Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.
• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.
Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.
"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"
"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"
Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.
Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.
~novel yang ku pindah dari wp ke sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog
...
(cover pertama buku ini)...
Happy reading...
...Antara nyata dan ilusi,...
...Kebenaran dan imajinasi....
.......
.......
.......
...⭐🎻🎻⭐...
Arutala Astralaksana, ketua geng motor terbesar di ibu kota. Sebuah perkumpulan yang selalu di asumsikan buruk oleh mereka yang tak mengenalnya dengan baik.
Astra sapaan akrab pemuda dengan mata setajam elang itu. Dia, memiliki ciri khas tersendiri yaitu kalung rantai yang selalu ia kenakan di leher nya.
ARDEROS, gang yang sudah berdiri sejak 4 tahun silam itu kini tengah berada di arena balap. Tempat yang biasa mereka kunjungi jika ada geng yang mengajukan tantangan pada mereka. Atau hanya untuk sekedar bersenang senang.
Lawan mereka kali ini adalah Carzeon, gang yang menjadi musuh bebuyutan dari Arderos. Entah karena masalah apa yang membuat dua pemimpin dari geng besar tersebut saling bermusuhan.
"Astra, lo bakal kalah malam ini," ucap sang lawan ketua geng Carzeon dengan remeh pada Astra.
Astra tak menanggapi, tapi dia terkekeh dalam helem full face yang ia kenakan.
Tak lama seorang wanita berdiri di tegah tengah jalan sembari membawa bendera hitam dengan kotak kotak putih. "ONE, TWOO, THREEE, GOOO!!." seru nya menjatuhkan benda yang dia pegang.
Kedua motor saling menyalip untuk memperjuangkan siapa yang paling kuat diantara mereka. Keduanya bersaing mempertaruhkan harga diri geng masing masing.
Ketua dari gang lawan mencoba berbuat curang dengan cara menendang motor Astra, namun hasilnya nihil dia tak berhasil, justru motornya sendiri yang oleng.
Cukup lama mereka saling salip menyalip, hingga sebuah pekikan dari perkumpulan Astra berseru heboh.
"WOWWW KETUA GUE TUH!, SENGGOL DONGG!!" seru Satya dengan hebohnya
"MANTAP BOSS!!" beberapa seruan dari anak anak Arderos lainnya menyambut kemenangan sang ketua.
"See, lo kalah lagi Kenzo lion Kalandara." ucapnya dengan nada remeh pada Kenzo yang sudah menggeram kesal.
"Sesuai perjanjian, Lo dan geng lo di larang membuat keributan selama 1bulan!" tekanya sebelum pergi dari area balap.
"Cabut."
....🎻🎻⭐⭐....
Apapun yang terjadi di masa depan, itu adalah takdir yang tidak akan bisa di rubah. Semuanya atas kehendak sang kuasa.
Kelahiran baru atau kehilangan, menjadi salah satu rahasia terbesar buana ini. Dan tugas kita hanya menerima apapun yang tuhan berikan.
Berbicara tentang mengikhlaskan atau merelakan menjadi hal yang paling menyakitkan untuk semua orang.
Mengikhlaskan, satu kata yang sangat mudah di ucapkan, namun mengikhlaskan tak semudah menghapus noda pensil. Bahkan noda pensil pun akan tetap meninggalkan bekasnya meskipun sudah di tumpuk dengan tulisan lain.
Seorang pemuda memakai stelan hitam, berdiri memandangi gundukan tanah yang sudah di tumbuhi rerumputan hijau dengan sendu. Makam itu dirawat dengan baik, hingga tak ada satupun daun kering yang hinggap di atasnya.
Alam seolah ikut berduka, dengan awan gelap yang menutupi cahaya sang baskara. Suasana duka masih terasa begitu menusuk hatinya.
"Andai waktu bisa di ulang, gue nggak akan izinin kalian pergi." ungkapnya dengan sendu, mata nya memerah dengan bibir yang bergetar menahan tangis. meski sudah cukup lama berlalu, ini tetap menjadi hal yang paling menyakitkan untuknya.
Satu tetes air mata mengalir di pipinya, netranya menerawang jauh ke masa dimana dirinya bisa tertawa tanpa beban. Jantungnya berpacu begitu cepat, nafasnya tercekat dengan berbagai kata yang tersangkut di tenggorokannya. Dia tak bisa mengungkapkan rasanya, karena itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah kehilangan.
Teriakan serta raungan berputar di kepalanya bagai kaset rusak, "Tentang aku, kamu, kita, dan orang yang kalian sayang." ucapnya lirih.
"The eternally, our home."
[Yang abadi, rumah kita.]
.......
........
.........
...⭐🎻🎻⭐...
...Halooo...
...guyss, semoga...
...Semoga di sini mereka lebih di sayangi sama kalian....
^^^Jateng, 22-April-2025^^^
^^^Aisy...^^^