NovelToon NovelToon
TAWAKU TERBALUT LUKA

TAWAKU TERBALUT LUKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:920.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 1)


Cerita yang memiliki selera humor tinggi yang mungkin akan mengocok perut kalian.
Menggunakan bahasa Jawa tetapi akan tetap ada terjemahan arti.

Arselio Reytaka Milard, seorang pemuda masih berstatus pelajar SMA disalah satu sekolah elite yang ada dikota Jakarta. Ia memiliki saudara kembar bernama Arselio ReyNata Milard. Nama mereka begitu mirip, meski saudara kembar namun keduanya memiliki wajah yang berbeda begitupun dengan karakter sikap mereka yang juga berbeda. Namun, saudara kembar itu begitu menyayangi satu sama lain, dimana ada sang kakak maka disitu juga ada sang adik.

Dia anak horang kaya keempat, tetapi tingkah laku disekolah seperti orang biasa. Bahkan disekolah selalu bersikap konyol, apa yang dia ucapkan selalu sukses membuat orang lain tertawa.

Apakah perjalanan mencari jati diri seorang Taka akan penuh tawa seperti julukannya?
Mari kita ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain Cantik

Semua sedang menikmati makan malam. Keluarga sering berdebat namun tetap hangat.

"Taka, Nata sebentar lagi kalian akan lulus, lalu akan melanjutkan kuliah dimana?" tanya Saka.

"Kita tadi abis diskusi kak, kita mau lanjut kuliah disini aja." jawab Nata.

"Kalian nggak ingin lanjut di luar Negeri?"

"Enggak kak, kami nggak bisa jauh dari kalian. Biarlah kami kuliah disini." kini Taka yang menjawab.

"Pendidikan penting dek, jika kalian ingin kuliah diLuar Negeri dan juga mencari pengalaman nggak pa-pa, nanti ada kakak yang nemenin ayah sama bunda." kata Saka.

Ayah Arsel dan bunda Sensa menghentikan kunyahannya. Mereka mengamati wajah anak-anak.

"Jika mereka ingin melanjutkan disini saja tidak pa-pa Saka, ayah juga berat harus pisah sama mereka." ayah Arsel ikut berbicara.

Saka mengangguk, ia hanya memberi saran jika diterima ya silahkan, jika tidak juga tidak apa-apa.

"Nggak pa-pa sih kalau mau kuliah disini aja, nanti bunda lebih enak ngawasi mereka." bunda Sensa juga ikut bersuara.

"Apalah Bun, diawasi segala. Kami juga nggak berbuat ulah." jawab Taka.

"Iya sih, tumben udah agak lama bunda nggak dipanggil ke sekolah kalian. Apa kalian sudah dapat hidayah lalu bertaubat." kata bunda Sensa.

"Ya elah Bun, kata-kata ngeri banget. Nyangkut hidayah sama taubat segala. Bunda nggak dipanggil ke sekolah karna kami sudah berubah Bun."

"Alhamdulillah, kalau kalian sudah berubah." bunda Sensa mengucap syukur, ia merasa senang jika kedua anak kembarnya sudah berubah.

"Iya Bun, Alhamdulillah kami menemukan ide untuk bermain cantik." jawab Taka.

Seketika bunda Sensa dan ayah Arsel mengerutkan dahi. Apa maksutnya dengan menemukan ide bermain cantik?

"Bermain cantik?" ulang ayah Arsel.

"Iya Yah. Kami memberi ancaman pada mereka agar tidak melapor pada guru BK (bimbingan konseling)." jawab Taka santai.

"Apa...? dasar bocah super! bukannya berubah malah makin menjadi ulah yang kalian buat. Bener-bener, kalian ini keturunan siapa? hah?" kesal ayah Arsel.

"Heh... ya kita keturunan ayah 'kan? memang keturunan siapa lagi? Mbah Joko?"

"Nggak usah bawa-bawa Mbah Joko, ayah nggak kenal."

"Lah, pikun. Mbah Joko tukang urut langganan Ayah." jawab Taka.

