Wanita cantik dan pintar berprofesi sebagai dokter berusia 25 tahun. Terpaksa menikah dengan seorang presdir terkaya di negaranya.
Seorang pria tampan dan kaya raya tapi begitu sombong dan kasar berusia 30 tahun.
"Saya muak dengan wajahmu, jangan coba-coba muncul dihadapanku."
" GLENN VICTOR JANUAR"
"Jika itu maumu, tolong lepaskan saya." Saya berhak mendapatkan kebahagian.
"JASLINE ALEXSANDRA"
#SEASON 2#
Pria tinggi dan tampan berusia 25 tahun baru saja mengantikan posisi sang Daddy sebagai CEO di perusahaan terkenal dan terbesar yaitu "JANUAR GRUP"
"Kau harus membayar atas perbuatan kejimu! kau menghancurkan harapanku! aku sangat membencimu! aku sangat membencimu"
"SKY FIDELL JANUAR"
Wanita cantik dan manis berusia 24 tahun. Dia adalah wanita kurang beruntung dimasa kecilnya, bahkan sampai saat ini masalah selalu membuntutinya. Kesalahan yang menerpanya telah mencoreng namanya, sehingga dia mempertanggungjawabkan. Dia pasrah seak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10
🍁🍁🍁
Di Perumahan Elite
Yah Glenn membawa Jasline tinggal di rumah baru perumahan elit, rumah yang mewah dan luas. Ada taman dibelakang, disertai kolam renang. Mereka sengaja tinggal terpisah biar para orang tua tak curiga dengan rumah tangga yang akan dijalani. Rumah ini pemberian dari papi Vicky sebagai hadiah pernikahan mereka.
"Kamar mu di bawah, dan satu lagi jangan berani masuk ke kamar ku. Terserah kau mau melakukan apa di rumah ini, karena rumah ini pemberian orang tua ku sebagai hadiah pernikahan sialan ini." Ujar Glenn emosi.
Jasline hanya menunduk.
Dret....dret....hp Glenn begetar. Glenn tersenyum setelah melihat siapa yang menelpon, dia kangen karena sudah 2 hari tidak ketemu kekasihnya.
"*Hallo sayang...." ucap lembutnya Glenn.
"Iya sayang, kamu sudah kembali" tanya Clara .
"Sudah sayang, ini baru saja nyampe"
"Sibuk ya....maklum pengantin baru?" sahut Clara kesal.
"Jangan bercandalah sayang, kamu tau sendirikan jika ini pernikahan palsu" ujar Glenn sembari melirik Jasline.
"Tapi aku tetap cemburu" sahutnya manja.
"Duh jadi gemes deh....ya sudah bentar lagi aku menjemputmu yah?"
"Oke sayang....ku tunggu*"
Jasline mendengar semua yang dikatakan Glenn. Dia tau itu kekasihnya yang menelpon.
"Kenapa masih diam disitu, apa kerjaan kau hanya menguping?" ujarnya tajam.
Jasline menyeret kopernya masuk ke kamar.
"Tunggu....ini ambil, ini ku berikan karena di suruh orang tua ku." Glenn memberikan kartu card tanpa batas.
Jasline tercengang melihat kartu yang masih di tangan Glenn. Dia tau jika kartu ini hanya bisa di miliki oleh kalangan atas.
"Kenapa diam? bukankah ini yang kau harapkan? kau dan keluargamu berhasil menghasut orang tua ku, dan sekarang rencana kalian berhasil." Bentaknya rahang Glenn mengeras.
"Cukup....Tuan boleh menghina saya tapi tolong jangan bawa-bawa orang tua." Bentak Jasline tanpa takut karena dia tidak mau jika orang tuanya dihina.
"Kau berani membentak ku? baru saja jadi istri palsu ku kau sudah kurang ajar?" bentak Glenn tak mau kalah.
Jasline menunduk, matanya sudah berkaca-kaca. Glenn melemparkan kartu itu tepat dikaki Jasline, dan dia melangkah pergi keluar untuk menemui kekasihnya. Jasline segera meraih kartu itu dan masuk kamar, dia merosot terduduk di balik pintu sembari menangis meluapkan semua rasa pedih yang dia rasakan.
"Ya Tuhan apa ini? inikah takdir hidupku? apakah aku mampu menjalaninya?" lirih Jasline.
Karena lelah menangis dan meratapi kehidupan yang akan dia jalani, Jasline tertidur di lantai.
🍁🍁🍁
Alarm dari hp Jasline berbunyi, pertanda dia harus bangun.
"Uhh udah pagi, lebih baik aku buat sarapan dulu sekalian buat bekal" gumam Jasline.
Jasline melangkah menuju dapur, dia membukakan kulkas. Hanya ada roti tawar dan susu di sana. Ya dia belum sempat berbelanja buat kebutuhan dapur, karena kemarin masih lelah. Rencananya tunggu pulang dari Rumah Sakit dia akan mampir ke supermarket.
"Ahh hanya ada roti dan susu"
Jasline menyeduh susu dan mempersiapkan roti dan selai diatas meja makan, dia juga membut susu untuk Glenn. Bagi Jasline terserah mau diminum atau tidak yang penting dia sudah menyiapkan atau melayani sebagai istri. Jasline pun masuk kamar dan segera membersihkan dirinya, hari ini jadwal operasi pagi, jadi dia harus cepat sampai di Rumah Sakit.
Tak butuh waktu lama dia sudah bersiap-siap, sebelum berangkat dia sarapan dulu. Hari ini dia tidak membawa bekal karena tidak ada bahan untuk memasak.
Jasline melirik diatas tangga.
"Tuan belum bangun, lebih baik aku berangkat dulu" gumamnya.
