Dua minggu sudah pernikahan mereka berlalu. namun masih begitu begitu saja, yaa.. masih seperti Bapak kos dan anak kos. Hahaha.
Mentari pagi menyinari dengan gagahnya, hingga sinarnya pun masuk ke celah celah gorden kamar Rizka dan membuatnya yang sedang tertidur lelap, silau akan sinarnya.
“Errghhoooaaammm....” Rizka terbangun dan langsung duduk, ya ampun jam berapa ini? Rizka melihat ke arah jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 08.00.
“Hah?? Aku kesiangan,” Rizka pun langsung turun dari tempat tidurnya, mencari cari ponselnya yang tergulung bersama selimutnya. Setelah melihat layar ponselnya tertera ‘Saturday’ .
“Alhamdulillah, kirain aku bakal terlambat ke kantor ternyata hari sabtu.” Rizka cekikikan sendiri mengingat hal konyol itu.
Sambil menuju pintu kamarnya mengambil handuk yang tergantung di hanger dan keluar menuju dapur, saat hendak membuka kulkas mengambil air minum, Rizka melihat sebuah memo bertulisan,
Pules banget tidurnya, aku udah bikinin sarapan buat kamu, meskipun Cuma omelette tapi dimakan yah, aku pergi main futsal dulu.
Rizka kegirangan membaca memo tersebut, seperti mendapat surat cinta. Saking senangnya dia meletakkan memo tersebut didadanya dan....
“ Awww... romantis banget sih.” Rizka benar benar seperti orang dimabuk cinta berbunga bunga.
Apakah ini pertanda kisah cinta akan di mulai?
Batinnya.
Sedang asyik berkhayal akan kisah cinta nya, Rizka pun menghentikan khayalannya.
Stop Rizka! Tidak tidak kamu jangan halu, bang Panji itu udah punya seseorang yang dia cinta. Dan itu bukan kamu. Ini hanyalah bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, tak lebih. Ingat itu.
“Malangnya diriku, mendambakan cinta dari pacar orang, tapi dia suamiku, tapi dia juga pacarnya orang lain, aarrgghh bisa gila aku lama lama."
Rizka pun membuka penutup di meja makan mendapati omelette dengan saus di atasnya berbentuk hati.
Apalagi ini? Ini? Aku nggak salah lihat kan?
Dengan cepat ia mengambil ponselnya di kamar dan kembali kemeja makan untuk memfoto omelette yang di masak Panji untuk Rizka.
“Sayang banget nih mau di makan, hahaha.” Rizka duduk di kursi makan, tak sabar untuk mencicipi masakan suaminya itu, memotong satu bagian dan haap saat omelette mendarat di mulut Rizka.
“Hmmm enak banget, ala-ala cafe gitu. Ternayata bener dia bisa masak.” Dengan lahap Rizka menghabiskan omelette cinta sambil ditemani segelas susu.
Sarapan yang kesiangan. haha nggak apa-apa deh.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 9.30 setelah selesai semuanya, membereskan meja makan, cuci piring dan bersih bersih. Rizka pun segera mandi.
“Huh udah lengket banget badanku,” sambil berlari kecil menuju kamar mandi.
Sementara itu, di garasi rumah sudah terpakir mobil honda Jazz keluaran terbaru. Pertanda Panji sudah pulang dari bermain futsal. Weekend kali ini ia tidak berangkat ke kota M karena kuliahnya sedang masa tahapan minggu tenang sebelum Ujian Akhir. Jadi selama 2 minggu Panji tidak ada kelas alias libur kuliah. Seperti biasa Panji langsung membuka pintu rumah dengan kuncinya.
“Assalamualaikum," tak ada jawaban.
Masih belum bangun juga? Gila aja udah mau jam 10.
Sambil terus berjalan menuju ruang TV, dan terdengar samar nyanyian dari kamar mandi. Samar antara suara air yang mengalir dari shower dan nyanyian seorang wanita.
“Aku bisaa membuaatmu, jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta,”
Panji yang mendengarnya langsung senyum-senyum, pipinya pun merona. Tapi ada yang aneh dengan dirinya, tiba tiba ia merasa gugup dan lupa akan apa yang ingin ia lakukan. Padahal niatnya tadi menuju dapur untuk mengambil air, tapi terhenti langkahnya mendengar nyanyian Rizka. Panji yang telah tersadar pun langsung membuka kulkas meminum air dengan botol besarnya
Gleekk gleeekk gleeekkk
Sadar Panji, kenapa jadi salah tingkah?
Ucapnya dalam hati pada diri sendiri.
Rizka pun keluar dari kamar mandi tanpa menyadari Panji yang sudah berdiri di dapur depan kulkas, memang jarak antara dapur dan kamar mandi yang digunakan Rizka sangat dekat. Namanya juga rumah minimalis.
Saat melihat Rizka keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan selembar handuk memperlihatkan betisnya yang putih mulus, dengan rambut basah terurai, terus berjalan menuju kamarnya tanpa melihat Panji yang sejak tadi memperhatikannya. Panji pun terdiam melihat pemandangan itu, namun niat jahilnya timbul saat itu
“Ehem” Panji berdehem menggoda Rizka.
Rizka yang terkejut dengan keberadaan Panji, menoleh kebelakang dan langsung berlari menuju kamarnya.
“Aaa jahat banget sih, selalu ngagetin,” ucapnya sambil berlari.
Braakk.
Suara pintu Rizka tertutup dan tidak lupa ia menguncinya sebanyak 2 kali.
“Kebiasaan deh Bang Panji itu selalu muncul tiba tiba, mana aku keadaanku begini lagi. Sial! Mana aku tau dia sudah pulang.”
Biasanya Rizka tidak hanya menggunakan selembar handuk saat keluar kamar mandi, dia langsung mengenakan pakaian nya di Kamar mandi entah itu hanya setelan piyama. Tapi kali ini karena ia pikir Panji tidak ada dirumah, jadi bebas. Pikirnya. Namun siapa sangka Panji pulang lebih awal dari yang ia duga.
Hingga malam pun tiba, malam ini adalah malam minggu.
Rizka yang sejak tadi siang hanya dikamar, tidur, berbaring, main ponsel, membuka sosmed, youtube, main game, bahkan sampai tidak tahu lagi harus ngapain.
“Hah bosan banget sih, berasa jomblo, malam minggu gini di kamar terus,” Katanya sambil melihat ponselnya, dengan posisi tengkurap memeluk bantal.
Tiba-tiba..
Tokk tokk tokk
“Rizka, Rizka...” Panji yang terus memanggil nama Rizka. Seakan tidak sabar untuk menunggu pintu terbuka.
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Far~ hidayu❤️😘🇵🇸
aduh lagu yg viral kembali. . kembali membaca lagi..
2024-09-19
0
Eva Rubani
malm minggu dong bsngg
2022-12-19
0
Rhizna Wati Sikang
🤣🤣🤣bang panji cuci mata yahh
2022-12-10
0