NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Galak

Istri Tersembunyi Dokter Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius / Kaya Raya
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terlintas di benak Casey Cloud bahwa hidupnya akan berbelok drastis. Menikah dengan Jayden Spencer, dokter senior yang terkenal galak, sinis, dan perfeksionis setengah mati. Semua gara-gara wasiat sang nenek yang tak bisa dia tolak.

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku butuh usaha menahan mual, bahkan aku tidak mau satu ruangan denganmu." Jayden Spencer

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja, aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi." Casey Cloud.

Di balik janji pernikahan yang hambar, rumah sakit tempat keduanya bekerja diam-diam menjadi tempat panggung rahasia, di mana kompetisi sengit, dan kemungkinan tumbuhnya cinta yang tidak mereka duga.

Mampukah dua dokter dengan kepribadian bertolak belakang ini bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Pernikahan Impian

Seharusnya ini menjadi hari paling membahagiakan bagi Casey Cloud. Dia telah resmi menjadi seorang istri dokter ternama di Jakarta.

Ada cincin, ada janji, ada buket mawar yang bahkan masih harum di sudut ruangan, tapi apa gunanya semua itu, jikalau pria yang ia nikahi bukanlah orang yang ia cintai?

Pesta resepsi sudah selesai, mewah, elegan, dan penuh nama besar. Kini hanya kesunyian hotel Langham dan lampu kota yang berkilau dari balik jendela.

Sekarang Casey sedang berdiri mematung, memandang nanar ke luar sana, seolah kota ini bisa memberinya jawaban. Tubuhnya di sini, tapi jiwanya entah tersesat di mana.

Mungkin masih menolak kenyataan bahwa ia baru saja menikah karena wasiat nenek. Bukan atas nama cinta, bahkan juga bukan karena rasa suka. Lebih tepatnya jebakan keluarga!

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku rasanya mau muntah, bahkan aku nggak mau satu ruangan denganmu sekarang." Suara di belakang terdengar dingin, berat dan sedikit menyebalkan.

Casey terlonjak, refleks menoleh.

Suaminya, Jayden Spencer berdiri di sana, masih memakai tuxedo putih rapi, dasi sempurna, aura pria yang hidupnya terjadwal per detik. Tubuh tinggi, kekar dan kulit putih khas pria blasteran Jawa-Jerman membuat Jayden terlihat seperti poster dokter elite.

Casey sempat terdiam, terpana dengan ketampanan Jayden selama beberapa detik. Sebelum menjawab, dia menelan ludah, lalu tersenyum getir.

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja. Aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi," kata Casey dengan tenang, padahal jantungnya seperti lari maraton. Dia tidak boleh kalah dengan dokter yang katanya galak ini.

Ekspresi Jayden nyaris tak berubah, hanya alis kirinya terangkat sedikit. Mungkin terkejut atau mungkin juga bingung kenapa pengantin perempuannya tidak langsung menangis seperti skenario telenovela.

Sedikit informasi ya untukmu dokter galak, Casey Cloud bukan gadis telenovela. Dia wanita yang tidak suka ditindas, meskipun wajahnya terlihat lembut.

"Bagus." Suara Jayden masih terdengar dingin. "Kau tidur di sofa. Aku–"

Ucapan Jayden belum juga selesai, tapi Casey sudah terlebih dahulu melompat ke atas ranjang, hingga bunga tabur pengantin mental ke mana-mana.

"Aku tidur di sini, kau saja yang di sofa." Nada datar Casey bersinar dengan kepuasan kecil, seperti kucing menang rebutan tempat tidur.

Jayden mematung. Mungkin ini pertama kalinya ada manusia yang tidak takut padanya dan berani membantahnya. Atau mungkin otak Casey sedang reboot.

Cukup lama Jayden membeku sambil memperhatikan Casey tengah merebahkan diri di tempat peraduan, dalam keadaan gaun putih masih menempel di tubuhnya.

"Heran aku," gumam Jayden pada akhirnya, lalu tersenyum sinis. "Apa yang membuat Nenekku menganggap kau wanita baik."

Sekarang Casey merasakan seperti ada duri-duri kecil menusuk ke hatinya.

Sedari awal Casey sudah tahu bahwa hubungan ini tidak akan terjalin seperti pasangan suami istri pada umumnya. Entah bagaimana nasib pernikahan ini ke depannya.

