NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:114.1k
Nilai: 5
Nama Author: She_Vent

By She_Vent


Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.

"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.

"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"

"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.

"Kak... boleh minta nomor HPmu?"


🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗

👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain

Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Balance

Pagi ini tidak seperti pagi-pagi biasanya bagi Haidar, lelaki tampan yang dibilang sukses di usianya yang tergolong masih muda harus bersiap-siap ke kantor pasalnya ia mendapatkan tawaran untuk menjadi asisten bagi orang nomor satu di kantornya.

Bagaimana tidak dibilang sukses?

Haidar bisa dikatakan pria jenius, bagaimana tidak? Ia dapat menyelesaikan pendidikannya S1nya disaat usianya baru memasuki 22 tahun dan saat ini ia sudah mendapat gelar Magister Manajemen (M.M) ia mengambil jurusan Ekonomi Manajemen dan berhasil mendapatkan gelar itu di usianya yang beranjak 24 Tahun. Dirinya mendapat predikat Mahasiswa termuda dengar gelar S2 yang disandangnya.

Haidar yang baru berusia 25 Tahun, namun ia sudah mampu bersaing dengan senior-seniornya yang jauh lebih tua diatas usianya. Bukan tidak banyak yang iri dengan kesusksesannya namun semakin banyak orang yang iri padanya semakin memotivasinya untuk terus berusaha lagi meraih cita-citanya.

"Yah...Bu... doakan Haidar ya. Semoga Haidar berhasil menjadi Asisten CEO dikantor Haidar." sambil mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya bergantian.

"Pasti nak, Ibu pasti doakan semoga kamu berhasil meraih cita-citamu." Bu Halimah mengelus lembut rambut Haidar putra sulungnya. "Restu Ibu selalu menyertaimu nak." Halimah mencium kening putranya itu.

"Bang, jangan cuma cita-cita yang di kejar. Harus seimbang antara Cita-cita dan Cinta." Celetuk Helsa adik Haidar satu-satunya dari belakang, ia juga sudah bersiap-siap akan berangkat kuliah.

"Masih kecil udah ngomong cinta-cintaan, belajar dulu yang bener." Haidar mengacak-acak rambut adiknya.

"Anterin Elsa dulu ya Bang, Elsa ada kuliah praktek pagi ini." ucap mahasiswa calon dokter itu.

"Maaf dek Abang ga sempat. Kamu naik ojol aja ya." Haidar mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dari dompetnya.

"Kalau gini mah, adek ikhlas naik ojol tiap hari. Makasih ya Bang."

"Iiisst enak aja. Itu ongkos Ojol buat setahun. Haha."

"Kak Haidar..." Kesal dan cemberut.

"Yah... Bu... Haidar berangkat dulu." Sambil memakai helm lalu menyalakan mesin motornya dan berlalu.

...***...

Haidar sangat semangat dan juga deg-degan karena ini hari pertamanya bekerja langsung dibawah pimpinan CEO perusahaan besar. Dengan langkah yang penuh semangat ia memasuki lift karyawan dan menuju lantai tertinggi perusahaan itu.

"Selamat pagi Pak." Sapanya pada Jack yang ternyata sudah datang lebih dulu darinya.

"Ah sial. Udah gue bela-belain dateng pagi ternyata masih juga keduluan sama dia." Batin Haidar.

Jack adalah salah satu orang yang dikagumi Haidar karena cara kerja Jack yang dibilang selalu hampir sempurna. Tidak boleh dikatakan sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta. Hehe.

"Pagi...!" Menjawab dengan datar. "Apa kamu sudah siap bekerja hari ini?" tanya Jack, tentu saja maksudnya siap menjadi asisten orang nomor satu dari perusahaan besar itu.

"Tidak boleh ada kesalahan, kamu harus mempelajari ini semua." Meletakkan beberapa tumpukan map besar diatas meja kerjanya.

"Baik Pak."

"Ingat, yang menilai kinerja kamu bukan saya tapi Tuan Pram sendiri dan bila terjadi kesalahan sekecil apapun bersiaplah untuk keluar dari perusahaan ini."

"What??? Gila... Langsung pecat? Ga pake pertimbangan dulu gitu pak? Turun jabatan atau potong gaji misalnya?" Semua bentuk protes itu hanya bisa tertanam didalam hatinya.

"Baik Pak, saya akan saya usahakan."

"Bukan akan...tapi Harus." Tegasnya lagi.

"Yaelah pak, kita ini cuma manusia pak. Ga mungkin ga melakukan kesalahan." ungkapan yang sulit untuk dikatakan.

"Baik pak."

"Dan ini adalah orang-orang kesayangan Tuan Pram. Ini Nyonya besar Ibunya Tuan Pram." memberikan foto Oma Milah.

"Ini adalah foto almarhum istrinya, yang perlu kamu ingat adalah tanggal kematiannya karena biasanya dua hari sebelumnya Tuan akan berangkat ke Jerman untuk memperingati hari kematian Nyonya." Haidar hanya mengangguk-angguk sambil mengingat setiap kata yang diucapkan atasannya itu.

