Peluk

Setelah selesai semua perkerjaan, Rizka membereskan mejanya dan mematikan komputernya. Melirik ke jam tangannya menunjukkan pukul, 16.45.

‘hmmm 15 menit lagi’ Rizka pun tersenyum mengingat suaminya akan segera menjemputnya.

Sementara Panji yang masih berada di gedung Pengadilan dan didalam ruang sidang juga bersiap siap untuk kembali ke kantornya untuk mengantar Roby dan Ranty karena mereka tidak membawa kendaraan, dan kendaraan Roby tinggal di parkiran kantor.

Selama diperjalanan menuju kantor, mereka bertiga hanya diam tanpa bicara. Namun Roby yang tak suka keheningan akhirnya membuka suara .

“ehm.. gimana Ranty, apa kamu sudah mendapat sedikit sedikit ilmu persidangan selama kamu duduk diruang sudang tadi? “ Tanya Roby.

“iya, sudah bang. Terimakasih ya sudah memperbolehkan aku ikut” Jawab Ranty.

“kapan kapan boleh lagi kok, kalau kamu mau, iya nggak Ji?” kata Roby yang melirik ke arah Panji yang sedang fokus menyetir.

Lagi lagi Panji tidak menjawab, pikirannya tertuju pada Rizka karena mengingat sudah jam 5 sore, tapi dirinya masih dalam perjalanan menuju kantor, memakan waktu kurang lebih setengah jam. Belum lagi perjalanan macet karena lalu lintas sore hari yang padat.

‘Asli, sombong banget nih orang, jawab iya aja gitu kan bisa, kenapa harus diem. Segitu gak sukanya sama gue? Awas karma loh ntar yang ada kebalikannya. Lo malah jatuh cinta sama gue' Ranty kesal karena dia selalu diabaikan oleh Panji.

Rizka yang masih setia menunggu Panji di depan gedung kantornya, walaupun Panji sudah terlambat hampir 1 jam.

‘mungkin macet ya di jalan, lalu lintas pasti padat, yaudah aku tunggu ajalah. Tapi setidaknya kabarin kek kalau otw, mana baterai ku tinggal 15 persen lagi. Gara gara lupa ngecharge semalam. Gak bawa power bank lagi. Duh’ Rizka yang celingak celinguk melihat ke arah pintu gerbang kantor berharap mobil Panji segera muncul.

“Ka, kenapa gelisah amat. Kamu ngga bawa motor? Mau nebeng nggak? Ayo sekalian aku anter” Ajak Rio, rekannya satu Divisi dengan Rizka.

“hmm gak usah bang, aku dijemput sama suamiku” Jawab Rizka dengan santai, walau masih terlihat raut wajahnya yang resah.

“ehmm... iya ya aku lupa kalo Primadona di kantor kita ini sudah bersuami, ya kan Pak Win?” kata Rio seolah sambil berbicara kepada Pak Win, satpam di kantor mereka.

“haha, iya bu Rizka ini sudah bersuami” Jawab Pak Win.

Ya, Rizka memang primadona di kantornya. Dia yang termuda dan juga yang tercantik, Mengingat jumlah seluruh pegawai di kantornya hanya sedikit, jadi tidak ada pegawai wanita lainnya yang sebaya dengan Rizka. Maka dialah yang termuda.

Sesampainya di Kantor Panji, dia tidak masuk ke perkarangan Kantor, karena buru buru dan pikirannya tertuju pada Rizka yang belum sempat ia hubungi sejak tadi.

“okelah sampai ketemu besok bro” Kata Roby, lalu keluar dari mobil Panji.

“kamu apalagi kok belum turun dari mobil?” Tanya Panji yang sinis kepada Ranty.

“ehmm, Pak Panji pulang ke arah mana? Saya gak bawa kendaraan Pak, dan saya juga kurang paham daerah sini karena baru beberapa hari saya disini Pak” Ranty mencoba merayu Panji agar mau mengantarnya pulang.

“Saya ke arah Jalan Ahmad Yani, tapi saya gak bisa mengantar kamu” Jawab Panji tegas.

Panji menghela nafas panjang, mencoba menghilangkan rasa kesalnya.

“kenapa Pak? Apa salahnya saya nebeng dengan Bapak? Kos kosan saya juga ke arah sana kok” Rengek Ranty yang tetap memaksa agar terus bisa bersama Panji.

“yasudah, kali ini saja ya” kali ini Panji mengiyakan.

Ranty pun tersenyum puas.

Saat Ranty hendak pindah duduk ke kursi depan sebelah Panji.. Panji langsung menahannya.

