NovelToon NovelToon
CINTA DI TEPI DOSA

CINTA DI TEPI DOSA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dosen / Balas Dendam
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Nazwa Adzira Putri, atau sering di panggil Zira, adalah seorang wanita yang dulunya berselimut cahaya. Dengan nama pena Nana, dia menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya yang bijak dan agamanya yang kuat. Namun, kebenaran pahit tentang ayahnya - seorang yang mengkhianati ibunya dengan perselingkuhan, merobek tirai kesucian itu. Luka itu membawanya ke jurang kegelapan, meninggalkan hijab dan agamanya, dan masuk ke dunia malam yang gelap. Tapi, di tengah-tengah badai itu, ada secercah harapan. Nathan Fernandez, anak kyai yang sholeh dan dingin, menjadi sosok yang menarik perhatiannya. Mata teduh dan menenangkan itu menjadi tempat pelariannya, dan tanpa disadari, cinta mulai tumbuh, membawa harapan baru di tengah-tengah kegelapan. Penasaran dengan kelanjutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Karena suaminya tidak membalas pesan, Zira memutuskan untuk tidak ikut ke kafe. Setelah jam perkuliahan selesai, Zira memilih menunggu di parkiran untuk pulang bersama suaminya.

"Eh, lagi nunggu siapa?" tanya Rafa.

"Itu sua..." belum sempat Zita menyelesaikan ucapannya, Aliya buru-buru menginjak kakinya.

"Maksud Zita tuh Pak Suanto, pengganti Pak Yanto yang lagi sakit. Aku lagi malas ke halte, jadi nunggu di sini aja," jawab Zira mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Oh gitu ya, aku kira nungguin suami, berarti aku masih punya kesempatan nih," celetuk Rafa sambil tersenyum.

Setelah teman-temannya pergi, Pak Nathan akhirnya datang dan terlihat sedikit terburu-buru. Dengan nada menyesal, ia berkata, "Maaf ya, Dek, tadi agak lama karena ada sedikit masalah yang harus diselesaikan." Zira hanya tersenyum kecil dan membalas dengan santai, "Iya, gak apa-apa, Mas." Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan duduk dengan nyaman.

Dalam perjalanan, Zira mencoba membuka pembicaraan. "Hm, Mas, tadi aku sempat chat Mas, tapi gak dibalas. Awalnya aku berpikir mau pergi sama Aliya dan Zita ke kafe buat menenangkan pikiran sejenak. Tapi karena Mas gak balas chat, ya udah deh, batal," ucap Zira sambil memandang keluar jendela. Nathan menghela napas pelan dan menjelaskan, "Maaf banget, Dek. Seharian ini Mas gak sempat buka HP karena sibuk urus masalah kampus. Tapi ngomong-ngomong, apa cuma Aliya dan Zita aja yang rencananya mau ikut?"

Zira pun menjawab dengan nada santai, "Enggak, sih. Sebenarnya ada Rafa juga." Mendengar nama itu, ekspresi Nathan berubah sedikit serius. Dengan suara tenang tapi tegas, ia mengatakan, "Kalau ada pria lain di sana, Mas gak akan izinkan kamu pergi, Dek. Terlebih lagi kalau Mas tahu pria itu punya perasaan spesial ke kamu."

Zira tersenyum, "Hmm, mas gak perlu khawatir, Rafa itu temen kok," ucap Zira dengan nada santai.

Nathan tersenyum, "Mas tahu, tapi mas gak mau ada yang salah paham, dek," ucap Nathan dengan nada lembut.

Zira hanya tersenyum, "Mas gak perlu khawatir, zira tahu kok," ucap Zira dengan nada manis.

Mereka berdua kemudian menikmati perjalanan pulang, dengan suasana yang nyaman dan hangat.

Sesampainya di rumah, mereka langsung menuju kamar. Nathan lalu berkata, "Dek, sebagai gantinya nanti malam kita ke pasar malam, mau?" Zira penasaran dan bertanya, "Memang ada pasar malam, Mas?" Nathan menjawab, "Ada, lokasinya di sebelah komplek."

Zira kemudian berkata, "Mas, kok tadi rumah rasanya sepi banget, ya?" Nathan teringat sesuatu dan menjelaskan, "Oh iya, Mas lupa kasih tahu. Abi dan umi hari ini sudah pulang. Mungkin Mama Sarah dan Papa Alex sedang mengantar mereka ke bandara, Dek."

Zira merespons singkat, "Oh, begitu..."

Malam telah tiba. Zira menghampiri suaminya dengan pertanyaan, "Mas, jadi kita ke pasar malam?" Nathan tersenyum dan menjawab, "Jadi dong, sekaligus ini kencan pertama kita sebagai pasangan halal." Zira mengangguk pelan, "Hm, ya juga sih. Kalau gitu, kita pamit dulu ke Mama. Sepertinya Mama sudah pulang."

