Cekleek
“Iya Bang, ada apa? “ Rizka membuka pintu dan melihat Panji yang sudah rapi dengan setelan kemeja polos biru dongker beserta jeans hitam.
Ganteng maksimal. Dalam hati Rizka.
“Udah rapi, wangi, ganteng. mau kemana? ketemu cewe ya? Tanya Rizka sedikit sarkastik.
“Iya mau ngajak cewe jalan nih, tapi sayang cewenya masih pake piyama dan belum siap siap.”
Jawab Panji sambil nyelonong masuk ke kamar Rizka.
“Hah? Maksudnya aku Bang? Emang kita udah janjian? Kok mendadak sih, kalau kamu bilangnya dari tadi kan aku siap-siap.” Rizka ngomel sambil membuka lemarinya memilih-milih baju yang akan ia pakai.
“Sengaja, biar kamu shock. Ya udah cepetan sana siap-siap ganti baju!” Jawab Panji yang sudah duduk di tepi tempat tidur Rizka.
“Haha, gimana aku mau ganti baju kalau kamu masih disini Bang, sana tunggu diluar.” Rizka menarik lengan Panji, Memegang bahunya yang bidang dan mendorongnya keluar kamar.
Panji sengaja melakukan itu, dia senang melihat Rizka yang malu-malu karena ulahnya.
“Nggak pake lama ya, 5 menit.” Panji.
“What? 5 menit? Oke siapa takut. Dia kira aku pake dandan segala. Padahal Cuma ganti baju, pake jilbab, pake mousterizer di wajah, pake lipstik. Udah deh selesai." Rizka.
Panji yang sudah menunggunya di dalam mobil, terheran melihat Rizka yang benar benar tepat 5 menit selesai. Rizka pun membuka pintu mobil dan langsung duduk disebelah Panji.
“Cepet amat, nggak dandan apa?” Panji.
“Nggak lah, yang penting lipstik mode on.” Rizka.
“Oh iya ya..aku lupa kamu kan bukan cewe 100 persen, hahaha.”
Hening sejenak dan tiba-tiba...
“Kita mau kemana?” tanya mereka bersamaan.
“Hahaha, lah Bang kan kamu yang ngajak aku pergi, masa tanya ke aku sih?” Rizka.
“Iya tapi kamu maunya kemana? Makan dulu yuk.” Ajak Panji.
“Oke deh, aku ngikut aja Bang terserah kamu” Rizka.
Pnji membelokkan mobilnya kesebuah restoran seafood ternama di daerah mereka.
“Kamu bisa makan seafood kan?” Tanya Panji.
“Bisa kok,” Rizka
“Oke ayo,”
Panji keluar dari mobil, dan langsung berjalan. Sementara Rizka yang berjalan perlahan sengaja memperlambat langkahnya agar tetap berada di belakang Panji.
Panji pun menoleh kebelakang.
“Kamu ini pengawal aku atau istri aku sih? sini dong” Panji memberikan lengannya pada Rizka pertanda minta digandeng.
Rizka pun terkejut melihat perlakuan Panji seperti itu.
“Emang boleh?” Tanya Rizka yang pura pura lugu padahal senangnya setengah mati.
Tanpa menjawab Panji pun langsung menarik tangan Rizka untuk diletakkan di lengannya. Panji membawa langkah masuk kedalam resto dengan Rizka mengikuti langkahnya.
Tiba di dalam resto di sambut oleh pelayan.
“Untuk berapa orang Pak?” Pelayan.
“2 orang,” Panji.
“Oh, baiklah silahkan ke meja khusus pasangan ya Pak.” Jawab pelayan sambil memberi arah ke meja yang dimaksud.
Tibalah mereka di suatu ruangan outdoor, sepanjang jalan menuju tempat khusus pasangan tersebut di hiasi dengan lilin lilin, mirip candle light dinner gitu.
Panji menarik kursi dan mempersilahkan Rizka untuk duduk.
“Makasih Bang.” Rizka tersipu, melihat tempat yang mereka datangi. Dan melihat sekeliling mereka ada beberapa pasangan yang sedang berbincang.