Casey sudah pasrah, demi baktinya akan berusaha bertahan. Meskipun harus berhadapan dengan pria galak plus dingin kulkas 100 pintu ini.

Tapi, Casey menolak untuk tunduk.

"Aku juga heran kenapa Nenekku bilang kalau kau pria baik, tapi kenyataannya nggak." Suara Casey terdengar jernih, tapi ada sedikit getaran yang tak bisa dia sembunyikan.

Jayden berhenti melangkah. Menoleh ke arah Casey. Pupil matanya sedikit membesar, cukup untuk menunjukkan ia tidak menyangka Casey akan membalasnya.

"Dengar." Casey menarik napas dalam sebentar, suaranya terdengar mulai pecah. "Aku sudah dengan keras menolak pernikahan ini. Tapi Nenekku, kau tahu sendiri bagaimana sifatnya, kalau bukan karena beliau, aku mungkin nggak akan ada di sini."

Ruangan mendadak hening.

Jayden tidak membalas, tidak pula marah.

Dia hanya diam, membeku. Lalu masuk kamar mandi tiba-tiba tanpa memberi tanggapan.

Casey buru-buru berbaring, detik itu pula air mata Casey menetes pelan-pelan dari sudut matanya saat ia menarik selimut menutupi wajah.

Casey benci menangis di hari pernikahannya. Apalagi di hadapan pria yang bahkan tidak mau melihatnya itu!

'Jangan nangis di depan manusia kutub utara itu, Casey. Ingat, kau harus kuat! Jangan tunjukkan kelemahanmu di hadapan dia!' Casey menyemangati dirinya sendiri.

Beberapa menit kemudian, Jayden keluar, dasi masih rapi, rambut setengah basah. Bahkan mandi pun pria ini tidak berantakan.

"Kau sudah tidur?" Suara Jayden akhirnya kembali terdengar di ruangan.

"Belum, kenapa?" jawab Casey dari balik selimut.

Dalam hatinya, sesaat muncul harapan kecil. Mungkin saja Jayden mau meminta maaf padanya? Sedikit saja? Mungkin kan.

"Cuma mau bilang, kalau besok nggak ada bulan madu. Jika keluargamu dan keluargaku bertanya, bilang saja aku sibuk operasi."

Namun, harapan Casey mendadak pupus. Balasan Jayden membuat dadanya kembali berdesir perih.

Casey menarik napas dalam-dalam setelahnya, lalu terpaksa duduk kembali.

"Oke, ada lagi?" katanya, dengan nada sangat ketus.

"Besok aku nggak bisa mengantarmu pulang, aku pergi duluan ke rumah sakit."

'Iya, iya, aku tahu!' Casey hanya dapat membalas kekesalannya di dalam hati.

"Ya, apa ada lagi sebelum aku tidur." Casey menguap sebentar, berusaha memberi isyarat pada Jayden bahwa dia kelelahan atau lebih tepatnya mau meneruskan untuk menangis lagi di dalam selimut.

Jayden menatap Casey, datar. "Aku jarang pulang ke rumah. Tapi selama di sana kau harus ikut aturanku."

Casey menghela napas sejenak. "Baguslah, kau jarang pulang ke rumah dan aku tidak peduli. Aku bukan anak sekolah, cepat katakan apa aturanmu itu."

"Pertama, jangan ikut campur urusanku. Kedua, jika temanku datang ke rumah dan bertanya siapa kau, bilang saja kau sepupuku. Ketiga, kau nggak perlu masak, aku hanya makan masakan yang disiapkan asisten di rumah," terang Jayden, masih dengan wajahnya yang dingin, sedingin freezer delapan rak.

"Deal." Casey menjawab cepat. "Aku bahkan dilarang sama Mama dan Papaku dekat dapur sejak kecil. Kata mereka rumah bisa meledak gara-gara aku."

Kedua mata Jayden mengerjap. Itu bukan candaan dramatis. Casey benar-benar terlihat yakin dapur adalah tempat kriminal.

"Aku juga punya aturan, jangan ikut campur juga urusanku dan jangan pernah melarang aku pergi ke mana pun," sambung Casey kembali.

Jayden mengangguk samar. Pria itu akhirnya pergi ke sofa tanpa memberi komentar lagi. Casey berbaring, memeluk bantal.

