Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 - Penguasa Kota Hou
PERINGATAN!
EPISODE MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK PANTAS DITIRU. PENULIS BERUSAHA UNTUK TIDAK MENDESKRIPSIKANNYA TERLALU JAUH. HARAP BIJAKLAH DALAM MEMBACA DAN TERIMA KASIH KARENA SUDAH MAMPIR.^^
*
*
*
Di balik kepulan asap dan sisa ledakan bangunan, sebuah sosok berdiri tegap.
Tubuhnya tinggi besar, dengan otot-otot yang menegang di balik pakaiannya. Dia memiliki wajah yang kasar, dengan rahang tegas dan tatapan tajam yang dipenuhi niat membunuh.
Aura yang keluar dari tubuhnya berat, menekan, hingga seakan-akan udara di sekitarnya ikut membeku. Dia tidak lain adalah Shen Ouyang—Penguasa Kota Hou.
"Siapa kau ini?" Shen Ouyang bersuara rendah. Nadanya dingin, namun sarat tekanan. "Beraninya membuat kekacauan di kota milikku."
Chu Kai menatap sosok itu dengan tenang, sama sekali tidak terpengaruh aura Shen Ouyang.
"Akhirnya muncul juga..."
Mata Chu Kai berkilat samar. Senyumnya terangkat tipis, "Aku khawatir harus membuat gundukan mayat lebih dahulu agar kau mau menampakkan diri."
Urat di pelipis Shen Ouyang menegang. Tangannya terkepal kuat hingga tulang-tulang jarinya berderak. "Brengsek! Sebenarnya apa maumu?!"
"Jantungmu."
!!
Untuk sesaat—udara terasa berhenti. Namun belum sempat Shen Ouyang bereaksi—Chu Kai menghilang dan dalam sekejap muncul tepat di depannya dengan sebuah pukulan.
BAAAAM...!
Benturan keras mengguncang udara hingga menciptakan gelombang kejut yang menyapu puing-puing di sekitarnya.
Tubuh Shen Ouyang terdorong mundur beberapa langkah. Kakinya menggesek tanah, dan terlihat meninggalkan jejak retakan yang panjang.
Shen Ouyang menggeram rendah. Sedikit tidak menyangka dengan serangan yang datang secara tiba-tiba itu, bahkan dirinya hampir tidak bereaksi.
Di sisi lain, Chu Kai berdiri santai. Senyumnya tidak hilang. "Benar... harus ada yang bisa melawan, atau ini akan membosankan."
"Kurang ajar!!"
Shen Ouyang berseru. Energi spiritual meledak keluar dari tubuhnya. Angin berputar liar di sekelilingnya saat cahaya mulai berkumpul di telapak tangannya.
Dalam sekejap, cahaya itu memadat—membentuk sebuah pedang besar yang berkilau dan memancarkan tekanan berat yang menekan tanah di bawahnya.
Tanpa ragu, Shen Ouyang melesat maju ke arah Chu Kai dengan pedang pusaka yang berayun kuat. Serangannya membelah udara, membawa aura pembunuh dan energi yang menghancurkan.
Tepat ketika Shen Ouyang mendekat—Chu Kai mengangkat tangannya. Energi spiritual hitam berkumpul, membentuk bilah pedang yang gelap seperti malam tanpa cahaya.
TRAAANG...!
Benturan pertama terjadi. Gelombang energi meledak ke segala arah hingga membuat tanag retak dan bangunan yang tersisa runtuh seketika.
Pertarungan sengit itu pun pecah.
Shen Ouyang menyerang tanpa henti—tebasan demi tebasan mengandung kekuatan yang mampu membelah tanah. Teknik Penciptaan Wujud miliknya bahkan terlihat memunculkan bayangan-bayangan pedang yang berlapis, menyerang lawan dari berbagai arah sekaligus.
Chu Kai sendiri mampu menghindari setiap serangan Shen Ouyang. Tubuhnya bergerak lincah dan setiap langkahnya ringan—hampir seperti menari di antara serangan-serangan yang mematikan itu.
Ekspresi wajahnya bahkan tidak menunjukkan kepanikan atau sesuatu yang serius. Chu Kai tersenyum, seakan-akan begitu mudah baginya saat menghindari terjangan dari Shen Ouyang.
"Ha ha ha."
Tawa Chu Kai terdengar. Para kultivator yang masih selamat hanya bisa menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan. Mereka sedang mengatur napas dan memulihkan luka yang mereka alami, namun tidak satu pun yang berani untuk mengalihkan pandangan dari pertarungan tersebut.
"Dia bahkan berani tertawa seperti itu." salah seorang kultivator berekspresi pucat. "Apa dia meremehkan Penguasa Kota?!"
"Tapi ini berbeda." kultivator lain menyipitkan mata. Napasnya terengah saat berkata, "Setiap serangan Tuan Shen Ouyang harusnya mampu membelah tubuh lawan, bahkan dengan Teknik Penciptaan Wujud itu—siapa pun tidak mungkin bisa menghindarinya. Ta-tapi..."
Para pendekar itu menelan ludah seperti baru tersadar dengan musuh yang sedang mereka hadapi saat ini.
Tidak ada satu pun yang berani mendekat. Bukan karena tidak ingin membantu, tetapi karena masuk ke dalam pertarungan itu sama saja dengan mencari kematian.
"Grr...!" Shen Ouyang menggeram. Serangannya semakin cepat dan berat, namun tidak satu pun yang mengenai tubuh musuhnya.
"Sialan!" umpat Shen Ouyang. Keringat membasahi pelipisnya. "Teknik Penciptaan Wujudku adalah yang terkuat. Hanya dengan bayangan pedangku saja—sudah bisa membelah tubuh lawan. Serangan ini harusnya tidak dapat direspon oleh siapa pun, tapi dia seakan bisa melihat segalanya dan menghindari tebasan itu di waktu yang tepat!"
"Sebenarnya dari mana orang ini berasal?!" pikiran Shen Ouyang berputar cepat. "Kultivator yang mempunyai kemampuan seperti ini... mustahil tidak memiliki nama."
"Sebenarnya siapa kau?!" Shen Ouyang meraung ketika pedangnya kembali berbenturan dengan senjata Chu Kai.
TRAAANG..!
Getaran dahsyat menjalar dari boleh pedang Shen Ouyang hingga ke lengannya. Kakinya menjejak tanah dengan keras, menciptakan retakan yang menjalar hingga ke segala arah.
"Siapa aku...?" Chu Kai tersenyum dingin. Matanya berkilat merah saat ia mendengus. "Apa kabar tentangku... belum sampai ke telingamu?"
!!!
Mata Shen Ouyang melebar.
Dalam sekejap, seolah ada petir yang menyambar di dalam kepalanya ketika sebuah ingatan muncul.
"Tidak mungkin... ka-kau adalah... Pendekar Naga—" ucapan Shen Ouyang itu terpotong ketika aura Chu Kai tiba-tiba memuncak.
"GHH..!"
Tekanan tidak kasat mata menghantam segala arah. Shen Ouyang mengerahkan seluruh energi spiritualnya untuk menahan tekanan itu, namun sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi.
AAAAKH—!!
Tubuh Shen Ouyang menegang. Darah di dalam tubuhnya mendadak panas. Otot-ototnya mengeras secara paksa, bahkan urat-urat di leher dan lengannya menonjol tajam, berdenyut liar seakan ingin meledak dari dalam.
Tubuh Shen Ouyang membeku.
******