NovelToon NovelToon
SANDIWARA BERUJUNG CINTA

SANDIWARA BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: marwa18

Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 TAWA HANGATNYA KELUARGA

Di sebuah rumah yang penuh kehangatan

Keysa duduk, menyandarkan dagunya pada telapak tangan sambil melihat sahabatnya" Dila" yang lagi sibuk memotong buah-buahan.

"Keysa Inara" yang cantik dengan rambut hitam lurus panjang dan mata yang selalu memancarkan ketulusan, adalah gadis rumahan yang baik hati dan sangat penyayang keluarga .dia suka dengan keluarganya yang sederhana tapi penuh dengan kebahagiaan di rumahnya.

Kehidupannya sederhana, berputar hanya antara kampus dan membantu ibunya dirumah "Ratih" yaitu adalah ibunya Keysa ,yang biasa di panggil bunda

Dila, dengan tawa yang selalu meledak-ledak dan energi yang seolah gak pernah habis, adalah kebalikan Keysa,yang sedikit pendiam dia tapi justru itulah yang membuat mereka seperti magnet.

Mereka udah jadi sahabat sejak TK, melewati fase rambut dikepang kembar, masa-masa naksir guru olahraga, sampai sekarang sama-sama berjuang di semester akhir perkuliahan. Keysa bahkan udah menganggap Dila lebih dari sahabat :

Dila adalah kakaknya, adiknya, teman bermain,teman cerita dan belahan jiwanya tanpa ikatan darah.

"Serius,Keysa aku gak ngerti kenapa Ayah kamu selalu menyimpan toples kue itu di rak paling atas”

keluh Dila sambil berjinjit, berusaha meraih wadah berisi popcorn karamel buatan Ibu Keysa yang terkenal di seluruh komplek.

Keysa terkekeh. “Itu trik Ibu biar Ayah gak menghabiskannya sendirian sebelum makan malam. Dan, hei .bukan ayah aku aja, itu kan udah jadi barang berharga keluarga kami”

pas saat Dila berhasil meraih toples itu, pintu geser dapur terbuka dengan hentakan kecil. Munculah "Elzard" adik laki-laki Kesya yang baru aja pulang sekolah. Usianya sebelas tahun, dengan wajah yang masih polos dan rambut acak-acakan.

“Kak Keysa, kenapa aku mencium aroma wangi di dapur?” tanya Elzard, matanya langsung tertuju pada toples karamel yang udah ada di pelukan Dila

Keysa menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya. “Dila baru aja menyelamatkannya dari ketinggian, Zard. Kamu mau?”

Elzard gak perlu ditanya dua kali. dia langsung ngambil satu genggam penuh popcorn, terlihat senang. “Kak Dila memang penyelamat!”

“Tentu dong” jawab Dila sambil tersenyum bangga, lalu menyikut lengan Keysa pelan.

“Tuh, Keysa.setidaknya aku punya fans di rumah kamu”

Di tengah keriuhan kecil itu, Keysa yang dipanggil Bunda Ratih ,masuk sambil membawa setumpuk pakaian kering. Bunda Ratih adalah wanita yang lembut tapi tegas, selalu tahu gimana menjaga keharmonisan rumah tangganya.

“Elzard, ganti baju dan cuci tangan. Jangan kotori sofa dengan karamel.

"Dila,Nak.jangan manjakan Keysa terus-menerus. Biarkan dia mengerjakan tugasnya sendiri!”

tegur Bunda Ratih, namun nadanya dipenuhi kasih sayang.

Keysa mengerucutkan bibirnya. “Bunda! Aku gak dimanja, Dila cuma bersimpati sama nasib aku yang kekurangan asupan.”

Bunda Ratih cuma tertawa kecil, meletakkan pakaian di kursi makan. “Baiklah. Kebetulan, Bunda baru aja membuatkan sup iga. Keysa, tolong siapkan di meja, ya. Elzard ajak Ayah turun”

“Siap, Bunda!” kata Elzard dan Keysa serempak.

Lima belas menit kemudian, seluruh keluarga ditambah Dila, yang selalu dianggap sebagai anggota permanen sudah berkumpul di meja makan.

"Ayah Keysa "Pak Bima" adalah seorang guru sejarah di SMA setempat. Karakternya tenang dan selalu memberikan nasihat dengan bijak.

