(+18) BIJAKLAH DALAM MEMILIH TULISAN. SESUAIKAN DENGAN UMUR KALIAN.
"NOTE : JIKA INGIN BERGABUNG DALAM GRUP CHAT UNTUK LEBIH DEKAT DENGAN AUTHOR, TOLONG SERTAKAN ALASAN YANG JELAS!"
SYAFIRA seorang gadis yang menikahi pria paruh baya sakit-sakitan. Kondisi sang suami yang sangat menyedihkan membuat Syafira tidak tega untuk menolak. dan siapa sangka pria yang menjadi suaminya tersebut meminta sesuatu darinya, bukan untuk memuaskannya diatas ranjang seperti seorang istri pada umumnya. Akan tetapi ia menyuruh Syafira untuk berselingkuh dengan putranya sendiri.
***
Aku sudah mulai bosan, sudah sebulan aku berusaha, tetapi hasilnya nihil. Kelvin malah semakin membenciku, bahkan pria garang itu tidak segan untuk memakiku di hadapan para pelayan sekalipun, Memalukan.
Aku mengintip dari sudut ruangan, gayaku sudah seperti mata-mata kelas internasional, dan targetku adalah Kelvin. tidak pernah aku menyerah meskipun aku sering kali mengeluhkan hal ini, aku terus berusaha, dengan dukungan Tuan Syekar. aku sudah bertekad untuk membuat Kelvin bertekuk lutut.
Aksiku selalu aku mulai pada malam hari, untuk berjaga-jaga. karna terakhir aku melakukannya pada siang hari, Kelv
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
SEBELUM MEMBACA, ADA BEBERAPA HAL YANG HARUS READER GARIS BAWAHI. CERITA INI TIDAK MENYEBUT SESUATU HAL YANG BERBAU AGAMA, DAN TIDAK MENGAMBIL LATAR TEMPAT DI INDONESA:)
HAPPY READINGGG...
"Maaf tuan, jika kau perlu sesuatu kau boleh memintanya sekarang." ucapku pada pria paruh baya, yang sedang terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang.
Dia tak lain adalah suamiku, karna kesepakatan bodoh ayahku, dengannya, aku terjebak terpaksa harus menerima kenyataan dinikahi oleh pria yang bahkan umurnya saja 40 tahun lebih tua dariku.
Aku adalah Syafira, di umur yang baru menginjak 23 tahun ini, aku sudah harus mengurus suami, yang dilihat dari tampangnya saja lebih cocok jadi ayahku.
Setelah kuliah, ayah terus-terusan mendesakku agar aku menikah dengan, Kelvin Ardian, pemuda yang tidak lain sekarang menjadi anak tiriku. Akan tetapi karna kebodohannya, hari itu aku menjadi sesosok pengantin wanita yang sangat, bahkan yang paling menyedihkan. Hingga ayahnya harus menggantikan Kelvin untuk melangsungkan pernikahan tersebut.
Saat itu batinku sangat hancur, aku benar-benar merasa tidak berguna, tetapi ayah selalu memohon dan mengemis agar aku menerima semua ini, dan yang menyedihkannya lagi, alasan pernikahan itu tetap dilangsungkan hanya karna agar aku mendapat status, sebelum aku memasuki kediaman Ardian. Aku dipersunting bukan untuk menjadi seorang istri oleh Tuan Syekar Ardian, melainkan untuk menjadi budak dalam mengurus dirinya, yang sudah menderita sakit kangker, selama beberapa tahun terakhir.
Itu sebabnya, Tuan Syekar melamarku, untuk menjadikan aku sebagai menantunya, saat itu dengan segala bujuk rayu ayahku, aku bersedia, karna mengingat Tuan Syekar sudah terlalu banyak membantu keluargaku. Tapi seketika Kelvin mengubah semuanya menjadi mimpi buruk.
Hal itu terbukti, selama aku tinggal di kediaman Ardian, aku tidak pernah tidur bersama Tuan Syekar, bahkan Tuan Syekar sendiri yang meminta hal tersebut, agar aku tidur di kamar lain. tugasku hanya mengurusnya secara pribadi, memenuhi kebutuhannya, menjaga dan mengontrol kesehatannya setiap hari, layaknya seorang dokter pribadi.
Usia pernikahanku dengan Tuan Syekar sudah berjalan dua bulan, selama itu aku cukup terbiasa, dan mencoba menerima kenyatan, bahkan dilihat dari kondisi Tuan Syekar yang sering kali keluar masuk rumah sakit, hal itu sangat membuat aku yakin, jika hidupnya tidak akan lama lagi.
Dengan tenaga seadanya, Tuan Syekar menatapku lirih.
"Fira?"