"Ini calon Istri Tuan, namanya Nona Nayla, kalau Tuan biasa memanggilnya Reva dan mereka akan melangsungkan pernikahannya Kurang dari 3 minggu lagi dan pastikan sebelum pernikahan Tuan kamu sudah memahami semua tugas-tugas kamu. Bukan hanya tentang Tuan tapi juga tentang perusahan baik para investor maupun para kompetitornya. Apa kamu paham?" tanya Jack karena sedari tadi ia hanya melihat Haidar menganggukkan kepalanya.

"Gila, banyak banget yang harus gue inget. Bahkan sampe keluarganya pun harus gue inget satu satu. Huuft."

"Paham Pak." Jawabnya singkat dan tegas.

"Bagus kalau begitu, dan ini satu lagi." ucapnya sambil menyodorkan foto terakhir yang ada ditangannya. "Ini adalah Putri satu-satunya Tuan Pram, namanya Nona Kalycha."

"Nih cewek kayaknya pernah gue lihat, tapi dimana ya...?" Sambil berpikir

Melihat Haidar diam dan mengerutkan keningnya membuat Jack curiga padanya.

"Kenapa? Apa kamu kenal dengan Nona Kalycha?" Pertanyaan yang penuh dengan selidik.

"Iya pak, eh maksud saya tidak Pak." Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tapi bener deh gue kayak kenal nih cewek tapi dimana ya?"

"Mungkin kedepannya kamu akan direpotkan olehnya. Saat ini Nona Icha masih SMA kelas Sepuluh dan sebentar lagi akan naik ke kelas Sebelas dan sepertinya Nona tidak setuju dengan pernikahan tuan. Dan itu sebabnya kamu harus lebih ekstra hati-hati. Semua orang-orang yang dibawah naungan ku akan menjadi tanggung jawab mu termasuk bodyguard-bodyguard handal. Nanti saya akan kenalkan kamu dengan mereka."

"Wah... Wah... Banyak sekali kerjamu Pak. Dan selama ini kamu sepertinya biasa saja menanganinya? Ga pernah gitu gue liat lo repot sedikitpun." Masih mendengar dengan seksama.

"Dan ini" memberikan sebuah kunci. "Kamu bisa bawa mobil?"

"Siap, bisa pak." Gila jawaban gue kayak anak tentara aja. Haha.

"Ini mobil kantor dan kamu bisa menggunakan selama kamu bekerja disini."

Menengadahkan tangannya dan menerima dengan senang hati.

"Asyik bisa ngecengin cewek-cewek nih. Temen-temennya si adek kan banyak yang cakep-cakep."

"Dan kamu harus siap 24 Jam, kapan pun Tuan memanggil mu."

Duerr... seperti sambaran petir disiang bolong Haidar mendengarnya.

"What? Kapan gue punya pacar kalau 24 jam harus pentengin si bos terus. Hiks...hiks..."

"Apa kamu bersedia?"

"Siap pak." Apa iya gue bisa. Hadeeeehhhh.

"Bagus!" Lalu Jack kembali keruangan kerjanya.

"Kok nasib gue gini amat ya? Emang sih gue pengen cepet sukses tapi kalau gini caranya bisa jadi perjaka ting ting gue. Bener juga kata si adek antara Cita-cita dan Cinta harus balance."

...***...

Pram dan Nayla masih menunggu Persyaratan dari Kalycha. Pagi itu Pram kembali tidak fokus dengan pekerjaannya karena penasaran persyaratan apa yang akan di ajukan putrinya itu.

Setelah mengatakan niatnya tadi malam pada Kalycha putrinya kalau ia tidak akan membatalkan pernikahannya sama dengan halnya Kalycha juga memberikan syarat padanya tapi persyaratan yang masih dirahasiakan oleh Kalycha.

Flashback On

Saat mereka masih menunggu kabar dari Jack. Tiba-tiba Nayla membuka bicara.

"Mas, sebaiknya kita batalin pernikahan kita mas."

Pram terlihat sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan wanita yang akan menjadi istrinya itu. Begitu juga dengan Oma Milah ia sampai memegang dadanya yang tiba-tiba terasa berdenyut mendengar ucapan Nayla.

"Kamu bicara apa sih sayang?" Mendekati Nayla dan duduk disebelahnya.

"Mas, aku rasa ini adalah tindakan protes Icha." Membenarkan posisi duduknya agar menghadap pada Pram. "Mas, mungkin Icha tidak setuju dengan pernikahan ini mas. Dia ga berani bilang terus protes dengan tindakan kabur begini mas."

Pram masih tidak mengerti dengan pola pikir Nayla. Tapi ia juga tidak menyalahkan apa yang diucapkannya. Sementara Oma masih menyimak arah pembicaraan mereka.

"Mas, bukan aku ga mau menikah denganmu mas, tapi aku juga ga mau merusak hubunganmu dengan Icha. Aku mencintaimu mas. Cuma mas lelaki yang pernah ada dalam hidupku. Ini juga tak mudah bagiku mas. Tapi buat apa kita lanjutkan pernikahan ini kalau Icha sendiri tidak bisa menerima ku sebagai istrimu mas." Airmata Nayla sudah membanjiri pipinya.

