Emosi Rizka (2)

Tibalah Ranty di ruangan meeting, saat menyerahkan berkas yang di minta Panji, Ranty pun berbisik ditelinga Panji, tentu hal itu membuat Panji terkejut.

"Pak, tadi ada orang di ruangan Bapak, sudah saya suruh tunggu diluar, tapi nggak mau" Bisik Ranty.

"Kamu jangan ngomong yang tidak tidak ya sama dia, itu istri saya!" Kata Panji pelan.

Ranty yang tidak menghiraukan perkataan Panji, langsung kembali duduk di kursinya, dan mulai menyimak lagi apa yang di katakan Pimpinan saat meeting.

Hah istri? Bapak kira saya percaya? haha

Ranty sama sekali tidak percaya dengan ucapan Panji, dia menganggap Panji hanya berbohong.

Jam sudah menunjukkan pukul 18.20, meeting pun ditunda karena Adzan maghrib berkumandang, semua peserta meeting bubar, dan akan melanjutkannya lagi setelah maghrib. Ya begitulah pekerjaan Panji, terkadang sering ada meeting dadakan, tugas dadakan, bahkan sesekali pernah lembur hingga pagi dini hari.

Panji mempercepat langkahnya untuk kembali keruangannya, niatnya adalah mengajak Rizka sholat di mesjid. namun setibanya diruangan, dia tidak mendapati Rizka disana.

Loh kemana? kan aku bilang tunggu disini aja jangan kemana-mana

Panji yang kecarian Rizka pun mengambil ponselnya untuk menelpon Rizka, namun tak ada jawaban.

Panji langsung berpikir pasti Rizka sudah duluan ke mesjid, lalu bergegas menyusulnya kesana. Ternyata benar, saat setengah jalan Panji melihat sosok Rizka dari belakang yang sedang berjalan menuju mesjid, Panji tersenyum dan tanpa ragu langsung merangkul tubuh Rizka yang tingginya kurang lebih hanya sepundak Panji. Panji yang berbadan tegap dan tinggi sementara Rizka bertubuh mungil dan sedikit montok, tinggi badan nya hanya sekitar 155cm.

"Eh kirain siapa, hampir aja aku hajar," Kata Rizka manyun.

"Jangan disini kalau mau hajar aku, ntar aja dirumah" sambil agak menunduk, Panji mendekatkan mulutnya ke telinga Rizka, dan berbisik menggoda Rizka.

"Apa sih Bang!" sambil menepis tangan Panji yang ada di bahunya, dan mempercepat langkahnya. Panji hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu.

Rizka yang masih kesal karena kejadian sore tadi, mood nya berantakan, feelingnya benar pasti bakalan tidak nyaman berada disana, di tambah lagi ternyata Panji memiliki asisten secantik itu, membuat otak Rizka berpikir kemana-mana.

Setelah selesai sholat Magrib, semua peserta meeting kembali keruangan meeting, tidak lama meeting pun berakhir, hanya sekitar 15 menit, karena pimpinan hanya membacakan kesimpulan dan menutupnya.

"Akhirnya selesai juga." Ucap Roby yang duduk tepat di sebelah Panji.

"Mau kemana bro, buru buru amat, ngopi dulu yuk?" Ajak Roby, sambil mengejar langkah Panji yang begitu cepat.

"Nggak bisa bro, sorry." Jawab Panji singkat.

Tibalah, Panji diruangan nya dan diikuti Ranty dari belakang.

"Pak, boleh kah saya menebeng lagi hari ini?" Tanya Ranty.

"Maaf Ranty, nggak bisa. kamu tau kan istri saya sedang menunggu?" Tegas Panji.

Panji membereskan barang-barangnya diatas meja kerjanya, dan langsung meninggalkan Ranty tanpa berkata apapun lagi. Panji tahu Rizka sudah menunggunya di lobi karena seusai magrib tadi Rizka mengirimkan pesan kepadanya.

