Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.
Suara dentuman musik mengalun didalam sebuah klab malam besar di pinggiran kota. Banyak pemuda pemudi tengah asik menikmati hidup bebas mereka dengan ditemani para wanita sebagai hiburan.
Disisi lain, seorang gadis memberontak didalam kamar karena aksi bejad seorang pria yang memaksanya. "Lepaskan aku!!" Serena Laurent berteriak dibawah kungkungan pria itu.
"Malam ini kamu harus jadi milikku, cantik! Aku sudah lama mengincar mu!" Pria itu tersenyum smirk dengan bagian bawahnya yang sudah terbuka.
Sedangkan Serena, masih mengenakan dress-nya lengkap, namun sudah berantakan akibat pemberontakannya serta pemaksaan pria itu.
Mengerahkan seluruh tenaganya sekuat mungkin, ia menendang milik pria itu yang telah tegak menantangnya sedari tadi. "Rasain itu!" Serena kemudian mendorongnya sampai terjengkang jatuh dibawah ranjang.
"Akkhhhh!!!" Pria itu berteriak kesakitan sembari memegang aset masa depannya. Serena segera berdiri dan turun dari ranjang, bersamaan pintu kamar yang terbuka dari luar.
"Serena!" Pemilik club serta teman dekat Serena masuk kedalam. Sanes berjalan cepat lalu memeluk temannya. "Kau baik-baik saja? Ya ampun, aku sangat khawatir padamu! Pria itu sudah..."
"Tidak! Aku baik-baik saja, pria bajingann itu belum sempat menyentuhku!"
"Serena, sayangku! Untung saja Sanes segera memberitahu Mami kalau kamu menghilang, jadi kami langsung cek Cctv!" Ucap wanita cantik yang gayanya sangat hedon itu, pemilik Club malam bersama suaminya. "Dasar pria tidak tau diuntung! Memangnya kau bayar berapa sampai mau meniduri anak kesayanganku, hah?" Bentak Mami Starla.
Pria hidung belang yang perutnya buncit seperti hamil tujuh bulan itu menggeram kesal, antara sakit dan marah lantaran aksinya gagal.
"Lihat saja, aku pasti bisa mendapatkan gadis itu!" Pria itu berdiri dengan sombongnya, namun saat melangkah miliknya terasa ngilu dan nyeri. Memakai celananya dengan as. "Aku akan balas dendam!"
Setelah pria itu berhasil keluar dari kamar, Serena merasa lega. Untung saja dia berhasil melepaskan diri, kalau tidak?
"Kau sungguh baik-baik saja, kan?" Tanya Sanes memastikan. Serena mengangguk pelan.
"Sanes, antar Serena kekamar untuk menenangkan diri! Jam sembilan malam kalian keluar untuk melayani tamu!"
Rasa trauma Serena belum memudar, namun dia harus kembali bekerja seperti biasa. Serena bukan kupu-kupu malam, namun dia wanita malam yang menemani para pria berdompet tebal untuk minum dan berkencan didalam club. Hanya orang-orang tertentu saja, karena tarifnya yang mahal padahal hanya untuk sekedar minum dan duduk bersama saja.
Lima tahun yang lalu, ia terpaksa bekerja di Rosse Club karena dijebak ayahnya sendiri, sebagai alat tebus hutang sebesar lima miliar. Sampai sekarang, Serena masih terjebak disana dan sulit keluar. Seandainya dulu ia tidak kekota Jare, mungkin semuanya tidak akan terjadi.
Ditempat lain, disebuah hotel ternama yang besar, seorang pria berjalan dengan langkah lebarnya menyusuri lorong hotel. Pakaian yang rapi dengan kaca mata hitam dan pengawal ketat. Wajahnya tampan dengan tatapan mata setajam elang, alis hidung bibir semuanya tersusun rapi seolah sudah menjadi garis takdirnya mendapatkan wajah rupawan. Dia adalah tuan muda Logan Winston yang terkenal kejam dan jenius di kota Arcadia.
"Tuan, tiga hari lagi agenda meeting sudah selesai. Malam ini kita ada undangan dari tuan Hansel!" Max, asisten pribadinya membuka suara.
"Hmmm!" Hanya suara deheman, sebelum pria itu akhirnya masuk kedalam kamar Presidential suite.
.....
"Tuan Logan, anda pasti akan suka bersenang-senang disini! Setiap malam, aku selalu kemari untuk melepaskan lelah." Tuan Hansel membuka suara begitu mereka duduk disebuah kursi sofa.
Logan adalah pria bebas yang butuh hiburan, hal semacam ini sudah biasa untuknya, melihat wanita-wanita liar dengan suguhan minuman berkelas dunia.
Tiga tahun yang lalu, dia menikah dengan seorang anak pengusaha pertambangan emas yang menjadi sahabat karib orang tuanya. Dia dijodohkan dengan Elena Karamoy, dan selama tiga tahun menikah, hanya beberapa kali saja Logan pulang kerumah.
"Selamat datang, tuan-tuan! Ada yang bisa saya bantu?" Mami Starla muncul dengan senyum ramah, mencium bau-bau dompet tebal, bisa dipastikan kalau mereka memang konglomerat.
"Berikan minuman termahal, oh ya... Panggilkan juga, Serena! Dimana dia, kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Hansel. Dia salah satu tamu yang mengidolakan Serena.
Serena? Mendengar nama itu disebut, seketika Logan dan Max tersentak. Mereka seperti tidak asing dengan nama Serena. Apa hanya kebetulan, karena nama Serena ada banyak.
Lima tahun yang lalu, Logan mencintai seorang Aktris muda yang cantik. Namanya Serena Laurent, mereka saling jatuh cinta sebelum akhirnya Serena mengkhianati Logan dengan pria lain, bukan hanya itu.
Serena juga menjadi kupu-kupu malam saat Logan keluar negeri, begitu kembali Logan membongkar semuanya sampai karir Serena hancur dan diboikot dari kota Arcadia. Sampai sekarang, kebencian Logan tidak pernah pudar, namun dia tidak pernah tau dimana Serena sekarang.
"Hari ini ada sedikit masalah yang terjadi, jadi Mami menyuruh Serena istirahat sebentar. Tapi jangan khawatir, Serena akan segera keluar!" Jawab Mami Starla.
Hansel tersenyum tipis dengan anggukan pelan, pria itu begitu mengagumi kecantikan gadis berusia 27 tahun itu. Bukan hanya Hansel, tapi Serena menjadi idaman banyak pria karena kecantikannya, dan juga tidak sembarang pria bisa menyentuh dan mendekatinya.
Menunggu pemilik nama Serena keluar, Logan ada sedikit perasaan tidak sabar ingin tau seperti apa wajah Serena, mungkinkah dia berharap Serena yang sama atau berharap tidak!
Mami Starla menoleh, secara kebetulan Serena dan Sanes muncul. Wanita itu tersenyum lalu berujar. "Sayangku, kemarilah! Tuan Hansel sudah menunggu! Kemari!"
Sanes tersenyum, Serena beralih mengambil alih tugas pelayan yang hendak mengantar minuman favorit Hansel lalu berjalan menuju meja. "Silahkan!" Begitu tangannya yang lentik seputih kapas meletakkan beberapa botol diatas meja, Serena berdiri, namun tiba-tiba saja kornea hazelnya bersirobok dengan pemilik mata setajam elang itu, jantung Serena seakan berhenti berdetak.
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