“kamu tetap disitu aja, gak usah pindah kedepan” Panji.

Ranty pun menurut perkataan Panji. Walau dengan hati yang kesal.

‘Dih benar benar ya ini orang’ Gumam Ranty.

Sementara Rizka yang tak bisa lagi menunggu kepastian dari Panji, sebelum ponselnya benar benar mati karena kehabisan baterai, dia pun langsung memesan taksi online untuk pulang kerumah, mengingat hari yang sudah semakin petang.

‘mungkin ada rapat dadakan, atau ada kerjaan yang ternyata harus selesai sore ini, makanya gak bisa tepat waktu dan gak bisa balas chat’ Rizka yang tetap berpikiran positif terhadap Panji selama dalam perjalanan pulang.

Setelah menurunkan Ranty di tempat tujuannya. Panji langsung mengambil ponselnya, menghubungi Rizka dan ternyata sudah tidak aktif. Dia pun panik memikirkan Rizka yang pasti marah dengannya. Panji melajukan mobilnya dan menambah kecepatannya di area yang sepi, menuju kantor Rizka dan sesampainya disana disambut oleh satpam yang tidak lain adalah Pak Win.

“selamat malam Pak, bu Rizka nya sudah pulang Pak setengah jam yang lalu, sepertinya naik taksi online” kata Pak Win.

“malam.. oh begitu ya Pak, yasudah terimakasih ya”

Panji pun langsung melajukan mobilnya menuju kerumah, berharap segera bertemu dengan Rizka.

Sesampainya dirumah, Panji langsung mencari cari Rizka. Dan Rizka yang mendengar suara suara dari luar kamarnya pun langsung membuka pintu kamar dan keluar dengan mukena yang masih ia kenakan setelah sholat magrib.

“eh bang udah pulang?” tanya Rizka yang melihat Panji menuju kearahnya, mendekatinya, dan langsung memeluknya erat, sambil memegang kepalanya di sandarkan pada dadanya yang lebar.

Rizka yang terkejut dan terheran akan perlakuan Panji hanya bisa diam tanpa membalas pelukan Panji.

“maafkan aku ya, aku benar benar minta maaf, kamu boleh marah sama aku” Ucap Panji yang masih tetap memeluk Rizka.

“i..iyaa bang, aku gak papa kok, aku gak marah, aku paham kerjaan kamu pasti banyak” Rizka menjawab dengan nafas nya yang sedikit terengah karena Panji begitu kuat mendekapnya.

Yang ada di dalam pikiran nya saat itu adalah

‘hmm aku suka wangi ini’ bagaimana tidak, wangi parfum ditambah bau keringat khas laki laki bercampur jadi satu, yang terhirup ke rongga hidung Rizka. Hingga membawa pikirannya entah kemana mana.

‘duh Rizka, kenapa otakmu jadi mesum begini’

batinnya sambil tersenyum.

Hingga Panji pun melepaskan pelukannya.

“kamu gak marah kan? Aku janji gak bakal ngulangi lagi” Kata Panji sambil mengelus kepala Rizka.

Rizka mengangguk tersenyum.

“yasudah, aku mandi dulu ya? Udah makan malam?” Panji.

“belum bang, aku siapin makanan ya" Rizka.

“baiklah” Ucap Panji dan menuju ke kamarnya.

Kurang lebih setengah jam Panji berada di dalam kamarnya, hingga saat keluar kamar Rizka pun sudah menyajikan makanan di meja makan.

‘hmm sedap sekali’ dalam hati Panji.

Sambil menyantap makanannya mereka berdua saling berpandangan. Panji yang terus tersenyum menatap Rizka, hingga Rizka pun tersipu malu.

“makasih ya” ucap Panji.

“makasih untuk apa bang? Harusnya aku yang makasih, transferan nya udah masuk. Tapi kayaknya kebanyakan deh” Rizka yang baru ingat akan jumlah uang yang di transfer Panji ke rekeningnya.

“emang berapa?” Tanya Panji.

“6 juta bang, belanja kita kan 2 juta cukup?” Rizka.

“iya, sisanya buat keperluan pribadi kamu” Panji.

“tapi aku kan juga punya gaji bang, kan aku bisa pake gaji sendiri” Rizka.

“udah jangan banyak protes, kalau ngga pake, simpan aja di tabungan kamu ya, kalau kamu tetap nolak, ntar aku transfer lagi lebih banyak. Hahaha” Ucap Panji sembari tertawa.

Tapi Rizka malah terdiam, hatinya bertanya tanya.

