Anak Magang Cantik

Senin Pagi.

Alarm Rizka berbunyi tepat pukul 05.00. suara alarm yang terdengar samar dan lambat laun semakin besar dan terdengar kesemua sudut kamar Rizka. bahkan terdengar sampai keluar kamarnya.

Namun Rizka tak kunjung bangun dari tidurnya. Panji yang sudah bangun dan selesai sholat subuh sejak tadi pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara alarm Rizka.

"gawat, alarm udah sekencang itu suaranya, tapi ga bangun juga? ckckckck"

Panji berada di dapur mengambil beberapa lembar roti tawar dan mengoleskan selai kacang, serta selai cokelat. selesai menyiapkan roti Panji pun mulai memasukkan roti kedalam pemanggang. kali ini Panji yang menyiapkan sarapan, karena melihat jam yang terus berjalan. Tapi Rizka tak kunjung keluar dari kamarnya.

'emangnya hari ini dia gak ke kantor?'

dooorrr doorrr dorrrr

Panji menggedor keras pintu kamar Rizka.

"Rizka...Ka, kamu gak ngantor hari ini?"

karena terganggu dengan suara pintu, yang berisik Rizka pun terbangun dari tidurnya. langsung bangkit dari tempat tidurnya.. membuka pintu dan melihat Panji di dapur sedang menyiapkan 2 gelas teh di atas meja makan.

"maaf bang, aku kesiangan"

"iya cepetan sana mandi, siap siap. ini senin loh. kita harus Apel pagi"

"iyaa" Rizka langsung mengambil handuknya dan menuju kamar mandi.

sementara Panji sudah bersiap rapi dengan pakaian dinas harian berwarna cokelat, pakaian dinas khusus Jaksa.

setengah jam kemudian pun, Rizka juga sudah siap dan rapi dengan pakaian dinasnya.

"sarapan dulu gih, teh nya udah dingin tuh" Panji.

"iya bang, kamu kok ngga langsung berangkat?" Rizka.

"nunggu kamu" Jawab Panji sambil mengikat tali sepatunya.

"kita pergi bareng?" Rizka.

"iya, cepetan"

"okelah" Rizka langsung menghabiskan teh nya dan memakan 2 lembar roti yang sudah tersaji di piring.

*didalam mobil*

"bang, kalau nanti kamu pulang telat, aku gimana?"

Rizka mulai membuka pembicaraan sambil memoleskan lipstik di bibirnya, karena tadi tak sempat saat dirumah.

"aku gak lembur hari ini, tenang aja. jam pulang seperti biasa kok"

"yasudah, kalau pun nanti kamu telat kabarin ya, aku bisa nebeng pulang sama bang Rio temen kantorku, soalnya searah" Jawab Rizka dengan entengnya.

"jangan, pokoknya tunggu aja aku. kita pulang bareng" Jawab Panji dengan nada sedikit kesal.

"hmmm, oke" Rizka.

Tibalah mereka dikantor masing - masing .

Saat Panji hendak jalan menuju ruangannya, tiba tiba saja seseorang dengan sengaja menabraknya dari belakang. dan membuatnya kaget.

"brooooo" Ternyata itu adalah Roby rekan nya dan juga teman dekatnya .

"ternyata elo Rob" Panji menoleh ke belakang.

"Ji, lo tau gak? bakalan ada anak magang di kantor kita, dia baru lulus dan ditugaskan disini"

kata Roby sambil menyamakan langkahnya dengan langkah Panji.

"enggak tau, trus kenapa?" Jawab Panji dengan kejutekannya.

"cantik broo, bening, masih muda lagi" celoteh Roby.

Roby yang masih mengikuti langkah Panji hingga kedalam ruangannya, dan Panji hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan Roby. Panji duduk dikursinya dan langsung membuka laptop.

"jadwal sidang kita jam berapa hari ini?" Tanpa membahas soal si anak magang yang cantik, Panji mengalihkan pembicaraan.

"jam 2 bro, okelah gue balik keruangan dulu ya, eits bentar, dengar dengar si anak magang itu bakalan di tugaskan dibagian kita loh. bagian pidana. hahaha" Roby tertawa dengan girangnya.

