NovelToon NovelToon
Bumi 6026

Bumi 6026

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Penyelamat / Time Travel / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:858
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Bumi, anak SMA biasa yang cuma jago ML, terbangun pada tahun 6026 untuk menjadi penolong dunia. Ia harus mencari sebuah daerah yang paling aman di muka bumi, tapi ia malah terdampar di wilayah yang hanya diisi oleh perempuan muda dan cantik. Pemimpin mereka ingin Bumi menghamili semua yang ada di sana, padahal ternyata mereka adalah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bab 6

Di dalam kapsul pesawat yang kecil, Pam sembunyi di belakang kursi Bumi.

“Namaku, Pam. Aku bukan dari daerah sini,” kata Pam si nenek tua itu.

“Dari daerah mana?” Bumi pura-pura mencatat dan melihat-lihat sekeliling pesawatnya, seperti sedang berusaha untuk terlihat sedang bekerja.

“Tidak perlu tahu. Intinya aku dan teman-temanku ke timur untuk mencari tempat yang aman di bumi. Tapis ama seperti kamu, aku terjebak di sini. Teman-temanku ada yang berhasil kabur, ada yang meninggal. Aku mungkin sebentar lagi meninggal.”

“Kamu di sini berapa lama?”

“Baru dua hari, sebelum kamu datang.”

“Tapi kamu sudah tua begini?” Bumi heran.

“Karena mereka adalah suku pemangsa jiwa muda. Kamu tidak heran, mereka semua muda dan cantik?”

Bumi melihat ke luar, Anya dan pasukannya memang muda dan cantik.

“Kamu tahu kenapa mereka memakai baju ketat begitu?” tanya Pam.

“Nggak.”

“Karena mereka sebetulnya sudah tua, kulit mereka kendur. Jadi butuh baju ketat.”

“Tapi Ms Shopia tidak. Badannya bagus, dadany…”

“Oh, kamu sudah ngeliat badannya dia?”

“Iya…” pipi Bumi tiba tiba memerah malu.

“Karena dia ratunya. Aku harus bunuh dia, supaya aku bisa kembali jadi muda. Atau mungkin aku akan mati malam ini.”

“Hah?”

“Kamu nggak percaya?”

Bumi terdiam.

“Kamu kira, kenapa mereka mau kamu menghamili mereka?”

“Karena mereka butuh keturunan?”

“Iya, karena mereka butuh keturunan buat mereka ambil jiwanya supaya mereka bisa hidup lebih lama dengan keadaan cantik dan sempurna!”

“Emma?” Bumi memanggil robot pesawat kapsulnya.

“Ya?” Emma menjawab pelan.

“Bagaimana menurutmu cerita Si Pam ini?”

“Dia tidak berbohong,” jawab Emma tegas. “Makanya aku nggak mau kamu mendarat di sini.”

“Kalau kamu tidak berhasil menghamili mereka, jiwa muda kamu akan diambil. Kamu akan kaya aku jadi tua begini dan mati tiga hari kemudian.”

Bumi menghela napas. Tidak percaya apa yang terjadi. “Aku harusnya sekarang mabar sama  teman teman. Latihan e sport. Tapi malah jadi ada di sini.”

“E sport itu apa?”

“Kamu pasti nggak percaya kalau aku bukan dari tahun ini, kan?” tanya Bumi pada Pam.

“Maksudnya?”

“Aku datang dari tahun 2026.”

“Waw! Nggak mungkin!”

“Nah! Kalau kamu mau aku percaya cerita kamu, kamu harus percaya cerita aku!”

Pam terdiam.

“Aku bantu kamu, tapi kamu nanti harus bantu aku kembali ke tahun 2026.”

“Gimana caranya aku bantu kamu?” Pam tampak bingung.

“Hooooi!” Anya teriak dari luar pesawat.

Pam langsung sembunyi.

Bumi teriak ke luar, “Ada apa?”

“Kenapa lama sekali mencatat bahan bahan pesawatnya?”

“Sebentar lagi selesai!”

Anya jalan ke arah pesawat.

Pam berbisik, “Kamu bantu aku bunuh Shopia, aku bantu kamu kembali ke 2026.”

“Deal,” Bumi bergumam.

Anya mengetuk pintu pesawat. “Buka!”

Bumi mematikan mesin pesawat dan membuka pintu pesawat.

“Berapa lama lagi?”

“Sudah!” Bumi turun dari pesawat sambil menujukkan buku yang dipegangnya. “Ini bahan-bahannya, apa kalian punya metal dan tembaga?”

“Ada!”

--

Setelah seharian menyusun bahan bahan di sebuah gua yang panas dan penuh dengan lava gunung, Bumi akhirnya diperbolehkan istirahat.

Ketika mau mandi, Shopia ingin ikut bareng lagi.

“Tidak. Aku mau mandi sendiri.”

“Kenapa?”

“Aku butuh privasi.”

“Tidak ada privasi di sini, kamu bebas!” Shopia membuka tangannya dan tersenyum manis.

“Terima kasih, tapi aku butuh privasi, atau aku tidak perlu mandi.”

Shopia manyun, “Baik lah. Terserah kamu. Tapi malam ini, kamu harus mau tidur bersama aku.”

“Apa?”

“Aku harus jadi orang pertama yang hamil.”

Ini gila! Bumi menggelengkan kepala.

“Kamu tidak mau?” tanya Shopia. “Kamu tidak suka perempuan?” tanyanya sambil membuka bajunya.

Bumi memalingkan wajahnya, “Aku masih harus pikir dulu soal menghamili kalian. Ini bukan sesuatu yang bisa begitu saja dilakukan.”

Shopia memeluk Bumi dari belakang.

Bumi terhenyak, “kamu mau apa?”

“Aku mau kamu. Aku sudah lama menunggu pria sepertimu datang.”

Bumi tidak bisa bergerak. Padahal banyak ajudan Shopia mengelilingi Bumi yang sedang dipeluk dengan paksa oleh Shopia yang tidak memakai baju sama sekali.

“Mau sekarang saja?”

“Tidak! Oke, nanti malam saja!” Bumi meronta dan minta dilepaskan.

Shopia melepaskannya.

Bumi bergegas keluar dari dalam ruangan itu, lalu bergegas masuk ke kamarnya. Dia melihat sekeliling dan berbisik, “Pam.”

Tidak ada jawaban.

Bumi meraba seluruh dinding dan melihat atap kamar yang seperti penjara itu, “Tentu saja Pam tidak bisa ada di sini.”

Bumi keluar dari kamarnya, lalu masuk ke toilet. Dia naik ke kubikal tempat ia melihat Pam dari ventilasi udara di atas lalu berbisik, “Paam!”

Kepala Pam muncul dan mengagetkan Bumi, “Ya?”

“Astaga! Kamu itu kayak hantu tau nggak?”

“Yah, sebentar lagi aku jadi hantu sih.”

“Aku harus gimana? Shopia ngajak aku tidur malam ini.”

“Bagus!”

“Bagus?” Bumi bingung.

“Kamu bunuh dia pas dia lagi tidur sama kamu!”

Bumi bengong, “Aku belum pernah bunuh orang!”

“Dia bukan orang. Dia monster!”

“Tapi…,” Bumi tampak ketakutan.

“Aku harus sembunyi, mereka tahu aku udah nggak ada di penjara.” Pam langsung lari dari ventilasi.

Bumi terdiam di toilet, bingung. “Gimana caranya bunuh Shopia?”

1
Q. Adisti
seruu, lanjut kaaak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!