Sementara setelah meluapkan amarahnya, Rizka langsung menuju dapur membereskan piring serta perkakas memasak yang belum ia bereskan sejak tadi. semua pekerjaan rumah ia kerjakan hari ini, menyapu, ngepel, mencuci baju bahkan menyetrika baju bajunya yang sudah menggunung belum ia setrika.
Rizka sudah biasa melakukan pekerjaan
rumah, karena memang dirumah orang tuanya dia mengerjakan semua. tanpa ada asisten rumah tangga karena keluarga Rizka memang sangat sederhana, bukan berasal dari keluarga kaya. Ayahnya hanyalah seorang pekerja Pabrik dan sekarang sudah pensiun.
Panji yang sejak tadi memikirkan perkataan Rizka hanya bisa terdiam dan memikirikan,
Apa yang harus ku lakukan? jika dia benar benar marah.
Panji pun mengambil ponselnya, segera tanpa ragu menghapus semua foto foto nya dengan Tisya di sosmed. begitu juga di galeri ponselnya.
Goodbye Tisya, semoga kamu bahagia dengan laki-laki pilihan Mama mu.
Tanpa terasa ternyata sudah jam 2 siang. Panji merasa perutnya kosong. ia pun keluar kamar menuju dapur, ternyata Rizka tidak menyiapkan apa-apa.
Ngambek beneran ternyata, sampe sampe suaminya nggak di siapin makanan. haha. tapi rumah jadi bersih banget nih, semua nya rapi. Gumamnya.
"Order makanan aja deh, hmm ayam geprek kayanya enak nih, sama sayur capcai" dia pun membuka aplikasi untuk order makanan dan memesan masing masing 2 porsi, yang pasti satunya lagi untuk Rizka.
Setengah jam kemudian, makanan pun datang. Panji langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video kepada Rizka.
Rizka yang mengetahui keberadaan Panji di ruang TV, langsung keluar kamar dengan juteknya.
"Apa sih bang?"
"Makan yuk, aku udah order makanan nih buat kita berdua, karena aku tau istriku lagi ngambek jadi ga ada makan siang," Panji.
"Males ah, nggak selera."
"Jangan gitu nanti kamu sakit kalau nggak makan, kamu masih marah sama aku?" Panji.
"Menurut kamu?" Jawab Rizka yang masih cuek.
"Sini, sini.. duduk sini," Panji menarik tangan Rizka yang berdiri di depan pintu kamarnya, menuju meja makan dan menyuruh duduk dihadapan nya.
"Ini lihat.. udah aku hapus semua foto-foto nya, tinggal foto aku sendiri nih lihat," kata Panji sambil menunjukkan akun sosmednya kepada Rizka, serta men-scroll kebawah untuk meyakinkan Rizka bahwa tak ada lagi foto-fotonya bersama Tisya.
Rizka yang hanya melirik sedikit-sedikit ke Panji dan menjawab,
"Loh? emangnya aku suruh kamu hapus foto foto itu? kan enggak." Sambil manyun.
"Emang kamu nggak nyuruh sih, tapi karena aku ini suami yang peka dan pengertian, jadi aku lakukan tanpa kamu suruh." Panji menjawab sambil melihat kearah Rizka sambil menaik naikan alisnya.
Rizka pun tersenyum kecil.
"Kalo mau senyum nggak usah di tahan-tahan kali."
goda Panji.
"Aduh laper nih, yuk makan, nih aku ambilin piringnya."
Tampak raut wajah Rizka yang kini benar benar tidak marah lagi.
"Hahahaha. katanya nggak selera"
Panji menertawakannya.
Rizka tidak peduli, dia pun langsung menyantap makanan yang ada dihadapannya.
Saat mereka berdua sedang asyik menikmati makanan,
drttt...drttt...
Ponsel Rizka bergetar, ada panggilan masuk. Rizka pun langsung melihatnya dan tertera nama,
Ibu Sayang
"Halo Assalamualaikum Bu"
"Walaikumsalam Nak, kamu dimana?"
"Dirumah nih Bu, kenapa?"
"Sama siapa?"
"Sama bang Panji lah Bu,"
"Oh.. sejak kemarin ibu bertanya tanya kenapa anak ibu nggak pulang kesini?" Bu Zahra yang heran kenapa weekend kali ini anaknya tidak datang.
"Oh iya Bu, maaf Rizka lupa kasih kabar kalau minggu ini dan minggu depan bang Panji libur kuliahnya. jadi kami tetap dirumah bu " Jelas Rizka pada ibunya.
"Hemmm.. bakal kangen deh ibu sama kamu."
"Hahaha iya Bu, Rizka juga pasti kangen sama ibu kok, hemm minggu depan Rizka kesana yah bu."
"Iya sayang, baiklah Ibu tunggu ya. Assalamualaikum Nak."
"Iya Bu, Walaikumsalam bu.."
panggilan berakhir.
"Kamu nggak ngasih tau Ibu kalau aku libur kuliah ya? hemm pasti ibu mikir tuh anaknya yang penakut ini di tinggal sendirian sama suaminya, makanya khawatir." Kata Panji sambil bangkit dari kursi kamarnya dan mencuci tangannya di wastafel.
"Iya lupa Bang, pasti ibu mikir gitu." Jawab Rizka.
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Rhyzma Akuntan
kebanyakan hahahaha nya jdi geli baca.y
2022-11-03
2
Ema niman Alfian
ceritanya alami banget kayak nyata gitu,,bagus thir
2022-10-29
0
Neulis Saja
next
2022-08-16
0