Ternyata Perhatian Juga?

Hai , buat yang baru gabung di novel ini, selamat membaca ya semoga terhibur. dan betah lanjut membaca, jangan lupa tinggalkam komentar kalian ❤

***

Setelah selesai semuanya Rizka pun sudah mengenakan pakaian Dinas rapi. Jam menunjukkan pukul 6.30 tapi Panji juga belum keluar dari kamarnya.

Apa dia belum bangun? ya ngapain aku pikirin mungkin dia lelah, lelah bekerja atau berbincang dengan pacarnya itu.

Tiba tiba...

Cklekk

Suara pintu kamar Panji terbuka dan dia sudah berpakaian rapi, siap untuk berangkat ke kantor tidak lupa membawa Laptop dan berkas berkasnya.

“Aku duluan ya,” kata Panji.

“Nggak sarapan dulu bang?” tanya Rizka agak mengencangkan suaranya karena Panji sudah berada di pintu utama.

“Nggak sempat lagi, aku buru buru.” Jawabnya sambil berlalu.

Rizka terdiam, apakah ini memang kebiasaanya setiap pagi tak pernah sarapan atau karena malas melihat dah menghadapi dirinya.

Terserahlah, jalani saja, ikuti saja alurnya gimana maunya dia.

Dikantor Rizka

Semua orang yang melihat keberadaan Rizka dikantor terkejut

“Hah? Kok dia masuk kerja?” kata Neni rekan kantornya Rizka.

“Kenapa sih kalian kok pada kaget gitu?” tanya Rizka heran.

“Ya iya lah Ka, kok kamu nggak cuti sih kan ada jatah cuti menikah, malah masuk kantor.” Jawab mbak Yanti yang juga rekan kerjanya.

“Iya habis gimana lagi ngapain aku cuti tapi dirumah aja?” kata Rizka kesal.

“Lah emang pengantin baru ngga honeymoon kemana gitu?” Tanya Neni dengan keponya.

“Enggak, dia sibuk. Ada beberapa sidang dalam minggu ini.” jawab Rizka.

“Ya udah jangan kesal gitu dong nanti pasti ada waktu yang pas kok,” jawab Mbak Yanti menyemangati Rizka.

Rizka hanya tersenyum, sambil menghidupkan PC nya dan merapikan beberapa file pekerjaannya yang masih berantakan.

Dirumah.

Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Panji baru pulang, sebenarnya bukan lembur. Waktu pulang kantor tepat jam 5 sore tapi kebiasaan Panji adalah duduk nongkrong dan ngopi bersama rekan rekan kerjanya.

Namun tak biasanya Panji pulang jam segini, biasanya lebih lama lagi. Ia khawatir dengan Rizka yang sendirian dirumah, walau dia tidak atau belum mencintai istrinya itu tapi rasa peduli dan khawatir masih ada dibenak nya mengingat tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Panji melihat ke garasi terdapat sepeda motor milik Rizka terparkir disana pertanda ia ada dirumah.

Panji membuka pintu dengan kunci yang ia bawa pintu Tak terkunci dari dalam karena sebelumya Panji dan Rizka sudah membicarakannya dan mereka telah memegang kunci pintu masing masing. Agar tidak saling mengganggu nantinya apabila salah satu dari mereka terlambat pulang.

Sepi amat, udah tidur kali ya?

Panji masuk ke kamarnya merebahkan dirinya diranjang melepaskan lelah, tak terasa ia tertidur selama 30 menit dan tebangun lalu bergegas mandi membersihkan diri. Setelah itu ia keluar dari kamarnya melihat keruangan dengan heran, beneran sepi banget kaya ngga ada orang, udah tidur atau dia keluar rumah. Tanya nya dalam hati dan tanpa ragu.

Tok tok tok

“Ka, kamu di dalam?” tanya Panji sambil mengetuk kamar Rizka.

Tak ada jawaban.

Panji mengeluarkan ponsel dari saku celana nya dan mulai chat Rizka.

Dddrrrt drrttt

Jaksa Panji, SH.

