NovelToon NovelToon
Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Roha

Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"

mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjadi menantu keluarga Hendra

" Ayah aku tidak mau menikah dan menjadi menantu keluarga Hendra. lili juga sudah punya pacar. " ujar seorang gadis memberontak dengan keputusan ayahnya. gadis itu adalah lili putri dari pak Setyo rekan bisnis keluarga Hendra.

Lili yang biasa saja , ternyata sudah mempunyai pacar dengan orang lain. Dia dan pacarnya juga saling mencintai. Tetapi, hubungan mereka tidak disetujui oleh ayahnya lili dikarenakan pacar nya hanya lah orang biasa, tidak bisa menandingi kekayaan keluarga Hendra.

" Ayah tidak mau tahu kamu harus tetap menikah dengan keluarga Hendra, jika tidak maka ayah akan melakukan sesuatu kepada pacar mu itu..! "

" Tapi ayah , bagaimana saya bisa menikah dengan keluarga Hendra tanpa ada rasa cinta sedikit pun..? " ujar lili membela diri.

" tidak ada tapi-tapian, besok adalah acara pertunangan, jangan sampai bikin ayah malu..!jika kamu membatalkan pernikahan, kamu akan tau akibat nya..! "

orang tua itu pergi meninggalkan putrinya yang terdiam mendengar kata kata nya.

" Ayah jahat..!, aku benci sama ayah..! " teriak lili yang masih didengar oleh orang tua itu. Tapi dia tidak peduli, keputusan nya sudah bulat untuk menikahkan putrinya kepada keluarga Hendra.

...----------------...

Di rumah besar keluarga Hendra.

" bara , besok adalah acara pertunangan mu dengan putri pak Setyo. ayah harap kamu datang dan jangan malu maluin ayah.." Ujar tuan Hendra kepada anak laki laki satu satunya, pewaris keluarga Hendra.

" yah , bara gak mau nikah sama perempuan itu. Mending bara main main di luar , banyak kok cewek yang mau sama bara.dan saya dengar, perempuan itu penampilan nya biasa saja, mana mungkin bara meninggalkan kesenangan bara dengan wanita wanita cantik di klub malam, dan lebih memilih perempuan biasa itu, ogah ..! " ujar bara dengan angkuhnya sambil menghirup sebatang rokok.

" bara , keputusan ayah sudah bulat dan tidak boleh dibatalkan..! " tuan Hendra ayahnya bara dengan nada tinggi berbicara kepada putra tunggal nya itu.

" bara , dengarkan ayah mu. Ibu tau kamu tidak suka Putri pak Setyo itu, tapi pernikahan ini memang harus dilakukan, supaya bisnis ayah juga tetap lancar.." ujar ibunya membujuknya.

" Bu, bisnis apa itu..? Masih banyak rekan bisnis nya ayah , kenapa harus kerjasama dengan pak Setyo itu..? , emang bisnis nya ayah gak berjalan tanpa dia..? " ujar bara lagi , yang tetap dengan pendiriannya yang tidak mau menikahi lili.

" bukan gitu bara, pak Setyo memiliki lahan luas untuk pembangunan. Jika pernikahan ini batal ,maka lahan milik pak Setyo itu tidak akan jadi di kasi jual. Sedangkan, lahan luas itu benar-benar lahan yang bagus untuk meningkatkan pembangunan. dan benar-benar memberikan keuntungan besar bagi perusahaan ayah. " nyonya Hendra terus membujuk putra nya itu,agar mau menyetujui pernikahan.

" tapi Bu.." bara masih saja membantah dan tidak mau menikah.

" ayah dan ibu berharap kali ini saja padamu. Terima saja pernikahan itu , setelah menikah dalam waktu satu tahun ,kamu bebas menceraikan perempuan itu. ibu dan ayah juga sebenarnya tidak terlalu suka sama putri pak Setyo itu , penampilan nya kuno banget.." ujar nyonya Hendra sambil tersenyum.

" ayah dan ibu sudah pernah bertemu dengan nya.? " tanya bara mulai tertarik dengan pernikahan itu saat ibu nya mengatakan boleh menceraikan wanita itu kapan saja.

" sudah pernah bertemu, di lahan kemarin. Penampilan nya biasa saja..! ,kalau bukan karena kerjasama bisnis,mana mau ibu dan ayah punya menantu seperti dia..."

Bara tersenyum mendengar kata kata itu.