"Ayah kenalnya Mbah Jo bukan Mbah Joko."

"Mbah Jo itu nama kerennya yah, nama aslinya tuh Mbah Joko."

"Kok kamu tau?" tanya ayah Arsel bingung.

"Iya, nebak aja."

"Astaghfirullah, ya Allah." ayah Arsel beristigfar.

"Sudah-sudah kenapa malah bahas Mbah Joko. Biarkan Mbah Joko atau Mbah Jo sama aja, itu rahasia dia. Yang perlu kita bahas tentang masalah bermain cantik!" bunda Sensa melihat keduanya dengan pandangan tajam.

"Taka, Nata, bukannya ayah sudah memberi kalian uang saku lebih. Kenapa tidak pernah cukup? kenapa harus malak teman-teman kalian?" tanya bunda Sensa dengan serius.

Semua menghentikan aktivitas, menatap kearah Taka dan Nata. Mereka menunggu jawaban dari keduanya, seperti menahan nafas. Semua nampak hening, bagaikan menghakimi tersangka maling ayam atau maling bunga. Taka dan Nata saling menyenggol tangan, Nata ingin membuka mulut tapi kakinya diinjak oleh Taka. Maka Adik baper itu terpaksa menutup mulut lagi.

Dan disinilah Taka yang memberi alasan. Entah alasan apa yang akan dikatakan.

"Ck... Taka cuma minta uang sama anak-anak kalangan atas Bun, mereka terlalu sombong Taka malas." jawabnya dengan santai.

"Heh... jawaban apa itu? tidak masuk akal." sanggah ayah Arsel, ia tidak bisa menerima alasan yang dikatakan Taka.

"Masukin ajalah Yah, memang itu jawabanya kok."

"Mereka sombong atau tidak itu terserah mereka, lalu apa hubungannya dengan kamu?"

"Taka nggak suka aja sama mereka yang selalu memamerkan uang."

"Lah, kamu kan juga punya uang kenapa nggak gantian pamer?" kata ayah Arsel.

"Eh, ayah satu ini malah ngajarin nggak bener. Anak sendiri suruh pamer." bunda Sensa memarahi suaminya. Ayah Arsel melirik takut.

Saka dan Seika tersenyum.

"Kalau ayah ngasih uang 50juta baru aku pamerin ke mereka."

"Buset, 50juta? kalau buat beli tempe udah dapat satu mobil box."

"Wong tuek pikirane mung tempe wae.(Orang tua pikirannya cuma tempe aja)" ucap Taka, ia menepuk dahinya yang licin.

Semua tertawa, hanya ayah Arsel yang diam karna tidak mengerti terjemahannya.

"Lagian uang 50juta buat apa? coba kalau kamu nggak boros, pasti ATM mu penuh. Kamu sehari ngabisin uang 2juta itu buat apa?" kesal ayah Arsel.

"Adalah Yah, Taka sudah besar, kebutuhan ku juga meningkat."

Nata melirik kearah saudara kembarnya, lagi-lagi dibuat bingung kenapa harus berbohong. Padahal kakaknya tidak pernah boros dengan berbelanja atau menghamburkan uang untuk hal sia-sia. Ia tau pasti kemana uang kakaknya habis.

"Awas saja kalau kamu menghabiskan uang untuk berbuat macam-macam, jangan sampai mengenal narkoba atau kenakalan lainnya. Atau ayah akan benar-benar marah padamu Taka!" ayah Arsel menasehati dengan tegas.

"Tidak yah, Taka nggak pernah tau barang semacam itu. Sumpah." jawab Taka juga serius.

"Ayah percaya sama kami, kami tidak berbuat yang macam-macam yah." Nata ikut meyakinkan.