Begitulah nama Panji tertera di ponsel Rizka

Kamu dimana Ka?

Rizka yang tidak menyangka akan di chat oleh Panji langsung duduk dari rebahan. Ternyata ia berada di kamar, rebahan, dengerin musik sambil pake handsfree dengan volume kencang. Tentu saja ia tak mendengar Panji mengetuk pintu kamarnya, dan ia pun kemudian membalas chat Panji.

Aku dirumah bang, kenapa? Kamu dimana?

Balas Rizka sambil bergumam

Perhatian juga dia. Kirain sama sekali nggak peduli.

Depan pintu kamarmu. balas Panji.

Segera Rizka bangun dan buru buru mengenakan kerudungnya, Dan membuka pintu kamarnya.

“Udah pulang ya bang, maaf ga kedengaran, pake handsfree soalnya, ada apa bang?” tanya Rizka sambil mengeluarkan kepalanya di pintu, namun tidak membuka pintu sepenuhnya.

“Gak apa-apa kirain kamu diluar rumah, ohya udah makan?” tanya Panji.

“Udah bang tadi sore aku pulang kerja langsung beli makanan. Kamu sendiri?” Jawab Rizka yang sedikit bahagia karena Panji perhatian padanya.

“Udah tadi waktu di cafee bareng teman teman.” jawabnya lagi.

“Ka ini uang untuk belanja, satu bulan ya” sambil memberikan Rizka uang sebesar tiga juta rupiah.

“Oke, kamu sukanya makanan apa bang?” tanya Rizka lagi.

“Ehhmm bentar, apa nggak bisa kita ngbrol diluar kamar kok harus ngintip ngintip gini sih, tenang aja aku nggak akan macam macam kok sama kamu, jangan takut!”

Jawab Panji memalingkan wajahnya tanpa mau menatap Rizka.

“Iya Bang maaf, maaf.” sambil keluar kamar dan kemudian duduk di sofa ruang TV.

“Pertanyaan tadi jadi aku jawab nggak?” sambung Panji.

“Ya iya lah kan aku butuh jawabanya, jadi tau mau dibeliin bahan makanan apa.” jawab Rizka sambil membuka handsfree dari telinganya.

“Seafood, ayam, boleh. Kalau sayur aku nggak terlalu suka. Terserah kamu aja” jelas Panji.

“Oke baiklah besok pulang kerja aku belanja” jawab Rizka Tegas.

“Bisa sendiri kan? Naik motor?” tanya Panji.

“Bisa Bang, oh ya Bang mengenai tagihan listrik, air dan internet gimana? Aku akan ikutan bayar juga kok. Kan aku ikutan pakai” jelas Rizka panjang lebar.

“Apaan sih kamu ini, biar aku aja yang tanggung toh sebelum ada kamu juga aku bayar semuanya senidiri kan. Hahaha, aneh kamu” jawab Panji sambil tertawa lepas.

“Bukan gitu, aku kan ikutan pake semuanya Bang, jadi nggak enak kalo nggak ikutan bayar.” Rizka.

Panji tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya.

Emangnya dia pikir dia ngekos disini apa, mau ikutan bayar tagihan, ada ada saja. Lucu banget sih. Pikirnya dalam hati.

Keesokan harinya,

Dipagi hari hujan deras, Rizka bangun kesiangan tidak sempat menyiapkan sarapan, hanya sempat berbenah diri persiapan ke kantor saja. Waktu menunjukkan pukul 7 tapi hujan tak kunjung reda.

"Haduh gimana ni mau ke kantor derasnya ga mungkin juga aku pake mantel pasti tetap basah, mau pesan taksi online juga pasti lama karena hujan macet, ya Allah.” Rizka berbicara sendiri dan Panji yang baru keluar dari pintu kamarnya tak sengaja mendengar ucapan Rizka tadi.

“Bareng aku aja yuk, aku anterin. Ntar kamu telat lagi. Yuk cepetan kita kan searah.” ajak Panji pada Rizka sambil masuk ke mobilnya.

