Salah Paham

Hari demi hari berlalu, tanpa terasa ternyata sudah di penghujung minggu, itu artinya weekend sebentar lagi.

Pagi itu, saat sedang menikmati sarapan bersama istrinya, tiba tiba ponsel Panji bergetar tanda ada panggilan masuk.

Drrt....drtt...drtt....

"Mama." Ucap Panji.

"Assalamualaikum Ma?"

"Waalaikumsalam, nak. Kemana aja kamu?"

Ucap bu Mira dari dalam panggilan.

"Hah? emang Panji kemana?" Panji.

"Kok gak pernah ngabarin mama sih, dulu waktu kamu masih lajang tiap malam pasti gangguin mama, ada aja yang kamu laporin, nah sekarang?"

Bu Mira mengomeli putra bungsunya yang sudah jarang menghubunginya.

"Haha, bilang aja kalo mama kangen Panji?" Panji.

"Ya jelas kangenlah, mana minggu lalu kamu nggak kesini, ini papa pengen kita ngumpul weekend ini, bang Caesar dan Kak Nadia juga nanti pulang kok. kamu juga ya, bawa istri kamu." Ucap Bu Mira panjang lebar.

"Iya Ma, ntar sabtu kami berangkat kesana" Panji.

"Baiklah, Mama tunggu kalian ya nak, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, Ma." Panji mengakhiri panggilan dan melanjutkan sarapannya yang terhenti.

"Mama ya bang? Tanya Rizka.

"Iya, Mama minta kita weekend ini kesana" Jawab Panji.

"Kita?" Rizka heran, karena ini adalah kali pertama dia dilibatkan dalam keluarga Panji.

"Iyalah, kata mama kali ini aku wajib bawa kamu." Panji.

"Tapi Bang, aku kan juga udah janji sama ibu untuk pulang kerumah ibu weekend ini." Kata Rizka yang mulai bimbang. di satu sisi dia sangat merindukan ibunya, namun disisi lain dia juga senang karena mulai 'di anggap' dalam keluarga Panji.

"Gampang itu sih, ntar sore kita kesana ya, kita dahulukan Ibu." Jawab Panji enteng.

"Sore ini? nginap?" Rizka.

"Terserah kamu kalau mau nginap juga boleh." Jawab Panji.

"Nggak usah deh soalnya jum'at kan kita masih kerja." Kata Rizka.

***

Di kantor Panji

"Ji, nanti jam berapa sih sidangnya?" Roby menghampiri Panji keruangan dan disusul oleh Ranty.

"Jam 10, sejam lagi." Ucap Panji sambil menata rapi buku bukunya ke dalam lemari.

"Oke, pergi bareng kan?" Tanya Roby lagi.

"Terserah, lo mau pergi berdua sama Ranty juga boleh" Jawab Panji dengan santai tanpa bermaksud apa-apa.

namun tiba-tiba Roby mendekatinya dan sedikit berbisik...

"lo cemburu ya, karena gue sering bareng Ranty?" Tanya Roby yang salah paham akan maksud ucapan Panji sebelumnya.

"hahaha gue belum gila Rob! terserah lo juga mau ngapain sama dia, pacaran kek, bahkan nikah sekalian, itu lebih bagus, biar lo ada pendamping" Jawab Panji yang agak sedikit emosi, namun bisa menahannya.

Entah apa yang ada di pikiran Roby, saat itu. Roby benar benar menganggap kalau Panji suka sama Ranty.

"Lo serius? bukannya kemarin lo senyum senyum gara-gara dia?" Sambung Roby lagi.

Ranty yang berpura-pura memainkan ponsel, memasang telinga selebar mungkin dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

"Apa sih yang ada dalam pikiran lo Rob? gue udah punya istri yang bisa bikin gue senyam senyum tiap hari! bukan wanita lain" Jawab Panji dengan nada tegas namun dengan suara yang pelan.

sepelan apapun mereka bersuara, namun Ranty tetap bisa mendengarnya karena ruangan tersebut tidaklah terlalu besar.

"Yaudah baguslah kalo gitu! gue gak ragu lagi mau deketin dia" Ucap Roby sambil menepuk kecil pundak Panji, dan berjalan meninggalkan ruangan Panji.

Panji tidak peduli dengan apa yang diucapkan Roby, dia masih asyik membereskan buku bukunya.