‘berapa sih gaji seorang Jaksa muda seperti bang Panji, apa sebanyak itu? Atau jangan jangan... ah aku gak boleh su’udzon sama suami sendiri’ Rizka yang menaruh curiga terhadap Panji mengenai dari mana penghasilannya, Rizka belum mengetahui kalau di kota M Panji mempunyai usaha sebuah Cafee yang semakin lama semakin ramai pengunjungnya.

"kenapa diem? Lagi mikir ya? Mau nolak atau terima tawaran aku tadi?” Panji.

“ah enggak, yaudah iya aku terima pemberian kamu bang, makasih ya”

Panji hanya tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya, mengambil piring nya dan piring Rizka yang sejak tadi telah menghabiskan makanannya, membawa ke wastafel dan langsung mencucinya.

“duh rajin banget, suami siapa sih?” Kata Rizka sambil mencolek pinggang Panji.

“iya rindu nyuci piring udah hampir sebulan absen, jadi sesekali boleh lah” Panji ngeles, padahal itu ia lakukan untuk mengurangi rasa bersalahnya terhadap Rizka.

“ehmm, udah berani colek colek yah, aku bales gimana?” Panji.

“jangan dong, kabur ah” Rizka setengah berlari menuju kamarnya.

Hari demi hari berganti, tidak terasa pernikahan mereka sudah memasuki satu bulan. Namun tetap belum ada yang ‘terjadi’ .

Panji yang semakin hari semakin gemas melihat tingkah Rizka, sepertinya sudah mulai membuka hatinya untuk Rizka sebagai istrinya. Dan sejak hari dimana ia mengahapus semua kenangannya bersama Tisya, sampai saat ini ia tidak pernah lagi mengingat Tisya.

Sementara Rizka yang sudah sangat sangat menyadari bahwa dirinya benar benar mencintai Panji, walau dalam diam dan tak pernah mengungkapkanya, tapi Rizka memperlihatkannya melalui bagaimana ia memperlakukan Panji. Terlebih saat tadi Panji memeluknya, dia yakin suatu saat Panji pasti bisa mencintainya, dalam sholatnya Rizka tak pernah berhenti berdoa agar pernikahannya ini bisa bahagia selayaknya pasangan suami istri pada umumnya. Karena menurutnya pernikahan bukanlah hal yang bisa dipermainkan.

***

Terimakasih readers yang sudah setia membaca dan menunggu update dari novel ini, supaya author tambah semangat jangan lupa like dan vote ya