Tanpa menjawab, Rizka langsung masuk ke Mobil. Mobil Panji pun melaju kearah tujuan mereka.

“Ntar sore pulang jam berapa?” tanya Panji.

“Biasa Bang, jam lima.” Jawab Rizka santai.

“Ya udah, tunggu di kantor aja ntar aku jemput kamu, sekalian kita ke supermarket.” ajak Panji.

Rizka tidak menjawab tapi malah bergumam dalam hati

nggak salah nih dia mau ngantarin aku belanja apa dia mulai peduli padaku? huh jangan ngarep Rizka. batinnya.

“Kok diem” Tanya Panji saat Rizka tak merespon tawarannya.

“Eh iya Bang, oke deh siap”

Memang tak ada kemesraan diantara sepasang suami istri itu karena memang pada dasarnya mereka hanyalah rekan kerja. Bicara pun kadang terlalu formal jika sudah menyangkut pekerjaan.

Waktu menunjukkan pukul 17.20 sore.

Panji belum juga menjemput Rizka, Rizka yang mulai bertanya tanya jadi jemput ngga sih. Kemudian mengeluarkan ponselnya hendak menelpon Panji namun tiba tiba ponselnya bergetar tanda chat masuk..

Aku sedang dalam perjalanan ke kantor kamu

Rizka melihat ponselnya dan ternyata ada chat dari Panji.

Oke bang hati hati

Balas Rizka singkat.

Setengah jam kemudian, tibalah mobil Panji tepat di depan Kantor Rizka. dan Panji melihat Rizka sudah menunggu di pintu utama. sambil tersenyum Panji membuka pintu mobil.

“Ayo.” katanya.

Rizka pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil.

"Kita belanja di Supermarket Jalan Mawar aja ya Bang, soalnya aku mau beli burger di daerah itu. pengen udah lama banget.” ajak Rizka. dan Panji pun mengangguk tanda mengiyakan. arah tersebut adalah arah kerumah orang tua Rizka yang setiap hari ia lalui pergi dan pulang kerja.

10 menit kemudian, mereka hampir sampai di Supermarket.

"Padahal baru seminggu nggak lewat sini, tapi berasa udah lama banget." Kata Rizka sambil menoleh ke kiri ke kanan.

"Kamu rindu rumah ya?" tanya Panji yang seakan paham isi hati Rizka.

"Ya begitulah Bang, terutama rindu Ibu. kami kan nggak pernah terpisah jauh dan lama. kecuali waktu aku kuliah dulu.” Jawab Rizka.

"Ya udah kapan kapan kalau kamu mau pulang kerumah Ibu, silahkan.” sahut Panji sambil memarkirkan mobilnya.

"Beneran? tapi kamu ikut nggak?" Rizka setengah kegirangan. Wajahnya menghadap ke Panji yang masih fokus memarkirkan mobilnya.

Tapi Panji tidak menjawab dan sedang berpikir...

Gimana kalo aku ikut kan pasti jadinya sekamar sama Rizka. Itu nggak mungkin, bahaya.

Itulah yang ada didalam benak Panji.

“Oh iya kamu udah tau kan, kalo aku setiap sabtu pasti berangkat ke kota M, untuk kuliah?” Panji mengelak ajakan Rizka dan ini adalah alasan yang paling tepat untuk menolak agar Rizka tidak berkecil hati.

Memang benar Panji sedang melanjutkan studinya ke tingkat Pascasarjana di kota M tempat ia berasal. Dan kelasnya dihari Sabtu dan Minggu.

“Hehehe iya Bang aku lupa, yaudah kebetulan banget daripada aku sendiri dirumah mending aku kerumah ibu. Yeeyyy” .

Kali ini Rizka benar benar senang seakan bisa melepaskan dirinya dari kesepian karna di rumahnya Rizka bisa lebih bebas melakukan apapun, bisa bercanda tawa dengan Ibu, Ayah dan adiknya. Karena sebenarnya Rizka bukanlah tipe cewek yang pendiam melainkan ceplas ceplos, supel dan agak keras kepala. Tapi jika dihadapan Panji dia berubah 80 derajat.

