NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Di Tempat Umum

Hahahaha..... " Tawa Alvin terdengar sangat puas...Thanks my Girl... "

CUP.. Dia mengecup punggung tanganku yang dia genggam sambil mengemudikan mobilnya ke rumah setelah selesai acara pertunangan antara stevani dan Cristian tadi..

Aku juga sangat bahagia karena jujur aku sangat lega telah menyelesaikan drama pertamaku dengan sangat baik..

"Kamu lihat wajah stevani tadi.. Sungguh menggelikan hahaha...Aku sangat bahagia, walau belum sepenuhnya tapi aku puas melihat ekspresinya tadi... " Lanjut Alvin..

"Apa aku akan mendapat bonus akan keberhasilanku ini, sayang ? " Godaku..

"Mintalah apapun yang kamu mau, akan aku belikan untukmu.. Apapun itu hahaha... Aku sangat senang.. "

"Aku punya satu permintaan.. "

"Apa..? "

"Aku ingin bertemu sahabatku, look at me... (Kataku sambil menempatkan tubuhku menghadap ke arahnya)

I'm promise aku tidak akan mengatakan apapun pada dia tentangmu, aku tidak akan menyebut nama sebastian di dalam percakapan ku, aku hanya ingin melepas rindu padanya.. Aku rindu dia.. Please... " Tanyaku dengan penuh harap..

"Pria atau wanita?? "

"Wanita.. "

"Ok.. Besok aku bebaskan dirimu satu hari penuh, namun jika aku menelfonmu tanya kamu dimana, sedang apa, makan apa dan juga jika aku memintamu untuk pulang kamu harus membalas dan tidak boleh membantah.. Ok.. "

"Ok, sayang... " Kataku sambil tersenyum kegirangan...

Dia pun nampak tersenyum melihatku bahagia..

Pagi hari yang cerah ini aku lewati dengan penuh semangat. Aku terlalu rindu pada ellen, tidak sabar aku segera ingin memeluk dia, aku juga ingin menenangkan dia karena aku tahu dia sangat khawatir sekali padaku..

"Kenapa kamu senyum senyum sendiri?? " Tanya Alvin yang tiba tiba di belakangku..

Aku segera membalikkan badanku dan berapa terkejutnya aku ternyata sekarang Alvin tepat di hadapanku..

Tuhan.. Hatiku seakan mau terjatuh melihat ketampanannya terpampang nyata di hadapanku...

Dia lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajahku namun aku perlahan menjauh namun tubuhku tertahan oleh meja makan..

"Kenapa wajahmu memerah, sayang..? "

Mendengar itu aku lalu menundukkan pandanganku...

"Kamu kenapa?? " Tanya dia kembali sambil mendongakkan pandanganku agar melihat ke arah wajahnya..

Aku menelan salivaku sendiri melihat bibir tipis dan pink milik Alvin.. Jantungku berdebar debar seakan berharap moment itu bisa berubah menjadi ciuman yang menggairahkan...

Sesaat kami berdua saling pandang bibir kami masing masing, namun tidak ada salah satu dari kami yang berani memulai..

"Aku pergi dulu... " Ucapku sambil agak berlari darinya..

Namun dia menarik tanganku...

CUP..

dia mengecup bibirku...

Aku terkejut, namun aku segera sadar..

"....... " Aku terdiam sambil berlari karena aku sangat malu..

Dan dari jauh aku dengar dia terkekeh mungkin melihat tingkahku....

"Hallo beb... "

"Halloooooooooo........ " Teriak ellen..

"Kenapa harus teriak sih..? Cepat keluar kantormu, aku sudah di depan, hari ini aku bebas.. Aku rindu padamu.. "

"Benarkah??? Aaa. A. A.. a. a. a(dia berteriak) I'm coming beb.. Wait.. Wait... "

Tit.. Dia memutuskan sambungan telfon ku..