Tok....tok....tok
Jasline bergegas membukakan pintu.
"Selamat pagi nona?" sapa Cris asisten Glenn.
"Pagi juga Tuan Cris" sahut Jasline tersenyum.
"Nona jangan panggil saya Tuan itu tidak sopan, nona adalah istri Tuan saya" ujar Cris.
Jasline tersenyum miris mendengar kata istri.
"Istri palsu" lirihnya pelan tapi masih didengar oleh Cris.
"Panggil saja saya Cris nona" ucap Cris kembali.
"Baiklah jika Tu-eh asisten Cris memaksa"
"Apakah Tuan sudah bangun? tanya Cris.
"Kelihatannya belum, Tuan belum keluar dari kamarnya, lebih baik kamu bangunkan."
"Berarti mereka terpisah kamar" batin Cris.
"Kalau begitu saya duluan, ada operasi pagi hari ini" ucap Jasline sembari mengambilkan tas dan baju dinasnya di kursi makan.
"Oh ya nona supir nona sudah menunggu di luar, ini perintah Tn. Vicky. Mulai sekarang kemana nona akan pergi supir yang mengantar"
Jasline menganguk paham, tak ada gunanya menolak jika tetap dipaksa.
Sedangkan dalam kamar Glenn sudah bangun dan segera membersihkan diri. Dia sudah bersiap-siap keluar kamar.
Tok...tok...tok
Pintu diketuk asisten Cris
"Masuk" ucap Glenn.
Ceklek pintu terbuka.
"Kau sudah datang?" ujar Glenn sembari memakai jam tangannya.
"Rupanya Tuan sudah bangun?"
Mereka bergegas turun, pas sampai bawah Glenn melirik meja makan. Di meja tersedia segelas susu dan dua keping roti tawar. Dia tau kalau itu disediakan untuknya, tapi sama sekali tak menarik hatinya untuk sekedar mencicipi, dia merasa jijik dan muak.
"Dia kira dengan perlakuannya itu bisa meluluhkan hatiku ini? jangan harap, nantikan penderitaanmu!" batinya.
"Ayo....kita berangkat, apa-apa saja jadwal ku sekarang?"
"Pagi ini ada meeting dengan klien "Makmur Grup" dan siangnya Tuan ada pertemuan dengan staff-staff di Rumah Sakit" Cris memberitahu jadwal Glenn hari ini.
"Tuan tidak sarapan dulu?"
"Tidak perlu" Glenn menatap Cris yang melirik sarapan di atas meja makan.
"Jika kau mau, kau saja yang makan itu" tunjuknya dengan bibirnya, dan melangkah menuju pintu keluar.
🍁🍁🍁
Sedangkan di Rumah Sakit Jasline masih di ruang operasi. Tidak lama dia keluar dengan asistenya. Mereka melangkah menuju ruangannya, tiba-tiba seorang suster memanggil.
"Dok-dokter Jas....di sana ada pasien kecelakaan dan keadaan anak itu sangat kristis" ucap suster terengah-engah.
Jasline dan yang lainnya berlari cepat menuju pintu keluar Rumah Sakit.
"Kenapa di biarkan diluar? kenapa tak segera dibawa masuk dan langsung ditangani? cerca Jasline merasa emosi.
Tiba di luar Jasline menghampiri anak tersebut, lukanya cukup parah dan anak itu tidak sadarkan diri. Di biarkan berbaring di lantai, anak tersebut diantar tukang becak yang menemukannya di jalan setelah tabrak lari.
"Apakah ini anak bapak? tanyanya.
"Bukan Dok, saya menemukannya dijalan" sahut tukang becak.
Jasline menganguk.
"Ini ongkos buat bapak, terimakasih sudah membawanya kesini" Jasline menyodorkan uang selembaran 100.
"Terimakasih Dok"
Jasline menatap semua suster yang berada disana.
"Apa begini cara kerja kalian selama ini? apa karena dia orang tak punya dibiarkan dan tidak dianggap? kalian itu punya hati atau tidak, anak ini sangat kesakitan tapi satupun diantara kalian hanya bisa menontonnya saja, dimana hati nurani kalian? soal biaya itu terbelakang, nyawanya lebih penting" ujar Jasline meninggi dan emosi.
Semua suster hanya menunduk, mereka tidak berani menjawab. Karena Dokter Jasline di segani dan di hormati disana. Jasline adalah Dokter pintar dan hebat. Dokter tercantik dan baik hati, tidak memandang derajat pasiennya. Soal biaya dia sendiri yang menanggung jika memang keluarga pasien tidak mampu. Itulah kebaikan dan ketulusan dari seorang Dokter cantik itu, andaikan saja Glenn mengetahui semua itu, mungkin saja dia tak menuduh Jasline yang tidak-tidak.
Di pojok sana asisten Cris mendengar atau melihat semua kejadian tersebut. Dia bangga dengan ketegasan dan kepedulian nona mudanya.
"Nona memang orang yang baik, dia tulus menolong, tidak memandang derajat orang. Andai saja Tuan tau betapa baiknya istrinya itu mungkin Tuan berhenti menuduh nona yang bukan-bukan."Gumamnya.
Jasline mengendong anak tersebut dan bergegas masuk kedalam. Dia berjalan cepat menuju ruang perawatan. Tanpa dia sadari, dia melewati Glenn yang berjalan keluar habis rapat. Mereka berpapasan, Glenn terdiam sejenak memperhatikan ke arah Jasline, dia melihat istrinya mengendong seorang anak yang penuh dengan darah, baju dinasnya juga berlumuran darah. Seakan cuek Glenn melanjutkan langkahnya, baginya mereka orang asing.
Bersambung.....
🌷🌷🌷
Jangan lupa like dan comenya.