NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"

Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.

Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!

Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Ratu yang Menguasai Segalanya

BAB 7: Ratu yang Menguasai Segalanya

Suasana di ruang makan itu benar-benar mencekam dan hening. Hanya suara erangan kesakitan dari Gu Xiong dan suara napas yang memburu dari orang-orang yang ketakutan yang terdengar.

Semua mata terbelalak menatap Gu Beichen yang baru saja menunjukkan kekuatan mengerikannya, lalu kembali berpura-pura lemas seolah tidak terjadi apa-apa.

Lin Qingyan duduk dengan tenang di kursinya. Ia mengambil tisu, mengelap ujung jarinya yang tidak kotor sama sekali, lalu menatap seluruh keluarga Gu yang kini gemetar ketakutan dengan tatapan dingin.

"Lihat kan?" ucap Lin Qingyan pelan tapi tegas.

"Aku sudah bilang dari awal. Aku menikah dengan suamiku karena dia membayar harga yang pantas. Dan dia orangnya sangat adil. Kalau dia sudah memberikan sesuatu, itu berarti sepenuhnya milikku."

Lin Qingyan menendang kaki meja sedikit, membuat piring-piring di atasnya bergetar.

"Jadi mulai sekarang, hapuskan pikiran-pikiran kotor kalian di kepala. Jangan pernah bermimpi mau menekanku, mau menghinaku, atau apalagi mau mengambil apa yang sudah jadi hakku."

"Karena kalian harus ingat satu hal penting ini..."

Lin Qingyan berdiri tegak, menatap mereka satu per satu seperti Ratu yang sedang menghakimi rakyatnya.

"SELAMA AKU JADI NYONYA MUDA DI SINI, AKU YANG NENTUKAN ATURAN! SIAPA YANG BISA NURUT, TINGGAL. SIAPA YANG BERANI BANTAH, PERGI ATAU MATI!"

BRUGGGG!!!

Kata-katanya berat seperti batu karang! Menghantam mental semua orang yang ada di situ!

 

Kekuatan yang Tak Terbatas

Seorang Bibi Gu yang mulutnya nyaris tidak bisa menutup akhirnya memberanikan diri bicara dengan suara gemetar.

"Ta-Tapi... Tuan Muda Beichen... dia kan sakit... bagaimana mungkin dia bisa memberikan semua harta... ini pasti tipu muslihatmu kan?! Kau memaksanya kan?!"

Lin Qingyan menatap wanita itu dengan senyum mengejek.

"Tipu muslihat? Memaksa?"

Lin Qingyan menunjuk Gu Beichen yang kini kembali terbaring lemah di kursi rodanya, wajahnya pucat tapi matanya masih bisa menatap tajam.

"Coba kalian lihat dia baik-baik. Pria di hadapan kalian ini, meskipun badannya terlihat lemah, tapi otaknya masih sangat encer dan tajam. Dia tahu siapa yang baik dan siapa yang jahat."

"Dia memberiku semua ini bukan karena dipaksa, tapi karena dia percaya padaku. Dia tahu kalau aku yang pegang kendali, harta ini akan berkembang berkali-kali lipat, bukan malah habis dimakan oleh serigala-serigala rakus seperti kalian!"

DAB!

Lagi-lagi tusukan yang sangat tepat!

Wajah semua orang menjadi pucat pasi. Mereka tahu diri, selama ini mereka memang sering mengambil keuntungan dari perusahaan karena mengira Gu Beichen tidak akan sadar lagi.

Tiba-tiba, Gu Beichen mengangkat tangannya yang besar dengan susah payah. Jarinya menunjuk ke arah Gu Tianhao dan Liu Mei yang tadi pagi sudah berani menghina, lalu menunjuk ke arah Gu Xiong yang terluka.

Matanya menyala marah!

Lin Qingyan langsung mengerti maksud suaminya.

"Oh, kau mau aku urusin sampah-sampah ini ya?" tanya Lin Qingyan.

Gu Beichen mengangguk pelan sekali, lalu batuk kecil ek ek... seolah-olah dia sangat marah sampai sakit lagi.

"Baiklah, karena suamiku sedih dan marah, maka keputusannya adalah:"

Lin Qingyan menunjuk pintu keluar dengan jarinya yang lentik.

"GU TIANHAO, LIU MEI, DAN GU XIONG! KELUAR DARI RUMAH INI SEKARANG JUGA! DAN JANGAN PERNAH BERANI MENGINJAK KAKI KEMBALI KE KEDIAMAN UTAMA INI SELAMANYA!"

"Apa?!" Gu Tianhao teriak kaget. "Kami keluarga lho! Kau tidak berhak mengusir kami!"

"Aku tidak berhak?" Lin Qingyan tertawa dingin. "Dokumen kepemilikan tanah dan rumah ini namaku sekarang! Ini rumahku! Jadi aku berhak mengusir siapa saja yang tidak aku sukai! Pengawal!!"

BRAK!

