Senin Pagi
Ibu dan Ayah Rizka sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kota dimana putri mereka berada. Setelah mendapat kabar bahwa seusai subuh tadi, Rizka mulai merasakan kontraksi hebat dengan durasi setiap setengah jam sekali, dan berangsur lebih cepat kini menjadi sepuluh menit sekali. Semakin sering dan semakin sakit, ternyata benar prediksi Dokter bahwa tanggal HPL Rizka bisa saja lebih cepat.
Rizka sudah berada diruang rawat inap khusus Ibu bersalin, ditemani oleh Mama Mira dan Nadia. Sementara Panji, seusai mengantarkan istri dan mertuanya kesini, ia harus singgah ke kantor sebentar untuk meminta izin cuti selama beberapa hari. Karena kantornya memiliki aturan yang begitu ketat, sehingga tidak bisa meminta izin hanya melalui telepon, tapi harus melalui surat resmi.
"Kalau kamu ngerasain sakit banget, genggam aja tangan Mama kuat-kuat. Nggak apa-apa." Ucap Mama Mira sambil mengusap kening Rizka yang mulai mengeluarkan bulir-bulir keringat. Rizka hanya menjawab dengan anggukan, sambil menahan sakitnya kontraksi yang sesekali menjalar hingga ke kepalanya.
Sementara Nadia tidak melakukan apapun, ia sendiri panik melihat keadaan Rizka dan ia yakini beberapa bulan lagi ia juga akan mengalami hal yang sama.
"Kamu mau minum? aku ambilin, ya." Nadia meraih sebotol air mineral tak lupa ia pasangkan sedotannya agar memudahkan Rizka untuk minum.
"Makasih, Kak." Rizka tersenyum, ia bisa menjawab dan tersenyum saat ini karena gelombang cinta yang maha dahsyat itu belum datang lagi.
Satu jam yang lalu, Dokter kandungan yang akan menangani Rizka mengatakan bahwa Rizka sudah melewati pembukaan lima. Dan jika pembukaannya lancar maka harusnya sore ini bayi mereka akan lahir.
"Ah... Mama..." Rizka kembali memegang erat tangan Mama Mira kala rasa sakit itu datang lagi, dari perut menjalar hingga ke pinggangnya.
"Iya sayang, Mama disini. Kamu harus kuat ya,"
Rizka ingin mengubah posisinya menjadi duduk, siapa tahu rasa sakitnya akan berkurang. "Kamu mau duduk?" Mama Mira membant…
Cinta Setelah Pernikahan
Selamat Datang, Sayang!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 188 Episodes
Comments
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Ini seharusnya mengantarkan istri, mama ya dan kakak iparnya begitu Thor bukan mertuanya kan mertuanya belum datang
2024-05-13
0
Ciacia
Selamat ua RizkaPanji ayo cepet sadar harus semangattt👍👍👍
2023-01-09
0
inayah machmud
jd inget pas dulu aku melahirkan anak ku... perjuangan yg sangat luar biasa, ,, tapi semua terbayar dgn kelahiran anak ku ,,, semua rasa sakit yg ku rasakan berganti dgn kebahagiaan, ,,
2022-12-23
0