Tahap revisi.
⚠️ JANGAN COPY PASTE WOI !! KREATIF DIKIT YEEE! – Mengandung kata-kata kasar.
________________________
"Hai guys, gue Zia Amanda."
"Gue Brivant Alexand."
"Kalau gue manusia paling ganteng, Aska Radiansyah."
"Kami bertiga akan menghibur kalian di cerita iniiii" - Ivan.
"Jangan sampe ketinggalan yaa!" - Zia.
"Jangan lupa like," - Ivan.
"Jangan lupa coment," - Zia.
"Dan jangan lupa subscribe," - Aska.
"Subscribe ndasmuu!" - Ivan, Zia.
"Hehe, ye maapp." - Aska.
"Jangan lupa vote ya guys!" - Ivan, Zia, Aska.
"Ikuti terus cerita gue sama temen-temen guee." - Zia.
"Oiyaa, bakal ada kejutan nantinya untuk kalian di setiap episodenya." - Ivan.
"Jangan sampe ketinggalan yaa!" - Aska.
"Kalau gitu sampai jumpaaaa di setiap chapter! Bye~" - Ivan, Zia, Aska.
~ Adapun kesalahan atau kesamaan dalam cerita ini saya minta maaf, karena saya buatnya murni dari pikiran dan hasil kegabutan saya 🙏🏻
Fyi, nama Hitler diubah menjadi Adler setelah revisi.
Selamat membacaaa <33
📍200308 - 201106
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Aulia Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
Author POV
"Kenapa masuknya cepet banget sih, acara gue masih banyak yg blm di terjalankan," keluh Qiara pada teman-temannya.
Ya! Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru.
Qiarasan Ibrahim, biasa dipanggQiara putri tunggal keluarga Ibrahim. Usianya 17 tahun, duduk di bangku SMA kelas 3. Qia anak yang cantik, baik, dan tidak sombong, Qiara tidak pendek juga tidak tinggi, tidak gendut dan juga tidak kurus, proporsi tubuh yang mendekati kata ideal.
"Emang ada acara apaan sih?" tanya Alya temannya.
"Auuu tuh, sok sibuk banget sumpahh!!"
"Paling juga rebahan gak jelas," ledek Tania sambil memakan jajanan yang dibelinya sebelum berangkat sekolah.
Alya, Alisya, dan Tania. Mereka bertiga temannya Qiara.
Alya, Alisya adalah anak kembar dari keluarga Yudhistira. Alya sebagai kakak cenderung lebih dewasa dan mudah mengalah, mungkin juga karena terpaksa. Dan Alisya biasanya dipanggil Ica, punya sifat manja, dan lebih cuek dibanding Alya, Ica juga pendiam pada orang baru tapi tidak pada ketiga teman temannya.
Tania Putri, gadis cantik, baik, paling usil dan paling lasak diantara mereka bertiga, Tania punya kepercaya dirian berlebih dari ketiga temannya. Oiyaa, mereka bertiga punya proporsi tubuh yang sama dengan Qia, mendekati ideal.
"Yak benar! Apalagi kalau gak rebahannn? Lu pada sih gue ajakin main gak mau, gak asikk!" protes Qiara pada tiga temennya.
"Bukan gitu! Lu kan jauh holiday sama keluarga lu, gue sama Ica juga tempat omaa. Jadi ya gak bisaa," sahut Alya sambil menoyor kepala Qia.
"Santai aja kali ahhh!" Qia menatap sinis Alya yang cengengesan tanpa mau membalas toyoran Alya.
"Eh iya kok tololl yaa? Lu kan pergi holiday jauh sih, Ra. Ngapa kagak wisata keliling-keliling?" tanya Tania antusias.
"Gak seru cuyy," jawab Qiara singkat. "Yaiyalah, kan gak ada gue disonooo," kata Tania bangga. "Baru pertama sekolah, ge-ernya udah mulai aja!" ledek Ica.
"Woilahh berisikk! Bisa diam kagakk sihhh?!" tanya Eza yang sedang ingin tidur. "Bacot! Masih pagi woiiii, baru juga masuk sekolah, udah tidur aja kerjaan lu, Zaa."
Melihat itu, Tania mendekat ke meja Eza dan memulai tingkah usilnya, Tania mendekat kan mulutnya ke telinga Eza. Posisinya Eza membelakangi Tania, Tania pun mencoba meneriaki Eza.
"WOII BANGUNNNN!"
"HEHH! Kamprettt! Budegg telinga gua, Taniaaaaaaa!!" teriak Eza pada Tania. Tania malah terkekeh tanpa rasa bersalah. "Mampuss luu!"
...—·—...
Di lokasi yang berbeda. Seorang ibu rumah tangga sudah terlihat lelah membangunkan anaknya. "Bangun bangun ayok bangunn!! Zia bangun, nak."
"Heh! Bangun atau mama jual Flupy mu!" teriak mama Zia heboh. "No no nooooo. Jangan gitu dong, maaa, kasian Flupy."
"Makanya bangun. Liburan itu udah habis, ayok bangun sekarang. Kamu mau masuk ke sekolah baru masa iya terlambat," kata Zeva, mamanya Zia.
"Iye-iyeee."
"Cepet besiapp sanaa. Yang lain udah nunggu kamu di bawahh. Dua puluh lima menit gak nyampe di meja makan, Flupy mama jual!" Zeva pun pergi dari kamar Zia.
"Ma, gak bisa gitu dong. Cepet bangettt itu waktunya. Maaaa, maaaa, mamaaaaa jangan jual Flupy!!"
"Waktu berjalan Ziaa, cepattlah jangan terlalu lama!!"
"Aihshh, mamaaa jangan gituuu."
"Cepatttttttt!"
"Iya-iyaaaaa. Otwww!" Zia langsung berjalan tergesa-gesa menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.
Bruk! Kesialan menimpa Zia pagi ini, ia malah terpeleset di kamar mandi.
"Aaaaaaa mamaaaaaaaa!"
"Astaghfirullah. Betingkahh bangett sii kamu!!" omel mamanya setelah berbalik. "Zia tu jatuh, maa. Ish, mama gak kerennn."
"Gak keren gak keren apaaann?! Ini kamu ada yang luka gakk? Sakit nggakk??"
"Adaa, ma. Hati Zia terluka."
"Astaghfirullahalazim... lebay bangett! Anak siapa sii kamuuu?!"
^^^Revisi, 2021.^^^