Ya begitulah sahabatku.. Riang, kocak, gila namun aku suka..

Hampir 10 menit datanglah dia, dia tengak tengok mencariku ..

aku tersenyum senyum melihatnya dari dalam mobil....

Aku turun dari mobilku dan melambaikan tanganku..

"Beb... " Teriakku

Begitu dia melihatku dia langsung berlari, begitupun juga aku..

BUG..

Tubuh kami menyatu dalam pelukan, pelukan kerinduan...

"Awwww... " Jerit ku saat dia mencubit perutku..

"Beb.. Sakit... "

"Biar sakit, aku lebih sakit darimu, tiap hari aku mencemaskan mu, tanpa kabar kamu cuma bilang aku harus percaya.. Kamu telah menyita pikiranku..! " Bentaknya..

"Maaf.. Maaf.. Yang penting aku sekarang di sini kan.. Aku baik baik saja.. Malah luar biasa baik sayang.. "

Dia lalu melepaskan pelukan yang dariku..

"Wooowww...kamu sekarang benar benar sangat cantik sekarang... Ini terlalu amazing bagiku.. Dimana kamu menemukan laki laki kaya itu? "

"Tuhan mempertemukanku di saat yang tepat, dan dengan orang yang tepat.. Dia baik sekali padaku.. Lihatlah aku.. Lihatlah mobilku.. " Kataku sambil menunjukkan mobil sport merah menyala keluaran terbaru yang harganya mungkin lebih dari 1 M yang Alvin khusus siapkan untukku..

"Wow.... Kamu bukan simpanan seperti ku kan?? "

"No.. No.. No.. Aku akan menjadi istrinya yang SAH... "

"Benarkah?? "

"Emmm.. Hari ini akan aku ajak kamu belanja apapun yang kamu mau, apapun itu karena aku punya ini juga... " Ujarku sambil memamerkan black card yang di berikan alvin padaku..

"Wow... Wow.. Wow... " Kata ellen sambil jingkrak jingkrak begitupun denganku..

"Ok.. Beb... Mari kita happy fun... "

Kamipun segera masuk ke dalam mobil dan akhirnya perjalanan kebahagiaann kami mulai..

Dari kantor kami langsung ke mall, aku dan ellen belanja apapun yang kami inginkan.. Apapun itu karena Alvin sudah berpesan, habiskanlah uangku jika kamu mampu, dan naluri wanita yang dulu selama menikah tidak pernah sama sekali ada uang untuk happy happy sekarang aku lampaiaskan semua. Kami juga nonton, nyalon, bahkan foto box bersama..

Aku rindu ellen, ellen pun begitu rindu padaku...

"Siapa nama calon suamimu??? " Tanya ellen padaku ketika kami sedang makan bersama di restoran..

"RAHASIA" Jawabku..

"Masih rahasia rahasia kau denganku.. Jahat! "

"Maaf, ada hal yang tiidak harus kamu ketahui.. "

"Kapan kamu menikah??? "

"RAHASIA.. "

"beb..! Kamu tahu aku paling benci hal hal rahasia.. "

"Maaf beb.. "

"Baiklah.. Jika kamu tidak memberitahuku, aku akan cari tahu dari bram... "

Uhuk uhuk uhuk... Aku terbatuk mendengar kata bram dari mulut ellen..

"BRAM.. bagaimana kamu kenal bram?? "

"Opss... Keceplosan.. " Katanya sambil melirik namun aku yakin dia sengaja menyebut nama itu..

"Beb.. Bagaimana kamu tahu dia?? " Tanyaku..

"RAHASIA.. " lirik nya sambil berbisik..

"Beb..! "

"Kamu juga rahasia, aku juga bisa.. "

"Haissttt.. Dasar bram.. Paling gak bisa lihat cewek cantik.. " Gerutuku..

