Akhirnya setelah beberapa jam tertidur, Rizka pun terbangun, dan terkejut melihat keadaan sekitar dan dia menyadari bahwa dia sudah berada didalam kamarnya, jilbab yang sudah terbuka, dan selimut yang ia kenakan.
Ya ampun, kacau. benar benar kayak kebo dah aku ini, padahal di mobil tadi niatnya cuma sandaran doang, eh malah ketiduran. Tapi kan aku tidurnya di mobil, kenapa bisa pindah ke kamar? oh tidak. Pasti bang Panji yang mindahin aku dari mobil ke kamar.
Dia pun meraba semua pakaian yang ia kenakan.
"Alhamdulillah masih lengkap, dan sama."
Awalnya Rizka berpikiran macam-macam terhadap Panji, namun karena melihat pakaian yang ia kenakan masih lengkap, jadi aman. Pikirnya.
Rizka pun langsung bangun beranjak dari tempat tidurnya yang pertama ia cari adalah ponselnya.
"Dimana sih hapeku?" sambil melihat kearah jam dinding nya.
Jam. 3.45 pagi.
Yah mau nanya ke bang Panji pasti dia udah tidur lah. yaudah deh besok aja. Mending lanjut tidur.
Rizka kembali ke tempat tidurnya menarik selimutnya kembali, karena rasa kantuk yang tak tertahankan ia pun tidak berniat mengganti baju yang ia kenakan dengan piyama atau baju tidur yang biasa ia pakai.
Hingga pagi pun tiba, Rizka terbangun dan segera melaksanakan sholat subuh. selesai sholat subuh ia langsung menuju dapur, untuk membuat sarapan.
Hmmm sebelum bang Panji bangun, aku harus udah selesai masak.
Padahal seusai sholat subuh Panji sudah keluar rumah, untuk melakukan kebiasaanya di hari minggu pagi yaitu jogging keliling komplek.
Setelah selesai masak Rizka melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.30.
Kok belum bangun sih, bangunin nggak ya?
Rizka berdiri tepat didepan pintu kamar Panji.
Tak lama kemudian,
"Assalamualaikum...," Panji masuk dari pintu samping yang terhubung langsung ke garasi.
"Waalaikumsalam, kirain belum bangun Bang." Rizka.
"Udah dong, pagi-pagi aku udah olah raga cari keringat. emangnya seperti kamu tukang tidur. hahaha." Panji.
"Ehmmm aku juga udah olah raga kok di dapur."
Rizka yang tak mau kalah.
"Eh, itu Bang mau nanya dong, hapeku mana ya? apa masih di mobil? pinjam kunci mobilnya dong biar aku ambil." Rizka
Panji tidak menjawab tapi malah mengalihkan ke pembahasan lain.
"Hmm Ka, kamu tadi udah sholat subuh? tapi udah mandi keramas belum?" seperti biasa Panji menjahili Rizka.
"Hah maksudknya?
"iya, hemmmm," Panji terus menggoda Rizka.
Rizka yang langsung ngeh dengan pertanyaan Panji pun kaget.
"Bang, tadi malam kamu habis mindahin aku dari mobil ke kamar, kamu langsung keluar kan dari kamar ku? nggak ada yang terjadi kan?" Rizka panik bukan main.
"Gimana ya Ka, ngomongnya, duh...," Panji menjawab sambil menahan tawa.
"Bang serius Bang, aku nanya tolong dijawab!" Rizka pun setengah marah.
Panji tidak menjawab, malah menertawakan Rizka sejadi jadinya.
"Kamu pengennya ada yang terjadi ya?"
Bukan malah menenangkan Rizka tapi Panji masih terus menggodanya.
"Nggak! Karena nggak boleh terjadi apa-apa diantara kita, kamu lupa dengan kesepakatan kita sebelum nikah?" Jawab Rizka, dadanya terasa sesak saat mengatakan itu.
"Iya aku lupa, dan aku mau kamu juga lupa dengan kesepakatan itu." Panji tegas dalam ucapannya. Rizka diam tidak menjawab apapun lagi.
"Kamu marah? ya udah aku minta maaf yah aku cuma bercanda, aku senang lihat kamu panik begitu."
Kata Panji sambil menyusul Rizka ke dapur. dan mencubit kecil hidung Rizka yang tidak terlalu mancung itu.
Rizka hanya tersenyum sinis. Dalam hatinya masih kesal.
"Wah ada sarapan nih, enak kayaknya." Panji.
"Ya enak dong siapa dulu yang masak, ya udah yuk makan udah keburu dingin nih nggak langsung dimakan, gara-gara perseteruan kita tadi, hahaha." Rizka yang tak kesal lagi akhirnya tertawa.
Tuh kan, aku tau dia nggak benar benar kesal, makanya aku suka menggodanya, apalagi melihat kepanikannya. Gumam Panji dalam hati sambil menatap Rizka yang sedang melahap nasi gorengnya.