😊😊😊

Terpopuler

Comments

pipi gemoy

pipi gemoy

mampir Thor sudah sampai bab ini 🌹

2023-07-02

0

Boru Silalahi

Boru Silalahi

Ranty jgn ganggu hubungan yg msh baru mulai bertunas

2023-02-07

0

Fe

Fe

gemezzz baru awal udah ada uget2 gatel

2023-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Akad yang Tak di Inginkan
2 Ternyata Perhatian Juga?
3 Hamil?
4 Rahasia Rizka Terbongkar
5 Jangan Jadi Pelakor
6 CEMBURU
7 Omelette Cinta
8 Kencan Pertama
9 Mandi Keramas
10 Goodbye Tisya!
11 Anak Magang Cantik
12 Memantaskan Diri
13 Peluk
14 Morning Kiss
15 Kasmaran
16 Emosi Rizka
17 Emosi Rizka (2)
18 Perjodohan Tisya
19 Akhirnya Se-Ranjang
20 Salah Paham
21 Berharap Seperti Malam Kemarin
22 Aku Sayang Kamu
23 Kumpul Keluarga
24 Wanita Sinis
25 Mama Ingin Cucu
26 Sayangku
27 Kado
28 Ketemu Mantan
29 Curiga
30 Permintaan Maaf
31 Butuh Banyak Tenaga
32 Hilangnya Mahkota
33 Lipstik
34 Galau
35 Panji Cemburu
36 Bulan Madu Dadakan
37 Hujan Menjadi Saksi
38 Malam yang Romantis
39 Kesabaran yang Berbuah Manis
40 Kembali
41 Talak
42 Rumah Mertua
43 Jalan Bersama Mertua
44 Ragu
45 Kesal
46 Takut Kehilangan
47 Tak Menyangka
48 Selesai
49 Cinta Setelah Pernikahan
50 Baju Sexy
51 Sakit
52 Harus Istirahat
53 Kedatangan Ibu
54 Rutinitas Baru
55 Mimpi
56 Mantan
57 Membahas Masa Lalu
58 Dilarang Mandi
59 Melamar
60 Terciduk
61 Posesif
62 Ke Dokter Kandungan
63 Maafkan Aku
64 Surprise untuk Mama
65 Bersahabat?
66 Seperti Anak Kecil
67 Nggak Mood
68 Jangan Menggoda
69 Sejak Kapan?
70 Ngidam Sesuatu
71 Cemburu Belum Usai
72 Roti Bakar
73 Pengorbanan
74 Ada Apa dengan Panji?
75 Oh..Ternyata
76 Sangat Penting
77 Keputusan yang Berat
78 Resmi Resign
79 Berpamitan
80 Tambah Cantik
81 Manja
82 Kejutan
83 Masak Bersama
84 Awal Pertemuan
85 Resah
86 Rahasia
87 Dibawa Pergi
88 Berangkat
89 Selembar Surat
90 Rumit
91 Ribet
92 Kondangan
93 Ibu-Ibu Arisan
94 Berdamai
95 Senang atau sedih?
96 Siapa Yuri?
97 Terharu
98 Jangan Sentuh Aku
99 Mulai Nakal
100 Melepas Kerinduan
101 Tidur Lagi?
102 Buka Kemeja
103 Ke Cafe
104 Pilih dia atau aku?
105 Heels Tujuh Senti
106 Ketahuan
107 Menjadi Tersangka
108 Emosi Panji
109 Rumah Sakit
110 Penuh Harap
111 Gagal Memberi Vitamin
112 Semakin Besar
113 Ungkapan Isi Hati
114 Cokelat Di Bibir
115 Nyari Kesempatan
116 Janda Tapi Perawan
117 Jangan Jatuh Cinta
118 Wanita Peneduh Hati
119 Tidak Bisa Fokus
120 Pindah
121 Syukuran
122 Mandi di Malam Hari
123 Hari Pertama
124 Satu Tahun Pernikahan
125 Anugerah Terindah
126 Olahraga Pagi
127 Selingkuh?
128 Siapa itu?
129 Tak Rela
130 Abaikan Saja
131 Wanitaku
132 Bertemu Lagi
133 Setia
134 Selamat Datang, Sayang!
135 Terimakasih, Sayang.
136 Bonus Chapter 1
137 Bonus Chapter 2
138 Bonus Chapter 3
139 Bukan Update
140 Bonus Chapter 4
141 Bonus Chapter 5
142 Bonus Chapter 6
143 Bonus Chapter 7
144 Bonus Chapter 8
145 Bonus Chapter 9
146 Bonus Chapter 10 (END)
147 INFO
148 Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149 Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150 Season 2 - Pertengkaran Kecil
151 Season 2 - Monster Ganteng
152 Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153 Season 2 - Lima Puluh Juta
154 Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155 Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156 PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157 Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158 Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159 Season 2 - Jelek Ya?
160 Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161 Season 2 - Suami Idaman
162 Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163 Season 2 - Haduh Gawat
164 Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165 Season 2 - Istighfar
166 Season 2 - Istri Pintar
167 Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168 Season 2 - Sakit Pinggang
169 Season 2 - Adiknya Papa
170 Season 2 - Main Sayang-sayangan
171 Season 2 - Jangan Nakal
172 Season 2 - Mayones
173 Season 2 - Dag Dig Dug
174 Season 2 - Calon Pelakor
175 Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176 Season 2 - Anak Kemarin Sore
177 Season 2 - Takut Kehilangan
178 Season 2 - Abang Salah Apa?
179 Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180 Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181 Ekstra Part
182 Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183 BOSS IDAMAN HATI