"iya, gue paham. susah emang kalo kelamaan jomblo, dengar kabar yang cantik cantik dikit langsung kegirangan tak menentu, sana sana gue mau ngecek lagi dakwaan yang udah selesai kemarin" Panji meledek Roby.

"yaah siapa tau rejeki gue bro, lo mah enak pengantin baru" Jawab Roby yang kepalanya masih nyelonong di pintu ruangan Panji.

satu jam kemudian

Panji yang tengah serius dengan laptopnya, tiba tiba mendengar suara seorang wanita

"Selamat pagi Pak"

"Pagi"

Panji yang heran dengan kehadiran seorang wanita di depannya, yang ia tak tahu kapan masuknya tiba tiba sudah berada di depannya. seorang wanita berambut panjang sedikit bergelombang, berkulit putih, mulus dan berbadan tinggi. dengan menggunakan pakaian dinasnya yang lumayan ketat memperlihatkan bentuk tubuhnya.

"siapa ya?" Tanya Panji.

"perkenalkan Pak, saya Ranty. mohon bimbingan nya Pak karena saya ditugaskan di bagian Pidana. dan Bapak sekarang adalah atasan saya" Ranty mengulurkan tangan kepada Panji, dengan senyum semanis mungkin. dan Panji pun menyalaminya.

"baiklah, kalau begitu"

'dihh, jutek amat sih ini orang. baru kali ini gue diabaikan sama cowok, sedangkan dari tadi pertama masuk gerbang gedung ini mulai dari satpam dan semua yang gue lewati tersenyum dan terpesona ngeliat gue. lah ini dia? senyum dikit kek. apa karena dia ngerasa tampan ya, makanya sombong' Ranty si anak magang cantik menggerutu kesal.

"kenapa masih berdiri disitu? silahkan duduk di sana ada kursi dan meja kosong" Tunjuk Panji ke arah Sudut kanan.

Ranty pun menuju meja yang dimaksud, mulai duduk dan menaruh tas serta laptopnya diatas meja. mengambil ponselnya, membuka aplikasi instagram dan yang dilakukannya adalah melakukan pencarian akun sosmed Panji. dia mengingat nama dan tahu nama Panji walau pun dalam perkenalan tadi Panji tak menyebutkan namanya, Ranty melihatnya di name tag yang dikenakan Panji. bertuliskan

'Panji Ariesta. A, S.H'

'hmm, dapat!!' gumamnya.

Ranty pun terus men-scroll kebawah melihat lihat akun sosmed Panji dengan keponya.

'jomblo ternyata? hahaha. lihat saja ku buat kau tergila gila padaku, Pak Panji. tunggu saja!'

kata Ranty dalam hati. dia menyimpulkan bahwa Panji adalah jomblo, tidak ada pacar ataupun istri karena di dalam akun instagram nya postingan foto Panji adalah foto fotonya sendiri. karena kemarin Panji sudah menghapus foto fotonya dengan Tisya dan tidak pernah mengupload foto pernikahannya dengan Rizka.

Panji pun keluar dari ruangannya meninggalkan Ranty sendiri. Panji menuju ruangan Roby.

"sial" kata Panji sambil merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan Roby.

"kenapa lo?" Tanya Roby heran.

"lo tau kan? gue gak terbiasa kalo ada orang lain di ruangan gue" Jawab Panji kesal.

"iya gue paham, gue yang udah kenal ama lo bertahun tahun aja sering lo usir dari ruangan. apalagi orang lain. terus masalahnya apa?" Roby.

"anak magang yang lo bilang tadi, sekarang jadi asisten gue, kenapa juga Pak Iwan menugaskan dia diruangan gue?" Pak Iwan adalah atasan mereka. bisa dibilang Kepala Kejaksaan.

"yaudah anggap aja rejeki bro tiap hari lo bisa cuci mata, hahaha ntar gue sering sering deh keruangan lo hahahaha" Kata Roby dengan senangnya.

"gila lo ya, gue udah punya istri, gue harus menutup mata gue untuk wanita lain" Panji.

"tumben..gak salah denger gue, bukannya pernikahan lo cumaa" Roby yang belum menuntaskan kalimatnya terhenti karena perkataan Panji.

"cukup bro, gausah diterusin"

Panji pun bangkit dari sofa, keluar meninggalkan Roby dan menuju kantin yang ada di gedung perkantoran.