"Hahahha.. Apa kamu tahu, aku juga kemarin melempar uang ke wajah bayu brengsek itu lo.. "

"What.. Bagaimana bisa... ? "

Akhirnya ellen menceritakan semua kronologi pertemuan bram denganya dan bagaimana dia ikut terlibat dalam pelemparan uang di wajah mas bayu..

"Apa di sana kamu lihat angel??? "

"Iya.. Dia gemuk, cantik, putih sepertimu.. Dia baik baik saja.. Tenang.. Sekarang dia sudah di tangan budhe lastri.. "

Seketika airmataku menetes..

"Ambil dia dan bawalah dia kesini.. "

"Tidak.. Tidak bisa.. Calon suamiku tidak mengijinkan aku membawa anakku.. "

"Kenapa?? "

"Ada hal yang tidak bisa aku ceritakan padamu.. "

"Sebenarya siapa laki laki yang akan menikahimu itu...? Penasaran aku.. "

Aku sedikit tersenyum..

"Yang penting, aku sekarang di tangan laki laki yang tepat beb.. "

"Lalu di hati pernikahanmu nanti, keluarga jogja akan kamu kabari atau tidak..? "

".... " Aku menggelengkan kepalaku..

"Why??? "

"Tidak ada apa apa?? Aku belum siap menemuinya.. "

"Beb.. Mereka berhak tahu tentang keadaanmu sekarang, apa kamu tidak kasian melihat orangtuamu yang selalu memikirkanku, jika kamu tahu.. Dulu Ayahmu selalu menelfinku tanya akan kabarmu.. Dia khawatir kamu tidak bahagia.. Sejahat jahatnya orangtua, dia tidak akan bisa melepasakanmu seutuhnya... "

"... " Mendengar itupun aku hanya terdiam sambil mengaduk aduk makanan yang ada di piring ku saat ini...

"Aku mau minta tolong padamu boleh?? "

"Apapun untukmu beb.. " Ucap ellen sambil menggenggam tanganku..

"Tolong cek obat apa ini.. " Kataku sambil memberikan sebutir suplemen yang di berikan dokter David pada Alvin..

"Obat apa ini??? "

"Entah, namun aku curiga ada yang tidak beres dengan obat ini, tolong cek di laboraturim kandungannya, masalah biaya nanti aku yang urus.. Maaf merepotkanmu karena aku tidak bisa setiap hari keluar rumah... "

"Ok.. Tapi apa se protektif itu calon suamimu? "

"Iya.. Mungkin karena dia terlalu mencintaiku.. "

"Wueeekkkk"

dia berekspresi ingin muntah ketika aku bilang begitu..

"Benar, jika tidak, tidak mungkin dia memberikanku fasilitas semewah ini padaku.. "

"Ok ok... "

Drrtt... Drrtt. r.. Drrtt..

ALVIN SAYANG . tulisan yang tertera di handfoneku ...

"Alvin... Oww namanya Alvin... " Ucap ellen karena dia membaca panggilan masuk di handfoneku..

Aku cuma menjulurkan lidahku ke arahnya...

Tit..

"Hallo "

"Kamu dimana?? "

"Aku di restoran di salah satu mall di ******"

"Pulang... "

"Tapi ini baru pukul 16.00"

"Jika kamu menolak, akan aku tutup mall itu..! "

"Sayang.. Sudahlah jangan bercanda... "

Ellen melirik ke arahku sambil tersenyum...

"Aku mau pas aku kembali ke rumah, kamu juga sudah di rumah... "

BYURRR...

tiba tiba wajahku di siram air minum oleh seseorang..

"Hai..!," Bentak ellen melihatku di siram air..

Dan ketika aku membersihkan wajahku, aku melihat stevanilah yang melakukannya..

"Hai cewek murahan..! " Teriak stevani padaku..

"Sebentar sayang.., aku di siram air di wajahku oleh stevani" Kataku pada alvin lewat sambungn telfon yang memang belum terputus..

