NovelToon NovelToon
Harga Turun Sejuta Kali

Harga Turun Sejuta Kali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Kaya Raya
Popularitas:20
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad

Saldo rekening Rp 350000
Pacar selingkuh
Harga diri nol

Lalu dunia berubah

Seluruh harga turun 1000000 kali Rumah mewah jadi Rp 50000 Mobil sport Rp 5000 Tapi uang Raka Tidak berubah

Rp 350000 Rp 350 MILIAR

Dari pemuda yang diludahi dunia menjadi pria yang membeli kotanya sendiri

Sistem Ilahi sudah aktif
Misi pertama beli rumah paling mahal di kota ini tunai
Misi kedua hancurkan semua yang pernah menghinamu

Harga Turun Sejuta Kali update setiap hari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Bab 14: Undangan Reuni

"Raka pasti masih nyuci piring. Jangan-jangan video viral itu hasil pinjam jas."

Pesan Doni di grup reuni muncul saat Raka sedang memilih meja kerja untuk lantai eksekutif Menara Langit. Kalimat itu membuat Fajar menatap layar, lalu menatap Raka seperti menunggu perintah untuk memburu alamat.

Raka hanya berkata, "Screenshoot."

Fajar langsung menyimpan.

Rina menyusul dengan emoji tertawa. Kalau dia datang, aku mau lihat apakah dia masih bau dapur.

Adi membalas: Doni, cukup. Kita reuni. Jangan cari korban di sini.

Doni: Wah, Adi masih jadi pahlawan kantin. Jangan-jangan dulu kamu suka traktir dia karena kasihan.

Raka menaruh tablet katalog furnitur. Ingatan itu datang cepat, tanpa izin.

Tujuh tahun lalu, kantin SMA penuh suara sendok dan tawa. Raka berdiri dengan piring nasi sayur paling murah. Uang sakunya pas-pasan, tetapi hari itu ia berhasil membeli lauk ayam karena Bibi Lestari menyelipkan lima ribu tambahan. Doni datang bersama gengnya, sengaja menyenggol bahunya.

Piring jatuh.

Nasi, kuah, dan ayam tumpah di lantai.

"Aduh, maaf," kata Doni waktu itu, tawa di belakangnya pecah. "Makanan rakyat jatuh ke rakyat lagi. Cocok."

Rina berdiri tidak jauh, menutup hidung sambil tertawa kecil. Guru piket melihat, tetapi memilih pergi.

Raka berjongkok hendak membersihkan, wajahnya panas. Sebelum tangannya menyentuh lantai, Adi datang membawa tisu dan piring baru.

"Bangun," kata Adi. "Aku belikan lagi."

"Tidak usah."

"Bangun. Jangan biarkan mereka dapat tontonan gratis."

Adi datang dari bengkel kecil milik ayahnya. Hari itu ia membayar makanan Raka dan duduk di sampingnya sampai jam istirahat selesai. Sejak itu, Adi menjadi satu-satunya teman yang tidak membuat kebaikan terdengar seperti utang.

Raka kembali ke ruang rapat Menara Langit.

Bayu mengetuk meja. "Wajah Anda berubah. Ada daftar orang yang harus saya somasi?"

"Belum. Doni hanya membuka pintu sendiri."

Hendra yang sedang memeriksa rencana renovasi bertanya, "Doni siapa?"

"Teman SMA. Punya pabrik kecil di Gresik, kalau chat-nya tidak bohong."

Fajar sudah menelusuri informasi terbuka. "Doni Prakoso. CV Sumber Jaya Plastik. Omzet dia klaim dua ratus juta per bulan, tetapi laporan vendor menunjukkan keterlambatan bayar. Dia suka pamer mobil Innova yang baru dibeli cash."

Bayu mengangkat alis. "Omzet dua ratus juta tapi berlagak seperti pemilik konglomerasi. Manusia memang kreatif kalau diberi grup WhatsApp."

Raka tersenyum tipis. "Kita tidak perlu menghancurkan bisnisnya. Cukup membuat dia sadar ukuran suaranya tidak sama dengan ukuran dompetnya."

[Mimpi: Misi Reuni Emas aktif. Parameter tambahan: bantu Adi memperoleh peningkatan hidup nyata.]

Raka membaca parameter itu dua kali.

"Mimpi, siapa Adi sekarang?"

[Adi Saputra. Bekerja sebagai supervisor dapur di Restoran Bunga Rampai. Gaji stabil, reputasi baik, sedang menabung untuk membuka warung keluarga. Tidak pernah meminta bantuan kepada tuan rumah.]

Restoran Bunga Rampai. Nama itu muncul dalam daftar tempat reuni.

Raka memandang Fajar.

"Reuni di restoran tempat Adi kerja?"

"Benar, Pak. Doni yang memilih lokasi. Kemungkinan dia tidak tahu Adi bekerja di sana, atau justru tahu dan ingin memamerkan diri."

Raka mengetuk meja satu kali.

"Bayu, bisa cek pemilik Restoran Bunga Rampai?"