"kenapa sih dia" Roby heran.

Panji mengambil ponselnya, membuka aplikasi whatsapp dan mencari nama 'Rizka' mulai mengetik pesan

"jangan lupa makan siang ya, tadi pagi kan cuma sarapan roti, oiya nomer rekeningmu kirim ke aku ya"

pesan Panji yang belum bercentang biru pertanda Rizka belum membukanya.

readers yang terhormat, mohon bantu vote yah, kalau kalian suka ceritanya jangan lupa tambahkan ke list favorite. terimakasih 😊😊😊

*sebagai ilustrasi, beginilah kira kira ukuran rumah mereka, rumah minimalis pasangan milenial jaman now, hehehe*

Terpopuler

Comments

rohimaroh

rohimaroh

sama aku juga sudah baca lebih dari satu tapi masih suka

2024-09-15

1

Tati Rusmiati

Tati Rusmiati

udah 4 kali baca ga bosen.

2023-03-13

5

Massunamiyatha

Massunamiyatha

mau bg diisikan no reknya akhir bulan ni

2023-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Akad yang Tak di Inginkan
2 Ternyata Perhatian Juga?
3 Hamil?
4 Rahasia Rizka Terbongkar
5 Jangan Jadi Pelakor
6 CEMBURU
7 Omelette Cinta
8 Kencan Pertama
9 Mandi Keramas
10 Goodbye Tisya!
11 Anak Magang Cantik
12 Memantaskan Diri
13 Peluk
14 Morning Kiss
15 Kasmaran
16 Emosi Rizka
17 Emosi Rizka (2)
18 Perjodohan Tisya
19 Akhirnya Se-Ranjang
20 Salah Paham
21 Berharap Seperti Malam Kemarin
22 Aku Sayang Kamu
23 Kumpul Keluarga
24 Wanita Sinis
25 Mama Ingin Cucu
26 Sayangku
27 Kado
28 Ketemu Mantan
29 Curiga
30 Permintaan Maaf
31 Butuh Banyak Tenaga
32 Hilangnya Mahkota
33 Lipstik
34 Galau
35 Panji Cemburu
36 Bulan Madu Dadakan
37 Hujan Menjadi Saksi
38 Malam yang Romantis
39 Kesabaran yang Berbuah Manis
40 Kembali
41 Talak
42 Rumah Mertua
43 Jalan Bersama Mertua
44 Ragu
45 Kesal
46 Takut Kehilangan
47 Tak Menyangka
48 Selesai
49 Cinta Setelah Pernikahan
50 Baju Sexy
51 Sakit
52 Harus Istirahat
53 Kedatangan Ibu
54 Rutinitas Baru
55 Mimpi
56 Mantan
57 Membahas Masa Lalu
58 Dilarang Mandi
59 Melamar
60 Terciduk
61 Posesif
62 Ke Dokter Kandungan
63 Maafkan Aku
64 Surprise untuk Mama
65 Bersahabat?
66 Seperti Anak Kecil
67 Nggak Mood
68 Jangan Menggoda
69 Sejak Kapan?
70 Ngidam Sesuatu
71 Cemburu Belum Usai
72 Roti Bakar
73 Pengorbanan
74 Ada Apa dengan Panji?
75 Oh..Ternyata
76 Sangat Penting
77 Keputusan yang Berat
78 Resmi Resign
79 Berpamitan
80 Tambah Cantik
81 Manja
82 Kejutan
83 Masak Bersama
84 Awal Pertemuan
85 Resah
86 Rahasia
87 Dibawa Pergi
88 Berangkat
89 Selembar Surat
90 Rumit
91 Ribet
92 Kondangan
93 Ibu-Ibu Arisan
94 Berdamai
95 Senang atau sedih?
96 Siapa Yuri?
97 Terharu
98 Jangan Sentuh Aku
99 Mulai Nakal
100 Melepas Kerinduan
101 Tidur Lagi?
102 Buka Kemeja
103 Ke Cafe
104 Pilih dia atau aku?
105 Heels Tujuh Senti
106 Ketahuan
107 Menjadi Tersangka
108 Emosi Panji
109 Rumah Sakit
110 Penuh Harap
111 Gagal Memberi Vitamin
112 Semakin Besar
113 Ungkapan Isi Hati
114 Cokelat Di Bibir
115 Nyari Kesempatan
116 Janda Tapi Perawan
117 Jangan Jatuh Cinta
118 Wanita Peneduh Hati
119 Tidak Bisa Fokus
120 Pindah
121 Syukuran
122 Mandi di Malam Hari
123 Hari Pertama
