NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:980.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Pencarian Ardana

     Keadaan Ardana sudah tidak berbentuk. Ia sangat kusut dan terpukul hebat. Sebuah penyesalan yang menjalar ke seluruh tubuhnya meruntuhkan segala wibawa dan ketegasannya sebagai seorang tentara.

     Ia masih memegangi baju putih dan buku diary Nayra yang masih beberapa lembar lagi belum dibaca.

     Penyesalan dan tangisan itu tiada artinya. Ardana bahkan tidak berpikir untuk angkat kaki lalu berlari dan mencari Nayra. Dia benar-benar terpukul.

     Dering telpon tiba-tiba berdering, sebuah panggilan dari sang Mama. Namun, Ardana seolah tidak peduli. Pikirannya hanya tertuju pada Nayra.

     Dering panggilan itu berhenti, mungkin terlalu lama menunggu. Akhirnya beberapa saat kemudian pesan WA masuk. Namun, pesan itu masih terabai.

    Beberapa saat kemudian, Ardana bangkit, kini kesadarannya seakan baru pulih. Meski hatinya tetap terluka, luka karena kehilangan dan penyesalan. Ia berdiri tepat di depan lemari itu, lalu ke arah dinding, menatap gambar gadis kecil dalam kain hasil rajutan Nayra. Mata gadis itu seakan bergerak, sedih dan menangis.

     Ardana membalikkan badan, lalu ia meletakkan buku diary dan kain putih itu pada tempatnya semula, lalu berlari keluar kamar.

     "Aku harus mencarinya sebelum terlambat. Dia tidak mungkin jauh dari kota ini," ujarnya yakin.

     Mobilnya sudah menderu dan keluar meninggalkan rumah. Sementara tangan kanannya sibuk mencari siapa-siapa yang kira-kira mengenal istrinya. Tapi tidak ada yang dia kenal, kecuali Nepa.

     "Nepa?"

     Ardana ingat Nepa, beruntung dia masih menyimpan nomor gadis itu. Itupun baru dua hari yang lalu, saat dia menitipkan Tiana pada Nepa.

     "Nepa, apakah kamu tahu ke mana Nayra pergi? Tolong, sebar ke teman-teman seangkatan kamu yang kemarin sempat mengadakan reuni. Siapa tahu mereka mengetahui."

     Sementara di sebrang sana, Nepa terkejut setelah menerima panggilan dari Ardana barusan. Ia tidak percaya kalau Nayra pergi.

     "Nayra pergi? Tidak mungkin?" ucapnya tidak percaya. Lantas Nepa menghubungi semua teman-temannya yang kemarin reuni.

     "Segera kasih info kalau kalian melihatnya. Tolong ya."

     Semua temannya dihubungi dengan pesan yang sama. Setelah itu Nepa termenung, ia sedih dan terpukul, karena merasa kalau kepergian Nayra adalah ulah sang kakak.

     "Ya ampun, Nay. Kenapa kamu sampai pergi? Ini membuat aku semakin merasa bersalah. Semua gara-gara Mbak Tiana. Aku harus membuat perhitungan dengan Mbak Tiana."

     Nepa berlari menuju ruang rawat Tiana, kebetulan hari ini ia pulang. Namun, ketika sampai di dalam ruangan, Nepa mengurungkan niatnya. Nepa memilih menyampaikan itu ketika Tiana sudah pulang saja.

     "Mbak Tiana sudah terlihat sangat baik. Mudah-mudahan semuanya membaik," gumamnya dan kembali keluar dari ruang rawat Tiana.

***

     Kembali ke Ardana. Ardana yang kalang kabut, kini semakin dibuat kalang kabut ketika ia membaca pesan dari sang Mama.

     "Besok kalian datang ke rumah. Mama ada kejutan. Jangan lupa, ya."

     "Gawat, Mama menyuruh aku dan Nayra ke rumah besok. Aku harus segera mencari di mana Nayra berada." Ardana meletakkan kembali ponselnya di dashboard. Namun belum lama, ia kembali meraih ponsel itu, kali ini ia mencoba menghubungi nomer Nayra.

     "Tut tut tut, nomer yang Anda hubungi sedang berada di luar jangkauan."

     Berulang kali, hanya nada dan kalimat yang sama yang terdengar dari balik telpon.

     "Akhhhh...sialan, berada di luar jangkauan. Nayra bahkan mematikan Hpnya, lalu ke mana aku harus mencarinya?" kesalnya seraya membanting ponsel itu ke dashboard.