"Bunda ingin memberi nasehat, meski kita banyak uang jangan menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting. Kita harus pandai bersyukur, masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita. Kita bisa makan enak, sedangkan orang-orang yang tidak punya harus menahan lapar. Jika bisa, sisihkan uang jajan kalian untuk berbagi rezeki untuk orang yang tidak mampu, ya Nak. Meski kalian bandel dan suka berbuat ulah apalagi nyebelin, tapi bunda tetep sayang kalian. Bunda wajib memberi nasehat. Setelah bunda memberi nasehat, itu terserah kalian mendengarkan dan melaksanakan atau tidak. Sebagai orang tua, tentu menginginkan anak yang Sholeh dan Sholehah." panjang lebar bunda Sensa memberi petuah.

Nata dan Taka menganggukkan kepala, bahkan Saka dan Seika juga mendengarkan dengan seksama.

"Kamu memang istri terbaikku, sayang." kata ayah Arsel.

"Huuuu... ayah ini, modus." ledek Taka.

"Eh, bukan modus dong. Tapi ayah mah selalu modis."

"Bolehlah modis, modis diantara orang jompo lainnya." jawab Taka cengengesan.

"Ini anak bener-bener ngeselin, tampol pakai centong sayur mau kamu!" kesalnya.

'Kakak ini memang luar biasa, kadang baik, nyebelin, ngeselin, konyol tapi juga seperti dewa penolong. Coba kalau ayah bunda tau apa yang kakak lakukan pasti mereka bangga banget sama kita kak.' batin Nata. Kedua bola mata mengamati kakak keduanya yang sibuk berbalas ejekan sama ayah Arsel. Bibir Nata menyunggingkan senyum.

"Hem... kalian ini ya, bunda nggak bisa bayangin kalau kalian kuliah di Luar Negeri, pasti rumah ini sepi banget. Untung aja kalian memutuskan untuk kuliah disekitar sini." kata bunda Sensa. Walau bagaimanapun, kedua anak kembarnya selalu membuat ramai disuasana kebersamaan.

1
Narawin's~
lanjutttt
Qaisaa Nazarudin
Nama rakyat banget,Gak ada nama yg nikin lidah ku keseleo menyebutnya..👏👏👍👍Mantap thor aku suka..👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oaalahh siapa sih yg killer di sini? Taka atau pak gurunya? 🤣🤣🤣🤣

Mampir thor,kayaknya seru ceritanya..🙋🙋😄
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Nurma Lisa
ternyata novel ini bisa untuk obat stress🤭🤭
Akakdidi Kakdidi
bagus jalan ceritanya
Mmh Na Aas Tea
makin sedih cerita nya
Mmh Na Aas Tea
sedih banget 😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
aduh parah si raja🙄🙄
Mmh Na Aas Tea
🤣🤣🤣🤣,,perut ku Ampe sakit bacanya karna lucu
Kenzi Kenzi
jadi inget sama pilem si dudung
Kenzi Kenzi
bahkan,nama aja kembaran....hahhahaa....kek nya bakalan ada nama2.kembar lainnya nih...mujiren mujirah...mujiran...
Kenzi Kenzi
ini pangkal karya2mu selanjutnyankan thor....,gw mampir....
Akak Mei: Ada banyak Kak, klik profile saya dan ikuti biar tau setiap kali saya buat karya baru. Terima kasih sudah mampir ya.
total 1 replies
Lisna Wati
terimakasih ceritanya thoor sy suka
Lies Mulyadi
ngakak poll,bulu kaki digambar
THE END.MD
aku udah baca tulisan kak mei yang ini beberapa kali dan tetep bikin aku ketawa dan nagis lagi dan aku salut buat bikin karya yang bagus ini ma kak mei semanagt terus ya kak mei nulis nya kalo bisa tulis juga cerita kisah cinta nya ayah ansel ma bunda 👏👏👏👏👍👍👍👍
Yani Srihastuti
lucu banget,suka genre yg seperti ini
Rini Apriyanti
Yg baca ikutan nangis, tissue mana tissue
Hani Hanie
haduuhh takaDung...sampai keluar air mata aq ketawanya..dasarr😂
Nuranita
gila ini novel.....bner2 bkin menyedih tiap kali bca....nangis tanpa dmnta kek airmata jtuh sndri....😭😭😭😭😭😭😭😭padahal udah 3x bacax
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!