124 Satu Tahun Pernikahan
125 Anugerah Terindah
126 Olahraga Pagi
127 Selingkuh?
128 Siapa itu?
129 Tak Rela
130 Abaikan Saja
131 Wanitaku
132 Bertemu Lagi
133 Setia
134 Selamat Datang, Sayang!
135 Terimakasih, Sayang.
136 Bonus Chapter 1
137 Bonus Chapter 2
138 Bonus Chapter 3
139 Bukan Update
140 Bonus Chapter 4
141 Bonus Chapter 5
142 Bonus Chapter 6
143 Bonus Chapter 7
144 Bonus Chapter 8
145 Bonus Chapter 9
146 Bonus Chapter 10 (END)
147 INFO
148 Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149 Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150 Season 2 - Pertengkaran Kecil
151 Season 2 - Monster Ganteng
152 Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153 Season 2 - Lima Puluh Juta
154 Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155 Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156 PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157 Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158 Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159 Season 2 - Jelek Ya?
160 Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161 Season 2 - Suami Idaman
162 Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163 Season 2 - Haduh Gawat
164 Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165 Season 2 - Istighfar
166 Season 2 - Istri Pintar
167 Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168 Season 2 - Sakit Pinggang
169 Season 2 - Adiknya Papa
170 Season 2 - Main Sayang-sayangan
171 Season 2 - Jangan Nakal
172 Season 2 - Mayones
173 Season 2 - Dag Dig Dug
174 Season 2 - Calon Pelakor
175 Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176 Season 2 - Anak Kemarin Sore
177 Season 2 - Takut Kehilangan
178 Season 2 - Abang Salah Apa?
179 Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180 Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181 Ekstra Part
182 Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183 BOSS IDAMAN HATI
184 Promo Karya Baru
185 Hai... Apa Kabar?
186 Promo Novel Baru di NT
187 Stuck With You
188 Cerita Baru
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Akad yang Tak di Inginkan
2
Ternyata Perhatian Juga?
3
Hamil?
4
Rahasia Rizka Terbongkar
5
Jangan Jadi Pelakor
6
CEMBURU
7
Omelette Cinta
8
Kencan Pertama
9
Mandi Keramas
10
Goodbye Tisya!
11
Anak Magang Cantik
12
Memantaskan Diri
13
Peluk
14
Morning Kiss
15
Kasmaran
16
Emosi Rizka
17
Emosi Rizka (2)
18
Perjodohan Tisya
19
Akhirnya Se-Ranjang
20
Salah Paham
21
Berharap Seperti Malam Kemarin
22
Aku Sayang Kamu
23
Kumpul Keluarga
24
Wanita Sinis
25
Mama Ingin Cucu
26
Sayangku
27
Kado
28
Ketemu Mantan
29
Curiga
30
Permintaan Maaf
31
Butuh Banyak Tenaga
32
Hilangnya Mahkota
33
Lipstik
34
Galau
35
Panji Cemburu
36
Bulan Madu Dadakan
37
Hujan Menjadi Saksi
38
Malam yang Romantis
39
Kesabaran yang Berbuah Manis
40
Kembali
41
Talak
42
Rumah Mertua
43
Jalan Bersama Mertua
44
Ragu
45
Kesal
46
Takut Kehilangan
47
Tak Menyangka
48
Selesai
49
Cinta Setelah Pernikahan
50
Baju Sexy
51
Sakit
52
