"Aku tidak menerima pernikahan ini. Aku nggak cinta sama kamu, apalagi di usiaku yang masih muda sudah harus mengurus seorang anak!"
Bianca, gadis manja dan pecicilan harus dipaksa kedua orang tuanya untuk menikahi seorang duda beranak 1.
Ia yang tidak suka akan perjodohan tentu saja menolak, apalagi ditambah dengan seorang duda memiliki anak. Bianca tidak siap menjadi ibu sambung.
Akan tetapi paksaan tetap paksaan, ia akhirnya menikah dengan pria dewasa yang merupakan tetangganya saat ia kecil.
Bianca yang tidak cinta justru sebaliknya dengan sang duda, Raka Dewangga. Pria itu mencintai Bianca sejak gadis itu masih duduk di bangku SMP.
Ia yang ditawarkan untuk menikahi anak tetangga nya dulu tentu saja tidak menolak, Raka bertekad akan membahagiakan Bianca.
Akankah Bianca luluh dengan cinta Raka dan menerima semua takdirnya? Atau ia malah kabur bersama sang kekasih karena tidak siap menjadi ibu sambung?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pernikahan
"Saya terima nikah dan kawinnya, Bianca Armelia Wirayudo binti Farhan Wirayudo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
Suara lantang itu terdengar memenuhi rumah keluarga Wirayudo tatkala putri tunggal mereka melaksanakan pernikahan hari ini.
Para tamu undangan yang hadir tampak bersama-sama mengatakan 'sah' usai mempelai pria menyelesaikan kalimatnya ijab dan qobul nya, lalu disusul dengan doa yang dipimpin oleh bapak penghulu.
Mempelai wanita tampak menitihkan air mata ketika sadar bahwa statusnya sekarang telah berubah menjadi istri dari pria yang tidak dicintainya.
Pernikahan yang terjadi karena sebuah perjodohan membuat gadis itu tidak bisa menerimanya dengan sepenuh hati.
Meski demikian, si mempelai pria justru sangat mencintai gadis yang kini telah menjadi istrinya.
"Bia, sekarang kamu adalah istri saya." Batin si mempelai pria dengan wajah penuh senyuman.
Pria itu memakaikan cincin kawin di jari manis istrinya, lalu mencium kening gadis yang teramat dicintainya itu.
Sementara si gadis, tidak ada senyuman sama sekali di wajahnya, namun ia tetap mengikuti semua proses pernikahan, termasuk memasangkan cincin lalu mencium punggung tangan suaminya.
Semua gerakan yang dilakukan kedua mempelai tentu saja diabadikan oleh sang fotografer mahal yang sengaja di sewa oleh kedua pihak.
Selesai acara ijab qobul, kini kedua mempelai duduk di atas pelaminan guna menerima doa dari para tamu yang telah berkenan hadir di acara bahagia mereka.
Air mata Bianca tidak henti keluar saat matanya tidak sengaja menangkap sosok lelaki yang hadir di acara pernikahannya hari ini.
Bianca tak kuasa menatap mata pria itu, ia hanya bisa menundukkan kepalanya guna menyembunyikan air mata dari semua orang.
"Aca." Panggil seseorang di depan Bianca.
Raka Rahdian Dewangga, suami Bianca yang baru saja saja sah beberapa saat lalu langsung merangkul pinggang ramping istrinya tatkala melihat siapa yang kini berdiri untuk memberikan doa.
Bianca mengangkat wajahnya, ia bisa mengenali suara pria itu dan panggilannya yang khas.
"Aca, selamat atas pernikahanmu ya. Semoga kamu dan suami kamu selalu bahagia," ucap pria bernama lengkap Reza Artama.
Sesak di dada Bianca tidak dapat dicegah tatkala pria yang ia harapkan berdiri di sebelahnya sebagai suami justru malah menjadi tamu undangannya.
Reza merupakan kekasih Bianca sebelum gadis itu dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Mereka merupakan pasangan kekasih yang sangat manis dan saling mencintai, bahkan mereka sudah berencana untuk menikah, tapi sayangnya takdir tidak merestui.
"M-makasih, Za." Balas Bianca sedikit terbata.
Raka berdehem, ia menerima uluran tangan Reza beserta doa yang pria itu berikan untuk pernikahannya dan Bianca.
"Terima kasih atas doanya, jangan lupa menikmati hidangannya dulu sebelum pergi." Tutur Raka dengan penuh senyuman bahagia.
Reza tersenyum simpul, ia pun turun dari pelaminan dan membiarkan tamu yang lain untuk memberikan doa terbaik mereka.
Sebelum benar-benar pergi, Reza menoleh, ia melihat Bianca masih melihat ke arahnya dengan mata berkaca-kaca, namun apa yang bisa ia lakukan selain diam.
"Maafin aku, Ca. Tapi kita tidak bisa lagi bersama, kamu sudah menjadi milik orang lain." Batin Reza kemudian pergi.
Sementara Bianca, ia duduk di kursi pelaminan nya lalu disusul oleh pria yang sekarang telah berubah status menjadi suaminya.
"Saya tahu perasaan kamu, tapi kamu juga harus tahu bahwa sekarang kita sudah menikah. Kamu istri saya, dan itu selamanya." Ucap Raka dengan lembut, namun mengandung ketegasan.
Bianca tidak memberikan reaksi atau tanggapan apapun, ia malah meraih selembar tisu untuk menyeka air matanya yang sudah lolos ke pipinya.
Raka sendiri hanya memperhatikan istrinya, ia tidak akan meminta Bianca untuk tidak menangis, karena bagaimanapun pasti sangat menyakitkan ketika kita tidak bisa menikah dengan orang yang dicintai.
"Kenapa kamu nggak tolak perjodohan ini." Lirih Bianca hampir tidak terdengar.
"Karena saya mencintai kamu, Bia." Balas Raka dengan lembut dan yakin.
HELLOWW, BERTEMU LAGI SAMA AKU. JANGAN BOSAN SAMA CERITAKU YAAA, HEHEHE 🤗😚
Bersambung..............................