TAMAT!!!!
Season pertama sudah Tamat. Dan sedang berlangsung season kedua kisah adik kembar Narra si Awan dan Mentari 🤗
Jangan lupa Follow IG mommy ya sayang 😘
IG : @Mommy_Ar29
Akan mommy usahakan Up dua kali sehari 🤗
06:00
15:00😊😘
Hidup bergelimang harta tak membuat seorang gadis cantik yang bernama Queenara merasa bahagia,
Setelah perceraian kedua orang tua nya Narra memutuskan untuk tetap tinggal di rumah bersama sang Kakak, Namun siapa sangka ternyata sang kakak pun juga tak kalah sibuk dengan kerjaan nya,
Mereka pikir UANG ialah segalanya, dengan UANG bisa membuat Putri nya bahagia, hingga suatu ketika sahabat Narra memamerkan seorang SUGAR DADDY nya yang selalu membuatnya bahagia dan bisa menuruti semua keinginan nya, Munculah IDE gila Narra untuk mencari Seorang SUGAR DADDY namun yang masih berstatus JOMBLO,
Bagaimana Kisahnya? kuy simak dan ikuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyamanan
Narra menunggu Bisma di sofa ruang tunggu yang ada di depan meja sekertaris Bisma, sekitar satu jaman Bisma baru selesai dari meeting.
"Permisi tuan, ada yang mencari anda," ucap Hanni, menghentikan langkah Bisma dan Radit.
"Siapa?" tanya Bisma.
Hanni menunjuk ke arah Narra yang sedang tertidur pulas dengan posisi duduk bersandar pada sandaran sofa dan merangkup tasnya.
"Siapa bos?" tanya Radit penasaran.
Bisma tidak menjawab, ia malah melangkahkan kakinya menuju Narra guna untuk membangunkan nya namun nihil, Narra terlihat begitu pulas di alam mimpinya, sehingga membuat Bisma mau tak mau mengangkat tubuh Narra untuk membawanya masuk ke dalam ruangan nya dan merebahkan Narra di tempat tidur yang berada dalam kamar pribadi Bisma. (Ruangan CEO ada kamar pribadi nya yaah).
Setelah memastikan posisi Narra nyaman dsn menyelimutinya sebatas dada, Bisma keluar dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
"Bos," panggil Radit yang begitu penasaran sedari tadi tentang siapa gadis itu.
"Narra," jawab Bisma singkat.
"Apa dia yang di maksud Bagas?"
"Hemm"
"Waahh, bening banget ya bos, kalau bos gak mau buat saya aja bos." ucap Radit yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari mata Bisma.
"Hehehe Bercanda bos, saya permisi dulu," Radit memilih kekuar meninggalkan ruangan Bisma daripada kena amukan nya.
Hingga sore hari, Narra belum juga bangun membuat Bisma mendesah frustasi bagaimana caranya ia membangunkan gadis ini.
Narra yang sudah lama tidak bisa tidur nyenyak entah mengapa kini malah tidur seperti orang mati, mungkin kini ia merasa nyaman dan aman di dekat Bisma.
Karena lelah, Bisma pun memutuskan untuk mandi dan ikut beristirahat di samping Narra, tidak mungkin kan ia meninggalkan Narra sendiri di gedung kantornya.
Bisma memperhatikan wajah Narra dengan lekat lalu mulai membelai wajah mulus itu sambil bergumam, "Cantik, tapi kenapa malah cari Sugar daddy," decak Bisma.
"Hiks hiks hiks," tiba tiba Narra terisak dalam tidurnya sehingga membuat Bisma terkejut, mata Narra masih terpejam namun air mata deras mengalir di ujung matanya.
"Hiks hiks hiks" Narra terus menangis hingga ia sesegukan, Bisma pun langsung merengkuh tubuh Narra dan mengelus ngelus kepala Narra agar lebih tenang, dan benar saja beberapa detik kemudian Bisma sudah tidak mendengar isak tangis Narra lagi.
"Apa yang membuat mu sesedih ini hem," gumam Bisma pelan.
Tanpa sadar Bisma pun ikut tertidur dengan masih memeluk Narra, hingga tengah malam Narra baru terbangun dari tidurnya, dia begitu terkejut kala menemukan sebuah dada bidang di depan wajahnya, dsn sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
Narra pun langsung mendongakan wajahnya dan
Deg.
Jantung Narra semakin berpacu dengan cepat kala melihat wajah Bisma yang begitu tampan dan menawan, rahang tegas yang di hiasi sedikit bulu halus, hidung mancung dan bibir tipis, sepertinya Bisma bukan type pria perokok karena bibirnya berwarna sedikit merah bukan hitam atau coklat, tidak mungkin kan Bisma pake lipstik. gumam Narra dalam hati.
Narra terus menelisik wajah Bisma dengan seksama, lalu entah keberanian dari mana tiba tiba Bibir Narra sudah berada di bibir Bisma, Narra mengecupnya pelan.
Cup.
Hanya sekilas dan Narra segera menarik dirinya lagi, lalu ia kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bisma, 'Nyaman' itulah yang Narra rasakan saat ini,.
Sebuah kenyamanan dan kehangatan yang telah lama tak ia rasakan, sejak perceraian kedua orang tua nya dan juga pernikahan sang kakak, membuatnya sangat haus akan kasih sayang, bila dulu sebelum kakak nya menikah ia bisa selalu bermanja manja dengan sang kakak, tapo kini itu tak mungkin lagi karena sanga kakak sudah memiliki istri dan anak.
Bersambung lagi yaa 😘💃💃
Hay sayang, Novel ini tuh hanya selingan saja yah, gak bisa Update setiap hari, karena mommy mau Fokus sama Jenar dan Arya dulu, nanti kalau Jenar dan Arya sudah tamat, Mommy akan fokus dengan Narra dan Bisma, oke 😘😘😘
terhura....🥰
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
sangat bingung,, 😃😃🤦🏻♀️
tapi kalau Allah belum kasih kita untuk memiliki, mau gimana
kita hanya bisa minta
bisa dan tidaknya, hanya Allah sang pemberi.