NovelToon NovelToon
Aku, Suami Dan Sahabatku

Aku, Suami Dan Sahabatku

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Wanita Karir / Poligami / Selingkuh / Duda / Tamat
Popularitas:131.2k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Namanya Diandra Ayu Lestari, seorang perempuan yang begitu mencintai dan mempercayai suaminya sepenuh hati. Baginya, cinta adalah pondasi rumah tangga, dan persahabatan adalah keluarga kedua. Ia memiliki seorang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, tempat berbagi rahasia, tawa, dan air mata. Namun, sebaik apa pun ia menjaga, kenyataannya tetap sama, orang lain bukanlah darah daging.

Hidupnya runtuh ketika ia dikhianati oleh dua orang yang paling ia percayai, suaminya, dan sahabat yang selama ini ia anggap saudara.

Di tengah keterpurukannya ia bertemu ayah tunggal yang mampu membuatnya bangkit perlahan-lahan.

Apakah Diandra siap membuka lembaran baru, atau masa lalunya akan terus menghantui langkahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri untuk suamiku

Seorang wanita terus melambaikan tangannya pada anak-anak yang mulai dijemput satu persatu oleh orang tua atau pun wali mereka. Senyumnya tidak pernah pudar sedikitpun meski hawa panas menjumpai menjelang makan siang.

Dia adalah Diandra Ayu Lestari, wanita berusia 26 tahun. Berprofesi sebagai guru adalah impiannya sejak dulu. Dia menghampiri anak didiknya yang duduk sendirian sambil mengayun-ayunkan kakinya dengan wajah cemberut.

"Abian kok belum pulang?" tanya Diandra lembut.

Kepribadiannya yang tenang dan hangat membuatnya sangat cocok menjadi tenaga pendidik di taman kanak-kanak.

Dia duduk di samping anak laki-laki berusia kurang lebih 4 tahun itu. Mengayunkan kakinya demi menghibur anak didiknya.

"Mau ibu antar pulang?"

"No ... no ... no." Mengelengkan kepalanya sembari mengoyangkan jari.

"Abian nda mau pulang bu gulu. Abian malah sama ayah."

"Eh."

"Ayah cibuk mulu." Bersedekap dada.

Diandra tertawa kecil menanggapi mood Abian yang selalu buruk saat pulang sekolah. Saking seringnya, dia sampai akrab dengan bocah pintar di usia 4 tahun tersebut.

"Maaf saya lagi-lagi membuat bu Guru menunggu." Seorang pria langsung menunduk setelah tiba di hadapan Abian Alster Michio dan Diandra.

"Nggak apa-apa, sudah tugas saya memastikan anak-anak pulang dengan selamat."

Diandra beralih pada anak kecil di sampingnya.

"Abian nda mau pulang talau butan ayah." Mengelengkan kepalanya sambil bersedekap dada.

"Bian nggak boleh seperti itu. Siapa tahu ayah Bian memang sibuk. Lagian ayah Bian pasti bekerja untuk Bian."

"Mana buktinya bu gulu?"

"Buktinya Bian sekolah di sini dan belajar dengan nyaman. Bisa makan enak dan tempat tinggal yang bagus. Semuanya karena ayah Bian bekerja."

"Ya udah Bian pulang bu gulu." Anak kecil itu segera mengulurkan tangannya untuk menyalami Diandra barulah setelah itu ikut dengan orang suruhan ayahnya.

Sedangkan Diandra sendiri mengelengkan kepalanya melihat kegemesan anak-anaknya. Entah kapan ia diberkahi anak-anak seimut mereka.

Wanita itu segera melajukan mobilnya, bukan pulang kerumah melainkan menuju kantor sang suami untuk makan siang bersama.

Selalu saja senyum menghiasi wajahnya ketika para karyawan menyapanya di lobi. Di dalam lift ia terus memandangi arloji di pergelangan tangan, berharap waktu makan siang tidak lewat dan menganggu pekerjaan sang suami.

"Suami saya sibuk?" tanya Diandra pada perempuan yang berada di resepsionis khusus lantai eksekutif.

"Nggak nyonya, Pak Ramon sedang istirahat di ruangannya."

Diandra mengangguk kepalanya dan berjalan menuju ruangan sang suami.

Sedangkan di dalam ruangan itu sendiri seorang pria sedang mendesis penuh kenikmatan ketika merasakan surganya dunia di bawah kendali seorang wanita.

Melewatkan makan siang tidak membuatnya lapar akibat permainan panas di dalam ruangan pribadinya.

"Mas?"

Mata yang semula sayu melebar dalam hitungan detik mendengar suara istrinya di luar kamar, dia mendorong tubuh wanita yang berada di atas tubuhnya.

"Oh shit," umpatnya.

Tanpa peduli apapun, dia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan jejak percintaannya. Keluar dari ruangan pribadinya dan tersenyum tanpa rasa bersalah.

"Sayang, kenapa tidak mengabari sebelum datang hm." Mengamit pinggang Diandra dan mengajaknya duduk di sofa.

"Aku tidak mau merepotkan mas yang selalu menungguku di lobi. Btw kenapa mas mandi di kantor?"

"Oh ini karena mas merasa gerah." Ramon menyugar rambutnya dan tersenyum tipis. "Ayo kita makan siang bersama." Menarik tangan istrinya agar segera meninggalkan ruangan.