“Bagus banget tempatnya, aku nggak nyangka ada empat indah begini. Padahal aku udah dari lahir di daerah ini tapi malah nggak tahu.” Rizka.
“Mungkin karena kamu kelamaan jomblo, jadi nggak tahu apa apa. Hahaha” Panji menertawakan Rizka.
“Iya juga sih kebanyakan dirumah juga iya. Kalau nongkrong bisa dihitung jari lah dalam sebulan palingan dua kali.” Rizka.
“Kamu pesan apa?” kata Panji sambil melihat lihat menu pilihan makanan.
Rizka yang juga sedang memilih kemudian berkata,
“Ini aja, udang plus cumi saus padang sama nasi putih.” Kemudian ada seorang pelayan yang menghampiri mereka dan mencatat pesanan mereka.
“Ifu mi seafood pedas ya Mbak,” Panji pun memesan makanannya.
“Minumnya...,” Rizka memilih minuman.
“Jus jeruk,” Panji dan Rizka secara bersamaan.
“Hahaha.” mereka tertawa dan Pelayan yang melayani mereka pun ikut tersenyum.
--Diperjalanan pulang--
Jam menunjukkan pukul 22.30, tanpa terasa malam pun semakin larut. karena perjalanan dari resto ke tempat tinggak mereka lumayan jauh sekitar 30 menit di tambah macet lalu lintas bisa memakan waktu 1 jam.
Rizka pun tertidur selama diperjalanan. ia merasa badannya sangat lelah, padahal entah apa yang ia lakukan hari ini hanya berbaring seharian.
Panji yang melirik kearahnya bergumam
"Dasar tukang molor," sambil tersenyum kecil.
Sesampai dirumah, mobil sudah Panji parkirkan digarasi, mesin juga sudah di matikan, tapi Rizka tak kunjung bangun dari tidurnya.
Bangunin atau aku tunggu aja ya sampe dia bangun, atau aku tinggalin aja dia di mobil, haha.
Gumam Panji dalam hati namun jiwa jahilnya tetap ada. tidak seperti awal pernikahan, Panji yang begitu dingin dan acuh tak acuh terhadap Rizka, kini mulai berubah, sepertinya sudah mulai beradaptasi dengan pernikahannya, dan berubah kembali seperti awal pertemuan mereka.
Panji memang tergolong pria yang ramah dengan siapa saja, bahkan di kantornya banyak para staf staf wanita yang salah sangka dengan perkataan dan perlakuannya, sehingga mereka menjadi salah tingkah akan perlakuan Panji. Padahal yang ia lakukan hanyalah sebatas candaan, karena memang pembawaan dirinya seperti itu.
Panji melihat ke jam tangannya, 23.15.
Wah kalau aku tungguin bisa bisa sampe pagi nih molornya.
Panji membuka pintu mobil, keluar dari mobilnya dan membuka pintu rumah selebar lebarnya, kemudian membuka pintu mobil dibagian Rizka. Panji pun mendekati tubuhnya dengan tubuh Rizka menaruh tangan Rizka pada bahunya, serta tangan yang satunya mengambil kedua kaki Rizka.
Ya, Panji menggendong Rizka masuk kedalam rumah serta kamar Rizka dan meletakkan Rizka di atas tempat tidurnya.
"Berat juga yaa dia, haduh," sambil memegang bahu kanannya.
Panji pun tak langsung beranjak meninggalkan Rizka namun membuka jilbabnya, meletakkan nya di gantungan jilbab yang berada tepat di belakang pintu kamar Rizka, menyalakan AC dan lampu tidur. dan tidak lupa memakaikan selimut.
Panji merebahkan tubuhnya di ranjangnya sendiri. membuka ponselnya melihat galeri. ternyata ia sedang memandangi foto Rizka yang ia ambil diam diam tadi saat sedang makan di resto.
semakin hari semakin cantik, sifatnya yang lucu dan agak kekanakan bikin aku jadi gemes, ya Allah semoga engkau menumbuhkan terus dan terus rasa cinta pada istriku ini. Ucap dan doa Panji dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Fina Harahap
ceritanya kok jd beda ya
2024-12-18
0
Cucun Suryani
jangan ada pelkor thor
2023-02-25
0
Hany Surya
Aamiin
2023-01-29
0