Aku terdiam dengan raut wajah polos, tanpa mengurangi rasa hormat. "Ya?"
"Maafkan aku karna kebodohan Kelvin, kau harus menyandang status sebagai istri dari pria kolot sepertiku."
Aku menelan salivaku, setitik memang sangat teramat sakit jika mengingat kenyataan tersebut, tapi mau bagaimana lagi? aku sudah berjanji pada ayah, dan sudah belajar menerima kenyataan jika ini memang sudah tuhan tuliskan dalam jalan takdirku.
"Aku sudah menerimanya Tuan, tolong jangan terus memohon kepadaku, sebaiknya kau tidak perlu memikirkan apapun, agar kesehatanmu cepat membaik." ucapku memiringkan senyum padanya.
Uhukk.. Uhukk.. Keadan Tuan Syekar benar-benar tidak baik-baik saja, sedikit saja ia bertenaga, maka tubuh dan penyakitnya akan mengeluarkan reaksi, yang seolah siap untuk melenyapkannya kapan saja dimana saja.
Aku menarik srlimut di bawah kaki Tuan Syekar, dan menyelimuti tubuh pria yang tidak berdaya tersebut dengan penuh ketulusan.
"Apa Kelvin sudah kembali?"
Pertanyaan itu yang aku dengar setiap harinya, mungkin ini adalah alasan kenapa Tuan Syekar ingin menjodohkanku dengan Kelvin, hal itu karna pemuda itu tida pernah menunjukan rasa hormat, ataupun rasa pedulinya pada sang Ayah.
"Dia belum kembali."
Tuan Syekar menghela nafasnya kasar, terlihat jelas jika ia sangat kecewa mendengar jawabanku, padahal aku mengatakan hal yang sebenarnya, Kelvin jarang dirumah, ia bahkan hanya bisa bertahan selama beberapa jam untuk mengganti pakaian dan pergi lagi.
Miris sekali bukan, aku hanya bisa menonton keasikan teman-temanku melalui media ponsel, dalam menikmati masa mudanya, apa kabar denganku? keseharianku, hanya aku habiskan dengan terus memeriksa kondisi Tuan Syekar, detik, menit dan jamnya.
Ingin rasanya aku lari, tapi jika melihat keadaan Tuan Syekar rasanya tidak tega, jika harus meninggalkannya disaat seperti ini, anak satu-satunya saja tidak pernah memperdulikannya, hal itu cukup untuk mengurungkan niatku pergi dari kediaman Ardian.
Aku menjatuhkan tubuh lelahku di atas sofa, mataku terasa sangat berat, tapi aku diharuskan agar tetap terjaga, agar bisa mendengar apa yang Tuan Syekar butuhkan, setiap saatnya.
BRUAKKK...
Aku tersentak, begitu mendengar dorongan pintu yang sangat kuat dari ruangan utama.
"Ayahmu, menanyakanmu lagi hari ini." ucapku, pada sesosok pemuda yang baru saja datang dalam keadaan setengah sadar.
Seperti biasa pemuda itu akan bersikap sangat dingin padaku, bahkan selama aku disini, dia tidak pernah menyapa bahkan menatap wajahku saja sepertinya sudah sangat muak.
Kelvin berlalu begitu saja dari hadapanku, tanpa melirik kearahku sedikitpun, ia sangat acuh, entah kenapa aku merasa dia begitu sangat membenciku. Padahal disini aku yang selalu merawat ayahnya yang sudah sakit-sakitan, tapi itu wajar saja, dengan ayahnya sendiri saja ia tidak perduli, aaplagi denganku.
SEBELUM LANJUT KE EPS SELANJUTNYA, AKU BOLEH MINTA LOVE LIKE KOMENNYA? PLEASEEEE☹️
tapi beda sekali dengan PEBINOR
PEBINOR diperlakukan sangat lembut, bahkan dipuja, bahkan saking spesialnya pebinor semua kesalahan dimaafkan begitu saja dan akan dihadirkan wanita yang tergila2 padanya
begitu banyak kesalahan fatal pebinor
*menghacurkan rumah tangga orang
*kebohongan
*fitnah
*licik
*memperkosa wanita
*melecehkan istri orang
*menculik dan menyuruhkan orang menggilir, membuat wanita trauma dan bunuh diri dengan tragis
tapi karena begitu spesialnya pebinor di novel wanita egois jadi semua kesalahan2 menjijikannya dimaafkan begitu saja bahkan dia diberi akhir bahagia
miris pila pikir kalian
laki tua itu
aku akan pergi tampa pamit
setelah lelah mengurus ayah nya, n skarang kau mengurus nya,apa jiwa perbudakan mu sedang meronta2?
s