Sesampai dirumah.

Sekitar pukul 6.15 sore mendekati Adzan Magrib, Rizka pun bergegas turun dari mobil dengan membawa sebagian belanjaan mereka dan dibantu oleh Panji, masuk kedalam rumah dan meletakkanya didapur. Lalu membersihkan diri untuk mengejar sholat magrib. Begitu juga dengan Panji.

Setelah sholat Magrib, Rizka keluar kamar menuju dapur dan mulai membereskan dan menyusun semua bahan bahan belanjaan tadi ke dalam kulkas.

Sekalian masak makan malam ah.

Pikirnya.

Cekleek

Tak lama kemudian Panji pun keluar dari kamarnya, menuju dapur untuk minum. Ia melihat Rizka yang sedang sibuk memilah milah bahan makanan. Rizka tidak menyadari bahwa Panji yang sejak tadi berada dibelakangnya sambil meemperhatikannya. Dan saat ia berbalik....

***

Bersambung

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

180 derajat Thor

2024-11-06

1

Diana Subar

Diana Subar

gregetan ih suami istri koq gak 1 kamar...

2024-05-29

0

꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂

꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂

padahal baru awal baca tapi udah masuk ke hati aj ni cerita author

2023-01-27

2

lihat semua
Episodes
1 Akad yang Tak di Inginkan
2 Ternyata Perhatian Juga?
3 Hamil?
4 Rahasia Rizka Terbongkar
5 Jangan Jadi Pelakor
6 CEMBURU
7 Omelette Cinta
8 Kencan Pertama
9 Mandi Keramas
10 Goodbye Tisya!
11 Anak Magang Cantik
12 Memantaskan Diri
13 Peluk
14 Morning Kiss
15 Kasmaran
16 Emosi Rizka
17 Emosi Rizka (2)
18 Perjodohan Tisya
19 Akhirnya Se-Ranjang
20 Salah Paham
21 Berharap Seperti Malam Kemarin
22 Aku Sayang Kamu
23 Kumpul Keluarga
24 Wanita Sinis
25 Mama Ingin Cucu
26 Sayangku
27 Kado
28 Ketemu Mantan
29 Curiga
30 Permintaan Maaf
31 Butuh Banyak Tenaga
32 Hilangnya Mahkota
33 Lipstik
34 Galau
35 Panji Cemburu
36 Bulan Madu Dadakan
37 Hujan Menjadi Saksi
38 Malam yang Romantis
39 Kesabaran yang Berbuah Manis
40 Kembali
41 Talak
42 Rumah Mertua
43 Jalan Bersama Mertua
44 Ragu
45 Kesal
46 Takut Kehilangan
47 Tak Menyangka
48 Selesai
49 Cinta Setelah Pernikahan
50 Baju Sexy
51 Sakit
52 Harus Istirahat
53 Kedatangan Ibu
54 Rutinitas Baru
55 Mimpi
56 Mantan
57 Membahas Masa Lalu
58 Dilarang Mandi
59 Melamar
60 Terciduk
61 Posesif
62 Ke Dokter Kandungan
63 Maafkan Aku
64 Surprise untuk Mama
65 Bersahabat?
66 Seperti Anak Kecil
67 Nggak Mood
68 Jangan Menggoda
69 Sejak Kapan?
70 Ngidam Sesuatu
71 Cemburu Belum Usai
72 Roti Bakar
73 Pengorbanan
74 Ada Apa dengan Panji?
75 Oh..Ternyata
76 Sangat Penting
77 Keputusan yang Berat
78 Resmi Resign
79 Berpamitan
80 Tambah Cantik
81 Manja
82 Kejutan
83 Masak Bersama
84 Awal Pertemuan
85 Resah
86 Rahasia
87 Dibawa Pergi
88 Berangkat
89 Selembar Surat
90 Rumit
91 Ribet
92 Kondangan
93 Ibu-Ibu Arisan
94 Berdamai
95 Senang atau sedih?
96 Siapa Yuri?
97 Terharu
98 Jangan Sentuh Aku
99 Mulai Nakal
100 Melepas Kerinduan
101 Tidur Lagi?
102 Buka Kemeja
103 Ke Cafe
104 Pilih dia atau aku?
105 Heels Tujuh Senti
106 Ketahuan
107 Menjadi Tersangka
108 Emosi Panji
109 Rumah Sakit
110 Penuh Harap
111 Gagal Memberi Vitamin
112 Semakin Besar
113 Ungkapan Isi Hati
114 Cokelat Di Bibir
115 Nyari Kesempatan
116 Janda Tapi Perawan
117 Jangan Jatuh Cinta
118 Wanita Peneduh Hati