     Mobil Ardana melaju kembali tidak tentu arah. Dia tidak tahu kemana tujuannya mencari Nayra.

     Terminal bus, saat ini Ardana berada di terminal bus antar kota antar provinsi, yang disinyalir bisa dilalui Nayra untuk pergi. Bahkan Ardana turun dari mobil dan menanyai beberapa loket pembelian tiket, barangkali ada nama istrinya sebagai pemesan tiket bus-bus di terminal itu.

     "Busnya jam berapa pergi, Pak? Kami tidak bisa melacaknya kalau orang yang Bapak cari tidak diketahui jam berangkatnya," tukas petugas tiket sambil menatap Ardana tajam.

     "Cek saja jam pertama kepergian bus-bus ini, Pak. Saya minta tolong," ujar Ardana memohon.

     "Kalau Bapak mau mencari tahu keberangkatan semua armada, sebaiknya ke pihak penerangan. Di situ bisa mengecek keberangkatan semua armada, kalau kami hanya sebatas armada kami saja," jelas petugas tiket itu mengarahkan Ardana.

     Ardana mengangguk, lalu ia bergegas menuju petugas yang bertugas di bagian penerangan.

     Sayang sekali, apa yang ia cari sama sekali tidak ada jawabannya. Semua armada bus dengan keberangkatan pagi sampai siang dan sore bahkan malam, tidak ditemukan nama Nayra sebagai penumpang bus di terminal itu.

     Setelah dari terminal bus dan hasilnya nihil, Ardana segera melanju menuju stasion kereta api. Ia melakukan pencarian seperti di terminal bus tadi. Mencari informasi ke bagian penerangan. Namun, semua masih sama, nihil. Tidak ada jawaban yang bisa menguak ke mana perginya Nayra. Perjalanan bus maupun kereta api, nama Nayra tidak terdaftar sebagai penumpangnya.

     Yang masih tersisa hanya satu, perjalanan udara. Namun, Ardana tidak yakin kalau Nayra sampai pergi dan melakukan perjalanan udara. "Tidak mungkin, dia tidak punya teman atau saudara di luar pulau. Tapi, aku coba saja cek di beberapa maskapai penerbangan domestik khusus pulau Jawa."

     Ardana mencoba mengecek beberapa maskapai penerbangan melalui teman-temannya yang kebetulan bekerja di maskapai. Namun, tidak ada hasil yang ditemukan. Tidak ada penumpang bernama Nayra melakukan perjalanan udara ke wilayah pulau Jawa.

     Pulau Kalimantan, Sulawesi, Ardana melewatkan begitu saja. Menurutnya tidak mungkin Nayra melakukan perjalanan ke pulau itu sebab tidak ada yang dia kenal di sana.

     "Aku harus mencari ke mana? Jangan-jangan dia tidak jauh pergi dari kota ini. Kalau begitu aku bisa sebar teman-temanku untuk mencarinya."

     "Tolong berikan info secepatnya jika kalian melihat atau menemukannya."

     Ardana mengirimkan pesan berulang itu pada banyak orang, rekan, adik leting yang tersebar di beberapa tempat dan daerah, bahkan tidak lupa yang di luar daerah pun ia hubungi untuk memberikan informasi apabila melihat istrinya.

     Malam semakin larut, dan berganti dini hari. Ardana pulang ke rumah ketika jam sudah menunjukan jam dua lewat.

     Ia sangat lelah hari ini. Pencariannya belum menemukan hasil.

     Keesokan harinya, dering ponsel di atas meja berdering keras dan tidak sabar. Ardana bangkit dari tidurnya, ia kesiangan sebab matahari pagi sudah masuk ke dalam kamarnya.

     Harapannya yang menghubungi itu adalah orang-orang yang dia hubungi tadi malam, memberi info tentang keberadaan Nayra. Namun, ternyata bukan. Nama Mama Kirana terpampang di sana.

     "Arda, kamu tidak lupa, kan Mama nyuruh kamu datang hari ini? Jangan banyak alasan, hari ini kamu libur nggak boleh kemana-mana kecuali ke rumah Mama. Cepat, orang tua Nayra juga sudah ada di rumah Mama."

     Ardana seperti tidak bernyawa setelah ia mendengar kalimat yang diucapkan sang Mama dari telpon.

     "Orang tua Nayra ada di rumah Mama?"

     Ardana bingung, bagaimana ia harus katakan kalau Nayra pergi dari rumah?

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!