"Astaghfirullah, ih ngagetin aja! Tiba tiba udah dibelakang, kayak hantu.” Kaget Rizka yang agak marah, masalahnya jarak Panji terlalu dekat dengan dirinya hanya berjarak sekitar setengah meter.
“Asyik banget ya, sampe sampe aku udah keluar dari kamar, ngga tau? Hahaha.” Panji menertawakan Rizka.
“Iya Bang, aku mau masak makan malam nih, cah kangkung sama ayam goreng sambel kecap, kamu mau kan?” tanya Rizka sambil menyiapkan bahan bahan untuk memasak.
“Iya boleh, apa aja asal makan malam, aku bisa bantu apa nih?” Panji.
“Kamu duduk aja dulu Bang di ruang tv, biar aku yang nyiapin. Emangnya kamu lagi ngga sibuk biasanya kan pulang kantor masih tetap kerja?” Rizka.
“Nggak, alhamdulillah udah kelar semuanya adi di kantor, trus jadwal sidang juga masih minggu depan jadi bisa santailah beberapa hari ini, sini aku yang kupas bawangnya” jelas Panji sambil mengambil pisau dan talenan.
“Wah ternyata seorang Jaksa bisa mengupas bawang juga ya, nggak nyangka hahaha” Ejek Rizka pada Panji.
“Ya bisalah, namanya juga lajang tinggal sendirian harus serba bisa, aku juga sering masak kok. Kalau ada waktu. Bosen juga makan diluar trus” Panji.
Lajang. Hahaha Panji masih saja berpikir kalau dia masih lajang dia benar benar lupa jika perempuan yang ada disampingnya itu adalah istrinya. Istri sahnya.
Hening sejenak, yang ada dalam benak Rizka adalah Sekarang kan udah ada aku Bang, kamu ngga sendirian lagi dirumah, aku bisa kok ngerjain semua kerjaan rumah, masak, nyuci, beresihin rumah, semua aku bisa dan itu memang kewajibanku melayani kamu, meski kamu belum menganggapku sebagai Istri.
“Hahaha mau dong kapan kapan nyicipin masakan nya” Rizka.
“Iya boleh tapi sekarang aku dulu nyicipin kamu! Eh maksudnya masakanmu” Kata Panji keceplosan. Sebenarnya dia sengaja menggoda Rizka.
Deg.
Jantung Rizka berdegup kencang mendengar perkataan Panji barusan, padahal dia tau itu hanyalah candaan.
Duh Rizka kenapa pikiranmu kemana mana.
Makanan pun selesai dimasak, mereka pun makan bersama di satu meja, berhadapan. Namum hening tanpa percakapan. Tiba tiba Rizka merasa pusing dan mual, ia pun berlari Menuju kamar mandi ingin muntah. Panji pun heran dan mengejarnya.
“Kenapa Ka?” Panji heran.
“Nggak apa-apa Bang Cuma pusing tiba tiba trus mual, tapi nggak muntah kok” kata Rizka sambil keluar dari kamar mandi dan Panji menunggunya di depan kamar mandi.
“Ya sudah kamu istirahat aja ya.” Panji
“Iya Bang tapi aku belum beresin meja dan cuci piringnya, ntar kalo udah nggak pusing lagi aku beresin ya.” Kata Rizka sambil menuju kamarnya.
“Udah nggak apa-apa biar aku aja, kamu istirahat ya, kenapa kelelahan atau masuk angin?” Tanya Panji antara heran dan khawatir.
Rizka tidak menjawab hanya menggeleng dan langsung menutup pintu kamar, kemudian berbaring di tempat tidurnya.
Sementara didapur sambil membereskan piring di meja, Panji berfikir
Kenapa dia kok kayak orang hamil? Hamil? Belum aku apa apain kok hamil, nggak nggak.
Mungkin dia Cuma masuk angin atau ada yang dia sembunyikan?
Gumam Panji dan penasaran dalam hatinya.
Sementara di kamar Rizka,
Kayaknya aku mau menstruasi deh, tanggal berapa nih?
Rizka melihat ponselnya.
Oh iya bener udah tanggalnya.
Rizka berbaring dan tertidur hingga jam 11. Kemudian ia terbangun dan terkejut melihat kearah jam.
Ya ampun udah kemaleman belum sholat isya.
Rizka bergegas keluar kamar untuk wudhu, tanpa ia sadari ia tidak menggunakan kerudungnya dan langsung ke keluar.
Ternyata Panji berada diruang TV, berbaring di sofa sambil asyik dengan ponselnya. Mendengar Rizka keluar dari kamar, Panji pun langsung bangun dan melihat kearah Rizka betapa terjkejutnya Panji yang melihat Rizka tanpa kerudung dengan rambut lurus sebahu dan berwarna kecoklatan, Rizka mewarnai rambutnya.
“Belum tidur Bang?” Rizka bicara pada Panji sambil berjalan menuju kamar mandi tanpa melihat kearah Panji yang dari tadi sedang menatapnya. Memang kebiasaan Rizka semenjak menikah dengan Panji, jika berbicara dengannya Rizka tidak pernah menatap Panji. Beda saat dengan urusan pekerjaan.
“Hemmm belum ngantuk, kamu udah nggak apa- apa?” Tanya Panji. Rizka belum menjawab karena sudah terlanjur masuk ke kamar mandi, saat ingin buang air kecil
wah ternyata sudah haid, nggak jadi sholat deh
gumamnya.
Rizka pun keluar dari kamar mandi, menuju dapur hendak minum.
“Kamu belum jawab aku Rizka.” lagi lagi tiba tiba Panji berada dibelakangnya.
“Eh iya Bang, nggak apa-apa kok. Aku ada tamu bulanan, aku haid biasa kalo menjelang haid aku emang gitu suka pusing mual.” jelas Rizka sambil menuang air ke gelas tanpa menatap Panji.
“Oh gitu, aku kira kenapa.” Jawab Panji sambil menaikkan alisnya.
“Ehm kamu khawatir atau curiga bang, hayo. Aku tau apa yang ada di pikiranmu.” tuduh Rizka pada Panji.
“Enggak kok, yang ada dipikiranku sekarang itu tumben kamu keluar kamar tanpa kerudung, cantik.” Jawab Panji sambil tersenyum kearah Rizka.
“Hah apa? ya ampun.” Rizka memegang kepalanya dan berlari menuju kamarnya.
Ih benar benar lupa pake kerudung, malu banget sama Bang Panji ya udah terlanjur juga, lagian kan nggak dosa, dia kan suami aku.
Awalnya kaget dan panik menjadi senyum senyum sendiri.
Panji sudah masuk ke kamarnya dan berbaring ditempat tidurnya, melihat ponselnya tak ada telepon atau chat masuk, padahal sejak sore ia mengirimkan pesan pada Tisya kekasihnya namun hingga jam 12 malam belum ada balasan.
Mungkin dia sibuk.
Panji memejamkan mata.
Tanpa ia sadari saat memejamkan mata ia membayangkan Rizka yang ia lihat tadi tanpa kerudung, sambil senyum ia berkata...
“Manis juga, lucu lagi.” apa yang ada dipikiran Panji apakah ia mulai jatuh cinta pada Rizka.
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Aulia Yumi Rosda SE
kebayang gimana kagetnya pas tau lupa pake kerudung 😁
soalnya pernah ngelamin
2024-02-01
0
Ciacia
Panji jangan bodoh punya istri cantik baik masih mikirin pacar belum tentu dianya setia😡😏😟
2023-01-02
1
Rhizna Wati Sikang
ruh kan,, panji pasti udah ada rasa sama rizka thu
2022-12-08
0