Bayu mulai mengetik. "Bisa. Kalau mau beli restoran lagi, bilang dari awal supaya saya tidak pura-pura terkejut."

"Cek dulu. Jangan kontak sebelum saya putuskan."

Sore itu, Fajar membawa Raka ke butik tailor yang biasa melayani pejabat dan direktur. Berbeda dari LV, kali ini staf langsung profesional karena janji dibuat atas nama PT Langit Sembilan. Namun Raka tetap memperhatikan: siapa yang menatap mata, siapa yang menatap sepatu.

Seorang tailor senior mengukur bahu, dada, pinggang, dan panjang lengan. Fajar berdiri di samping sambil memilih warna gelap.

"Pak Raka cocok charcoal. Tidak terlalu mencolok, tapi mahalnya terasa."

"Kamu sekarang stylist?"

"Asisten pribadi harus bisa mencegah bos terlihat seperti pemilik rental jas."

Raka tertawa.

Mimpi menawarkan item baru.

[Setelan Elegan Kelas Atas tersedia. Harga sistem Rp200. Efek: menyesuaikan potongan pakaian dengan postur tuan rumah, meningkatkan kesan kelas atas tanpa logo mencolok.]

Raka membeli. Tailor yang sedang memegang kain berhenti, bingung melihat setelan contoh yang tadi biasa saja tiba-tiba terasa pas ketika dikenakan. Ia mengira matanya salah, lalu buru-buru memuji bahan.

Fajar memutari Raka sekali.

"Bang, dengan wajah begitu dan setelan ini, Rina mungkin lupa pernah mengejek."

"Kalau dia lupa, kita bantu ingat."

"Kejam juga."

"Tidak. Saya hanya tidak memberi diskon untuk penghinaan lama."

Malam sebelum reuni, Bayu mengirim laporan Restoran Bunga Rampai. Pemiliknya ingin menjual karena butuh modal membuka cabang di Bali, tetapi belum menemukan pembeli yang mau mempertahankan staf. Harga dunia luar sekitar tiga ratus miliar termasuk merek, izin, dan gedung.

[Mimpi: harga sistem Rp3.000.]

Raka menatap angka itu.

"Bayu, beli. Tapi jangan umumkan sampai besok. Dalam kontrak, tulis seluruh karyawan tetap bekerja minimal enam bulan, evaluasi berdasarkan kinerja."

Bayu menjawab dari telepon, "Untuk Adi?"

"Untuk restoran. Adi hanya alasan saya tidak membiarkan tempat itu jatuh ke pembeli yang salah."

"Jawaban bagus. Sedikit munafik, tapi bagus."

"Kirim kontrak."

Setengah jam kemudian, pembayaran dilakukan. Dokumen awal masuk. Restoran Bunga Rampai, tempat Doni berencana menertawakan Raka, sudah berpindah ke tangan Raka sebelum Doni sempat memilih meja.

Pagi hari, Fajar menunggu di depan vila dengan Fortuner mengkilap. Raka keluar memakai setelan charcoal. Bibi Lestari berhenti menyiram tanaman.

"Kamu mau kerja atau melamar anak orang?"

Bintang berlari keluar. "Kak Raka kayak aktor Korea!"

Fajar langsung mengangkat dua jempol. "Saya bilang juga begitu, Bi."

Raka menggeleng. "Saya cuma pergi reuni."

Bibi menatapnya lebih dalam. "Kalau ketemu orang yang dulu menyakitimu, jangan lupa pulang sebagai Raka yang utuh."

Raka menunduk hormat.

"Saya pulang membawa kabar baik untuk teman lama."

Fajar membuka pintu mobil.

"VIP driver siap, Pak. Ramuan Karisma mau dipakai?"

Raka melihat notifikasi Mimpi. Sisa efek Ramuan Karisma sebelumnya sudah habis, tetapi satu botol baru tersedia dari Toko Sistem.

"Pakai saat masuk. Biar tepat."

Mobil bergerak meninggalkan vila.

Di grup reuni, Doni baru saja menulis: Malam ini kita lihat, Raka datang naik apa. Jangan-jangan ojek online.

Raka menyimpan ponsel.

Sebelum tidur, Raka membuka lagi foto lama kelasnya. Tidak banyak yang tersimpan. Satu foto buram memperlihatkan Adi berdiri di belakangnya dengan senyum canggung. Doni ada di tengah, memegang bola futsal, sementara Rina menempel pada kelompok paling populer. Dulu susunan foto itu terasa seperti takdir sosial. Sekarang hanya arsip.

Ia mengirim pesan pribadi kepada Adi: Besok aku datang. Jangan sibuk melayani meja kami terus. Duduk sebentar kalau bisa.

Balasan Adi datang cepat: Aku kerja, Rak. Tapi aku senang kamu datang. Jangan dengarkan Doni.

Raka menatap kalimat itu lama. Bahkan sekarang, Adi masih lebih khawatir ia tersakiti daripada memikirkan kemungkinan Raka datang membawa kuasa.

"Dia akan lihat."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!