NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku saksikan semuanya, di depan mataku.

Menyaksikan yang terkasih menghela nafas terakhir di depan matanya sendiri, membuat Trauma besar dalam hidup Abi. Di malam yang indah itu, harusnya Ia melamar sang kekasih. Tapi, justru perpisahan yang Ia dapat.

Lima tahun, bahkan Ia belum dapat membuka hati. Berbagai cara telah sang Ibu lakukan, bahkan mengatur perjodohan untuknya. Abi pun menolaknya mentah-mentah. Hingga Ia bertemu Nisa, seorang karyawan biasa di kantornya.

Ia tak cinta. Ia hanya ingin membuat Ibunya berhenti mencarikan Ia jodoh. Hingga akhirnya memaksa nya menikah dengan segala cara.

Bagaimana dengan Nisa? Apakah Ia mampu, meraih hati Abi? Atau justru tak tahan dengan sikap dingin yang Ia berikan dan pergi?

**

Malam hadir dengan bintang yang gemerlap. Begitu cerah, secerah hati Abi kali ini. Ia tengah mengunggu Rere, kekasih yang telah di pacarinya Tiga tahun ini. Tak hanya bertemu, bahkan Abi telah menyiapkan sebuah cincin untuk melamarnya.

"Sayang, dimana?" tanya Abi, yang sudah tak sabar menunggu.

"Bi, Re lagi di jalan. Bentar lagi sampai, tunggu ya?" jawabnya dengan begitu ceria.

"Ya, sayang. I Love You," ucapnya lembut.

"I Love You, Bi." Rere langsung mematikan ponselnya.

Kala itu, Rere memang tengah berjalan kaki dari kantornya menuju Abi. Perjalanan lebih dirasa cepat dan bebas dari hambatan macet. Ya, hari ini tepat Tiga tahun Aniversary mereka. Dan keduanya ingin merayakan nya berdua. Abi tak bilang, jika ingin melamar Rere malam ini.

Abi awalnya duduk di taman itu. Taman yang tengah dalam keadaan ramai, karena memang tepat di malam minggu. Abi gelisah, duduk dan berdiri terus tanpa henti. Bahkan duduk pun, kaki nya di goyang-goyangkan tanpa henti.

"Aaarrh, ****! Se parah ini kah, cemas ketika akan melamar?" gerutunya. Apalagi, yang di tunggu tak kunjung datang.

Hatinya semakin gelisah, dan berdiri di dekat tiang listrik agar kakinya tak semakin gemetar menunggu.

"Abi!" pekik seorang wanita dari sebrang jalan. Abi menoleh, tersenyum dengan tatapan penuh rindu. Wajar, karena memang mereka seminggu tak bertemu.

Rere melambaikan tangan. Menengok kana kiri dan mulai melangkahkan kakinya menyebrang jalan. Senyum Abi semakin lebar, membalas lambaian tangan nya. Namun, sebuah cahaya lampu mengganggu pandangannya. Begitu terang, bahkan membuatnya tak dapat melihat langkah Rere yang harusnya semakin dekat dengan nya.

Bunyi klakson beberapa kali memekakan telinga. Abi beberapa kali berusaha mengatur fokus matanya. Menyipitkan matanya agar cahaya yang tertangkap tak begitu terang. Tapi, yang tampak justru lain.

Braaak!! Abi begitu jelas melihat Rere tertabrak mobil itu. Rere pun langsung jatuh di aspal dengan tubuh penuh darah di dahi nya. Tubuh aabi mematung. Kaki dan tangannya gemetar hebat, terasa begitu lemas, seolah tak ada darah yang mengalir.

"Rere," lirihnya dalam diam.

"Tolooong! Toloooong!" pekik seseorang disana. Seorang wanita yang dengan sigap menolong Rere dan membungkus lukanya agar tak semakin banyak darah mengalir.

Buuugh! Seorang pria berlari dan menabrak Abi. Saat itulah, Abi mulai sadar dari syoknya. Ia langsung berlari menghampiri Rere disana.

"Re, Rere. Bangun, Re. Ini aku, Abi. Aku datang ke kamu, Re. Bangun."

Tubuh Abi bergetar, menggenggam erat tangan Rere yang lemah. Air mata jatuh tanpa perintah, mengalir ke pipi pria itu hingga membasahi tangan Rere dalam genggaman nya.

"Abi," panggilnya lirih, di sisa tenaga yang ada. "Maafin, Rere telat. Abi ngga marah?"

"Mana bisa aku marah sama kamu, sayang. Ayo bangun, kita ke Rumah Sakit. A-aku mau lamar kamu, ini cincin nya." ucap Abi, mengeluarkan cincin itu dari saku jasnya.

Rere tampak tersenyum meski begitu lemah. Wanita tadi pun memberi pertolongan seadanya, karena Ia juga menunggu kendaraan yang datang. Mobil penabrak, lari secepat kilat meninggalkan Rere yang terbaring lemah.

"Bi, jaga diri, ya? Abi harus hidup bahagia, meski tanpa Rere. Rere (menghela nafas panjang)"

"Re, engga, Re. Bangun, sebentar lagi mobil datang. Maaf, Aku hanya bawa motor malam ini. Biasanya, kamu suka jalan pakai motor." tangis Abi.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!