NovelToon NovelToon
Our Hurt Story

Our Hurt Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: zaniera99

Hanie, seorang gadis blasteran Indo-Melayu, yang menjadi koban ego para siswa di masa sekolahnya. Baginya, Devian Azka adalah sebuah mimpi ngeri.Orang yang memiliki mata cokelat indah, tetapi kepribadiannya menyebalkan, dan seorang pengecut yang rela menindas demi memuaskan egonya, telah menyakiti Hanie

Namun, itu hanya kisah silam dan takdir tidak pernah salah.

Tiga tahun kemudian, di tempat kuliah yang sama mereka bertemu lagi.Dengan sifat Hanie yang mulai dingin dan Devian Azka yang memohon maaf atas dosa-dosanya dulu.Devian Azka yang berdiri di depan Nur sekarang itu bukanlah lagi anak berandalan yang brengsek seperti dulu.Dia kini adalah pria dewasa yang bisa membesarkan salah dan benar. Baginya hanya Hanie jiwa nya.

Apakah bisa Hanie memaafkannya atau kebencian dan kekecewaan lebih besar di hatinya?

Nantikan kisah lanjutnya di "Our Hurt Story"

Selamat membaca dan mohon dimaafkan atas segala kekurangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zaniera99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Di waktu istirahat yang seharusnya menyenangkan bagi anak anak sekolah namun itu berbeda bagiku.Aku hanya berjalan menuju toilet sekolah yang sunyi hanya ditemani suara tetesan air yang tak henti-hentinya. Aku berdiri kaku di depan cermin besar yang permukaannya sudah sedikit buram. Di balik pantulan itu, aku melihat seorang gadis. Iya tentunya itu diriku.Seorang gadis dengan mata berkaca-kaca penuh kesepian dan kesedihan.Melihat diriku seperti biasanya.Sunyi.Sepi.Sendiri.Walaupun punya teman .Teman?Entahlah aku juga bingung apa mereka bisa dianggap teman.Sendirian disini tanpa ada yang mengajak ku bersama malah meninggalkan ku bagai aku ini transparan.Aku sudah terbiasa.Mungkin mulai terbiasa.

Hanie.Namaku mungkin kedengaran aneh.Aku sering terpinggirkan karena kulitku kuning langsat kegelapan.Bagiku, kulit ku Itu tidak pernah menjadi masalah. Hanya saja, jika setiap hari diketawaiin soal warna kulit ku aku juga risih.Mentalku juga bukan yang tahan banting.Aku juga bisa berasa insecure.Jadi setiap kali aku diejek karena penampilanku, aku hanya memilih untuk diam dan menerimanya saja.Sampai hari ini, hanya aku yang hidup untuk diriku sendiri.

Mataku tampak memerah. Bukan karena kurang tidur, tetapi lelah menanggung perasaan menyakitkan yang tak bisa dilihat orang lain.Menahan rasa sakit dan pedih atas kebejatan anak sekolah.Entah untuk yang keberapa kalinya sentiasa begini.Di luar seperti biasa suara tawa Arif dan teman-temannya Devian dan Reza masih bergema, mengejek warna kulitku, menghina namaku seolah aku tak punya harga diri untuk dipertahankan. Bagi mereka itu lucu, tetapi bagiku itu lebih berisik dan menjijikkan daripada suara gonggongan anjing.Sampai hari ini aku belum mengetahui mengapa mereka sering mengganggu ku.Apa dosaku?Dan apa salah ku pada mereka.

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika aku mengingat reaksi acuh tak acuh Hilya dan Syasya orang yang ku anggap sahabat dekat ku .Yang ku anggap teman yang bisa mempertahankan ku dan mereka menatap ku seolah tak terjadi apa-apa. Mereka ada di sana, melihat semua yang terjadi ,tetapi mereka memilih untuk menjadi orang asing. Mereka memilih untuk membiarkanku tenggelam dalam penghinaan itu sendirian. Tanpa pembelaan. Tanpa penghiburan.

Dan aku merasa sendirian yang selalu kurasakan.Dan itu tidak enak sama sekali rasanya.Pantaskah aku marah aku juga bingung.

Aku menyentuh permukaan cermin yang dingin.

"Sampai kapan kau akan bertahan sendirian, Hanie?" Aku berbisik pada diriku sendiri dengan sedih.

Ini bodoh sekali rasanya!Saat aku bersedih begini bahkan tiada siapa yang peduli.Orang yang kuanggap teman juga membuat ku seolah tidak ada.

Ya seperti ku bayangkan tidak ada jawaban. Yang ada hanyalah bayangan seorang gadis yang mencoba mengumpulkan kembali kepingan hati yang telah lama hancur. Aku tidak tahu kapan semua ini akan berakhir. Yang kutahu hanyalah aku hanya memiliki Dia... Tuhanku yang selalu ada dan diriku sendiri di balik cermin ini yang masih menolak untuk menyerah daripada kehidupanku ini

Aku mahu hidup dan harus terus kuat untuk bertahan.

Dunia mungkin akan membuangku, tetapi aku belum ingin membuang diriku sendiri.Aku ingin terus cuba bertahan dan belajar untuk mencari diriku tanpa rasa ragu.Aku harus mandiri tanpa rasa kebergantungan.

Bertahanlah, hatiku....

1
gempi
n
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!