hai readers, jangan lupa untuk like dan vote yah biar author tambah semangat nulisnya 😊 kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tambahkan ke favorite ❤
***
Disebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar, ada seorang laki-laki paruh baya yang sangat merindukan putrinya. Laki-laki itu bernama Hasan, yang tidak lain adalah ayahnya Rizka. Sambil menyirami tanaman tanaman di sekeliling rumahnya, tiba-tiba saja ia teringat akan putrinya, terkadang ia lupa bahwa putrinya itu kini telah menjalani kehidupannya sendiri bersama suaminya, namun ia khawatir apakah pernikahan putrinya itu bahagia?
"Bu... gimana kabar Rizka ya, kok dia tidak pernah menelpon?" Kata Pak Hasan kepada istrinya yang sedang menjemur pakaian.
"iyaa ya, padahal ibu juga rindu sekali sama dia, tapi sepertinya dia baik-baik saja kok Pak" Bu Zahra (Ibunya Rizka)
"Bapak hanya khawatir bu, dia bahagia tidak ya? menikah dengan laki-laki yang bukan pilihannya." Ucap Pak Hasan.
"semoga saja Pak, kita doakan yang terbaik untuk putri kita, nak Panji itu orangnya baik kok, dan sopan juga, sepertinya Rizka nyaman dengan dia. kalau soal rasa sayang dan cinta nanti pasti akan datang perlahan," Jelas Bu Zahra panjang lebar, agar meyakinkan suaminya bahwa putri mereka baik baik saja.
"iya bu, seperti kita dulu ya. kita kan dijodohkan, tapi buktinya alhamdulillah bertahan sampe sekarang, ya kan Bu," Kata Pak Hasan sambil tersenyum kepada istrinya.
"iya pak," Bu Zahra tertawa.
***
Sore hari pun tiba, Panji mengerutkan dahinya melihat ke layar ponselnya, ada pemberitahuan melalui grup Whatsapp bahwa sore ini setelah jam kantor selesai ada rapat mendadak, membahas kasus yang tak kunjung selesai.
Azan ashar berkumandang, seperti biasa Panji langsung bergegas menuju Mesjid untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Saat hendak menuju ke Mesjid tiba tiba Roby menghampirinya.
"udah liat grup WA belum Ji? Tanya Roby
"udah, abis sholat ashar gue cabut sebentar ya"
Ucap Panji.
"mau kemana lo? jam 5 tepat loh rapatnya" Roby mengingatkan Panji.
"iya, gue tau. makanya abis ini gue cabut dulu sebentar, biar cepet balik" Ucapnya sambil menggulung celana nya hendak mengambil wudhu.
setelah selesai sholat ashar, jam menunjukkan pukul 16.10 wib.
'harus cepet nih'
Panji menuju tempat dimana mobilnya diparkirkan, bergegas dan melajukan mobilnya dengan cepat, mengingat sebentar lagi jam 5, karena dia paham betul bagaimana watak Pak Iwan atasannya itu, paling tidak suka apabila ada keterlambatan.
Tujuan Panji adalah ke kantor Rizka, menjemputnya dan membawa Rizka ke kantornya, karena Panji pun tidak tahu jam berapa meeting tersebut akan selesai, mengingat istrinya yang penakut, lalu Panji pun tidak mau mengulang kesalahannya yang kemarin. Jadi dia memilih menjemput dan membawa Rizka ke kantornya.
setelah tiba di depan kantor Rizka, Panji mengambil ponselnya, menghubungi Rizka.
"Assalamualaikum Ka"
"Walaikumsalam bang, ada apa?" Jawab Rizka dari dalam panggilan.
"kamu udah bisa pulang belum? aku didepan kantor kamu nih" Panji.
"hah? kok cepet banget. yaudah bentar bang, aku keluar" Rizka yang heran dengan kedatangan Panji yang terlalu cepat, segera membereskan meja kerjanya, mematikan komputernya.
"aku pamit duluan ya, semuanya" Ucap Rizka pada 3 orang rekan seruangan nya.
"cepet banget ka, tumben" Jawab Mbak Yanti.
"iya mbak, suami aku udah jemput, duluan ya" Sambil melambaikan tangannya dan meninggalkan ruangan.
'haha. mungkin bang Panji gak mau ngulangin kesalahan yang kemarin'
saat Rizka sudah didalam mobil, Panji melajukan mobilnya lagi. Dan setelah 5 menit perjalanan, Rizka menyadari sesuatu,
"bang kita mau kemana?" Tanya Rizka yang heran karena ini bukan ke arah rumah mereka.
