Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.
Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.
Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia dibalik pilihan
Ling Chen merasakan jantungnya berdegup kencang saat tangan Yue Yan menggenggam erat pergelangan tangannya. Di depan ribuan pasang mata yang menatap dengan campuran kaget, marah, dan rasa ingin tahu, dia ditarik menjauh dari barisan pengawal. Auranya yang hangat seperti api yang membara tapi terkendali mengalir ke tubuh Ling Chen, membuat meridiannya yang baru terasa bergetar.
“Jangan bicara apa-apa sekarang,” bisik Yue Yan tanpa menoleh, suaranya rendah tapi tegas. “Ikut saja.”
Mereka berjalan melewati koridor panjang Istana Api Abadi, dindingnya dihiasi ukiran naga api yang seolah hidup, mata kristalnya menyala merah setiap kali mereka lewat. Pengawal dan pelayan membungkuk dalam-dalam, tapi tatapan mereka penuh pertanyaan. Di belakang, suara Pangeran Tian Hao masih bergema marah, diikuti amarah Kaisar yang memerintahkan agar upacara ditunda.
Akhirnya mereka tiba di sebuah paviliun pribadi di belakang istana, dikelilingi taman bunga api yang mekar hanya di malam hari. Yue Yan melepaskan tangan Ling Chen dan menutup pintu dengan segel formasi qi. Ruangan menjadi sunyi, hanya suara angin lembut dan deru api kecil di lentera kristal.
Ling Chen akhirnya bisa bernapas lega. Dia mundur selangkah, menatap wanita di depannya dengan hati-hati.
“Tuan Putri… mengapa aku?” tanyanya langsung, suaranya masih sedikit gemetar. “Aku hanyalah pengawal tingkat rendah. Bahkan nama asli tubuh ini… aku baru mengambil alih beberapa jam lalu.”
Yue Yan berbalik, matanya yang tajam sekarang terlihat lebih lembut, tapi tetap penuh rahasia. Rambut panjangnya bergoyang pelan saat dia mendekat.
“Kau pikir aku memilihmu secara acak?” katanya sambil tersenyum tipis. “Tidak, Ling Chen. Aku sudah mengamati semua pengawal di istana selama berbulan-bulan. Kau… berbeda. Aura jiwa mu terasa asing, tapi sangat murni. Seperti seseorang yang baru lahir kembali. Dan yang terpenting… kau tidak punya ambisi terhadap kekuasaan. Itu yang aku butuhkan.”
Ling Chen mengerutkan kening. “Kau tahu aku bukan orang asli dari tubuh ini?”
Yue Yan mengangguk pelan. “Aku punya Mata Roh Api Suci. Bisa melihat jejak jiwa. Jiwa asli pengawal itu sudah mati karena racun bayangan dari Kekaisaran Ilahi. Tapi kau… kau datang dari tempat yang sangat jauh. Dunia tanpa kultivasi, kan?”
Ling Chen terkejut. Dia tak menyangka rahasianya langsung terbongkar begitu cepat. Tapi anehnya, dia tidak merasa terancam. Ada sesuatu di mata Yue Yan yang membuatnya percaya—mungkin karena dia juga pernah merasakan kesepian yang dalam.
“Jadi… pernikahan ini hanya sandiwara?” tanya Ling Chen.
“Sebagian ya, sebagian tidak,” jawab Yue Yan. Dia berjalan ke meja kecil di sudut ruangan, mengambil sebuah gulungan jade berwarna merah darah. “Aku tolak Pangeran Tian Hao karena dia sudah bekerja sama dengan klan bayangan yang ingin menguasai Kekaisaran Api Agung dari dalam. Pernikahan itu akan memberi mereka akses penuh ke harta suci kita. Aku butuh suami yang tidak akan mengkhianatiku, yang bisa kugunakan sebagai tameng sementara aku mencapai terobosan ke Realm Raja Api. Setelah itu… kau bebas pergi, atau tetap di sisiku. Pilihanmu.”
Ling Chen menatap gulungan jade itu. “Apa itu?”
“Kontrak Jiwa Pernikahan Sementara,” kata Yue Yan. “Kita akan menikah secara resmi di depan langit dan bumi, tapi ikatan jiwanya hanya bertahan sampai aku mencapai Realm Raja. Setelah itu, kau bisa memutusnya tanpa konsekuensi. Sebagai gantinya, aku akan memberimu akses ke sumber daya terbaik istana: pil kultivasi, teknik api tingkat tinggi, dan perlindungan penuh. Kau bisa mulai dari nol dan menjadi kuat dengan cepat.”
Ling Chen terdiam. Di dunia lamanya, dia tak punya apa-apa selain rasa sakit dan kesepian. Di sini, dia diberi kesempatan kedua—dan sekarang, kesempatan untuk menjadi seseorang yang berarti.
“Aku setuju,” katanya akhirnya. “Tapi dengan satu syarat.”
Yue Yan mengangkat alis. “Apa?”
“Ajari aku kultivasi dari awal. Aku tidak mau jadi beban. Aku ingin kuat… cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri, dan mungkin… juga melindungimu suatu hari nanti.”
Senyum Yue Yan melebar, kali ini tulus. “Baiklah. Mulai malam ini, kau bukan lagi pengawal biasa. Kau adalah muridku… dan calon suamiku.”
Dia mengulurkan gulungan jade. Ling Chen menggigit jarinya, meneteskan darah ke atasnya. Cahaya merah menyala terang, membentuk ikatan tak terlihat di antara keduanya.
Di luar paviliun, angin malam berhembus lebih kencang. Kabar pernikahan mendadak ini sudah menyebar ke seluruh kekaisaran. Musuh-musuh mulai bergerak dalam bayangan, dan sekutu-sekutu mempertanyakan kesetiaan Yue Yan.
Tapi di dalam ruangan itu, dua jiwa yang pernah kehilangan segalanya mulai menemukan tujuan baru.
Ling Chen menatap Yue Yan. “Jadi… sekarang apa langkah selanjutnya?”
Yue Yan tertawa kecil, suaranya seperti lonceng perak. “Besok pagi, kita akan menghadap Kaisar. Dan kau harus membuktikan bahwa kau layak menjadi menantunya. Siap?”
Ling Chen mengangguk, matanya berbinar. “Lebih siap dari sebelumnya.”