Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu
Di panti asuhan Kasih Ibu Desa S, Tania meminta ijin pada ibu Retno, ibu panti yang membesarkan Tania dari kecil. Tania meminta ijin untuk mencari pekerjaan di kota dengan berbekal pendidikan lulusan sma dan teman baiknya bernama Bella yang sudah pindah ke kota ikut keluarganya akan menjemput nanti di terminal. Ibu Retno dengan terpaksa memberikan ijin pada Tania dengan pesan untuk menjaga diri disana. Tasya yang sama halnya dengan Tania yang tidak tau mengapa kedua orang tua mereka menitipkan di panti asuhan. Entah sengaja atau tidak hanya kedua orangtua Tania dan Tasya yang mengetahuinya. Tasya teman baik Tania yang di panti asuhan yang udah menganggap Tania seperti kakaknya sendiri dan sangat menyayangi Tania. Mereka berdua beda usia hanya satu tahun mendengar Tania yang ingin bekerja di kota menjadi sedih. Dan ketika Ibu Retno memberikan ijin pada Tania membuat Tasya juga minta ijin ke kota mengikuti Tania tapi di larang oleh Tania karena Tasya masih sekolah dan tinggal satu tahun lagi dia lulus.
“Tidak bisa sayang, kan Tasya masih sekolah “ Ucap Tania
“Kan bisa pindah Kak, Tasya bisa sekolah juga di sana” Ucap Tasya dan Tania hanya menggeleng kepala
“Tahun depan baru Tasya ikut kakak ke sana .. kan udah masuk ujian sekolah“ Ucap Tania dan di anggukin oleh Ibu Retno.
Dengan terpaksa Tasya mau menuruti perkataan Tania dan mereka berdua kembali kekamar mereka karena mereka berdua sekamar. Tania ingin mempersiapkan surat-surat serta beberapa baju yang akan dibawakan. Ketika sampai di kamar mereka berdua, Tasya memandang Tania yang sibuk mempersiapkan barang bawaannya karena Besok subuh akan berangkat ke kota bersama Bis yang nanti di jemput oleh Bella di terminal.
“Kak,Tasya ikut yach?” Pinta Tasya
Tania yang mendengar Tasya meminta kembali untuk ikut bersamanya lalu memandangnya dan kemudian menggeleng kepalanya tanda tak setuju. Tania lalu duduk di kasur mengikuti Tasya yang duduk di kasur dan memegang tangan Tasya dan memandangnya
“Kakak Bukannya tidak mau untuk Tasya ikut bersama kakak… Kakak tiba disana akan mencari pekerjaan dan mencari tempat tinggal dulu, ketika kakak sudah dapat semuanya baru Tasya ikut kakak di sana setelah Tasya selesai sekolah “ Ucap Tania
Tasya yang mendengar itu diam dan memandang Tania, Tania yang melihat kesedihan pada Tasya lalu memeluknya. Tasya langsung kembali menangis di pelukan Tania sedangkan Tania hanya bisa mengelus bahu Tasya dan Tania pun sama ikut menangis karena dari kecil mereka berdua terus bersama.
“Janji sama aku kak, sering kasih kabar ke aku kak ... Setelah lulus aku ikut kakak dan kakak jemput aku di sana” Pinta Tasya
“Iya Kakak janji “ Jawab Tania
Tania melepaskan pelukan lalu melepaskan kalung yang ada di leher Tania dan memberikan pada Tasya
“Pegang ini dan jaga kalung ini” Ucap Tania yang membuat Tasya kaget karena memberikan kalung Tania
Ketika masuk SMA Retno memberikan kain dan kalung yang dia dapatkan ketika Tania masih kecil.
“Jangan Kak, ini kan satu-satunya barang yang kakak punya … Ibu kan katakan kalau kemungkinan ini pemberian dari orang tua kakak” Ucap Tasya tapi Tania tetap memberikan pada Tasya
“Gak apa-apa … simpan ini dan jaga kalung ini .. kasih ketika kamu udah ketemu kakak disana .. “ Ucap Tania sambil memakaikan di leher Tasya dan Tasya hanya mengangguk kepala
“Ya udah sekarang kita tidur karena besok pagi-pagi kakak harus berangkat” Ucap Tania
“Iya kak” Ucap Tasya lalu mereka pun tidur.