Harus Istirahat
53
Kedatangan Ibu
54
Rutinitas Baru
55
Mimpi
56
Mantan
57
Membahas Masa Lalu
58
Dilarang Mandi
59
Melamar
60
Terciduk
61
Posesif
62
Ke Dokter Kandungan
63
Maafkan Aku
64
Surprise untuk Mama
65
Bersahabat?
66
Seperti Anak Kecil
67
Nggak Mood
68
Jangan Menggoda
69
Sejak Kapan?
70
Ngidam Sesuatu
71
Cemburu Belum Usai
72
Roti Bakar
73
Pengorbanan
74
Ada Apa dengan Panji?
75
Oh..Ternyata
76
Sangat Penting
77
Keputusan yang Berat
78
Resmi Resign
79
Berpamitan
80
Tambah Cantik
81
Manja
82
Kejutan
83
Masak Bersama
84
Awal Pertemuan
85
Resah
86
Rahasia
87
Dibawa Pergi
88
Berangkat
89
Selembar Surat
90
Rumit
91
Ribet
92
Kondangan
93
Ibu-Ibu Arisan
94
Berdamai
95
Senang atau sedih?
96
Siapa Yuri?
97
Terharu
98
Jangan Sentuh Aku
99
Mulai Nakal
100
Melepas Kerinduan
101
Tidur Lagi?
102
Buka Kemeja
103
Ke Cafe
104
Pilih dia atau aku?
105
Heels Tujuh Senti
106
Ketahuan
107
Menjadi Tersangka
108
Emosi Panji
109
Rumah Sakit
110
Penuh Harap
111
Gagal Memberi Vitamin
112
Semakin Besar
113
Ungkapan Isi Hati
114
Cokelat Di Bibir
115
Nyari Kesempatan
116
Janda Tapi Perawan
117
Jangan Jatuh Cinta
118
Wanita Peneduh Hati
119
Tidak Bisa Fokus
120
Pindah
121
Syukuran
122
Mandi di Malam Hari
123
Hari Pertama
124
Satu Tahun Pernikahan
125
Anugerah Terindah
126
Olahraga Pagi
127
Selingkuh?
128
Siapa itu?
129
Tak Rela
130
Abaikan Saja
131
Wanitaku
132
Bertemu Lagi
133
Setia
134
Selamat Datang, Sayang!
135
Terimakasih, Sayang.
136
Bonus Chapter 1
137
Bonus Chapter 2
138
Bonus Chapter 3
139
Bukan Update
140
Bonus Chapter 4
141
Bonus Chapter 5
142
Bonus Chapter 6
143
Bonus Chapter 7
144
Bonus Chapter 8
145
Bonus Chapter 9
146
Bonus Chapter 10 (END)
147
INFO
148
Season 2 - Nggak Suka Lagi?
149
Season 2 - Saatnya Kita Pacaran
150
Season 2 - Pertengkaran Kecil
151
Season 2 - Monster Ganteng
152
Season 2 - Selamat Ulang Tahun, Cantik.
153
Season 2 - Lima Puluh Juta
154
Season 2 - Bukan Orang Ketiga
155
Season 2 - Jangan Dipendam Sendiri
156
PENGUMUMAN GRUP CHAT RIZKITA
157
Season 2 - Tidak Mau Ada Pengganggu
158
Season 2 - Pergi Menjauh, untuk Melupa
159
Season 2 - Jelek Ya?
160
Season 2 - Dia Lebih Memilih Kamu
161
Season 2 - Suami Idaman
162
Season 2 - Jangan Minta Berhenti
163
Season 2 - Haduh Gawat
164
Season 2 - Tiba-Tiba Kenyang
165
Season 2 - Istighfar
166
Season 2 - Istri Pintar
167
Season 2 - Ceritakan Semuanya!
168
Season 2 - Sakit Pinggang
169
Season 2 - Adiknya Papa
170
Season 2 - Main Sayang-sayangan
171
Season 2 - Jangan Nakal
172
Season 2 - Mayones
173
Season 2 - Dag Dig Dug
174
Season 2 - Calon Pelakor
175
Season 2 - Ganteng Ganteng Galak
176
Season 2 - Anak Kemarin Sore
177
Season 2 - Takut Kehilangan
178
Season 2 - Abang Salah Apa?
179
Season 2 - Tangisan di Malam Hari
180
Season 2 - Tugas Kita Belum Selesai (Tamat)
181
Ekstra Part
182
Ucapan Terimakasih dan Info Terbaru
183
BOSS IDAMAN HATI
184
Promo Karya Baru
185
Hai... Apa Kabar?
186
Promo Novel Baru di NT
187
Stuck With You
188
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!