"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.
Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Malam yang gelap saat hujan deras disertai angin kencang dan petir bersautan seorang gadis tengah berjuang untuk bisa melepaskan diri dari cengkraman tangan pria botak bertubuh tambun itu.
Gadis malang yang dijadikan sebagai transaksi bisnis dari saudara tirinya itu kini tengah menjerit meraung-raung meminta tolong dan minta dilepaskan namun tidak ada satupun orang yang peduli dengan itu padahal mereka tengah berada di keramaian.
"Tolong aku!! Aku mohon siapa saja tolong aku hiks... tolong!"tangis itu perlahan mulai menghilang bersamaan dengan pintu kamar hotel prostitusi itu tertutup rapat.
Gadis cantik itu di lempar keatas ranjang, dengan sangat keras hingga saat pria itu merangkak diatas tubuhnya, tapi saat dia akan mencium bibir gadis itu tiba-tiba pintu terbuka lebar pria itu terkejut saat melihat istrinya tengah berdiri di hadapannya.
Wanita bertubuh tambun itu langsung menjambak kerah kemeja suaminya dan menariknya pergi ke luar kamar, dan gadis itu langsung bergegas pergi dengan kondisi kepalanya yang terasa sangat pusing dan seluruh tubuhnya terasa terbakar hingga dia memasuki sebuah ruangan yang entah ruangan apa tidak sampai melihat sekeliling nya dia langsung tergeletak begitu saja.
Sementara di dalam ruangan tersebut, tiga orang pria yang tengah duduk sambil minum minuman keras ditemani oleh para wanita malam yang super seksi itu kaget dengan kehadiran gadis cantik yang langsung tergeletak begitu saja.
Salah satu dari mereka yang sedari tadi menolak sentuhan wanita-wanita buas itu langsung bangkit dan menghampiri wanita cantik yang kini terlihat sangat mengenaskan dengan kondisi nya yang berantakan dan saat disentuh tubuhnya demam tinggi.
Kondisi seperti itu sudah pasti pria itu kenali, dia seorang Casanova jadi dia tau apa yang dialami gadis itu.
Pria tampan dan gagah perkasa itu langsung membawa gadis malang itu keluar dari dalam club malam yang menyatu dengan hotel prostitusi itu.
"Tolong aku rasanya tidak nyaman."ucap nya yang kini terlihat gelisah dari gerakan nya yang bahkan tidak pernah bisa diam saat berada di jok belakang.
Pria itu hanya bisa fokus pada jalan sambil menambah kecepatan. Sampai saat mereka tiba di sebuah villa mewah milik nya pribadi dia langsung menggendong gadis malang itu menuju kedalam dan membawanya kedalam kamar pribadinya.
"Tolong aku aku mohon ini panas sekali ini sangat panas."ucap gadis itu yang kini terlihat berkeringat dengan wajah memerah dan gelisah, hingga saat pria tampan itu langsung melepaskan atribut yang ia kenakan dan untuk pertama kalinya dia tidak menggunakan pengaman.
Malam panas itu terjadi diawali jeritan keras dari bibir gadis cantik itu saat mahkota nya diterobos dengan paksa oleh mahluk asing yang selalu disebut junior itu hingga darah keper*wa*an itu merembes dari jalan nya memandikan junior yang kini terlihat sangat bahagia itu.
"Kau masih virgin sayang tapi maaf aku tidak bisa menghentikan nya."ucap pria bernama Alfaro Arkan Wijaya anak dari pasangan tuan Arkan Wijaya dan nyonya Sena Wijaya itu.
Pria itu terus menggempur gadis cantik yang kini tengah berada dalam pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh saudara tirinya nya itu.
Hanya karena terlahir dari sebuah kesalahan seluruh keluarganya begitu membenci gadis malang itu, dia hadir di keluarga berada, tapi dia bukan terlahir dari wanita yang menjadi ratu di rumah itu melainkan terlahir dari seorang asisten pribadi sang ratu.