"ehm Pak Panji, buku buku Bapak berantakan ya? itu kemarin, perempuan yang katanya lagi nungguin Bapak, kayaknya dia deh yang bongkarin" Ucap Ranty dengan santainya.

Panji pun berbalik menghadap Ranty.

"Ranty, maaf ya saya harus mengatakan ini, tolong kamu jangan bicara sembarangan, dia itu istri saya! dan soal buku buku ini bukan dia penyebabnya, tapi saya sendiri. kemarin saya mencari sesuatu, tapi saya belum sempat bereskan kembali, jelas?"

Ucap Panji panjang lebar, kali ini dia benar benar emosi, namun harus tetap menahan agar tidak keluar kata-kata kasar dari mulutnya.

"oh begitu Pak, saya gak yakin betul kalau dia itu istri Bapak, gak serasi soalnya." Jawab Ranty sambil menaikkan alis.

Memang Ranty ini cantik sempurna tapi kalau soal ucapan dan etika, dia sangat kurang.

"Jaga ucapan kamu ya Ranty!" Kata Panji sambil mengambil laptop dan beberapa berkas di meja, kemudian meninggalkan Ranty sendiri dalam ruangan. Ia tidak mau terbawa semakin emosi, karena Ranty adalah seorang wanita dan tidak mugkin dia berlaku kasar.

Karena mengingat jam sudah menunjukkan pukul 9.15, Panji pun segera pergi ke Kantor Pengadilan, jam sidang sebentar lagi. Ia mengirim pesan singkat kepada Roby.

*G*ue duluan ya, Rob. Pesan pun terkirim ke Roby, namun ia belum membacanya.

Kenapa ya semenjak ada Ranty suasana kantor jadi canggung, sama Roby pun jadi sering berdebat nggak jelas, bikin malas kerja aja.

Pikirnya dalam hati sambil mengemudikan mobilnya.

Terpopuler

Comments

Boru Silalahi

Boru Silalahi

anak magang berani bicara tdk sopan sama atasan.memang ada bibit pelakor rupanya

2023-02-07

0

Windarti08

Windarti08

Ranty definisi wanita gak tau malu, cuma karyawan magang tapi udah kayak yang punya kantor aja.
mending balikin aja deh ke habitatnya 😡