"Oh iya Ka, nanti kirim nomor rekeningmu ya, besok kan tanggal 1, ntar aku transfer uang belanja lagi ke kamu." setelah hening sejenak, Panji membuka pembicaraan lagi.
"Nggak bisa ngirim Bang," Rizka.
"kenapa?" Panji heran.
"Karena aku nggak tahu hapeku ada dimana?" sindir Rizka karena Panji sampai saat ini belum juga memberitahu dimana ponselnya.
"Hemmmm," Panji masih tidak menjawab.
Masih tetap nggak ngasih tau ya, duh pasti banyak banget chat masuk tuh.
Karena sudah selesai makan, dan minum teh yang disediakan Rizka, Panji pun bangun dari kursi makan nya dan menuju kamarnya, membuka semua baju olah raga yang ia kenakan, dan melingkarkan handuk di pinggangnya. Panji pun membuka sedikit pintu kamarnya dan mengintip keluar kamar, memanggil Rizka.
"Ka, sini deh,"
Teriak Panji dari pintu kamarnya.
"Apaan?" Rizka pun meninggalkan meja makam dan menghampiri Panji.
"Sini masuk" Panji menarik lengan Rizka dan Rizka pun mengikut. Namun Rizka segera memalingkan wajahnya dari pandangannya yang sempat melihat tubuh Panji yang telanjang dada.
"Tuh hape kamu, aku mandi dulu ya." sambil menunjuk ke arah nakas. di samping tempat tidurnya.
Wah akhirnya. Rizka tersenyum karena akhirnya dia mendapati lagi ponselnya.
Rizka melihat sekeliling kamar Panji.
Rapi banget. Nggak kayak kamar cowo kebanyakan.
Rizka tidak menyadari sedari tadi Panji menatapnya sambil berdiri di depan pintu kamar mandi di dalam kamarnya.
"Ehmmm," Panji berdehem Rizka yang paham akan maksud Panji pun segera keluar meninggalkan kamarnya. namun Panji malah menahannya.
"Ka, sebentar."
"Iya bang, kenapa lagi?"
"Sejak kapan kamu jadikan foto pernikahan kita sebagai background hapemu?"
"Eh itu, ya sejak kita nikah Bang"
Jawab Rizka gugup.
"Alasannya?" Panji bertanya lagi.
"Alasannya ya supaya aku ingat kalau aku udah nikah sama kamu, dan kamu suami aku, kalau kamu keberatan bisa aku ubah kok Bang" Jawab Rizka sambil melihat ke layar ponselnya.
"Nggak..Nggak gitu, nggak apa-apa kok. aku senang." Panji tersenyum dengan manisnya. membuat Rizka tersipu malu. dan bungung harus berkata apalagi.
"Ehmm itu banyak banget chat masuk, kayaknya dari cowok semua ya. katanya mau ingat terus sama aku, tapi isi chat cowok semua?" Panji heran sambil mengangkat bahu dan alisnya.
"Oh itu teman teman onlineku bang, teman mabar(main bareng) game perang yang biasa aku main. malam minggu semalam mereka pasti kecarian aku karena biasanya aku online." Jelas Rizka panjang lebar agar Panji tak salah paham.
"Oh gitu, sebaiknya kamu kurang kurangi deh berhubungan sama mereka." Jawab Panji tak suka.
"Emang kenapa bang?"
"Ya nggak apa-apa, aku nggak suka, kalau kamu nyari teman aku juga bisa kok, cuma aku udah jarang online karena banyak banget pekerjaanku." Panji.
"Oh gitu, trus kamu kira aku suka lihat postingan kamu yang megang tangan pacar kamu itu? trus kamu kira aku juga senang lihat foto-foto kalian berdua di instagram?"
Rizka yang diam-diam memendam amarahnya kini sudah terbuka jujur terhadap Panji. Tanpa mendengar jawaban dari Panji terlebih dahulu Rizka pun langsung melangkah pergi keluar dari kamar Panji dan menutup pintu dengan keras.
braakkkkk
Panji terdiam mendengar semua luapan amarah Rizka. dan langsung menuju kamar mandi, menyalakan shower. Ia tak suka, setiap Rizka berurusan dengan laki-laki lain selain dirinya.
Wajar kan kalo aku ngelarang dia berurusan sama laki-laki lain, aku suaminya kan?
------------
Jangan lupa pencet like nya ya ❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Massunamiyatha
semua laki2 itu egonya seringgi menara monas dia bisa berhubungan dengan teman wanitanya giliran wanitanya cuma maen sama kawan laki2nya cumburu dengan berbagai alasan...
2023-02-28
0
Ciacia
makanya panji jadi imam yang bener biar makmumnya juga bener
2023-01-03
0
Ida Blado
ceweknya kelihatan ngarep bgt
2022-12-31
0