Ananta Nelson adalah wanita cantik yang menjadi ratu dari rumah mewah bersama suami bule nya bersama Nelson. Mereka memiliki tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan yang merupakan anak kandungnya yang sudah tumbuh dewasa termasuk putri bungsunya Claudia Nelson.
Dan gadis malang yang sejak kelahirannya tidak pernah diinginkan yang bernama Embun yang terlahir dari kesalahan yang dilakukan oleh tuan Nelson dan asisten sang istri yaitu Delima.
Kejadian dua puluh tahun silam itu tidak bisa mengubah rasa benci dari seluruh keluarga pada Embun bahkan setelah istri kedua tuan Nelson meninggal dunia. Dia adalah delima yang dinikahi secara sirih karena sudah terlanjur hamil akibat perbuatannya yang kala itu merenggut kesucian delima saat dirinya tengah mabuk saat istrinya tengah berada di luar negeri.
Embun tumbuh di tengah lingkungan keluarga yang memperlakukan dirinya seperti kotoran yang ada di hadapan mereka meskipun Embun tidak pernah mereka singkirkan dari rumah itu karena permintaan orang tua kandung tuan Nelson.
Pria itu juga tidak mampu membela putri bungsunya yang diperlukan secara tidak manusiawi di rumah itu, jika selama ini dia menggunakan pakaian bagus itu adalah pakaian bekas dari kakak tirinya Claudia Nelson kakak tirinya.
Tidak ada barang baru untuk anak yang tidak diinginkan bahkan delima tidak diberikan fasilitas yang sama dengan ratu di rumah tersebut seperti halnya Embun delima pun tidak diperbolehkan menuntut nafkah dari suaminya baik secara lahir maupun batin.
Delima hanya cukup makan bersama para pelayan seperti selama ini saat dia datang ke rumah tersebut.
Dan tidak ada kasih sayang ataupun kata kiasan yang selama ini selalu diberikan oleh tuan Nelson pada istri pertamanya, bahkan delima pun tidak diijinkan untuk menatap pria itu.
Tiga anak laki-laki kembar yang merupakan anak pertama tuan Nelson yang kini berusia 25 tahun pun tidak jarang menjadikan Embun sebagai dayang di rumah mewah itu hingga tidak jarang Embun terlambat datang ke sekolah ataupun ke kampus seperti akhir-akhir ini.
Padahal gadis itu sekolah di sekolah terbaik itu mengandalkan beasiswa yang ia dapatkan dari beasiswa karena dia adalah murid yang sangat berprestasi.
Dan puncaknya saat ini saat Embun dijadikan transaksi bisnis ilegal yang mereka jalani baru-baru ini.
Embun terbangun di pagi hari dengan kondisi tubuh dipenuhi bercak merah keunguan di sekujur tubuhnya tanda kepemilikan yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya meskipun dia bukan lagi gadis belia.
Tangisnya pecah saat melihat noda darah di sepre belum lagi area intinya terasa sangat sakit dan perih.
"Sudah bangun sayang."ucap seseorang yang mengejutkan gadis cantik itu.
"Kau siapa?"ucap Embun yang kini terlihat ketakutan saat melihat pria tampan itu mendekat dalam keadaan tidak menggunakan pakaian kecuali handuk yang melilit di pinggang nya itu.
"Kau lupa siapa aku sayang?"ucap nya sambil tersenyum manis di hadapan Embun yang kini hendak menangis saat mengingat siapa pria tampan yang kini ada di hadapannya.
"Alfaro."lirih Embun.
"Ya. Sayang kamu ternyata masih ingat dengan ku."ucap Alfaro yang kini memegang dagu Embun yang langsung ditepis oleh Embun karena dia sangat membenci pria yang dulu sering mem bully dirinya bersama kakak laki-laki nya.
...🌧️🌧️🌧️...