2023-01-31

0

romellie mel

romellie mel

anak magang sok hebat

2023-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Akad yang Tak di Inginkan
2 Ternyata Perhatian Juga?
3 Hamil?
4 Rahasia Rizka Terbongkar
5 Jangan Jadi Pelakor
6 CEMBURU
7 Omelette Cinta
8 Kencan Pertama
9 Mandi Keramas
10 Goodbye Tisya!
11 Anak Magang Cantik
12 Memantaskan Diri
13 Peluk
14 Morning Kiss
15 Kasmaran
16 Emosi Rizka
17 Emosi Rizka (2)
18 Perjodohan Tisya
19 Akhirnya Se-Ranjang
20 Salah Paham
21 Berharap Seperti Malam Kemarin
22 Aku Sayang Kamu
23 Kumpul Keluarga
24 Wanita Sinis
25 Mama Ingin Cucu
26 Sayangku
27 Kado
28 Ketemu Mantan
29 Curiga
30 Permintaan Maaf
31 Butuh Banyak Tenaga
32 Hilangnya Mahkota
33 Lipstik
34 Galau
35 Panji Cemburu
36 Bulan Madu Dadakan
37 Hujan Menjadi Saksi
38 Malam yang Romantis
39 Kesabaran yang Berbuah Manis
40 Kembali
41 Talak
42 Rumah Mertua
43 Jalan Bersama Mertua
44 Ragu
45 Kesal
46 Takut Kehilangan
47 Tak Menyangka
48 Selesai
49 Cinta Setelah Pernikahan
50 Baju Sexy
51 Sakit
52 Harus Istirahat
53 Kedatangan Ibu
54 Rutinitas Baru
55 Mimpi
56 Mantan
57 Membahas Masa Lalu
58 Dilarang Mandi
59 Melamar
60 Terciduk
61 Posesif
62 Ke Dokter Kandungan
63 Maafkan Aku
64 Surprise untuk Mama
65 Bersahabat?
66 Seperti Anak Kecil
67 Nggak Mood
68 Jangan Menggoda
69 Sejak Kapan?
70 Ngidam Sesuatu
71 Cemburu Belum Usai
72 Roti Bakar
73 Pengorbanan
74 Ada Apa dengan Panji?
75 Oh..Ternyata
76 Sangat Penting
77 Keputusan yang Berat
78 Resmi Resign
79 Berpamitan
80 Tambah Cantik
81 Manja
82 Kejutan
83 Masak Bersama
84 Awal Pertemuan
85 Resah
86 Rahasia
87 Dibawa Pergi
88 Berangkat
89 Selembar Surat
90 Rumit
91 Ribet
92 Kondangan
93 Ibu-Ibu Arisan
94 Berdamai
95 Senang atau sedih?
96 Siapa Yuri?
97 Terharu
98 Jangan Sentuh Aku
99 Mulai Nakal
100 Melepas Kerinduan
101 Tidur Lagi?
102 Buka Kemeja
103 Ke Cafe
104 Pilih dia atau aku?
105 Heels Tujuh Senti
106 Ketahuan
107 Menjadi Tersangka
108 Emosi Panji
109 Rumah Sakit
110 Penuh Harap
111 Gagal Memberi Vitamin
112 Semakin Besar
113 Ungkapan Isi Hati
114 Cokelat Di Bibir
115 Nyari Kesempatan
116 Janda Tapi Perawan
117 Jangan Jatuh Cinta
118 Wanita Peneduh Hati
119 Tidak Bisa Fokus
120 Pindah
121 Syukuran
122 Mandi di Malam Hari
123 Hari Pertama
124 Satu Tahun Pernikahan
125 Anugerah Terindah
126 Olahraga Pagi
127 Selingkuh?
128 Siapa itu?
129 Tak Rela
130 Abaikan Saja
131 Wanitaku
132 Bertemu Lagi
133 Setia
134 Selamat Datang, Sayang!
135 Terimakasih, Sayang.
136 Bonus Chapter 1
137 Bonus Chapter 2
138 Bonus Chapter 3
139 Bukan Update
140 Bonus Chapter 4
141 Bonus Chapter 5
142 Bonus Chapter 6
143 Bonus Chapter 7
144 Bonus Chapter 8
145 Bonus Chapter 9
146 Bonus Chapter 10 (END)
147 INFO
148 Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149 Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150 Season 2 - Pertengkaran Kecil
151 Season 2 - Monster Ganteng
152 Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153 Season 2 - Lima Puluh Juta
154 Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155 Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156 PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157 Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158 Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159 Season 2 - Jelek Ya?
160 Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161 Season 2 - Suami Idaman
162 Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163 Season 2 - Haduh Gawat
164 Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165 Season 2 - Istighfar
166 Season 2 - Istri Pintar
167 Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168 Season 2 - Sakit Pinggang
169 Season 2 - Adiknya Papa
170 Season 2 - Main Sayang-sayangan
171 Season 2 - Jangan Nakal
172 Season 2 - Mayones
173 Season 2 - Dag Dig Dug
174 Season 2 - Calon Pelakor
175 Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176 Season 2 - Anak Kemarin Sore
177 Season 2 - Takut Kehilangan
178 Season 2 - Abang Salah Apa?
179 Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180 Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181 Ekstra Part
182 Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183 BOSS IDAMAN HATI
184 Promo Karya Baru
185 Hai... Apa Kabar?
186 Promo Novel Baru di NT
187 Stuck With You
