--Di Kantor Rizka--
Rizka menuju sebuah warung makan terdekat hanya berjarak sekitar 200 meter dari gedung kantornya, seperti biasa Rizka pergi makan siang bareng teman teman kantornya, Neni dan Mbak Yanti. karena jaraknya dekat, mereka hanya berjalan kaki sambil berbincang.
Sesampainya di warung makan, Rizka memesan nasi ayam bakar plus teh manis, ini adalah menu andalan Rizka jika makan di warung ini. Sambil menunggu pesanan nya datang, ia pun mengeluarkan ponselnya. dan ternyata ada chat masuk dari Panji. saat ia sedang mengetik balasan nya untuk Panji, tanpa ia sadari sedari tadi Neni melirik ke arah ponselnya.
"Walaaah.. Rizka... Rizka, ga ada romantis romantisnya yaa, nama suami sendiri di Ponselnya seperti itu, formal banget. bikin Sayangku, atau My Husband gitu biar beda, hahaha." Neni tertawa melihat nama Panji yang tertera Jaksa Panji, SH di ponsel Rizka.
"Apa sih Nen, kepo banget deh ternyata dari tadi ngintipin aku lagi balas chat yah? biarin aja namanya begitu. antimainstream hehehe." Rizka jawab dengan ngeles.
Sementara Panji yang masih duduk di kantin dengan di teman secangkir expresso dingin.
drrtt drttt..
Ponselnya bergetar.
-Rizka-
Iya bang ini aku lagi makan siang, kamu juga ya. jangan lupa makan. ini nomer rekeningku
43765XXX Bank XXX atas Nama Alifa Rizka Claudia.
Panji tidak membalas lagi chat Rizka, melainkan membuka aplikasi M-banking yang ada di ponselnya, dan mentransfer sejumlah uang kepada Rizka.
***
Diruangan Panji, Ranty yang sedang bosan karena tidak ada pekerjaan pun keluar dari ruangan, dan hendak menuju kantin, lalu melewati ruangan Roby, kebetulan Roby juga ingin keluar dan tujuan mereka sama, karena memang sudah jam istirahat dan makan siang.
Ranty yang berjalan lurus tanpa melihat ke kiri dan ke kanan, di kejutkan oleh Roby yang keluar dari ruangannya, mereka pun berpapasan.
"Hai" sapa Roby pada Ranty.
"Hai Pak" Ranty membalas dengan senyumnya.
"Kamu anak magang yang baru ditugaskan disini ya?" Roby yang langsung tau siapa Ranty.
"Iya Pak, salam kenal nama saya Rantym"
"Oh ya, aku Roby. nggak usah panggil Pak ya. panggil Roby aja, atau bang Roby juga boleh, biar lebih akrab." Roby yang gemar akan wanita cantik mulai mengeluarkan jurus jurusnya untuk mendekati Ranty.
"Baiklah, bang," Jawab Ranty.
"Mau kemana? aku mau ke kantin yuk ikut."
"Sama bang, saya juga mau ke kantin."
"Ya sudah yuk bareng,"
Nereka pun pergi meninggalkan koridor tempat awal pertemuan mereka, dan tiba di kantin. Ranty tetap mengikuti kemana Roby akan duduk. Roby melihat Panji yang sedang duduk sendiri, mereka pun menghampirinya.
"Main solo aja ya, nggak ngajak-ngajak?" Kata Roby sambil menepuk bahu Panji dan langsung duduk disampingnya.
"Eh elo, iya gue ngantuk. makanya nyari kopi."
kata Panji, yang tidak menyadari Ranty juga telah duduk di hadapannya. Panji pun kaget.
Gila ya si Roby langsung pdkt aja sama nih anak. Gumam Panji.
"Eh iya kamu pesen apa Ran?" Tanya Roby pada Ranty.
"Es capucino aja bang." Jawab Ranty.
"Oke, makanan nya?" Roby.
"Makan nya ntar aja." Ranty.
Ranty yang sejak awal duduk dihadapan Panji terus menatap Panji yang pandangan nya tak lepas dari ponselnya.
Liatin hanphone mulu, ngechat siapa sih? kan jomblo. Gumam Ranty kesal karena sejak keberadaannya Panji tak melihatnya sedikitpun.
"Hei kok diem dieman kalian udah saling kenal kan?" Kata Roby pada mereka.
"Hehe udah kok bang." Jawab Ranty.
Wih, bang? gila ya gercep amat padahal baru kenal mereka. gimana mau profesional nih kerjanya
Panji pun langsung menyeruput expresso dingin nya yang tinggal sedikit lagi. waktu menujukkan pukul 12.20.
Tak lama kemudian Adzan berkumandang, terdengar dari Mesjid di sekitar kantor mereka. Pertanda masuk waktu sholat dzuhur.
"Gue cabut duluan ya Rob, ntar jam 1 kita langsung gerak yah ke Kantor Pengadilan jangan sampe telat." Panji pun meninggalkan mereka berdua.
"Oke, siap bos." Roby.
"Ehm.. itu Pak Panji mau kemana bang? ada sidang ya hari ini?" Tanya Ranty.
"Sholat ke Mesjid, dia memang selalu on time. iya nanti ada sidang jam 2." Jawab Roby.
Ranty terdiam sejenak.
Idaman banget sih, sudah tampan rajin sholat lagi. sepertinya aku harus memantaskan diri nih biar bisa lebih dekat sama Pak Panji. batinnya.
"Hemm.. kalau nggak keberatan aku boleh ikut? itung-itung aku belajar nambah ilmu." Ranty.
"Boleh aja, kenapa enggak." Roby.
"Tapi aku takut Pak Panji keberatan Bang soalnya dia cuek banget" Ranty jadi ragu.
"Ah dia nggak apa-apa, kamu harus terbiasa dengan sikap cueknya selama beberapa hari ini, paling 3 hari nanti kalo sudah sering ngobrol dia nggak gitu lagi kok" Kata Roby meyakinkan Ranty.
"Baiklah Bang"
***
Panji yang sudah bersiap untuk pergi ke gedung Pengadilan, menunggu Roby di dalam mobil.
Lama banget sih, udah jam 1 lewat nih, malu dong kalo Jaksa sampe ngga on time.
Tak lama kemudian, pintu mobil Panji di bagian kiri terbuka, Roby pun masuk ke mobil Panji dan di susul oleh Ranty yang masuk melalui pintu belakang. Panji yang heran dan agak kesal, melirik ke arah Roby dengan wajah yang terlihat bertanya tanya. namun Panji tak ingin membahasnya saat itu.
"Kenapa lama banget kan udah gue bilang on time!" Katanya dengan nada kesal.
"Ehm maaf Pak Panji, tadi saya sholat Dzuhur dulu sehabis dari kantin."
Bukannya Roby yang menjawab tapi malah Ranty.
Panji tak menjawab apapun, dia langsung mengemudikan mobilnya ke tempat tujuan mereka.
***
terimakasih ya readers terhormat, jangan lupa vote ya biar author tambah semangat upnya. 😊 kalau kalian suka dengan ceritanya jangan lupa tambahkan ke favorite
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Diana Subar
zaman nya pelakor...hati"" mas panji..
makanya ceoetan belah durennya..
biar tambah sayang ama istrinya
2024-05-30
0
Massunamiyatha
ulat jangkit nonggol....
2023-02-28
1
Yuanita Ratyaning Siwi
BR*, BN*, BC*, BP*, BT*, BP*, apalagi ya kira2 😁😁
2023-02-05
0