Dingin. Ruangan kembali sunyi.

Begini kah rasanya menikah tanpa cinta?

Atau lebih tepatnya, menikah dengan orang yang bahkan tidak mau berada di ruangan yang sama. Casey berharap besok pagi dia bisa menikmati waktu senggangnya tanpa melihat wajah dingin Jayden.

Malam itu, berakhir dengan hawa dingin yang menggantung di udara.

🍁🍁🍁

Keesokan harinya, Jayden sudah menghilang sebelum matahari naik ke pencakar langit. Tentu saja, suami yang ideal bukan. Pergi tanpa memberitahu sang istri.

Getaran ponsel membuat Casey menggeretakkan gigi. Dengan mata setengah tertutup, ia meraba nakas.

Email baru, dari rumah sakit.

Casey membaca dan langsung terduduk. Dia diterima bekerja sebagai dokter umum. Tentu saja tanpa bantuan keluarga atau pun orang dalam. Tak banyak yang tahu keluarga Cloud juga memiliki puteri yang berprofesi sebagai dokter. Casey memang jarang tampil di media hanya abang dan saudari kembarnya yang selalu tersorot media. Casey benci dengan dunia maya.

Casey sempat merasa bahagia selama beberapa detik, tapi ketika melihat rumah sakit yang menerima berkerja adalah rumah sakit yang sama dengan Jayden. Matanya seketika membola.

"Ya Tuhan ...." Casey menutup wajah sejenak, tampak frustrasi dengan email yang baru saja dia baca.

"Mengapa aku harus berkerja di tempat yang sama dengannya sih? Ish, aku nggak mau bertemu dengan pria galak itu!"

1
Dian Rahmawati
Indra jahat banget
Ariany Sudjana
iya betul, cuma dirahasiakan, jadi ga ada yang tahu kan kalau Casey itu istri sah Jayden 🤭😄
Ariany Sudjana
semoga bisa tertangkap Dea dan indra
Dian Rahmawati
indra jahat nih sama si dea
Ariany Sudjana
bukannya kamu yang jalang yah Dea? 🤣🤣🤭🤭
Nnar Ahza Saputra
lanjut kak... 🤭
Mak Lyly
sebel deh sama para dokter yg suka gosip apa lg dr indra laki2 kok lambe.. ini ya bukan gaya dokter ada waktu langsung gosip ini gaya orang penganguran yg tiap pagi ngeriung lihatin orang berangkat kerja 👊
Inah Ilham
wong wedok aneh... harusnya bangga dong punya cowok yg menjaga kehormatan seorang wanita, lah iki kok malah pingin.... ah sudahlah
O: Dea agak2 kak 🤭🙏 jelas beda sama Casey makanya hubungannya dengan Jayden nggak direstui sama ortu Jayden
total 1 replies
Ariany Sudjana
Dea kamu bilang Casey jalang, lho bukannya kamu yang jalang murahan yah?
muna aprilia
lanjutkan
Mak Lyly
apaan si dea tuh gk ada ahlak sama sekali main siram saja..
MomRea
Casey baru di gempur Jayden Lo Hannah, pake nanya lagi 😄😄😄
hansen
Jayden mahu modus 15menit🤣
hansen
baru ini novel yg nga ada malu2 nya pengen berhubungan suami isteri🤭
O: Jayden kaku harap maklum ya 🙏🤭
total 1 replies
Mak Lyly
mau buka paket ya🤣
Mak Lyly
ayaaaah kenapa nenek masuk nya cepat siih padahal biarkan mereka bertarung dulu biar jayden di kasih pelajaran 🤭
Ariany Sudjana
Jayden kamu dokter, tapi ga tegas. kamu menikah dengan Casey, tapi kamu pacaran sama Dea, yang hanya mengincar harta keluarga kamu saja. tapi kamu tidak ijinkan Casey dekat sama orang lain, suami macam apa kamu?
Ariany Sudjana
Casey kamu dokter, kalau Jayden ga menganggap kamu sebagai istrinya, tinggalkan saja Jayden, daripada kamu makan hati, karena kamu hanya dianggap pelakor dalam kehidupan Jayden dan Dea
hansen
jujur aja la pada keluarga mu Casey, untuk apa bertahan pada akhirnya kamu akan di anggap orang ketiga perosak hubungan,
hansen
pisah aja Casey,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!