“Jadi, gimana kabar kuliah kamu Dila?” tanya Pak Bima setelah menyesap kuah sup iga hangat.

Dila menghela napas.

“Penuh perjuangan, Om. Tugas akhir ini seperti monster berkepala seribu. Aku merasa otak aku udah habis diperas.”ujar dila

“Itu artinya kamu lagi tumbuh”

sela Keysa sambil menyendokkan nasi ke piring Dila. “Kamu baru tahu kalau jadi dewasa itu butuh air mata?”

“Oh, Keysa. Jangan sok bijak. Bukannya kamu juga semalam menangis karena skripsi kamu ditolak bab duanya?” ledek Dila, mengundang tawa dari seluruh anggota keluarga.

Keysa refleks mencubit lengan Dila.

“Dila! Itu rahasia negara!”

“Nah, itu dia gunanya sahabat. Tempat kamu mengeluh, dan tempat aku mengejek kamu agar kamu semangat lagi” balas Dila, tanpa rasa bersalah.

Pak Bima tersenyum melihat interaksi kedua gadis itu. dia udah terbiasa dengan candaan mereka berdua.

“Keysa, Dila benar. Kamu harus melihatnya sebagai tantangan. Kamu selalu menjadi anak yang baik hati, Keysa. Kebaikan kamu itu akan menjadi energi untuk kamu"menyelesaikan skripsi. Tapi ingat

"jangan biarkan kebaikan kamu dimanfaatkan oleh orang lain.”

Nasihat Pak Bima selalu menenangkan. Keysa mengangguk, mengingat setiap kata ayahnya. “Aku mengerti, Ayah”

Sementara obrolan serius tentang kuliah sedikit mereda, Elzard yang dari tadi diam asyik makan, tiba-tiba menyela.

“Ayah, Bunda, Kak Keysa, Kak Dila! tadi di sekolah, aku dapat nilai 100 di ujian IPA!”

kata Elzard bangga, menunjukkan kertas ujiannya yang terlipat rapi di saku celana.

Seluruh anggota keluarga langsung memberikan tepuk tangan ramai. Keysa mencium kening adiknya.

“Wah, jagoan Kakak! Mau hadiah apa?”

Elzard tersenyum lebar.

“Aku mau robot yang baru itu! Yang ada di toko buku depan komplek.”

Bunda Ratih tersenyum. “Baiklah, besok kita ke sana. Tapi, janji ya, kamu harus terus belajar giat”

“Janji!” Elzard mengangkat jari kelingkingnya.

Suasana kembali hangat dan penuh canda. Dila menceritakan kejadian lucu saat dosennya salah masuk kelas. Keysa menceritakan kerisauan temannya yang kesulitan mencari tempat magang. Dan Bunda Ratih menceritakan gosip ibu-ibu komplek tentang harga bawang yang naik drastis.

Bagi Keysa, momen seperti ini adalah harta paling berharga. Rumah mereka memang sederhana, gak semewah rumah-rumah di perumahan elit lainnya. tapi, di sinilah kebaikan dan ketulusan hati Keysa terbentuk. Didukung oleh Ayah dan Bunda yang selalu mengajarkan nilai-nilai kehidupan, serta dihiasi tawa renyah dari Elzard, dan tentu saja, obrolan jujur dari Dila.

“Key” bisik Dila sesudah mereka selesai makan dan lagi membantu Bunda Ratih membereskan piring.

“Aku sangat beruntung punya kalian Ini seperti liburan sementara dari masalah dunia aku sendiri.”

Keysa tersenyum tulus, menyentuh bahu sahabatnya. “Kamu udah seperti keluarga, Dila. Kamu gak akan pernah sendirian.”

Saat Keysa mengucapkan kalimat itu, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Sebuah pesan dari nomor gak dikenal yang membuat Kesya mengerutkan keningnya.

Pesan singkat berisi ucapan selamat atas kelulusan semester Keysa, dan diakhiri dengan sebuah kalimat:

“Aku mengamati kamu, Keysa. Dan aku tahu persis apa yang kamu butuhkan.”

Keysa merasakan bulu kuduknya berdiri. Siapa? dia mau menunjukkan ponselnya pada Dila, tapi Dila udah berjalan keluar menuju ruang keluarga untuk menonton film. Keysa memutuskan untuk mengabaikannya. Dan berpikir Mungkin cuma pesan iseng.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!