"APA!! Stevani..keterlaluan dia.. Aku segera kesana.. "

"Sayang.. Sayang.. Tidak usah.. "

Tit..

Namun Alvin memutuskan sambungan telfon ku..

"Haissttt.. Kenapa juga wanita ini.. " Gerutuku dalam hati sambil mengelap wajahku yang basah kuyup..

"Hai.. Jangan kurang ajar kamu dengan temanku.. " seru ellen sambil agak mendororng tubuh stevani, dan itu membuat dia semakin marah..

"Tenang beb.. " Aku menarik tubuh ellen menjauh darinya..

"Apa tidak bisa kamu bicara baik baik dengaku? Apa seperti ini sikap seorang stevani yang sebenarnya..? "

"Hai.. Jangan sebut namaku dengan mulutmu.. Dasar wanita penggoda.. "

"Apa?? Wanita penggoda.? Alvin dulu yang mencintaiku, dia mengejar ejar aku karena sudah di kecewakan olehmu, apa salahku?? "

"Tidak mungkin, aku tahu dia milikku seutuhnya, dia tidak mungkin mencintai wanita lain selain aku, pasti kamu yang menggoda dia.. Kamu tahu aku meninggalkan dia karena apa?? "

"Aku tahu, aku akan merawat dia sampai sembuhnya, bukan sepertimu yang meninggalkan dia saat sakitnya..."

"Cih... Paling kamu hanya ingin hartanya saja.. "

"Hai.. Jangan samakan aku denganmu, kalau di lihat dari storynya.. Kamu yang lebih jalang dariku, bisa bisanya kamu akan menikah dengan adik Alvin, ketika Alvin adalah mantan suamimu,..! "

"Benarkah?? " Tanya ellen tiba tiba di sebelahku..

"... " Aku cuma mengangguk...

"Dasar wanita murahan... " Ejek ellen..

"Berani kamu bilang aku wanita murahan! "

Stevani ingin menampar ellen namun ellen menepisnya..

"Lihat saja nanti, akan aku rusak rencana pernikahanmu, akan buat semuanya tidak akan pernah terjadi, Alvin milikku dia hanya milikku...! "

"Silahkan jika kamu mampu, hati dan jiwa Alvin sepenuhnya sudah milikku sekarang... "

"Cih.. Jika kamu tahu, 2minggu kemarin aku masih berciuman denganya.. "

DEG.. Tak ku sangka dia membahas hal itu...

"Hahaha.. Jika benar kamu memang jalang yang sesungguhnya.., tunanganmu harus tahu hal ini agar lebih menarik, atau mungkin papa juga harus tahu... " Sindirku..

"Tidak akan ada yang percaya padamu, keluarga sebastian semua akan lebih percaya padaku.. "

"Apa.. Sebastian??? " Terkejutnya ellen mendengar kata Sebastian dari mulut stevani..

"Kamu kenapa beb?? Kenapa kamu yang terkejut?? "

"Oh my good..! " Seru ellen..

Dia nampak terdiam..

PLAKKK..

wajahku tiba tiba di tampar stevani..

"Ini balasan sakit hatiku kemarin.. "

Aku memegangi wajahku yang sangat perih karena tamparan stevani.

Aku melihat dia dengan penuh amarah namun tiba tiba ada yang menarik tanganku lalu dia mencium ku..

aku terkejut namun setelah aku lihat ternyata dia Alvin,

sesaat kami hanya menyentuh kan bibir kami berdua, namun beberapa detik kemudian Alvin memgawali ciuman panas penuh gairah, dan ku sambut dengan ciuman ku pula dengan penuh cinta..

Kami berciuman tanpa mengharaukan siapapun di sana...

"BRENGSEK KALIAN..! " Teriak stevani terdengar sangat jelas namun teriakan itu tidak menghentikan ciuman kami berdua, ciuman penuh gairah dan penuh cinta... Ciuman ku dan Alvin Sebastian...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!