"Ayoo, Rizka." Kata Panji menghampiri Rizka yang sedang duduk di lobi. Rizka pun langsung bangkit dan tidak berkata apa apa.

Saat di perjalanan pulang, Rizka hanya diam, Panji berpikir mungkin Rizka lelah karena harus ikut dengannya sampai malam begini.

"Maafin aku ya, kamu pasti capek karena harus ikut aku ke kantor." Sambil mengelus kepala Rizka, namun Rizka segera menepisnya. Mood nya benar benar rusak saat ini. Bahkan rasa kesalnya mampu menutupi rasa laparnya.

"Iya Bang, lain kali aku gak mau deh ikut ikut ke kantor kamu lagi, mending aku dirumah aja udah biasa," Jawabnya ketus.

Semarah itukah dia? tapi kenapa? gak biasanya dia begini

Panji masih tak paham betul penyebab kekesalan Rizka.

"Iya, maafin aku ya, kamu mau makan apa?" Tanya Panji.

"Gak usah, aku lagi nggak selera Bang." Katanya sambil menyandarkan kepalanya ke jendela mobil.

"Jangan gitu dong. yaudah aku mampir kesini sebentar ya, kamu di sini aja." Panji singgah membeli 2 bungkus nasi goreng, di tempat langganannya, sebelum masuk ke komplek perumahan.

Sesampainya dirumah, Rizka langsung membuka pintu rumah, membuka sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu. Begitu pun dengan Panji.

Saat Rizka hendak menuju kamarnya, Panji menahannya dan menarik lengannya.

"Semarah itu kamu sama aku Ka?" Panji ingin mencari tahu apakah ada penyebab lain di balik marahnya Rizka.

"Kamu nggak tau kan bang? tadi aku diusir sama asisten cantik kamu yang sinis itu." kini Rizka mulai membuka suara.

"Oh.. jadi gara-gara ini kamu marah banget sama aku? pantesan." Panji.

memang kurang ajar si Ranty, ngapain coba dia nyuruh Rizka keluar ruangan.

"Jadi menurut kamu, aku marah karena apa? karena capek nungguin kamu? itu nggak masalah Bang buat aku." Jelas Rizka

"Iya, maaf ya. besok aku akan bicara sama Ranty karena udah memperlakukan kamu sembarangan, emang kamu nggak bilang kalau lagi nunggu aku?" Panji.

"Udah, tapi dia malah tambah sinis ke aku. Kamu pasti bakalan betah banget ya di kantor kalau punya asisten secantik itu?" Rizka menahan air matanya, seharusnya ia tidak perlu menanyakan hal seperti itu.

"Terus kamu nggak bilang kamu siapa? di mata aku, masih cantik kamu di banding dia," Panji memegang pundak Rizka.

Pujian Panji untuknya barusan membuat Rizka tersipu malu, namun ia tak mau membahasnya lebih lanjut. "Maksudnya Bang?"

"Ya kamu kan bisa ngasih tau ke dia, kalau kamu itu istri aku," Panji.

"Pengennya gitu bang, ingin ku menjawab aku ini istrinya? terus kamu mau apa? tapi aku urungkan niat ku, aku gak mau buat keributan di kantor kamu, nanti kamu yang malu." Jelas Rizka panjang lebar, benar saja ingin sekali dia mengatakan itu tapi rasanya belum pantas saja, meski ia benar-benar berstatus istri Panji.

"Ya sudah sini, sekali lagi maafin aku ya." Panji pun mengarahkan tubuhnya lebih dekat pada Rizka dan memeluknya lagi.

"Nggak usah peluk peluk Bang, aku keringat belum mandi." Rizka menolak Panji.

"Ya udah mandi dulu sana nanti kita peluk peluk lagi ya?" godanya sambil tersenyum.