119 Tidak Bisa Fokus
120 Pindah
121 Syukuran
122 Mandi di Malam Hari
123 Hari Pertama
124 Satu Tahun Pernikahan
125 Anugerah Terindah
126 Olahraga Pagi
127 Selingkuh?
128 Siapa itu?
129 Tak Rela
130 Abaikan Saja
131 Wanitaku
132 Bertemu Lagi
133 Setia
134 Selamat Datang, Sayang!
135 Terimakasih, Sayang.
136 Bonus Chapter 1
137 Bonus Chapter 2
138 Bonus Chapter 3
139 Bukan Update
140 Bonus Chapter 4
141 Bonus Chapter 5
142 Bonus Chapter 6
143 Bonus Chapter 7
144 Bonus Chapter 8
145 Bonus Chapter 9
146 Bonus Chapter 10 (END)
147 INFO
148 Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149 Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150 Season 2 - Pertengkaran Kecil
151 Season 2 - Monster Ganteng
152 Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153 Season 2 - Lima Puluh Juta
154 Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155 Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156 PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157 Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158 Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159 Season 2 - Jelek Ya?
160 Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161 Season 2 - Suami Idaman
162 Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163 Season 2 - Haduh Gawat
164 Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165 Season 2 - Istighfar
166 Season 2 - Istri Pintar
167 Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168 Season 2 - Sakit Pinggang
169 Season 2 - Adiknya Papa
170 Season 2 - Main Sayang-sayangan
171 Season 2 - Jangan Nakal
172 Season 2 - Mayones
173 Season 2 - Dag Dig Dug
174 Season 2 - Calon Pelakor
175 Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176 Season 2 - Anak Kemarin Sore
177 Season 2 - Takut Kehilangan
178 Season 2 - Abang Salah Apa?
179 Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180 Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181 Ekstra Part
182 Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183 BOSS IDAMAN HATI
184 Promo Karya Baru
185 Hai... Apa Kabar?
186 Promo Novel Baru di NT
187 Stuck With You
188 Cerita Baru
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Akad yang Tak di Inginkan
2
Ternyata Perhatian Juga?
3
Hamil?
4
Rahasia Rizka Terbongkar
5
Jangan Jadi Pelakor
6
CEMBURU
7
Omelette Cinta
8
Kencan Pertama
9
Mandi Keramas
10
Goodbye Tisya!
11
Anak Magang Cantik
12
Memantaskan Diri
13
Peluk
14
Morning Kiss
15
Kasmaran
16
Emosi Rizka
17
Emosi Rizka (2)
18
Perjodohan Tisya
19
Akhirnya Se-Ranjang
20
Salah Paham
21
Berharap Seperti Malam Kemarin
22
Aku Sayang Kamu
23
Kumpul Keluarga
24
Wanita Sinis
25
Mama Ingin Cucu
26
Sayangku
27
Kado
28
Ketemu Mantan
29
Curiga
30
Permintaan Maaf
31
Butuh Banyak Tenaga
32
Hilangnya Mahkota
33
Lipstik
34
Galau
35
Panji Cemburu
36
Bulan Madu Dadakan
37
Hujan Menjadi Saksi
38
Malam yang Romantis
39
Kesabaran yang Berbuah Manis
40
Kembali
41
Talak
42
Rumah Mertua
43
Jalan Bersama Mertua
44
Ragu
45
Kesal
46
Takut Kehilangan
47
Tak Menyangka
48
Selesai
49
Cinta Setelah Pernikahan
50
Baju Sexy
51
Sakit
52
Harus Istirahat
53
Kedatangan Ibu
54
Rutinitas Baru
55
Mimpi
56
Mantan
57
Membahas Masa Lalu
58
Dilarang Mandi
59
