nyebur sini, cuma sedada saja kok, bisalah kamu, enggak begitu dalam nanti aku ajarin." ajak Seza sambil sesekali ia menyelam lalu muncul lagi.

Aku hanya menggeleng, "Enggak ah Za, takut itu kayaknya dalem banget tau."

"Ikh kamu mah mau sampai kapan takut terus." ujar Seza sedikit memaksa, aku yang penasaran pun, berpikir kalo masih seukuran itu aku masih bisa. Pada akhirnya,..

"yasudah iya aku coba."

Satu kakiku, ku coba turunkan perlahan, aku pikir sebelum turun aku mau mengukurnya lebih dulu untuk memastikan, dengan cara mencari tangga yang berada didalam kolam tersebut.

"Ayo Zi kamu bisa."

"Iya sabar."

Dalam benakku "kok mana tangganya."

Dan,..

Blubupp

Blepp

Aku terjatuh seketika,..

"Sazi!."

"Tolong adikku tenggelam."

"Aku masih berusaha menggerakkan kaki dan tanganku ke atas, dan memanggil kakakku tapi suatu hal yang percuma, lama kelamaan suara teriakan kakakku dan orang orang yang panik semakin samar terdengar.

Aku semakin berada sampai ke dasar kolam, aku masih berusaha meraih tangan kakakku tapi malah semakin menjauh, dan kakakku yang kemampuan renangnya pun belum bisa dikatakan ahli, pada akhirnya kami berdua sama sama tenggelam.

Hanya saja saat ada dua pria yang menolong kami, tapi masing masing melakukannya dengan cara berbeda.

Jika Seza ditolong dengan cara di gendong ala bridal, tapi tidak denganku, haish menyebalkan. Ku pikir dalam setengah sadarku walah aku dalam kondisi pingsan sekalipun, naluri kehaluanku masih berbisik dan membayangkan ala ala film drama romantis.

tapi semua diluar ekspektasiku, aku ditolong dengan pria menyebalkan dengan ditarik dan diseret, sungguh menyebalkan hari itu bagiku.

Dia Arven yang menolong kakakku alias saudara kembar ku sementara yang menolongku si pria menyebalkan itu dia bernama Fadli.

Yang lebih memalukan sejagad raya adalah saat aku hampir saja diberikan nafas buatan olehnya, oh tidak bisa. Aku tak bisa begitu saja menyerahkan ciuman pertamaku pada sembarang orang.

Ku intip dulu pria itu tampan atau tidak meski dalam setengah sadarku hanya bisa terlihat secara samar namun yang jelas semua diluar ekspektasiku.

yang ku kira berbody atletis semua sangat jauh berbeda. Pada akhirnya aku memaksa diriku untuk sadar.

"Ukhuk,..Ukhuk."

"Akhirnya kamu sadar Zi."

"Aku khawatir tau nggak."

Dihampir semua para pengunjung kolam dan para tamu undangan saling berbisik ada yang menertawakan ku dan lainnya.

Semua terdengar jelas, bagiku itu adalah hari paling memalukan yang tidak akan pernah ku lupakan.

Flashback sebelum kejadian, sebenarnya aku sedang tidak fokus saat itu, seseorang yang aku tunggu malah tidak muncul juga batang hidungnya.

Seorang teman chat di media sosial yang katanya menyukaiku bagai paparazi tapi endingnya setelah ku undang malah tidak hadir.

Aku kesal saat itu, tamu undangan sudah banyak yang hadir. Sesekali aku menyapa tamu yang berdatangan yang aku kenal. Tapi kebanyakan yang datang enggak jauh dari anak band. sebagian aku kenal sebagian lagi tidak.

Aku menunggu Rio, teman yang sedang berusaha memiliki hatiku, tapi aku tunggu lama sekali tidak muncul juga. Fokusku buyar, pikiranku kacau saat itu.

Tapi aku berusaha untuk tidak memikirkannya, dan berusaha mengalihkan dengan bercanda dengan kakakku saat itu.

Mungkin diantara anak anak ayah dan mamaku, hanya Aku yang cenderung seorang yang introvert. Tapi tidak dengan Seza dia lebih supel dari ku. Ya, mungkin diantara lainnya hanya aku yang kelewat introvert lebih sering mengurung diri di dalam kamar.

Saat aku bermain air, tiba tiba saja seolah ada yang mendorongku, membuatku terjerembab jatuh hingga ke dasar.

#Flashback off

Aku mendelik pada pria itu, "Kamu,..menjambakku."

"Hmm, kamu paling parah."

"Kenapa sampai dijambak juga?.

"Cara paling cepat."

Dengan jawaban enteng dan cuek, pria itu memberikan handuk padaku dengan melemparnya, aku langsung menangkap, dan menatap jengkel pada pria itu.

Seza hanya menahan tawa saat itu. "Za, dia udah Jambak aku," adu ku pada kakakku.

Seza tersenyum, dia hanya berdiri lalu mengucapkan terimakasih pada Arven dan Fadli sakit itu.

"Makasih ya kalian berdua sudah tolongin aku sama adikku."

"iya sama sama, kenalkan aku Arven dan ini temanku Fadli."

"Oh iya, salam kenal mas, saya Seza dan ini adik saya Sazi."

"Kalian kembar ya?."

"Ya anggap saja seperti itu."

"Mirip sih tapi mana kakak dan adiknya."

"Aku kira kamu adiknya." ucap Fadli menunjuk Seza.

Lagi lagi dia membuatku kesal. "Setua itu kah aku, oh Tuhan."

Sementara itu, acara pesta masih berlangsung dengan begitu meriah, tak lama bibiku menghampiri. Dan langsung saja menggodaku.

"Widih kayaknya tadi ada yang mau dikasih nafas buatan nih."

Seketika aku langsung menutup wajahku dengan handuk, sementara Fadli langsung pergi ngeloyor ke toilet untuk mengganti pakaiannya.

Detak jam terus bergerak, hari semakin sore. Aku masih belum puas bermain di kolam kembali aku lanjut bermain air bersama keponakan dan adikku yang lain.

Kedua pria itu bersama teman temannya ada yang tertawa, ada yang cuek saja ada juga yang bilang, gila ga kapok tuh cewek, dah tenggelam malah berenang lagi, ya seperti itulah kejadian hari itu.

Sementara pria menyebalkan itu hanya melirik sekilas dan menggelengkan kepalanya langsung meloyor pergi seraya pamit pulang pada kakak iparku kak Verrel.

"Bang kita pamit ya." pamit Arven sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.

*Oh iya terima kasih sudah pada datang ya, dan terimakasih juga barusan sudah menolong kedua adik saya."

"No worries bang, tidak apa apa, kebetulan lihat saja kok."

"Iya, reflek."

Sedangkan di kolam, Sazi begitu kesal, "sialan tuh cowok janjinya mau datang, gue tungguin malah enggak ada kabar."

"Sabar Zi, sabar."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!