188 Cerita Baru
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Akad yang Tak di Inginkan
2
Ternyata Perhatian Juga?
3
Hamil?
4
Rahasia Rizka Terbongkar
5
Jangan Jadi Pelakor
6
CEMBURU
7
Omelette Cinta
8
Kencan Pertama
9
Mandi Keramas
10
Goodbye Tisya!
11
Anak Magang Cantik
12
Memantaskan Diri
13
Peluk
14
Morning Kiss
15
Kasmaran
16
Emosi Rizka
17
Emosi Rizka (2)
18
Perjodohan Tisya
19
Akhirnya Se-Ranjang
20
Salah Paham
21
Berharap Seperti Malam Kemarin
22
Aku Sayang Kamu
23
Kumpul Keluarga
24
Wanita Sinis
25
Mama Ingin Cucu
26
Sayangku
27
Kado
28
Ketemu Mantan
29
Curiga
30
Permintaan Maaf
31
Butuh Banyak Tenaga
32
Hilangnya Mahkota
33
Lipstik
34
Galau
35
Panji Cemburu
36
Bulan Madu Dadakan
37
Hujan Menjadi Saksi
38
Malam yang Romantis
39
Kesabaran yang Berbuah Manis
40
Kembali
41
Talak
42
Rumah Mertua
43
Jalan Bersama Mertua
44
Ragu
45
Kesal
46
Takut Kehilangan
47
Tak Menyangka
48
Selesai
49
Cinta Setelah Pernikahan
50
Baju Sexy
51
Sakit
52
Harus Istirahat
53
Kedatangan Ibu
54
Rutinitas Baru
55
Mimpi
56
Mantan
57
Membahas Masa Lalu
58
Dilarang Mandi
59
Melamar
60
Terciduk
61
Posesif
62
Ke Dokter Kandungan
63
Maafkan Aku
64
Surprise untuk Mama
65
Bersahabat?
66
Seperti Anak Kecil
67
Nggak Mood
68
Jangan Menggoda
69
Sejak Kapan?
70
Ngidam Sesuatu
71
Cemburu Belum Usai
72
Roti Bakar
73
Pengorbanan
74
Ada Apa dengan Panji?
75
Oh..Ternyata
76
Sangat Penting
77
Keputusan yang Berat
78
Resmi Resign
79
Berpamitan
80
Tambah Cantik
81
Manja
82
Kejutan
83
Masak Bersama
84
Awal Pertemuan
85
Resah
86
Rahasia
87
Dibawa Pergi
88
Berangkat
89
Selembar Surat
90
Rumit
91
Ribet
92
Kondangan
93
Ibu-Ibu Arisan
94
Berdamai
95
Senang atau sedih?
96
Siapa Yuri?
97
Terharu
98
Jangan Sentuh Aku
99
Mulai Nakal
100
Melepas Kerinduan
101
Tidur Lagi?
102
Buka Kemeja
103
Ke Cafe
104
Pilih dia atau aku?
105
Heels Tujuh Senti
106
Ketahuan
107
Menjadi Tersangka
108
Emosi Panji
109
Rumah Sakit
110
Penuh Harap
111
Gagal Memberi Vitamin
112
Semakin Besar
113
Ungkapan Isi Hati
114
Cokelat Di Bibir
115
Nyari Kesempatan
116
Janda Tapi Perawan
117
Jangan Jatuh Cinta
118
Wanita Peneduh Hati
119
Tidak Bisa Fokus
120
Pindah
121
Syukuran
122
Mandi di Malam Hari
123
Hari Pertama
124
Satu Tahun Pernikahan
125
Anugerah Terindah
126
Olahraga Pagi
127
Selingkuh?
128
Siapa itu?
129
Tak Rela
130
Abaikan Saja
131
Wanitaku
132
Bertemu Lagi
133
Setia
134
Selamat Datang, Sayang!
135
Terimakasih, Sayang.
136
Bonus Chapter 1
137
Bonus Chapter 2
138
Bonus Chapter 3
139
Bukan Update
140
Bonus Chapter 4
141
Bonus Chapter 5
142
Bonus Chapter 6
143
Bonus Chapter 7
144
Bonus Chapter 8
145
Bonus Chapter 9
146
Bonus Chapter 10 (END)
147
INFO
148
Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149
Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150
Season 2 - Pertengkaran Kecil
151
Season 2 - Monster Ganteng
152
Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153
Season 2 - Lima Puluh Juta
154
Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155
Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156
PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157
Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158
Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159
Season 2 - Jelek Ya?
160
Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161
Season 2 - Suami Idaman
162
Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163
Season 2 - Haduh Gawat
164
Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165
Season 2 - Istighfar
166
Season 2 - Istri Pintar
167
Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168
Season 2 - Sakit Pinggang
169
Season 2 - Adiknya Papa
170
Season 2 - Main Sayang-sayangan
171
Season 2 - Jangan Nakal
172
Season 2 - Mayones
173
Season 2 - Dag Dig Dug
174
Season 2 - Calon Pelakor
175
Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176
Season 2 - Anak Kemarin Sore
177
Season 2 - Takut Kehilangan
178
Season 2 - Abang Salah Apa?
179
Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180
Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181
Ekstra Part
182
Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183
BOSS IDAMAN HATI
184
Promo Karya Baru
185
Hai... Apa Kabar?
186
Promo Novel Baru di NT
187
Stuck With You
188
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!