Rizka yang tak bisa menahan senyum dengan apa yang diucapkan Panji, akhirnya membalas senyum Panji. Moodnya kembali baik, meski belum sepenuhnya.

"Nah gitu kan manis," Kata Panji sambil mencubit pipi Rizka.

Terpopuler

Comments

Dwi Handayani

Dwi Handayani

si panji lagi, bukannya robby dah tau ya kalau dia dah nikah, kenapa gak dijawab aja gitu, "ada istri yang nungguin",

2022-08-22

0

Dwi Handayani

Dwi Handayani

nah kan cewek gatel. ihh paling geli saya mah ama cewek yg tingkat kepedeannya tinggi, apalagi kalo ama cowok, gateul. rasanya kaya dia tuh nginjek nginjek hrga diri perempuan banget.

2022-08-22

0

Neulis Saja

Neulis Saja

dasar perempuan baru digituan aja langsung melehoy

2022-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Akad yang Tak di Inginkan
2 Ternyata Perhatian Juga?
3 Hamil?
4 Rahasia Rizka Terbongkar
5 Jangan Jadi Pelakor
6 CEMBURU
7 Omelette Cinta
8 Kencan Pertama
9 Mandi Keramas
10 Goodbye Tisya!
11 Anak Magang Cantik
12 Memantaskan Diri
13 Peluk
14 Morning Kiss
15 Kasmaran
16 Emosi Rizka
17 Emosi Rizka (2)
18 Perjodohan Tisya
19 Akhirnya Se-Ranjang
20 Salah Paham
21 Berharap Seperti Malam Kemarin
22 Aku Sayang Kamu
23 Kumpul Keluarga
24 Wanita Sinis
25 Mama Ingin Cucu
26 Sayangku
27 Kado
28 Ketemu Mantan
29 Curiga
30 Permintaan Maaf
31 Butuh Banyak Tenaga
32 Hilangnya Mahkota
33 Lipstik
34 Galau
35 Panji Cemburu
36 Bulan Madu Dadakan
37 Hujan Menjadi Saksi
38 Malam yang Romantis
39 Kesabaran yang Berbuah Manis
40 Kembali
41 Talak
42 Rumah Mertua
43 Jalan Bersama Mertua
44 Ragu
45 Kesal
46 Takut Kehilangan
47 Tak Menyangka
48 Selesai
49 Cinta Setelah Pernikahan
50 Baju Sexy
51 Sakit
52 Harus Istirahat
53 Kedatangan Ibu
54 Rutinitas Baru
55 Mimpi
56 Mantan
57 Membahas Masa Lalu
58 Dilarang Mandi
59 Melamar
60 Terciduk
61 Posesif
62 Ke Dokter Kandungan
63 Maafkan Aku
64 Surprise untuk Mama
65 Bersahabat?
66 Seperti Anak Kecil
67 Nggak Mood
68 Jangan Menggoda
69 Sejak Kapan?
70 Ngidam Sesuatu
71 Cemburu Belum Usai
72 Roti Bakar
73 Pengorbanan
74 Ada Apa dengan Panji?
75 Oh..Ternyata
76 Sangat Penting
77 Keputusan yang Berat
78 Resmi Resign
79 Berpamitan
80 Tambah Cantik
81 Manja
82 Kejutan
83 Masak Bersama
84 Awal Pertemuan
85 Resah
86 Rahasia
87 Dibawa Pergi
88 Berangkat
89 Selembar Surat
90 Rumit
91 Ribet
92 Kondangan
93 Ibu-Ibu Arisan
94 Berdamai
95 Senang atau sedih?
96 Siapa Yuri?
97 Terharu
98 Jangan Sentuh Aku
99 Mulai Nakal
100 Melepas Kerinduan
101 Tidur Lagi?
102 Buka Kemeja
103 Ke Cafe
104 Pilih dia atau aku?
105 Heels Tujuh Senti
106 Ketahuan
107 Menjadi Tersangka
108 Emosi Panji
109 Rumah Sakit
110 Penuh Harap
111 Gagal Memberi Vitamin
112 Semakin Besar
113 Ungkapan Isi Hati
114 Cokelat Di Bibir
115 Nyari Kesempatan
116 Janda Tapi Perawan
117 Jangan Jatuh Cinta
118 Wanita Peneduh Hati
119 Tidak Bisa Fokus
120 Pindah
121 Syukuran
122 Mandi di Malam Hari
123 Hari Pertama
124 Satu Tahun Pernikahan
125 Anugerah Terindah
126 Olahraga Pagi
127 Selingkuh?
128 Siapa itu?
129 Tak Rela
130 Abaikan Saja
131 Wanitaku
132 Bertemu Lagi
133 Setia