" sama saja bara memperlakukan dia sebagai mainan, setelah puas bara akan langsung buang..! hahaha..! "

" bagaimana nak..? Kamu menyetujui pernikahan ini kan. ibu dan ayah janji tidak akan membuatmu terikat dengan wanita itu . saat pernikahan mu dengan putri pak Setyo, disitu juga lahan itu di jual dan ditandatangani oleh ayahmu. Begitu lahan itu sudah menjadi milik kita ,maka kamu bebas memperlakukan putri nya ."

" baiklah, bara akan menikah.."

" bagus..! , acara pertunangan besok. Kamu harus bersikap baik dengan pak Setyo dan putri nya. Kamu harus memainkan sandiwara ini. ayah tidak akan memaksa kamu untuk menjadikan dia sebagai wanita istimewa, setelah itu kamu bebas memilih dia atau bahkan membuangnya.."

" baik ayah "

bara tersenyum senang dengan rencana ayah dan ibunya.

bara beranjak dari tempat duduknya.

" mau ke mana..? " tanya tuan Hendra.

" mau ke klub malam . Biasa anak muda emang gitu . Ayah minta uang 10 juta , bara mau main main di luar.." ujar bara sambil tersenyum ke pada ayah nya.

tuan Hendra Langsung membuka handphone nya dan mengirim uang kepada bara 10 juta .

" sudah ayah transfer.."

" makasih ayah. " bara langsung keluar dari rumah.

" papa , bara gak apa apa sering keluar rumah gitu..? Takutnya dia terpengaruh dengan teman teman nya. Kenapa papa mendukung nya.? " tanya nyonya Hendra yang khawatir dengan putra tunggal nya itu.

" anak muda memang gitu mi , gak usah kuatir akan hal itu , dia juga sudah besar. saya juga pernah berada di posisi nya saat masih muda. Sudah biasa anak muda begitu tiap malam. sikap bara bahkan sama dengan sikap saya saat masih muda." ujar tuan Hendra yang membela bara.

" baiklah. Saya tidak lagi berkomentar. "

" jangan khawatir , bara bukan pemuda yang bisa di bodohi. "

" um "

Seorang wanita lanjut usia yang memakai kacamata menghampiri ayah dan ibunya bara yang sedang berbicara itu. wanita itu adalah nenek nya bara.

" ibu , hati hati bu . " ujar nyonya Hendra yang membantu orang tua itu duduk.

" kalian sedang membicarakan pernikahan ...? " tanya oma

" iya ibu , acara pertunangan akan diadakan besok.setelah itu langsung menikah.lebih cepat juga lebih baik."

" baguslah. Ibu juga senang jika bara cepat cepat menikah. Daripada dia keluyuran di luar sana dan bersenang-senang dengan wanita wanita malam itu.

sangat menjijikan..! Kalian juga sebagai orang tuanya tidak menegur nya . Orang tua macam apa kalian ini..?! " wanita tua itu bahkan tidak membela bara , dia malah menyalahkan tuan Hendra dan nyonya Hendra karena tidak menegur putra mereka, supaya tidak keluyuran di luar .

" sudahlah Bu , saat saya masih muda juga begitu. Biarkan saja dia menikmati hidupnya. Jangan terlalu di kekang nanti jadi bodoh." tuan Hendra memberikan pendapat nya yang membela putra tunggalnya itu.

" iya Bu , lagipula dia juga sudah dewasa. Sudah biasa anak anak muda seperti itu bermain main di luar. "

" orang tua macam apa kalian ini..? Bukan malah menegur malahan menyesatkan ke hal hal yang kurang bagus. "

nyonya Hendra dan tuan Hendra terdiam mendengar ujaran orang tua itu.

orang tua itu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke luar dan duduk di teras rumah.

" Kenapa ibu selalu seperti itu sih Pi..? Bikin kesal saja..! "

" sudah, gak usah dipikirin. Dia itu sudah tua, wajar jika begitu cara ngomong nya.."

" mending kita titipkan saja di panti jompo. Biar gak gak sakit telinga kita mendengar kata katanya.

" jangan..! Dia itu ibu saya. Jika kamu mengusir dia, maka saya juga akan mengusir mu dari sini "

Tuan Hendra tidak pernah melawan ibunya, bahkan jika istri nya nyonya Hendra tidak suka, dia tetap menghargai ibunya itu, dan lebih memilih ibunya daripada istri nya.

nyonya Hendra terdiam mendengar ujaran suaminya itu dan tidak berani mengatakan sesuatu hal lagi.

1
DISTYA ANGGRA MELANI
Owalh ini awal kehidupan penderitaan lili sampe dengn Zahra nnti lahir bru dibuat meninggal tho... Smngt deh kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!