Keduanya pun menuruni tangga menuju lantai satu. Di ruang keluarga, Mama Sarah tengah bercakap-cakap dengan Aryan dan Papa Alex. "Sini, Nak, ikut ngobrol bareng kami," ajak Papa Alex hangat. Zira menatap keluarganya yang tengah berkumpul seperti dulu, perasaan haru perlahan menyeruak. Namun, ia tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa kini semuanya berbeda. Sang Papa, yang telah menikah lagi dan memiliki keluarga baru, membuat suasana sedikit ganjil di hatinya.

"Mama, Papa, Zira sama Mas Nathan mau ke pasar malam dulu ya," ujar Zira berpamitan. "Iya, hati-hati ya, Zira," jawab Mama Sarah dengan lembut. Di saat bersamaan, Papa Alex juga berpamitan. "Sarah, saya juga mau pulang. Juwita di rumah sendirian," katanya. "Oh iya, Mas. Hati-hati ya. Titip salam untuk Juwita," balas Mama Sarah ramah sambil tersenyum.

Melihat senyuman ibunya yang begitu tulus, hati Zira terasa campur aduk. Ia kagum pada kelapangan hati Mama Sarah yang tak pernah menunjukkan dendam meskipun situasi yang dihadapi tak mudah. Dalam hati kecilnya, Zira tahu bahwa jika ia berada di posisi ibunya, mungkin hal itu tidak akan semudah yang terlihat.

Zira dan Nathan tiba di pasar malam yang penuh dengan berbagai wahana dan ragam makanan. Zira tampak sangat antusias. "Mas, yuk naik yang itu," katanya sambil menunjuk ke arah kincir angin besar.

"Kamu berani, dek?" tanya Nathan, menggoda.

"Berani dong! Masa nggak? Jangan-jangan malah Mas Nathan yang nggak berani!" balas Zira jahil.

"Mas berani kok. Ayo naik," jawab Nathan akhirnya.

Saat mereka sudah di atas kincir angin yang berputar, Zira mulai merasa tidak nyaman. Wajahnya pucat, dan ia terlihat mual. "Mas, ini masih lama kah? Perutku rasanya nggak enak sekali," kata Zira dengan suara cemas.

"Nggak kuat lagi, dek?" tanya Nathan dengan nada khawatir.

"Masih bisa tahan sih, tapi rasanya nggak enak banget," jawab Zira sambil memegang perutnya.

Nathan yang merasa iba melihat kondisi Zira langsung melambaikan tangan ke petugas untuk menghentikan wahana lebih awal. Syukurlah, petugas dan para penumpang lainnya setuju. Begitu turun dari kincir angin, Zira langsung muntah karena tak lagi kuat menahan rasa mualnya.

"Terima kasih, Mas, sudah bersedia memberhentikan wahana ini lebih cepat. Ini ada sedikit tip buat Anda," kata Nathan sambil menyodorkan uang.

"Terima kasih banyak, Mas. Istri Anda sedang hamil, ya?" tanya petugas.

"Belum, doakan semoga segera ya, Mas," balas Nathan sambil tersenyum.

Petugas kincir angin yang melihat itu, hanya tersenyum, "Tidak apa-apa, mas. Ini biasa terjadi. Saya kasih air mineral dulu, ya," ucap petugas dengan nada ramah.

Zira yang masih merasa tidak enak badan, hanya bisa mengangguk, "Terima kasih, mas," ucap Zira dengan nada lemah.

Nathan langsung mengambil air mineral dari petugas, "Terima kasih, mas. Kita lanjut ke wahana lain, ya, dek?" ucap Nathan dengan nada lembut.

Zira hanya tersenyum, "Gak usah, mas. Zira mau pulang aja," ucap Zira dengan nada lemah.

"Sebelum pulang, kita beli jajan dulu untuk Mama. Aryan, siapa tahu ada yang mau kamu beli, Dek." Ucap Nathan

Zira tersenyum, "Hmm, ide bagus, mas. Aryan suka banget sama kue-kue di sini," ucap Zira dengan nada santai.

Nathan tersenyum, "Oke, kita cari yang enak-enak, ya," ucap Nathan dengan nada lembut.

Mereka berdua kemudian berjalan-jalan di pasar malam, mencari jajanan yang enak untuk dibawa pulang.

Mereka berdua kemudian berhenti di depan sebuah warung makanan, "Hmm, ini enak nih, mas. Aryan pasti suka," ucap Zira dengan nada gembira.

Nathan tersenyum, "Oke, kita ambil beberapa, ya," ucap Nathan dengan nada lembut.

Zira kemudian memilih beberapa jenis kue dan makanan, "Mas, ini buat mama, ini buat Aryan, dan ini buat kita makan di rumah," ucap Zira dengan nada santai.

Nathan kemudian membayar makanan yang sudah dipilih Zira, "Sudah selesai, dek. Kita lanjut ke tempat lain?" ucap Nathan dengan nada lembut.

Zira tersenyum, "Gak usah, mas. Zira sudah puas. Kita pulang aja, ya," ucap Zira dengan nada santai.

Nathan tersenyum, "Oke, dek. Kita pulang," ucap Nathan dengan nada lembut.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!