NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Hongkong tahun 2033

"Nona Xuan. Tuan besar memanggilmu untuk menemuinya. Katanya ini sangat penting?" ucap seseorang, tapi terkesan ragu ragu, karena melihat nona muda keluarga kaya tersebut tidak merespon, malah terus fokus memainkan jari jarinya di atas keyboard komputer.

"Apa kau tidak tahu kalau aku sedang sibuk, Lili?" Tanpa menoleh, gadis yang dipanggil Xuan itu menjawab, dan memarahi asistennya.

"Tapi ini penting dan mendesak nona...?" bantah Lili tidak berdaya.

"Lebih penting mana, orang tua bangkotan itu dengan proyek prestisius ku ini. Ha! Apa kau ingin aku pukul Lili?" bentak Xuan Huan marah, sambil terus menatap layar komputer, tanpa mengindahkan perasaan pembantunya.

"I i ini pesan dari tuan besar nona. Saya hanya menyampaikannya saja" bela gadis bernama Lili, yang sehari harinya sangat setia dan patuh pada junjungannya.

'Huh. Sial! apa yang diinginkan oleh kakek bau tanah itu sebenarnya. Sungguh menyebalkan!' makinya dalam hati.

Namun Dia sadar, sikapnya selama ini memang sangat keterlaluan, apalagi pada kakek kandungnya sendiri.

Namun itulah kenyataannya. Xuan memang terlalu dimanja. "Katakan pada kakek bau tanah itu. Aku Xuan Huan akan datang setelah proyek yang sangat penting ini selesai. Selain itu jangan ganggu aku!" bentaknya.

"Tapi nona! Tuan besar mengatakan, kalau nona tidak cepat datang, dan menghentikan proyek gila ini, maka nona akan dalam bahaya, atau dibunuh. dan proyek yang sedang nona kerjakan ini akan menjadi sia sia?" bantahnya.

"Dibunuh? Oleh siapa, dan kenapa? Aku tidak pernah menyinggung siapa siapa. dan uang yang aku gunakan ini pun berasal dari uangku sendiri. dan aku tidak pernah meminta pada kakek tua bongkotan itu?. Kecuali.....?" sekali lagi tanpa menoleh. Xuan Huan tetap fokus menatap layar komputernya. dan... pada akhirnya....

"Saya tidak tahu nona. Itulah kenyataannya. Nona disuruh menemui tuan besar. Segera!" Dibawah euforia saat Xuan Huan telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, dan hanya tinggal menekan enter saja. Lili tetap ngotot menyampaikan argumennya.

Xuan jadi geram. dan saat itu juga berdiri dan berjalan untuk memberi pelajaran pada asistennya, yang dengan gigih menyampaikan pesan, tanpa mengindahkan kemarahan dari nona yang dengan setia ditemaninya.

Namun tanpa terduga, tiba tiba lampu di ruangan besar itu mati. Menimbulkan tanda tanya besar. Beruntungnya layar laptop 14 inci miliknya masih menyala terang.

Firasat Xuan jadi liar, dan segera berlari ke arah komputer yang masih menyala. seperti sedang menunggu eksekusi penyelesaian dari tuannya.

Lalu tanpa ragu, Xuan langsung menekan tombol enter. dan proyek gila itu pun berjalan pada platformnya, bahkan dengan cepat mendekati selesai.

Klik! Dor! Dor! Dor! Dor!

Belum juga loading selesai. terdengar empat bunyi tembakan teredam di ruangan gelap itu, dan dua orang yang berada di ruangan besar tersebut langsung terkapar di lantai. Mati.

Namun anehnya, tidak terdengar suara erangan kesakitan. Selain suara proses loading yang mendekati 99.95℅ selesai.

Tapi tak lama sesudah itu. Dor! Dor! Dor! Prang!

Komputer canggih yang tadinya menyala langsung berangsur mati, akibat diterjang beberapa timah panas. Meninggalkan cahaya samar di udara. Beberapa detik kemudian akhirnya mati total.

"Sial! kita terlambat. Beruntung proses loadingnya belum selesai. Jadi proyek yang sangat berbahaya buat para pencuri dan penimbun harta rakyat tidak akan jagi mengancam tuan kita!"

"Jadi. Ayo cepat kita pergi. Sebelum tuan rumah menyadari keberadaan kita!" ucap seseorang memakai kacamata infra merah dengan suara lirih, karena mereka masuk tanpa disadari oleh pengawal rumah besar tersebut. apa lagi oleh pemiliknya.