"Biarkan aku pergi aku mohon setidaknya ijinkan aku pulang sebentar saja untuk menemui daddy."ucap Embun memohon setelah Alfaro mengurung dirinya berhari-hari di dalam kamar meskipun Alfaro mencukupi segala kebutuhannya.
Tapi dia tidak bisa hidup dengan pria yang sangat ia benci itu apalagi dia mengabadikan momen dimana malam panas itu terjadi untuk dijadikan senjata agar dia tidak pergi dari villa mewah tersebut.
Sudah hampir lima kali Embun memohon untuk dibebaskan setiap kali Alvaro datang ketempat itu, dan tidak jarang memaksa dirinya untuk melayani nafsu nya.
Embun sudah berulang kali diminta untuk menandatangani surat perjanjian pernikahan tapi gadis itu terus menolak karena dia tidak ingin terjebak dengan pria yang telah mengingatkan dirinya saat bertemu dengan nya beberapa tahun lalu.
Flashback on.
"Ayo sayang kamu pasti bisa lepas semua nya sebelum aku sendiri yang melepaskan pakaian mu."ucap seorang pemuda tampan yang memaksa Embun untuk melepaskan pakaian nya saat pemuda itu hendak berenang bersama dengan keempat saudara tirinya itu.
Saat itu dia baru saja pulang sekolah, dan disaat lelah setelah berjalan kaki karena tidak sedikitpun uang jajan yang diberikan oleh keluarga nya itu, bahkan ibunya pun tidak mampu memberikan uang sebesar seribu rupiah karena dia tidak dinafkahi dan pekerjaan nya di rumah itu pun tidak dibayar.
"Embun kenapa kau baru datang kami sudah menunggu mu babu kecil."ucap kakak tertuanya Michael Nelson.
"Ya kemarilah upik abu aku sudah gerah dan ingin berenang lepas bajuku sekarang juga."ucap Marsel.
"Aku juga."ucap Mars.
"Setelah itu aku, ambilkan aku sun block dan camilan kami."ucap Claudia sambil melirik kearah Alfaro pria yang sedang sangat dekat dengan nya itu.
"Baik kak tunggu aku ganti baju dulu."ucap Embun sambil mengusap keringat nya.
"Kau pikir kau siapa meminta kami untuk menunggu mu, sekarang juga lakukan tugas mu jalang kecil."ucap Mars.
Tepat di tepi kolam renang itu Embun meletakkan tas sekolah nya, dia tidak tau jika kejadian naas itu akan terjadi saat itu juga.
Tas itu tercebur ke kolam akibat ulah Claudia, dan saat itu pula gadis cantik itu mencebur ke dalam kolam renang untuk mengambil tas miliknya tapi sayang dia tidak bisa berenang bahkan sejak kecil ia tidak pernah diperbolehkan untuk mendekati kolam renang para tuan muda di rumah itu.
"Embun!!"teriak tuan Nelson yang akhirnya mencebur menyelamatkan putrinya itu.
"Daddy apa yang daddy lakukan?!"teriak Ananta yang sangat membenci hal itu terjadi.
Embun terlihat lemas terbaring di dalam kolam renang sebelah Delima mengambil membawa putrinya pergi dari hadapan mereka semua.
Saat itu pertengkaran terjadi antara tuan Nelson dan juga Ananta berikut anak-anaknya karena untuk pertama kalinya tuan Nelson membela putri bungsunya itu.
Dan tepat saat malam tiba seseorang menyelinap masuk kedalam kamar Embun dan menarik tangan gadis itu untuk keluar secara paksa dan membawa nya kearah gudang, disana kelima orang yang tadi menginginkan dirinya untuk melayani nya kembali menghukum dirinya.
"Ayo sayang buka bajunya sekarang juga sebelum aku sendiri yang membuka nya."ucap Alfaro yang terlihat tersenyum licik bersama dengan keempat temannya itu.