184 Promo Karya Baru
185 Hai... Apa Kabar?
186 Promo Novel Baru di NT
187 Stuck With You
188 Cerita Baru
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Akad yang Tak di Inginkan
2
Ternyata Perhatian Juga?
3
Hamil?
4
Rahasia Rizka Terbongkar
5
Jangan Jadi Pelakor
6
CEMBURU
7
Omelette Cinta
8
Kencan Pertama
9
Mandi Keramas
10
Goodbye Tisya!
11
Anak Magang Cantik
12
Memantaskan Diri
13
Peluk
14
Morning Kiss
15
Kasmaran
16
Emosi Rizka
17
Emosi Rizka (2)
18
Perjodohan Tisya
19
Akhirnya Se-Ranjang
20
Salah Paham
21
Berharap Seperti Malam Kemarin
22
Aku Sayang Kamu
23
Kumpul Keluarga
24
Wanita Sinis
25
Mama Ingin Cucu
26
Sayangku
27
Kado
28
Ketemu Mantan
29
Curiga
30
Permintaan Maaf
31
Butuh Banyak Tenaga
32
Hilangnya Mahkota
33
Lipstik
34
Galau
35
Panji Cemburu
36
Bulan Madu Dadakan
37
Hujan Menjadi Saksi
38
Malam yang Romantis
39
Kesabaran yang Berbuah Manis
40
Kembali
41
Talak
42
Rumah Mertua
43
Jalan Bersama Mertua
44
Ragu
45
Kesal
46
Takut Kehilangan
47
Tak Menyangka
48
Selesai
49
Cinta Setelah Pernikahan
50
Baju Sexy
51
Sakit
52
Harus Istirahat
53
Kedatangan Ibu
54
Rutinitas Baru
55
Mimpi
56
Mantan
57
Membahas Masa Lalu
58
Dilarang Mandi
59
Melamar
60
Terciduk
61
Posesif
62
Ke Dokter Kandungan
63
Maafkan Aku
64
Surprise untuk Mama
65
Bersahabat?
66
Seperti Anak Kecil
67
Nggak Mood
68
Jangan Menggoda
69
Sejak Kapan?
70
Ngidam Sesuatu
71
Cemburu Belum Usai
72
Roti Bakar
73
Pengorbanan
74
Ada Apa dengan Panji?
75
Oh..Ternyata
76
Sangat Penting
77
Keputusan yang Berat
78
Resmi Resign
79
Berpamitan
80
Tambah Cantik
81
Manja
82
Kejutan
83
Masak Bersama
84
Awal Pertemuan
85
Resah
86
Rahasia
87
Dibawa Pergi
88
Berangkat
89
Selembar Surat
90
Rumit
91
Ribet
92
Kondangan
93
Ibu-Ibu Arisan
94
Berdamai
95
Senang atau sedih?
96
Siapa Yuri?
97
Terharu
98
Jangan Sentuh Aku
99
Mulai Nakal
100
Melepas Kerinduan
101
Tidur Lagi?
102
Buka Kemeja
103
Ke Cafe
104
Pilih dia atau aku?
105
Heels Tujuh Senti
106
Ketahuan
107
Menjadi Tersangka
108
Emosi Panji
109
Rumah Sakit
110
Penuh Harap
111
Gagal Memberi Vitamin
112
Semakin Besar
113
Ungkapan Isi Hati
114
Cokelat Di Bibir
115
Nyari Kesempatan
116
Janda Tapi Perawan
117
Jangan Jatuh Cinta
118
Wanita Peneduh Hati
119
Tidak Bisa Fokus
120
Pindah
121
Syukuran
122
Mandi di Malam Hari
123
Hari Pertama
124
Satu Tahun Pernikahan
125
Anugerah Terindah
126
Olahraga Pagi
127
Selingkuh?
128
Siapa itu?
129
Tak Rela
130
Abaikan Saja
131
Wanitaku
132
Bertemu Lagi
133
Setia
134
Selamat Datang, Sayang!
135
Terimakasih, Sayang.
136
Bonus Chapter 1
137
Bonus Chapter 2
138
Bonus Chapter 3
139
Bukan Update
140
Bonus Chapter 4
141
Bonus Chapter 5
142
Bonus Chapter 6
143
Bonus Chapter 7
144
Bonus Chapter 8
145
Bonus Chapter 9
146
Bonus Chapter 10 (END)
147
INFO
148
Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149
Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150
Season 2 - Pertengkaran Kecil
151
Season 2 - Monster Ganteng
152
Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153
Season 2 - Lima Puluh Juta
154
Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155
Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156
PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157
Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158
Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159
Season 2 - Jelek Ya?
160
Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161
Season 2 - Suami Idaman
162
Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163
Season 2 - Haduh Gawat
164
Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165
Season 2 - Istighfar
166
Season 2 - Istri Pintar
167
Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168
Season 2 - Sakit Pinggang
169
Season 2 - Adiknya Papa
170
Season 2 - Main Sayang-sayangan
171
Season 2 - Jangan Nakal
172
Season 2 - Mayones
173
Season 2 - Dag Dig Dug
174
Season 2 - Calon Pelakor
175
Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176
Season 2 - Anak Kemarin Sore
177
Season 2 - Takut Kehilangan
178
Season 2 - Abang Salah Apa?
179
Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180
Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181
Ekstra Part
182
Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183
BOSS IDAMAN HATI
184
Promo Karya Baru
185
Hai... Apa Kabar?
186
Promo Novel Baru di NT
187
Stuck With You
188
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!