NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Di Ambang Kehancuran

Hutan itu telah kehilangan jiwanya tidak ada lagi suara burung tidak ada lagi hembusan angin yang menenangkan.

Yang tersisa hanyalah suara kehancuran raungan, benturan, jeritan, dan getaran tanah yang tak pernah berhenti sejak pertempuran itu dimulai langit di atas mereka tampak semakin gelap, seolah enggan menyaksikan apa yang terjadi di bawahnya.

Pasukan serigala masih terus berdatangan seolah tidak ada habisnya dari balik bayangan pepohonan, dari celah-celah tanah yang retak, dari setiap sudut hutan mereka muncul, bergerak cepat, menyerang tanpa ragu.

Mata-mata kuning itu menyala di kegelapan haus liar tidak mengenal takut.

Sementara itu enam vampir yang sejak awal berdiri di sisi Edward kini berada di batas kemampuan mereka.

Tubuh mereka dipenuhi luka beberapa luka sudah mengering namun banyak juga yang masih mengalirkan darah gerakan mereka tidak lagi sehalus sebelumnya.

Tidak lagi setajam di awal pertempuran setiap langkah terasa berat setiap serangan membutuhkan lebih banyak tenaga.

Salah satu dari mereka tersandung saat menghindari serangan bertubi-tubi Ia berhasil menebas satu serigala yang mencoba menerkamnya dari depan Namun, dua lainnya langsung datang dari samping.

Craaash!

Cakar tajam menyayat punggungnya Ia mengerang Namun tidak jatuh.

Dengan sisa tenaga, ia berbalik dan menghantam salah satu serigala hingga terpental jauh Namun, sebelum ia bisa bernapas tiga bayangan lain sudah melompat ke arahnya.

“Tidak ada habisnya…!” gumamnya dengan napas berat.

Di sisi lain dua vampir bertarung dalam formasi bertahan punggung saling bersandar mata mereka bergerak cepat mencari celah Namun, celah itu semakin sulit ditemukan.

“Mereka mulai memisahkan kita…” salah satu berkata.

“Jangan beri ruang!” jawab yang lain.

Namun serigala-serigala itu memang tidak menyerang sembarangan mereka bergerak seperti badai mengacaukan ritme memecah fokus membuat para vampir harus bertarung tanpa jeda

Dan di tengah semua itu Henry masih berdiri tubuhnya tegak Namun, jelas terlihat bahwa ia juga mulai merasakan tekanan luka di lengannya kini semakin dalam darah terus mengalir Namun ia tidak memperdulikannya.

Seekor serigala besar melompat ke arahnya.

Henry menghindar dengan gerakan cepat Namun dua lainnya langsung menyusul dari kanan dari kiri Ia berputar menangkis satu menghindari yang lain namun, yang ketiga terlalu cepat.

Craaassh!

Cakar tajam menggores bahunya Henry menggeram pelan Namun matanya justru semakin dingin ia menangkap rahang serigala itu dan menghancurkannya dalam satu tekanan.

CRAAKK!

Tubuh makhluk itu jatuh Namun yang lain langsung menggantikannya.

“Jangan berhenti!” teriak Henry.

“Jika kalian lengah, kalian mati!”

Namun kenyataannya bahkan tanpa lengah pun kematian tetap mengintai.

Satu vampir lagi jatuh tubuhnya tidak lagi bergerak setelah diterkam dari berbagai arah kini hanya tersisa lima kemudian empat jumlah mereka terus berkurang sementara musuh tidak berkurang sama sekali.

Di tengah kekacauan itu Edward tetap berdiri seolah dunia di sekitarnya tidak mempengaruhinya seolah semua pertarungan lain tidak berarti.

Fokusnya hanya satu Raja Serigala keduanya kembali bertabrakan.

BOOOOM!!!

Benturan mereka menciptakan gelombang kejut yang membuat tanah di sekitar retak lebih dalam debu beterbangan udara bergetar.

Raja Serigala tertawa keras suaranya penuh kegilaan dan kepuasan.

“Bagus! Teruskan!”

Edward tidak menjawab namun matanya menyala merah terang aura di tubuhnya semakin gelap semakin menekan.

Dalam satu gerakan ia menghilang dan muncul tepat di depan lawannya tangannya bergerak cepat.

DUAARRR!!!