Puluhan pengawal hitam tangguh langsung masuk memenuhi ruangan! Mereka berbaris rapi dan menatap keluarga yang bermasalah itu dengan tatapan mematikan!

"Bawa mereka keluar! Jika mereka menolak, seret dengan paksa!" perintah Lin Qingyan.

"SIAP NYONYA!"

Para pengawal langsung bertindak! DOR! DOR!

Gu Xiong yang tangannya patah, Gu Tianhao dan Liu Mei yang ketakutan langsung diseret paksa keluar dari ruangan itu sambil berteriak-teriak marah dan mengancam, tapi tidak ada yang peduli lagi!

Mereka benar-benar habis! Dipermalukan habis-habisan di malam pertama perkenalan!

 

Suasana Kembali Tenang

Setelah musuh-musuhnya diusir, suasana ruangan menjadi sunyi senyap. Anggota keluarga yang lain gemetar takut, tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun. Mereka menatap Lin Qingyan dan Gu Beichen dengan penuh ketakutan dan rasa hormat yang luar biasa.

Mereka sadar sekarang... wanita ini bukan mainan! Dan pria sakit ini juga bukan orang biasa!

Lin Qingyan menghela napas panjang, lalu tersenyum manis... tapi senyum itu tetap terlihat dingin.

"Nah, kan jadi bersih dan enak dilihat. Sudah tidak ada suara lalat berdengung lagi."

Ia berjalan kembali ke sisi Gu Beichen, lalu mengambil sendok makan dan bubur hangat.

"Sudah ya sayang... jangan marah-marah terus nanti tambah sakit. Makanlah dulu, tenangkan hatimu," ucap Lin Qingyan dengan nada bicara yang jauh lebih lembut dibanding saat bicara ke orang lain.

Perubahan sikap yang drastis!

Gu Beichen menatap istrinya dengan mata berbinar. Hatinya terasa hangat membara. 'Dia cuma lembut sama aku doang ya... aww senengnya!'

Ia membuka mulutnya dan menerima suapan dengan patuh seperti anak kecil yang baik.

 

Kakek Gu yang Terkesan

Di ujung meja, Kakek Gu yang sedari tadi diam memperhatikan semuanya akhirnya tersenyum lebar. Matanya berkilat bangga.

Ia berdiri dan bertepuk tangan pelan. Clap... clap... clap...

"Bagus... Sangat bagus!" seru Kakek Gu lantang.

"Aku sudah tua dan sudah tidak sanggup mengatur anak-anak buah yang nakal ini. Tapi melihat Qingyan hari ini... aku lega."

Kakek Gu menatap seluruh keluarga yang tersisa.

"Dengar kalian semua! Mulai hari ini, apa yang dikatakan Nyonya Muda Lin Qingyan itu sama saja dengan perintahku dan perintah Tuan Muda Beichen! Siapa yang berani melawan, anggap musuh keluarga!"

"SIAP!!" Semua orang serentak menjawab dengan suara keras dan gemetar.

 

Akhir Malam yang Manis

Makan malam pun selesai dengan lancar. Lin Qingyan kembali mendorong Gu Beichen ke kamar mereka.

Sepanjang jalan, semua pelayan dan pengawal yang melihat mereka langsung berlutut atau menunduk hormat dengan sangat takut-takut.

"Nyonya Muda... Tuan Muda..."

Lin Qingyan hanya berjalan santai, melambaikan tangan. "Iya iya, santai saja."

Sesampainya di kamar dan pintu ditutup rapat...

Suasana berubah lagi!

Gu Beichen yang tadinya lemas tiba-tiba menggerakkan tubuhnya dengan lincah! Dia langsung memegang tangan Lin Qingyan dan menatapnya dengan wajah memuji dan kagum!

"Kau luar biasa, Istriku..." bisik Gu Beichen dengan suara aslinya yang berat dan seksi.

"Bagus sekali caramu mengatur mereka. Bahkan lebih baik dari yang aku bayangkan."

Lin Qingyan menarik tangannya kembali dengan wajah datar. "Heh, jangan pura-pura baik sekarang. Tadi kan kamu yang sengaja bikin aku pusing."

"Tapi terima kasih ya," lanjut Lin Qingyan pelan, pipinya sedikit merona tapi dia pura-pura merapikan baju. "Terima kasih sudah percaya padaku dan memberikan semua hartamu. Aku janji aku akan jaga baik-baik."

Melihat wajah malu-malu istrinya yang langka itu, Gu Beichen tertawa kecil. Suaranya sangat menggoda.

"Untukmu, Nyonya... memberimu seluruh dunia pun aku rela."

"Tapi ingat janjimu ya... kau akan menjagaku baik-baik kan?"

Gu Beichen menarik Lin Qingyan mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.

"Kalau begitu... mari kita lanjutkan 'tugas malam' kita yang belum selesai tadi siang ya?"

 

SELESAI BAB 7 ✅💰👑

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!