"Enaknya kita makan siang apa kali ini?" tanya Ramon, sedangkan tangannya aktif memberikan isyarat agar perempuan yang bersamanya di dalam kamar tidak menampakkan diri terlalu cepat.

"Bagaimana dengan makanan korea? Aku sudah lama tidak memakannya. Tadi saat perjalanan ke sini aku melihat restoran cukup ramai."

"Boleh Sayang, apapun untukmu."

Diandra menghentikan langkahnya dengan kening mengerut menyadari kursi sekretaris suaminya kosong.

"Via kemana?"

"Vi-via? Tadi dia izin untuk makan siang bersama kekasihnya."

"Via punya pacar? Dasar bisa-bisanya dia menyembunyikannya dariku." Diandra tertawa sambil mengikuti langkah suaminya meninggalkan lantai eksekutif tersebut.

Sementara di dalam ruangan Ramon, seorang wanita dengan rok di bawah lutut baru saja keluar dari kamar. Penampilannya sudah rapi, tetapi tidak dengan pikiran dan hatinya. Ramon meninggalkan dirinya di saat tidak tepat.

"Selalu saja aku menjadi ke dua," omelnya

***

"Ma-mama?" Langkah Diandra yang baru saja membuka pintu rumahnya berhenti melihat wanita paruh baya menyambutnya.

Hidupnya sudah terlalu tenang akhir-akhir ini karena mama mertuanya pergi berlibur. Namun, ketenangan itu sepertinya harus berakhir sekarang.

"Mama kapan pulang?" tanya Ramon pada mamanya.

"Tadi siang. Mama menelepon kamu beberapa kali untuk menjemput di bandara tapi kamu nggak menjawabnya."

"Ah ya Ramon sangat sibuk."

"Diandra, tolong buatkan minum untuk mama."

"Iya Mas."

Diandra lantas meletakkan tasnya di atas sofa dan mengambilkan minum untuk sang mertua.

Sayup-sayup Diandra mendengar pembicaraan anak dan ibu itu ketika akan mengantarkan air minum. Pembahasan keduanya cukup menusuk hatinya sebagai wanita yang belum dikaruniai buah hati di usia pernikahannya hampir tiga tahun.

"Ramon kapan sih istri kamu itu hamil. Teman-teman mama sudah punya cucu semua. Mama malu punya menantu mandul seperti Diandra."

"Ma, hamil kan tidak bisa dipaksakan. Diandra juga sudah berusaha keras, hidup sehat sesuai anjuran dokter."

"Mau berusaha bagaimana pun kalau mandul ya mandul saja. Lebih baik kamu ceraikan dia."

"Mama!"

"Kenapa Ramon?"

"Ramon mencintai Diandra dan Ramon tidak akan menceraikannya."

"Kalau begitu madu saja dia, mama punya calon istri yang baik untukmu."

.

.

.

.

Selamat pagi semuanya, author balik lagi bawa cerita untuk kalian. Semoga yang ini ramai agar author semangat bertemu kalian hehehe

Ritual sebelum bacanya jangan lupa ya, share juga keteman-teman kalian yang suka dengan teman seperti author🥰

Terimakasih warga bucinku.

1
ceuceu
Ramon ga tau diri ga bersyukur,bagus lah dia jatuh
ken darsihk
Aq pasti mampir thor
Nurjannah Rajja
masihhhh
Sulastri Oke86
kak cerita Diandra jg di lanjut dong
Rahma Inayah
bgus ceritanya
༺⬙⃟⛅Jemima__🦋⃞⃟𝓬🧸: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Bercerita tentang Lucyana yang dikhianati oleh masa lalu, lalu terjebak dalam pernikahan mendadak dengan Sadewa—seseorang yang jauh lebih muda dengan luka sendiri yang membuatnya trauma.
‎Bisakah keduanya bertahan? Ataukah cinta mereka akan menyerah pada masa lalu yang menghantui?
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Terimakasih💕
total 1 replies
ayu cantik
suka
Arsyad Algifari.
asa dong😁
ken darsihk
Buku baru nya author apa yak aq sampai kelupaan 🙏
ken darsihk: Nanti aq tengok thor
total 2 replies
ken darsihk
aq masih ada thor 👍👍❤
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Teh Yen
ada dong Thor,,, masih lanjut kan masih ada bonchapnya hihii 😁
sryharty
masii iiiih
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
masih dong😅😅😅
Rahma Inayah
masih dong slalu dipanteni trs skrg SDH jarang up padahal bgus ceritanya
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: soalnya konflik udah selesai, author nggak tau mau nulis apa😅
total 1 replies
Sulastri Oke86
masih dong
Nena Anwar
masih dong ada aku yg nungguin biarin dah jadi satpam juga 🤣
Nena Anwar: kk mksih thor 🫰
total 2 replies
Sulastri Oke86
kak kpn cerita ini dilanjut
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: nanti ya kak hehehe
total 1 replies
Teh Yen
Grace Buna terbaik tau aj kalau pengantin baru butuh waktu berdua hihii
Ikaaa1605
Yaa ampun mba semangat up dong sellu d tunggu lanjutannyaa
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
kemana saja kak,baru up🥰🥰
ken darsihk
Diiandraaa mungkin ini saat nya 🤭🤭
ken darsihk: Saat nya belah duren thor 😂😂🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!