Hingga akhirnya Embun ditelanjangi dan divideokan untuk dijadikan ancaman agar dia tidak berani mengadu pada siapapun, karena jika dia mengadu kepada tuan Nelson maka dia akan mendapatkan video tersebut di sosial media.
Sejak saat itu dia bersumpah akan membalas semua perbuatan mereka, hingga dia mendapatkan beasiswa dan dia pun kuliah sambil bekerja paruh waktu sejak hari itu dia tidak lagi di perlakukan kasar karena keempat saudaranya dikirim ke luar negeri untuk kuliah S2 mereka disana sementara Embun harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya.
Dan beberapa bulan lalu mereka kembali ke tanah air dan penderitaan Embun kembali di mulai.
Hingga akhirnya ia dijadikan sebagai alat transaksi bisnis ilegal oleh Marsel.
...Flashback off....
"Sayang kamu dimana?"tanya Alfaro yang datang di hari ketujuh itu, tapi sayang dia harus mendapati kaca jendela balkon nya pecah dan untaian gorden juga sepre itu teriak di pembatas balkon kamarnya dan berakhir di kolam renang.
Mata Alfaro membulat kala menyadari bahwa tawanannya telah kabur, tapi yang dia heran bukankah Embun tidak bisa berenang.
Pria itu langsung bergegas pergi meninggalkan villa tersebut menuju tempat tinggal Embun selama ini tapi sayang setibanya di sana dia tidak menemukan wanita cantik itu yang ada hanya Claudia yang tersenyum manis penuh damba saat melihat pria yang sejak lama ia kagumi itu.
"Kak Al disini, bukankah kakak tinggal di New York."ucap nya sambil memberikan pelukan selamat datang.
Alfaro pun balas memeluk sambil tersenyum dan Ananta terlihat sangat senang dengan itu.
"Al lama tidak berjumpa, kau semakin tampan saja."ucap nyonya Ananta.
"Thanks Aunty."ucap Alfaro.
"Hmm...mari masuk, sudah lama juga kamu tidak berkunjung kesini sejak kalian pindah kuliah dulu."ucap nyonya Ananta.
"Dengar-dengar kamu sudah menjadi pebisnis hebat Al."ucap tuan Nelson.
"Ah itu warisan uncle."ucap Alfaro sambil tersenyum manis.
Sementara mata pria itu terus menatap kesana kemari mencari keberadaan Embun yang tidak kunjung terlihat.
"Adik mu dimana?"tanya Alfaro pada Claudia yang kini terlihat tidak suka.
"Sudah satu minggu lebih dia pergi dari rumah dan kami tidak bisa menemukan nya."ucap tuan Nelson.
Alvaro pun mengingat hari dimana Embun bertemu dengan nya.
Alfaro pun akhirnya pamit pulang kembali ke villa tempat dimana dia mengurung Embun disana.
Sementara wanita yang dia cari saat ini tengah berada di sebuah rumah kontrakan sederhana milik teman kuliahnya yang kini memberikan tempat tinggal untuk nya meskipun sementara waktu sampai dia mendapatkan pekerjaannya.
Embun masih menatap semua pakaian yang ia bawa dari villa Alfaro yang laki-laki itu berikan padanya, beruntung ada koper besar untuk menampung semua itu jadi dia tidak perlu membeli perlengkapan tubuhnya itu termasuk skincare yang kini ia bereskan di atas meja rias berukuran kecil itu.
Embun sudah bisa mengira bahwa Alfaro akan mencarinya hingga di rumah itu, tapi dia berhasil menyelinap masuk untuk mengambil surat-surat berharga miliknya yang merupakan identitas dan juga ijazah sebelum semua orang mengetahui kepulangan nya.
Kini sudah tidak ada lagi yang harus ia pertahankan karena biar bagaimanapun juga tidak ada orang yang sayang padanya selain ibunya yang kini sudah tiada.
ajaran dari mana itu ????????