“blush on udah, eyeshadow udah, hmmm kurang apalagi ya, lipstik kurang deh kayaknya” Kata wanita Cantik yang sedang duduk di depan cermin meja riasnya.
Wanita itu adalah Tisya mantan kekasih Panji. Selain kepintaran dan etika, penampilan adalah hal terpenting baginya.
Setelah selesai memoleskan lipstik berwarna peach ke bibirnya, Tisya pun mengambil tas dan kunci mobilnya, segera keluar dari kamarnya dan mulai menuruni anak tangga satu persatu, menuju dapur untuk sarapan.
“ini non susunya sesuai permintaan, tidak terlalu manis” Kata wanita paruh baya bernama Munah itu sambil menyodorkan gelas berisi susu kepada Tisya. Kemudian Tisya pun mengambil dan langsung meminumnya.
“hmm, Bi Mun emang paling ngerti deh, pas banget, makasih ya” ucap Tisya dengan sopan kepada asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dirumahnya.
Meskipun Tisya terlahir dari keluarga kaya dan serba berkecukupan, dia tidak pernah memperlakukan orang lain yang berada dibawahnya dengan tidak sopan atau semena mena.
“Sya, malam ini kosongkan jadwal kamu ya” Ucap Bu Sinta mamanya Tisya yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.
“emang kenapa ma?” Tanya Tisya sambil menikmati roti selai bluberi kesukaannya.
“temanin mama ketemu teman, makan malam di Banda Resto” Ucap Bu Sinta.
“aku usahain deh ma, agenda apa nih? Reuni kah?” Tisya.
“hmm kalau dibilang reuni sih engga kayaknya soalnya kami sering ketemu kok” Jelas Bu Sinta.
“pokoknya kamu temenin mama deh, wajib, jangan nolak!” ucap Bu Sinta lagi, belum sempat Tisya menjawab.
“oke ma”
Tisya menuruti perkataan mamanya, karena Tisya memang anak yang penurut, apa yang diinginkan mamanya selalu ia lakukan, dia tidak mau mengecewakan mamanya. Karena hanya mama lah yang dia miliki saat ini.
Meskipun dibesarkan dari keluarga yang broken home, Tisya tetaplah menjadi wanita yang baik, karena mamanya selalu mendidik dan mengajarkan nya dengan ajaran yang baik dan penuh kasih sayang. 10 tahun yang lalu saat usianya masih 16 tahun, saat masa remaja, dimana Tisya merasa memiliki segalanya..namun tiba-tiba semuanya seperti terbalik. Tisya harus merasakan pahitnya kehidupan, dunia serasa hancur.
Bagaimana tidak, papa yang begitu dia banggakan dan dia sayangi ternyata menikah lagi dengan seorang wanita yang jauh lebih muda dari mamanya. Semua rasa bangga dan rasa cinta nya terhadap laki laki yang ia panggil papa itu berubah menjadi benci sebenci bencinya.
Mamanya memilih bercerai karena sadar tidak akan sanggup berbagi dengan wanita lain, setelah perceraian dan mendapat sebagian aset dari papanya, termasuk rumah yang sekarang mereka tempati serta 1 perusahaan cabang yang kini dikelola langsung oleh mamanya.
Walaupun memiliki perusahaan sendiri, Tisya tetap bekerja di perusahaan lain yang jabatannya sekarang adalah manajer, alasan Tisya bekerja di Perusahaan lain adalah agar ia bisa merasakan nya dari nol, Tisya berjanji setelah mendapatkan cukup ilmu, ia akan segera resign dan membantu mamanya mengelola perusahaan mereka.
“aku berangkat ya maa” Tisya bangkit dari kursi makan dan tak lupa mencium tangan mamanya.
“jangan lupa ya pulang cepet” mamanya mengingatkan lagi.
“okee siap bosskuu” kata Tisya yang sambil berlari kecil menuju pintu keluar.
***
Di Perumahan Griya Bunga Indah, Blok A nomor 16.
“Ka, udah selesai belum?” Kata Panji yang sudah menunggu Rizka sejak 5 menit yang lalu.
“loh, kita pergi bareng lagi?” Tanya Rizka pada Panji sambil merapikan kerudungnya.
“iya, kamu jangan bawa motor lagi deh, jalanan itu bahaya banget Ka” Panji.
“Tapi bang” belum sempat Rizka menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Panji memegang pundak Rizka dan menghadapkan ke arahnya.
“kamu takut kejadian kayak kemarin lagi? Aku janji gak bakal terulang” Panji sambil menatap Rizka dalam.
“hmm iya bang” Rizka yang tak bisa menolak karena tatapan Panji, akhirnya menurut.
“ayoo berangkat”
Setelah mengunci pintu rumah, Rizka pun masuk ke dalam mobil. Panji melajukan mobilnya menuju ke kantor Rizka. Selama di perjalanan, mereka hanya diam tanpa bicara. Rizka yang duduk disebelah Panji menadahkan dagu dengan tangannya dan menghadap ke kaca jendela mobil.
“ehm..Ka, maaf soal kemarin itu, sidang nya baru selesai jam 5 sore. Karena ada t
rekan yang pergi bareng aku, dia gak bawa kendaraan, tinggal di kantor, jadi terpaksa deh aku ngantar dia dulu balik ke kantor, dan lagi....” Panji tak meneruskan penjelasannya karena khawatir Rizka akan salah paham.
“iyaa bang, aku kan ga marah, kenapa masih di bahas?” Kata Rizka sambil tersenyum ke arah Panji. Tanpa menjawab apapun, Panji hanya membalas senyum Rizka.
‘manis banget senyumnya’ gumam mereka berdua secara bersamaan.
Tibalah mereka di kantor Rizka, sebelum turun dari mobil seperti biasa Rizka tak lupa menyalami dan mencium tangan suaminya. Namun tiba-tiba saja setelah bersalaman, Panji menarik kepala Rizka dan mencium keningnya, sontak Rizka sangat terkejut dengan perlakuan Panji.
“ehm, morning kiss” Kata Panji gugup.
Rizka tidak menjawab apapun, bahkan untuk menatap Panji saja dia tak kuasa. Rizka segera turun dari mobil, mempercepat langkahnya masuk ke gedung kantornya dan menuju ruangannya. Selama berjalan Rizka hanya menunduk dan jantungnya berdegup sangat kencang.
Sesampai diruangannya, Rizka langsung duduk dikursi kerjanya, dan memegang dadanya yang masih berdebar. Bagaimana Rizka tidak syok, baru kemarin Panji memeluk dan mendekapnya sangat erat, pagi ini Panji memberi kejutan yang lainnya. Namun di dalam hati Rizka sebenarnya ia sangat senang dan terharu, akhirnya Allah mengabulkan doa-doa nya selama ini. Yaitu menjadi istri yang selayaknya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Nur Janah
kirain morning kiss nya di bibir 🤭🤭🤭
2023-03-12
1
Boru Silalahi
hatiku berbunga bunga panji
2023-02-07
0
erni hernawan
semangat riska....
2023-01-23
0