Serangan itu menghantam Raja Serigala dengan kekuatan penuh tubuh besar itu terdorong mundur menyeret tanah di bawah kakinya.

Namun ia tidak jatuh ia berhenti mengangkat kepalanya perlahan dan tersenyum lebih lebar dari sebelumnya.

“Ya… ini dia…” gumamnya

Ia melesat kembali lebih cepat lebih brutal Pertarungan mereka kini hampir tidak bisa diikuti oleh mata biasa hanya kilatan benturan dan suara kehancuran yang terus bergema.

Namun di tengah semua itu Raja Serigala tetap memperhatikan satu hal.

Gua

Dan Edward menyadarinya matanya menyipit namun ia tidak bergerak dari posisinya Karena ia tahu jika ia memberi celah sedikit saja maka semua yang ia lindungi akan hilang.

Di dalam gua suasana tidak kalah tegang Arlan masih duduk di sisi Alana tangannya menggenggam tangan gadis itu erat seolah takut melepaskannya.

“Alana… bangunlah…” bisiknya.

Kalung di leher Alana bersinar semakin terang cahayanya kini tidak lagi redup namun kuat berdenyut seolah memiliki irama sendiri napas Alana berubah lebih dalam lebih berat.

Kakek berdiri di belakang tatapannya serius.

“Perubahannya semakin jelas…”

Paman menelan ludah.

“Maksudmu… dia akan sadar?”

Kakek menggeleng pelan.

“Lebih dari itu.”

Bibi menggenggam tangan Alana lebih erat wajahnya dipenuhi kecemasan Namun juga harapan.

Di luar situasi semakin buruk kini hanya tersisa empat vampir kemudian tiga ,salah satu dari mereka jatuh setelah diterkam dari belakang yang lain mencoba membantu namun, langsung dikeroyok oleh lima serigala sekaligus.

Henry mundur satu langkah napasnya mulai terasa berat namun matanya tetap tajam ia menoleh ke kejauhan sejenak Dan saat itulah dia merasakannya sebuah gelombang aura kuat teratur cepat datang senyum tipis muncul di wajah Henry untuk pertama kalinya sejak pertempuran dimulai ada sedikit kelegaan di matanya.

“Akhirnya…” gumamnya pelan.

Seekor serigala melompat ke arahnya Namun kali ini Henry tidak menghindar Ia menangkap rahang makhluk itu di udara

CRAAKK!

Dan melemparkannya ke samping seolah tidak berarti

“Bertahan sedikit lagi…” katanya pelan.

Lebih kepada dirinya sendiri.

Di kejauhan bayangan mulai terlihat puluhan lalu ratusan bergerak cepat seperti gelombang kegelapan yang teratur pasukan vampir.

Mereka melesat di antara pepohonan dengan kecepatan yang hampir menyamai Edward dengan formasi yang rapi dengan niat membunuh yang jelas.

Dan di garis depan Panglima Perang tatapannya dingin aura membunuhnya terasa bahkan dari jarak jauh di tengah medan Raja Serigala berhenti sejenak Ia merasakan itu.

Ia menoleh ke arah datangnya pasukan lalu tersenyum lebih lebar.

“Jadi bala bantuanmu datang…”

Edward juga berhenti Namun, ekspresinya tidak berubah Ia sudah tahu sejak awal dan untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai ia berbicara dengan suara yang lebih dalam lebih berat.

“Sekarang…”

“kau tidak punya keuntungan lagi.”

Raja Serigala tertawa keras suara itu menggema di seluruh hutan.

“Kau masih berpikir ini tentang keuntungan?”

Matanya menyala tajam.

“Ini tentang perang.”

Di belakangnya ribuan serigala masih berdiri masih siap masih haus darah dan di depan pasukan vampir semakin dekat semakin jelas.

Semakin mengancam dua kekuatan besar kini berada di satu medan dua dunia dua kekuasaan

Dan di tengah semuanya Edward berdiri dengan mata merah menyala dengan aura yang semakin mengerikan dengan tekad yang tidak tergoyahkan Ia melangkah maju Perlahan.

Namun penuh kepastian Karena, ia tahu ketika bala bantuan itu tiba pertempuran ini tidak akan lagi sekadar bertahan tidak lagi sekadar melindungi Namun, akan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar Perang sesungguhnya dan kali ini tidak akan ada yang bisa menghentikannya.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!