Melihat Nayla menangis Oma Milah yakin kalau Nayla benar-benar tulus mencintai putranya itu. Ia juga tahu kalau Nayla juga menyayangi Kalycha hanya saja Kalycha cucunya yang belum membuka hati untuknya.

"Mama rasa kalian perlu menanyakan langsung pada Icha. Kamu juga Nayla, kamu belum pernah kan, meminta ijin langsung pada Icha? Selama ini Mama pikir Icha setuju-setuju saja dengan rencana kalian karena dia tidak pernah berkata apa-apa, apalagi protes." Oma Milah kembali teringat saat Kalycha menanyakan kebenaran Daddynya yang akan menikah.

"Baiklah Ma, nanti setelah Icha pulang. Aku akan bertanya langsung padanya. Tapi tetap aku tidak setuju kalau harus membatalkan pernikahan kita."

"Mas..."

"Aku tidak ingin dibantah Reva."

Flashback off

Haidar mengetuk pintu ruangan Pram tapi belum ada jawaban dari dalam. Kemudian ia mengetuk sedikit lebih keras.

"Masuk..."

Haidar membuka pintu dan membungkukkan sedikit badannya memberi hormat pada atasannya itu.

"Permisi Tuan, saya ingin meminta tanda tangan Tuan untuk beberapa proyek yang sedang berjalan diperusahaan cabang di Bandung."

"Kamu siapa? Mana Jack?" Pram menaikkan sudut alisnya tampak heran melihat orang baru yang terbaca dari raut wajahnya.

"Ma...maaf Tuan saya lupa" sedikit gugup namun Haidar berusaha setenang mungkin. "Perkenalkan saya Haidar Tuan, Pak Jack saat ini sedang menemui investor dari Singapura Tuan, dan beliau menyuruh saya untuk mendampingi Tuan selama beliau pergi."

"Baiklah. Berikan..." mengulurkan tangannya meminta berkas yang ada ditangan Haidar.

Dengan cepat Haidar langsung memberikan map penting yang ada ditangannya. Lalu memeriksanya dengan seksama. Haidar hanya memandangi Pram yang serius membaca dokumen-dokumen yang didepannya.

"Ini ambillah." menyerahkan map yang sudah ia tanda tangani tidak lupa sebelumnya membaca terlebih dahulu isi berkas yang akan dibubuhi tanda tangannya itu.

"Oya siapa nama kamu tadi?" Bukan sengaja tapi ia benar-benar lupa nama pria yang berdiri dihadapannya itu.

"Haidar Tuan."

"Oya tolong kamu cari kira-kira apa syarat yang diminta seorang anak ketika Daddynya mau menikah lagi." sebuah permintaan sekaligus perintah yang tak mungkin ditolaknya.

"What??? Apa ini juga termasuk pekerjaan yang harus aku kerjakan Pak Jack??? Hiks...Hiks..."

"Ba...Baik Tuan."

Yaa... Ngegantung lagi.

Receh : Apa sih Thor syaratnya si Cicak???

She : Sumpah deh Cicak, eh Author juga kagak tahu.

Pantengin terus aja yah...

Ntar sama² deh kita Baca apa maunya si Cicak 😄

Jangan lupa Absen ya My Cicak, eh My Receh kamsudnya eh, Maksudnya 😍

1
Yani Cuhayanih
kebetulan disini lagi musim kemarau panaaaaaas
Yani Cuhayanih
Sayaaaaaang aku maluuu..
Yani Cuhayanih
Aku percaya thor panjaaaaang bangeettt kayak kereta api expresss
Gissa_Chieko
mantap thor
Silent Codex
nangis.....
💞 Lily Biru 💞
semoga Icha cepet sadar
Gissa_Chieko
semangat
Gissa_Chieko
komen
Gissa_Chieko
oke
Gissa_Chieko
mampir. mantap thor
She_Vent: Terimakasih ya 🙏
total 1 replies
💞 Lily Biru 💞
fiks, eps selanjutnya lahiran, wkwk
💞 Lily Biru 💞
lanjut kak she vent
maduan
kaka author kalau sembilan bulan kmudian mah udh ngelhirn thor anaknya udh umur 1 bulan.
tpi mksh thor dh up
💞 Lily Biru 💞
semangat kk, salam dari ADEK gue BAD
She_Vent: Done ya Kakak. Terimakasih buat dukungannya selalu 😊
total 1 replies
xia.SIA_
semangat ya Thor,jangan lupa mampir juga 🤗
She_Vent: Done ya. Mari tetap saling mendukung 🤗
total 1 replies
Hinata soyo
singgah juga di tepat ku ya
She_Vent: Semangat, udah banyak boom like aku. Nanti lanjut lagibya
total 1 replies
maduan
semongko thor..
maduan
hamidul ya thor kayanya sikali
Clearesta Santoso
ngidam x thor
💞 Lily Biru 💞
lanjut kkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!