Melamar
60
Terciduk
61
Posesif
62
Ke Dokter Kandungan
63
Maafkan Aku
64
Surprise untuk Mama
65
Bersahabat?
66
Seperti Anak Kecil
67
Nggak Mood
68
Jangan Menggoda
69
Sejak Kapan?
70
Ngidam Sesuatu
71
Cemburu Belum Usai
72
Roti Bakar
73
Pengorbanan
74
Ada Apa dengan Panji?
75
Oh..Ternyata
76
Sangat Penting
77
Keputusan yang Berat
78
Resmi Resign
79
Berpamitan
80
Tambah Cantik
81
Manja
82
Kejutan
83
Masak Bersama
84
Awal Pertemuan
85
Resah
86
Rahasia
87
Dibawa Pergi
88
Berangkat
89
Selembar Surat
90
Rumit
91
Ribet
92
Kondangan
93
Ibu-Ibu Arisan
94
Berdamai
95
Senang atau sedih?
96
Siapa Yuri?
97
Terharu
98
Jangan Sentuh Aku
99
Mulai Nakal
100
Melepas Kerinduan
101
Tidur Lagi?
102
Buka Kemeja
103
Ke Cafe
104
Pilih dia atau aku?
105
Heels Tujuh Senti
106
Ketahuan
107
Menjadi Tersangka
108
Emosi Panji
109
Rumah Sakit
110
Penuh Harap
111
Gagal Memberi Vitamin
112
Semakin Besar
113
Ungkapan Isi Hati
114
Cokelat Di Bibir
115
Nyari Kesempatan
116
Janda Tapi Perawan
117
Jangan Jatuh Cinta
118
Wanita Peneduh Hati
119
Tidak Bisa Fokus
120
Pindah
121
Syukuran
122
Mandi di Malam Hari
123
Hari Pertama
124
Satu Tahun Pernikahan
125
Anugerah Terindah
126
Olahraga Pagi
127
Selingkuh?
128
Siapa itu?
129
Tak Rela
130
Abaikan Saja
131
Wanitaku
132
Bertemu Lagi
133
Setia
134
Selamat Datang, Sayang!
135
Terimakasih, Sayang.
136
Bonus Chapter 1
137
Bonus Chapter 2
138
Bonus Chapter 3
139
Bukan Update
140
Bonus Chapter 4
141
Bonus Chapter 5
142
Bonus Chapter 6
143
Bonus Chapter 7
144
Bonus Chapter 8
145
Bonus Chapter 9
146
Bonus Chapter 10 (END)
147
INFO
148
Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149
Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150
Season 2 - Pertengkaran Kecil
151
Season 2 - Monster Ganteng
152
Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153
Season 2 - Lima Puluh Juta
154
Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155
Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156
PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157
Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158
Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159
Season 2 - Jelek Ya?
160
Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161
Season 2 - Suami Idaman
162
Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163
Season 2 - Haduh Gawat
164
Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165
Season 2 - Istighfar
166
Season 2 - Istri Pintar
167
Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168
Season 2 - Sakit Pinggang
169
Season 2 - Adiknya Papa
170
Season 2 - Main Sayang-sayangan
171
Season 2 - Jangan Nakal
172
Season 2 - Mayones
173
Season 2 - Dag Dig Dug
174
Season 2 - Calon Pelakor
175
Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176
Season 2 - Anak Kemarin Sore
177
Season 2 - Takut Kehilangan
178
Season 2 - Abang Salah Apa?
179
Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180
Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181
Ekstra Part
182
Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183
BOSS IDAMAN HATI
184
Promo Karya Baru
185
Hai... Apa Kabar?
186
Promo Novel Baru di NT
187
Stuck With You
188
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!