Besok pagi-pagi sekali Tania udah bangun dan siap untuk berangkat ke terminal. Tasya yang sudah bangun mengantar Tania sampai di depan panti asuhan dan Tania akan berangkat ke terminal sendiri. Tania meminta Tasya untuk tidak mengantarnya karena Tania meminta untuk Tasya ke sekolah. Dengan tangisan Tasya melepaskan Tania begitu juga dengan ibu Retno yang mengantarkan Tania. Tania yang tak tega melihat Tasya tapi mau gimana lagi keputusannya untuk kerja di kota sudah matang. Dan Tania pun ke terminal dengan naik bis ke kota.
Ketika hari menjelang sore Tania sampai di kota, Tania mencari Bella yang sudah janjian akan ketemu di salah satu warung yang terdekat. Bella pindah ke kota karena di desa ia tinggal bersama Nenek dan kakeknya dan setelah lulus SMA Bella kembali mengikuti kedua orangtuanya karena ia akan kuliah di sana. Ketika Tania sampai dan melihat Bella ada di dalam warung yang sedang makan cemilan sambil menunggu Tania.
“Pesan makan atau minum dulu sebelum gue antar lu ke tempat kos yang gue udah cari atas permintaan lu.. ” Ucap Bella dan Tania mengangguk kepala karena ia pun juga sudah lapar dan Tania memesan makanan dan minuman.
Ketika selesai mereka berdua makanan dan mereka berdua ke mobil Bella yang supirnya sedang menunggu mereka berdua.
“Maaf Bel. Udah merepotkan lu..” ucap Tania
“Gak merepotkan kok Nia .. Santai aja” Ucap Bella yang suka memanggil Tania dengan Nia.
Setelah selesai makan, mereka menuju mobil Bella dan Bella pun mengantarkan Tania ke tempat kos yang sudah Bella beritahukan pada Supirnya. Dalam perjalanan Bella memberitahukan hal yang membuat Tania senang
“Gue udah bicara sama om gue untuk lu bekerja di hotelnya.. Itu pun kalau lu mau “ Ucap Bella dan membuat Tania kaget dan memandang Bella
“Lu serius Bell?” Tanya Tania semangat
Bella tersenyum dan mengangguk kepala melihat Tania bahagia seperti ini.
“Gue serius... malah duarius bahkan ribuanrius “ Ucap Bella membuat Tania langsung terkekeh dan langsung memeluk Bella
“Gue mau .. Kapan gue mulai di interview?” Ucap Tania setelah melepaskan pelukan
“Gak di interview lagi .. hari senin lu bisa bekerja langsung di sana dan untuk kerjaannya nanti om gue yang tentukan bukan gue” Ucap Bella
“Makasih Bell, lu udah membantu gue selama ini “ Ucap Tania
“Tapi ingat kalau lu ada apa – apa jangan sungkan untuk menghubungi gue“ Ucap Bella dan Tania mengangguk kepalanya.
Saat sampai di kost Tania dan Bella turun, mereka berdua masuk kedalam kost yang Bella carikan. Bella mencari kamar kost yang ada kamar mandi dan dapur sendiri yang disekat oleh tembok pembatas kamar dan dapur serta kamar mandi sedangkan di depan kamar kost sudah ada kursi dan meja untuk tiap tamu yang ke kamar kost tanpa masuk kekamar kost Tania. Bella yang sudah memegang kunci kamar kost Tania langsung membuka pintunya dan mereka masuk ke dalam kamar kost
“Disini ada kamar mandi dan dapur yang di sekat dinding.. dan didepan jika ada tamu yang datang duduk di depan.. “ucap Bella
Tania yang masuk melihat kamar kost sudah tersedia dengan adanya lemari dan spring bed serta alat masak.
“Lu juga yang menyiapkan semuanya ini Bell?” tanya Tania
Bella hanya mengangguk sambil tersenyum
“Habisnya lu gak mau tinggal sama gue” Ucap Bella sedikit kesel membuat Tania hanya bisa tersenyum
“Gue gak mau merepotkan lu tapi Makasih ya bell.. Lu sahabat gue yang terbaik“ ucap Tania membuat Bella menggeleng kepala
Bella melihat di leher Tania memakai kalung pemberiannya membuat Bella heran karena setahu Bella Tania menyimpannya karena Tania masih memakai pemberian orang tuanya saat masih bayi
“Nia lu pakai kalung pemberian gue trus kalung lu di simpan atau gimana?” tanya Bella heran
“Emang gue gak boleh makai pemberian lu gitu” ucap Tania ketus
“Bukan gitu Nia, Tapi.... “Ucap Bella yang tak melanjutkan ucapannya
“Gue kasi ke Tasya untuk menyimpannya biar gue pakai pemberian lu” ucap Tania
Bella pun tak mempermasalahkan yang penting Tania senang dengan apa yang dipakainya