134 Selamat Datang, Sayang!
135 Terimakasih, Sayang.
136 Bonus Chapter 1
137 Bonus Chapter 2
138 Bonus Chapter 3
139 Bukan Update
140 Bonus Chapter 4
141 Bonus Chapter 5
142 Bonus Chapter 6
143 Bonus Chapter 7
144 Bonus Chapter 8
145 Bonus Chapter 9
146 Bonus Chapter 10 (END)
147 INFO
148 Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149 Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150 Season 2 - Pertengkaran Kecil
151 Season 2 - Monster Ganteng
152 Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153 Season 2 - Lima Puluh Juta
154 Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155 Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156 PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157 Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158 Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159 Season 2 - Jelek Ya?
160 Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161 Season 2 - Suami Idaman
162 Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163 Season 2 - Haduh Gawat
164 Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165 Season 2 - Istighfar
166 Season 2 - Istri Pintar
167 Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168 Season 2 - Sakit Pinggang
169 Season 2 - Adiknya Papa
170 Season 2 - Main Sayang-sayangan
171 Season 2 - Jangan Nakal
172 Season 2 - Mayones
173 Season 2 - Dag Dig Dug
174 Season 2 - Calon Pelakor
175 Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176 Season 2 - Anak Kemarin Sore
177 Season 2 - Takut Kehilangan
178 Season 2 - Abang Salah Apa?
179 Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180 Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181 Ekstra Part
182 Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183 BOSS IDAMAN HATI
184 Promo Karya Baru
185 Hai... Apa Kabar?
186 Promo Novel Baru di NT
187 Stuck With You
188 Cerita Baru
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Akad yang Tak di Inginkan
2
Ternyata Perhatian Juga?
3
Hamil?
4
Rahasia Rizka Terbongkar
5
Jangan Jadi Pelakor
6
CEMBURU
7
Omelette Cinta
8
Kencan Pertama
9
Mandi Keramas
10
Goodbye Tisya!
11
Anak Magang Cantik
12
Memantaskan Diri
13
Peluk
14
Morning Kiss
15
Kasmaran
16
Emosi Rizka
17
Emosi Rizka (2)
18
Perjodohan Tisya
19
Akhirnya Se-Ranjang
20
Salah Paham
21
Berharap Seperti Malam Kemarin
22
Aku Sayang Kamu
23
Kumpul Keluarga
24
Wanita Sinis
25
Mama Ingin Cucu
26
Sayangku
27
Kado
28
Ketemu Mantan
29
Curiga
30
Permintaan Maaf
31
Butuh Banyak Tenaga
32
Hilangnya Mahkota
33
Lipstik
34
Galau
35
Panji Cemburu
36
Bulan Madu Dadakan
37
Hujan Menjadi Saksi
38
Malam yang Romantis
39
Kesabaran yang Berbuah Manis
40
Kembali
41
Talak
42
Rumah Mertua
43
Jalan Bersama Mertua
44
Ragu
45
Kesal
46
Takut Kehilangan
47
Tak Menyangka
48
Selesai
49
Cinta Setelah Pernikahan
50
Baju Sexy
51
Sakit
52
Harus Istirahat
53
Kedatangan Ibu
54
Rutinitas Baru
55
Mimpi
56
Mantan
57
Membahas Masa Lalu
58
Dilarang Mandi
59
Melamar
60
Terciduk
61
Posesif
62
Ke Dokter Kandungan
63
Maafkan Aku
64
Surprise untuk Mama
65
Bersahabat?
66
Seperti Anak Kecil
67