Namun sialnya, karena tergesa gesa. kaki yang sedang melangkah lebar, menabrak dua tubuh gadis tadi. dan karena panik, senjata laras pendek yang mereka pegang, lepas dari genggaman. Sangat tidak profesional.

Karena takut ketahuan, mereka berdua langsung pergi, dan menghiraukan keberadaan senjata tersebut.

Tak lama kemudian. Mereka sudah berada di jalan raya, dan saat ini sedang menuju ke arah mobil, yang terparkir tidak jauh dari rumah besar tersebut. dan akhirnya keberadaan mereka tidak diketahui.

Sementara itu. Dua nyawa yang tadi mendiami tubuh masing masing, saat ini sedang melihat ke arah jasad mereka. Lalu beralih ke arah dua senjata modern yang tergeletak di samping tubuhnya.

Saat ingin mendekati, terdengar bunyi ketukan di pintu, dan bunyi hentakan sepatu ramai di lantai.

Xuan Huan tahu, bahwa itu suara penjaga rumah ini, berikut suara sepatu kakeknya. Tapi dia cuek saja, dan ingin melihat apa yang akan mereka lakukan. Dia pikir mereka sudah sangat terlambat.

Disaat genting tersebut, sebuah sinar berwarna warni dan sangat terang menarik roh mereka. berikut dua senjata modern yang tadi ditinggalkan oleh pemiliknya. termasuk komputer rusak yang tergeletak di lantai. Lalu menghilang begitu saja.

Begitu pintu terbuka, hanya kegelapan yang mereka temui. Namun dengan bantuan cahaya senter, terlihatlah dua jasad yang sudah tidak bernyawa.

Ternyata. Satu block perumahan mewah itu aliran listriknya sengaja dimatikan. guna memuluskan rencana pembunuhan pada gadis super jenius di kota itu. untuk menggagalkan proyek ambisius miliknya yang sempat bocor keluar.

Ruangan itu tidak porak poranda. seperti tidak pernah terjadi apa apa. Kecuali dua jasad itu sebagai penanda, bahwa telah terjadi kekerasan di ruangan tersebut.

Tuan Han tidak terima. karena cucu kesayangan jutek juga tidak tahu aturan itu telah menjadi korban. dan proyek yang sedang dikerjakannya hilang entah kemana.

Maka dengan emosi tinggi. Dia memerintahkan untuk menghidupkan energi cadangan, serta memeriksa CCTV, juga menyisir setiap parameter dekat rumahnya, untuk mencari penyusup, sekaligus pembunuh cucunya. Kalau ketemu, langsung dihadapkan. atau kalau terpaksa, langsung dihabisi.

Mendapat perintah itu, semua bawahan terlihat sibuk. Pikiran dan akal menjadi buntu. karena terlambat menyelamatkan tuan mudanya.

Sementara itu dalam waktu yang berlainan. Di bumi bagian lain. Dua tubuh lemah sedang di siksa. dipukul, ditendang, dijambak, dibanting, disiram juga hampir dilecehkan. Terlihat sedang menahan rasa sakit di tanah.

Pekerjaan itu dilakukan oleh sekelompok preman sekolah. ditambah dengan pemuda pengangguran, yang terdiri dari enam belas laki laki dan tiga belas remaja perempuan.

Dengan entengnya mereka melakukan itu. dan setelah memastikan tubuh keduanya tidak bergerak. Mereka langsung membuang jasad yang sudah tidak bernyawa tersebut ke dalam jurang. Dimana jurang tersebut terkenal angker, juga sering memakan korban jiwa.

Lalu tanpa merasa bersalah, kesembilan belas orang itu memasuki mobil mobil mewah mereka, yang terparkir tidak jauh dari jurang tersebut. Kemudian pergi begitu saja.

Tak lama setelah mereka pergi. Dua berkas sinar berlainan warna memasuki kedua jasad rusak tersebut. Namun setelah ditunggu sekian lama, tidak ada reaksi apa apa.

Tapi sedetik sesudahnya, kedua jasad itu menggeliat. Rasa sakit langsung melanda. Pikiran mereka linglung, karena tidak bisa melihat apa apa. Melihat telapak tangan saja tidak bisa.

Mereka pikir masih berada di ruangan itu, karena kondisinya juga gelap. Tapi ini jurang. Mereka belum menyadarinya.

Mereka juga belum menyadari, bahwa saat ini nyawa mereka telah ditempatkan pada tubuh lain. Di kehidupan lain dan di tempat lain pula.

Biasanya orang menyebutnya bertransmigrasi, karena belum saatnya mereka mati. Jadi masih diberi kesempatan untuk meneruskan kehidupan keduanya.

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!