"ke kantor aku, maaf yah gak ngomong dulu sebelumnya. aku ada rapat dadakan, dan gak boleh telat, kamu ikut aja ke kantorku, daripada sendirian dirumah" Jelas Panji.
"yah, padahal aku gak papa loh, aku bisa pulang sendiri bang, dirumah sendirian juga udah biasa kok"
Rizka kecewa karena sebenarnya dia tidak mau ikut, pasti gak nyaman disana, pikirnya.
"pokoknya kamu ikut aja, jangan bantah ya" Ucap Panji tegas namun dengan nada yang halus.
Rizka tidak menjawab, Panji tau Rizka sebenarnya tidak bersedia. tapi mau gimana lagi, Panji tak tega melihatnya pulang sendirian.
sesampainya di kantor Panji.
"aku di mobil aja ya" Kata Rizka.
"loh kok gitu, jangan dong, ayo ikut ke ruanganku"
Ajak Panji sambil turun dari mobilnya, namun melihat Rizka tak kunjung turun, Panji pun membuka pintu mobil di bagian Rizka, menarik tangannya agar segera mengikutinya ke dalam.
"bang, lepas... malu diliat orang" Kata Rizka.
"kenapa malu? kamu kan istri aku" Ucap Panji yang tetap menarik tangan Rizka agar mengikuti langkahnya.
begitu masuk ke lobi gedung Kantor Kejaksaan tersebut, semua mata tertuju pada mereka berdua.
"bang, kan gak semua orang di kantor kamu tahu kalau kamu udah nikah!" bisik Rizka pada Panji.
Panji tak menghiraukan ucapan Rizka,
"wah, pas lima menit lagi jam 5, kamu duduk disini ya. jangan kemana mana" Saat mereka tiba diruangan Panji, dan menunjuk ke arah sofa. Panji mengambil laptop dan berkas, kemudian pergi meninggalkan Rizka didalam ruangannya.
setelah setengah jam, Rizka ditinggal Panji di dalam ruangan, ia pun mulai bosan dan melihat lihat sekeliling ruangan.
"banyak banget buku bukunya, apa Jaksa harus menguasai semua yang ada dalam buku ini?" Rizka berbicara sendiri.
tiba tiba ia kaget dengan suara pintu yang terbuka.
"siapa ya?" Ucap Ranty yang melihat Rizka sedang membuka dan melihat lihat buku dalam lemari yang berada tepat di belakang meja kerja Panji.
"oh saya, sedang menunggu bang Panji selesai meeting, jadi saya nunggu disini" Rizka yang tidak menyebutkan siapa dirinya, hanya terheran melihat penampilan seorang wanita cantik yang mengajaknya bicara tadi.
'siapanya Pak Panji nih? panggilnya bang lagi, oh mungkin adiknya kali yah'
"oh begitu, ehmm.. sebaiknya tunggu diluar aja deh" Kata Ranty ketus, Ranty kembali ke ruangan karena ada berkas yang tertinggal sehingga Panji menyuruhnya untuk mengambil berkas tersebut.
"emang kenapa?" Tanya Rizka yang mulai kesal terhadap Ranty.
"ya nggak papa, Pak Panji gak suka ada orang lain diruangannya" Jawab Ranty dengan nada yang agak tinggi.
"Bang Panji yang nyuruh saya tetap disini" Rizka yang tak mau kalah juga menjawab dengan nada tinggi.
"emang kakak ini siapanya sih?" Ranty semakin penasaran.
"kamu gak perlu tahu siapa saya, kamu sendiri siapa?" Rizka bertanya balik ke Ranty sambil menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
sempurna banget nih cewek, gila. Gumamnya.
"oh perkenalkan saya Ranty, asisten pribadinya Pak Panji." Ranty memperkenalkan diri tanpa mengulurkan tangan dan langsung meninggalkan ruangan kembali menuju ke ruang meeting.
'what? asisten pribadi? haha bisa gila aku kalau bang Panji punya asisten secantik itu. kalah jauh lah aku sama dia, pintar juga ya bang Panji nyari asisten'
Rizka yang berapi-api dengan kejadian sore menjelang petang hari ini, rasanya ingin segera keluar ruangan ini, dan beranjak pulang.
*K*u rindu kasur
Rizka pun merebahkan tubuhnya di sofa ruangan Panji.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
🔵🐌ˢ⍣⃟ₛ 🤎🦚ᵃʸʸᵃⁿᵃᴇɪɢʜᴛᴛᴇss🤎
udah mulai deg degan kalau udah masuk calon calon valakor
2024-08-21
0
romellie mel
Ranti ciri pelakor
2023-01-24
0
Rhizna Wati Sikang
bakalan seru nhe aksi cemburunya si rizka
2022-12-10
0