Nggak Mood
68
Jangan Menggoda
69
Sejak Kapan?
70
Ngidam Sesuatu
71
Cemburu Belum Usai
72
Roti Bakar
73
Pengorbanan
74
Ada Apa dengan Panji?
75
Oh..Ternyata
76
Sangat Penting
77
Keputusan yang Berat
78
Resmi Resign
79
Berpamitan
80
Tambah Cantik
81
Manja
82
Kejutan
83
Masak Bersama
84
Awal Pertemuan
85
Resah
86
Rahasia
87
Dibawa Pergi
88
Berangkat
89
Selembar Surat
90
Rumit
91
Ribet
92
Kondangan
93
Ibu-Ibu Arisan
94
Berdamai
95
Senang atau sedih?
96
Siapa Yuri?
97
Terharu
98
Jangan Sentuh Aku
99
Mulai Nakal
100
Melepas Kerinduan
101
Tidur Lagi?
102
Buka Kemeja
103
Ke Cafe
104
Pilih dia atau aku?
105
Heels Tujuh Senti
106
Ketahuan
107
Menjadi Tersangka
108
Emosi Panji
109
Rumah Sakit
110
Penuh Harap
111
Gagal Memberi Vitamin
112
Semakin Besar
113
Ungkapan Isi Hati
114
Cokelat Di Bibir
115
Nyari Kesempatan
116
Janda Tapi Perawan
117
Jangan Jatuh Cinta
118
Wanita Peneduh Hati
119
Tidak Bisa Fokus
120
Pindah
121
Syukuran
122
Mandi di Malam Hari
123
Hari Pertama
124
Satu Tahun Pernikahan
125
Anugerah Terindah
126
Olahraga Pagi
127
Selingkuh?
128
Siapa itu?
129
Tak Rela
130
Abaikan Saja
131
Wanitaku
132
Bertemu Lagi
133
Setia
134
Selamat Datang, Sayang!
135
Terimakasih, Sayang.
136
Bonus Chapter 1
137
Bonus Chapter 2
138
Bonus Chapter 3
139
Bukan Update
140
Bonus Chapter 4
141
Bonus Chapter 5
142
Bonus Chapter 6
143
Bonus Chapter 7
144
Bonus Chapter 8
145
Bonus Chapter 9
146
Bonus Chapter 10 (END)
147
INFO
148
Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149
Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150
Season 2 - Pertengkaran Kecil
151
Season 2 - Monster Ganteng
152
Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153
Season 2 - Lima Puluh Juta
154
Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155
Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156
PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157
Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158
Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159
Season 2 - Jelek Ya?
160
Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161
Season 2 - Suami Idaman
162
Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163
Season 2 - Haduh Gawat
164
Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165
Season 2 - Istighfar
166
Season 2 - Istri Pintar
167
Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168
Season 2 - Sakit Pinggang
169
Season 2 - Adiknya Papa
170
Season 2 - Main Sayang-sayangan
171
Season 2 - Jangan Nakal
172
Season 2 - Mayones
173
Season 2 - Dag Dig Dug
174
Season 2 - Calon Pelakor
175
Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176
Season 2 - Anak Kemarin Sore
177
Season 2 - Takut Kehilangan
178
Season 2 - Abang Salah Apa?
179
Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180
Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181
Ekstra Part
182
Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183
BOSS IDAMAN HATI
184
Promo Karya Baru
185
Hai... Apa Kabar?
186
Promo Novel Baru di NT
187
Stuck With You
188
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!